Se connecterSehari setelah aku menikah, aku melihat ayah mertua memukul ibu mertua karena masalah makanan. Aku ingin menghalanginya, tetapi ayah mertua memarahiku karena menganggapku tidak sopan. Dia mengatakan bahwa ini adalah cara Keluarga Kuncoro dalam menundukkan orang. Kegembiraan memenuhi hatiku ketika suamiku juga mencoba main tangan terhadapku. Akhirnya, aku bisa menunjukkan kekuatan superku!
Voir plusSetelah aku selesai bicara, Delon mengangkat kepala dan menatapku."Sayang, tenang saja. Mulai sekarang, aku bersedia melakukan apa pun perintahmu."Aku senang Delon tahu diri, lalu mengelus kepalanya."Aku ingin menunjukkan pada ibuku bahwa keluarga kita harmonis."Sebelum sempat pulang ke rumah, ibu datang ke rumah.Ketika ibu sampai di depan rumah Keluarga Kuncoro, aku sedang memberi pelajaran kepada ibu mertua yang berani melawanku untuk kesekian kalinya.Sejak liburan bulan madu berakhir sampai hari ini, totalnya selama satu bulan ini, aku sudah menghajar ayah mertua sebanyak delapan kali, sedangkan menghajar Delon sebanyak lima kali.Sekarang, setiap kali aku mengangkat tanganku, ayah mertua dan Delon langsung mengatakan, "maafkan aku."Hanya ibu mertua yang masih berani menantangku yang sudah menjadi kepala keluarga di rumah ini. Karena ibu mertua memiliki tubuh yang rapuh, aku harus menahan kekuatanku setiap kali menghajarnya.Bahkan, ibu mertua berani lapor polisi. Namun, sebe
Aku tertawa, tidak memedulikannya.Ibu mertua masih belum kapok. Setelah sadarkan diri, dia masih menyerangku."Beraninya kamu menamparku! Wanita sialan, beraninya menamparku!""Aku memang menamparmu, apa salahnya?"Aku pun kesal, lalu menampar lagi sebanyak dua kali. Kali ini, aku mengerahkan 30 persen kekuatanku.Wajah ibu mertua langsung bengkak. Aku melihat darah segar mengalir dari dua sisi ujung mulutnya.Aku tidak menyangka ibu mertua selemah ini. Aku menggosok tanganku dengan canggung."Maaf, aku nggak tahu kalau ibu serapuh ini.""Padahal aku hanya mengerahkan 30 persen kekuatanku."Aku merasa puas melihat ibu mertua ketakutan. Selanjutnya, aku melirik ke arah ayah mertua yang duduk di ruang tamu. Dia hanya diam saja, pura-pura buta dan tuli. Aku berkata dengan tegas kepada ayah mertua."Bu, ayah yang bilang sendiri, cara Keluarga Kuncoro untuk menundukkan orang adalah dengan kekerasan. Mulai sekarang, tidak hanya kepada ibu dan Delon, siapa pun yang melawanku, aku akan mengha
Aku agak terkejut melihatnya, tetapi aku tidak mengatakan yang sebenarnya.Aku tidak bodoh. Suamiku sangat menjaga harga diri, jadi tidak mau cerita dia terluka parah karena perkelahian kami tadi.Aku masih menjaga harga dirinya. Namun, di depan orang tuanya, dia berani berlagak dan mulai memerintahku."Belikan aku rokok."Aku tidak bergerak dan hanya menatapnya.Setelah kutatap, dia mulai berubah pikiran. "Nggak usah, deh. Nggak aman bagi seorang wanita keluar malam-malam begini."Setelah menutup telepon, kini tersisa kami berdua di kamar ini.Aku tidak menyalahkan sikapnya tadi. Selanjutnya, aku membuka baju."Sayang, ayo kita berhubungan malam ini. Ibu sudah menyuruh kita punya anak."Ibuku selalu mengatur hidupku. Selama 20 tahun lebih, aku mengikuti keinginannya.Setelah lulus, aku dijodohkan. Satu tahun kemudian, aku menikah. Setelah menikah, aku harus punya anak dan hidup bahagia bersama anak dan suami.Sekarang aku sudah menikah, sudah waktunya melangkah ke tahap selanjutnya.S
Sebelum pukulannya mengenaiku, Delon tampak terkejut. Dia tidak pernah menyangka aku yang selama ini selalu bersikap lembut, mampu menahan pukulannya.Tidak hanya menahan tangannya, aku juga menamparnya.Bekas tamparan muncul di wajahnya.Delon terkejut.Delon melihat telapak tanganku yang menahan tinjunya dengan ekspresi sukar percaya.Saat masih pacaran, Delon sangat menyukai kedua tanganku.Delon memuji jari-jari tanganku panjang dan ramping, cocok untuk bermain piano.Dia sering menggandeng tanganku dan mengelus jari-jari tanganku dengan lembut."Sayang, jangan sampai tanganmu terluka. Kalau nggak, aku bisa sedih. Tanganmu sangat halus."Oleh karena itu, dia tidak menyangka saat melihat tanganku yang halus ini menahan tinjunya.Dia juga tidak menyangka, aku berani menamparnya hingga membekas di wajahnya.Delon masih sulit menerima kenyataan. Tanpa memedulikan luka di wajahnya, Delon hendak memukulku dengan tangannya yang lain.Aku justru suka dirinya yang tidak tahu diri ini."Plak












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
commentaires