MasukSuamiku adalah operator di menara kontrol bandara. Di kehidupan sebelumnya, ketika cuaca buruk akibat badai petir membuat putri kami mengalami serangan jantung, aku segera menghubungi suamiku untuk mengatur agar pesawat yang kukemudikan bisa mendarat lebih dulu. Namun akibatnya, pesawat yang ditumpangi Wina, kekasih lama suamiku, terkena badai petir dan jatuh sehingga menyebabkan seluruh penumpang tewas. Semuanya berjalan seperti biasa seolah-olah tidak ada yang berubah. Sampai di hari ulang tahun putri kami, suamiku mengunci kami di rumah dan membakar tempat itu hidup-hidup. "Kalau bukan karena kamu mendarat lebih dulu, pesawat Wina nggak akan mengalami kecelakaan!" "Aku yakin, anakmu waktu itu baik-baik saja. Kamu cuma iri sama Wina, makanya kamu tega menyebabkan kematian ratusan orang yang nggak bersalah!" Aku dan putriku berusaha untuk melawan sekuat tenaga. Namun, semua usaha kami hanya sia-sia. Kami mati dalam kesakitan yang tak tertahankan. Saat membuka mata lagi, aku mendapati diriku kembali ke hari saat putriku mengalami serangan jantung. Kali ini, suamiku langsung memutus kontak denganku. Namun, saat dia mendengar putri kami benar-benar meninggal, dia mendadak kehilangan akal sehat.
Lihat lebih banyakKetika mendapat kabar Sheldon lagi, aku sudah tinggal di Atarika selama sebulan. Tidak ada sinyal di sini. Aku bersenang-senang dengan tim yang berangkat bersama. Tempat ini sangat dingin, tetapi hatiku justru terasa hangat.Hari itu, kami tiba-tiba mendapat sinyal. Semua orang sibuk menelepon keluarga masing-masing, hanya aku yang tidak tahu harus mencari siapa.Aku membuka WhatsApp-ku, lalu mendapati ada banyak pesan yang belum dibaca. Aku menggeser layar ke bawah, hingga akhirnya melihat pesan dari Hector. Hector memberitahuku kondisi Sheldon terkini.Tidak lama setelah aku pergi ke Atarika, Sheldon akhirnya menjalani sidang. Dia bukan hanya kehilangan pekerjaan, rumah tangga, dan putrinya, tetapi juga harus dipenjara selama lima tahun.Sheldon merasa frustrasi. Dia menghabiskan sejumlah besar uang untuk mempekerjakan detektif swasta demi mencari jejak Wina.Saat itu, Wina telah membuat visa dan bersiap-siap untuk bersembunyi di luar negeri. Sheldon pun mencegatnya. Di bandara, Shel
Dengar-dengar dari Conan, ketika mereka membawa Sheldon untuk diinterogasi, Sheldon seperti kehilangan akal sehatnya.Sheldon berlutut dan meminta waktu kepada mereka hanya untuk melakukan tes DNA. Setelah hasilnya keluar, hasil tes menunjukkan bahwa mereka memang ayah dan anak. Sheldon langsung menangis histeris. "Putriku, Ayah telah mencelakaimu .... Maafkan Ayah ...."Selanjutnya, aku tidak memperhatikan masalah Sheldon lagi. Setelah mendapat piagam dan bonus besar, aku memutuskan untuk mengundurkan diri.Conan menyuruhku untuk mempertimbangkan keputusanku lagi. Aku menghela napas dan berucap, "Sebenarnya aku sudah melanggar aturan saat memohon untuk Sheldon. Kalau banyak orang yang tahu, reputasi bandara bisa rusak. Kalau aku pergi, kalian bisa memberi penjelasan kalau ada yang tanya."Conan menyahut, "Sekarang kamu pahlawan. Siapa yang berani tanya begitu banyak?"Aku tersenyum. "Internet adalah pedang bermata dua. Mungkin suatu hari, pedang akan berbalik menyerangku."Conan meren
Suasana seketika menjadi makin heboh. Dengan ekspresi suram, Sheldon menyahut, "Itu karena Jeanette ingin mendarat duluan ....""Kamu sudah jadi pemandu lalu lintas udara bertahun-tahun, tapi lupa peraturan? Kalau ada pasien kritis, pesawat boleh mendarat duluan!" sergah Conan.Sheldon sontak tidak bisa berkata-kata. Conan meneruskan, "Kamu penasaran alasan Bu Jeanette menghilang seminggu, 'kan? Biar kuberi tahu! Supaya kamu nggak dipecat, dia memohon kepada semua orang sampai lambungnya berdarah karena terus minum alkohol! Dia diopname seminggu!""Dia nggak ingin kamu cemas, makanya nggak memberitahumu apa pun! Dia bertahan sendirian! Kamu kira kenapa bandara masih mengizinkanmu kerja? Dengan kesalahanmu itu, kamu seharusnya dipecat!"Conan mengembuskan napas dengan kecewa. "Sayang sekali. Bu Jeanette begitu tulus padamu, tapi malah mendapat pengkhianatan. Putrinya meninggal, tapi dia masih difitnah."Sheldon hanya bisa mematung di tempat. Dia menoleh dengan kaku untuk meminta penjela
Sheldon bak disambar petir. Dia terus mundur sambil bergumam dengan syok, "Ini nggak mungkin. Dia cuma menderita penyakit jantung ringan, 'kan? Ini pasti palsu! Ya, pasti palsu!"Sheldon menengadah dan meneruskan dengan geram, "Jeanette, dari mana kamu dapat jasad palsu ini! Kenapa begitu mirip?"Namun, terlihat jelas dari tatapan Sheldon bahwa keyakinannya telah goyah. Sebenarnya dia tahu bahwa ini adalah putrinya. Hanya saja, dia tidak berani memercayainya.Di tengah kerumunan, seseorang bertanya dengan ekspresi masam, "Apa yang sebenarnya terjadi? Putri Bu Jeanette benaran meninggal. Kenapa suaminya malah bicara begitu?""Kamu masih nggak ngerti? Kamu nggak lihat pelakor di sampingnya? Sudah pasti dia yang merusak rumah tangga orang! Pria ini memang berengsek!"Obrolan ini langsung membalikkan situasi. Orang-orang mulai menghujat Sheldon dan Wina. Wina segera bereaksi dan membisikkan sesuatu kepada Sheldon.Ekspresi Sheldon berubah drastis. Dia menegakkan tubuhnya sambil berseru, "K






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.