Share

Bab 991

Author: Fitri
Dia berdiri, menggendong gadis kecil itu untuk minum susu, lalu menyerahkan Sabrina kepada Eston.

Susu formula sudah disiapkan. Setelah mengecek suhunya dengan punggung tangan, dia juga memberikannya kepada Eston.

Casya kembali duduk.

Elina mengelap semua balok mainan satu per satu. Dia mengenakan gaun panjang berwarna merah muda pucat yang panjangnya sampai mata kaki. Saat duduk di sana, gaun itu menutupi seluruh kakinya, membuat auranya terlihat lembut dan tenang.

Saat bulu matanya yang panjan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 993

    "Nih."Jantung Elina tiba-tiba berdebar. Terakhir kali bertemu di kantor, Silvar terus mendesaknya, sama sekali tidak mau mengalah. Sikapnya penuh dengan agresivitas.Namun sekarang, saat kembali bertemu dengannya, Elina justru melihat banyak emosi yang tidak bisa dipahaminya di mata Silvar.Ada keengganan untuk berpisah, kebimbangan, dan begitu banyak keraguan yang datang seperti gelombang pasang.Elina mengulurkan tangan dan mengambil butiran emas kecil dari telapak tangannya. Dia bisa merasakan sedikit kehangatan dari telapak tangan Silvar.Bahkan butiran emas itu pun seolah telah menyerap suhu tubuhnya, sekaligus aroma samar parfum yang melekat di tubuhnya.Silvar menatap Elina dalam-dalam, lalu berbalik dan turun ke lantai bawah dengan cepat. Dia sama sekali tidak berniat berhenti atau berbicara lebih banyak dengan Elina.Elina menatap punggungnya yang menjauh, lalu menggenggam erat butiran emas di tangannya.Casya tiba-tiba muncul dari belakang. Dia menjulurkan kepala untuk melih

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 992

    Jamuan makan malam kali ini diadakan untuk Sabrina.Setelah menggendong anak itu keluar untuk bertemu dengan kerabat dan teman-teman, Casya meminta salah satu pengasuh menggendong Sabrina ke lantai atas untuk ditidurkan.Anak itu masih terlalu kecil, jadi cukup menampakkan diri sebentar saja.Eston menggunakan marga ibunya, jadi Sabrina tentu saja juga menggunakan marga ibunya. Dalam hal ini, kedua keluarga dengan cepat mencapai kesepakatan.Para tamu yang datang membawa cukup banyak hadiah. Semuanya dipindahkan ke bangunan kecil milik keluarga cabang ketiga.Ada juga hadiah yang dibeli Eden dari luar negeri dan dikirim pulang. Setelah mempertimbangkannya, Casya tetap menerimanya.Seumur hidupnya, dia tidak akan pernah memaafkan Frans dan Eden. Namun, tidak ada gunanya melampiaskan kekesalan pada sebuah mainan.Saat membuka kotak-kotak itu, Casya melihat sebuah kotak yang berisi butiran emas. Beratnya kira-kira 100 gram lebih sedikit. Nama yang tertulis di kotak itu adalah nama seseora

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 991

    Dia berdiri, menggendong gadis kecil itu untuk minum susu, lalu menyerahkan Sabrina kepada Eston.Susu formula sudah disiapkan. Setelah mengecek suhunya dengan punggung tangan, dia juga memberikannya kepada Eston.Casya kembali duduk.Elina mengelap semua balok mainan satu per satu. Dia mengenakan gaun panjang berwarna merah muda pucat yang panjangnya sampai mata kaki. Saat duduk di sana, gaun itu menutupi seluruh kakinya, membuat auranya terlihat lembut dan tenang.Saat bulu matanya yang panjang menunduk, sosoknya seperti permukaan danau yang tenang tanpa sedikit pun riak.Casya menyenggolnya. "Elina, kamu sama Kak Silvar benar-benar sudah selesai?"Mereka duduk di ruang keluarga kecil sambil menemani anak-anak bermain, jadi tidak menyadari bahwa di dekat pintu di belakang mereka sudah berdiri sosok seorang pria.Saat Casya mengajukan pertanyaan itu, Silvar sudah berdiri di sana dan mendengar semuanya. Dia mencengkeram kusen pintu dengan sangat kuat sampai jemarinya memutih. Urat-urat

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 990

    Putri Casya dan Eston memiliki nama panggilan Sasa. Nama panjangnya adalah Sabrina.Nama itu dipilihkan sendiri oleh Rayan sebelum meninggal. Dia berharap Sabrina bisa seperti bulan yang jernih dan terang, juga lembut dan tenang.Sabrina biasanya tinggal di ibu kota. Keluarga Prayogo dan Lumbana sangat menyayanginya. Dayne bahkan mengesampingkan pekerjaannya untuk merawatnya. Pekerjaan Dayne dan sahamnya di Lumigold semuanya diberikan kepada Sabrina.Casya tertawa. "Sekarang, aku malah jadi bekerja untuk Sasa."Kerja sama antara Spring & Co dan Lumigold terus berlanjut. Setiap tahun, mereka akan meluncurkan desain khusus.Sebagai kepala desainer, Casya hanya mendesain beberapa set perhiasan setiap tahun. Masing-masing satu set untuk àl'aube dan Spring & Co. Selebihnya, dia masih harus memeriksa rancangan Dragon Gold.Setiap desain yang dibuatnya selalu menjadi yang paling laris.Sebagian keuntungan Lumigold memang menjadi milik Sabrina, jadi pada akhirnya Casya benar-benar seperti beke

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 989

    Lunara menopang keningnya dengan tangan, lalu pura-pura bertanya dengan santai, "Kenapa? Kamu sudah mau mulai pacaran?""Nggak. Aku cuma mau dukung bisnismu."Lunara tersenyum. "Kalau begitu, kamu harus beli lebih banyak ya."Omzet S2 tahun ini cukup bagus. Membeli beberapa set perhiasan di àl'aube masih mampu dia lakukan.Lunara sengaja berkata, "Elina belum lama ini pulang. Kamu sudah tahu, 'kan?"Ekspresi Silvar tampak sedikit tidak wajar. Senyum di sudut bibirnya pun sempat membeku sesaat sebelum dia menjawab pelan, "Ya.""Beberapa hari lalu, mereka ingin bekerja sama dengan S2, jadi hari ini mereka datang menemuiku."Lunara sengaja memanjangkan suaranya. "Oh ... begitu."Siapa yang tidak tahu bahwa selama beberapa tahun ini, Silvar tidak pernah datang ke satu pun acara kencan yang diatur untuknya?Setiap kali Nancy mencarinya, menangis, mengamuk, bahkan mengancam akan melakukan hal nekat, Silvar malah ikut menangis. Akhirnya, Nancy justru tidak tahu harus berbuat apa.Nancy bahkan

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 988

    Mobil melaju menuju gedung di dekat sana.Kayden mengenakan kacamata tanpa bingkai. Tatapannya serius saat membaca dokumen di tangannya.Silvar mendekat untuk melihat. Ternyata itu adalah rapor SD Daisy.Silvar semula mengira Kayden sedang begitu serius membaca laporan proyek, mungkin ingin berinvestasi di sana."Daisy baru masuk SD, 'kan? Kalaupun nilainya kurang bagus, seharusnya nggak perlu terlalu dikhawatirkan.""Justru aku khawatir nilainya terlalu bagus."Silvar terdiam. Ada juga ya, orang yang suka pamer semacam ini?Sambil mengemudi, Ignas menjelaskan, "Nona Daisy anak yang pendiam dan terlalu cerdas. Dia agak sulit bergaul dengan anak-anak seusianya. Di sekolah, selain bersama Tuan Rupert, biasanya dia selalu sendirian."Itulah yang sebenarnya dikhawatirkan Kayden. Semakin besar, Daisy semakin tidak terlihat seperti anak kecil.Sejak kecil, kemampuan bahasanya sudah berkembang lebih cepat daripada anak-anak seusianya. Sekarang, bakat dan kegigihannya yang luar biasa juga sema

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status