Share

BAB 53 - HALO ...!!

Author: Gitapuccino
last update publish date: 2026-08-30 21:20:35

Daya kembali harus melepas kepergian sang suami tercinta untuk ke luar kota. Padahal baru saja semalam mereka saling memadu kasih, tetapi hari ini harus kembali terpisah karena alasan pekerjaan.

“Maaf banget harus ninggalin kamu lagi,” kata Bagas berjalan keluar kamar sambil menyeret koper, lalu mengangkatnya turun ke bawah.

Daya mengangkat bahu. “Namanya juga kerjaan. Semoga kendala di sana bisa segera teratasi ya, Mas. Biar kamu bisa cepet pulang. Karena dinas kali ini akan la

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kontrak Pernikahan dengan Bosku   BAB 114 - PERTANDA BURUK

    Tiga hari berlalu sejak dokter menyampaikan kabar perkembangan Bagas. Koridor rumah sakit yang sebelumnya terasa mencekam kini tidak lagi sesunyi beberapa hari lalu. Wajah-wajah tegang memang belum sepenuhnya menghilang, tetapi semua orang sudah bisa bernapas sedikit lebih lega.Bagas akhirnya sadar. Meski belum sepenuhnya pulih, tetapi sudah beberapa kali membuka mata. Sudah bisa merespons perintah sederhana dari dokter, bahkan sesekali menggerakkan tangan meskipun masih terbatas. Untuk itulah dokter selalu berpesan pada Daya agar segera menekan tombol perawat jika melihat adanya respons pada tubuh suaminya. Meskipun sudah dalam kategori baik-baik saja, tetapi Bagas benar-benar belum bisa dikatakan normal secara utuh. Begitu yang dokter itu katakan Daya kemarin malam.Pagi itu Daya duduk di samping ranjang perawatan. Kehamilannya yang bertambah besar membuat tubuhnya menjadi lebih cepat lelah. Meskipun begitu Daya tetap saja bersikeras datang sejak pagi. Pandangan mat

  • Kontrak Pernikahan dengan Bosku   BAB 113 - NGGAK BAKALAN BETAH

    Raka berhenti beberapa langkah dari mereka. Tidak ada sapaan. Tidak ada pula senyuman. Pria itu hanya berdiri diam dengan kedua tangan yang masuk ke dalam saku celana. Karena selama ini Raka selalu berusaha menghindari pertemuan dengan wanita yang kini berdiri di hadapannya. Ada perasaan bercampur aduk yang muncul ketika Raka melihat istri Bagas.“Mas Raka …” panggil Daya, melambaikan tangan agar pria itu tidak sungkan untuk kemari mendekat. Daya bahkan hampir tidak mengenali sosok pria di depannya. Wajah Raka yang terakhir kali teramat berbeda dari Raka yang saat ini berdiri sekarang. Ada lingkar hitam di bawah matanya. Lagi-lagi Daya melontarkan tanya saat Raka akhirnya mendekat, “Gimana kabarmu, Mas?”Pertanyaan itu membuat sudut bibir Raka bergerak tipis. “Harusnya aku yang tanya gitu ke kamu.”Giliran Daya yang diam. Lalu, tanpa sadar pandangan Daya turun pada beberapa luka yang masih tersisa di wajah pria itu. Memar di pelipis Raka mulai menguning. Ada pul

  • Kontrak Pernikahan dengan Bosku   BAB 112 - KONDISI BAGAS

    Bunyi monitor jantung terdengar teratur di dalam ruang perawatan. Suara itu seharusnya menenangkan. Namun, bagi Daya setiap bunyi yang terdengar justru membuat dàdànya bertambah sesak. Sudah tiga hari berlalu. Tiga hari sejak Bagas memeluk melindunginya. Dan, tiga hari itu pula Bagas belum juga membuka mata.Daya hanya berdiri di samping ranjang suaminya. Dengan menggunakan APD sesuai dengan prosedur kunjungan hari ini. Karena kondisinya pula bahkan dokter tidak memperbolehkan Daya lebih dari sepuluh menit. Ayu bahkan harus selalu menemani ke mana pun sang kakak pergi karena dikhawatirkan Daya akan berperilaku tidak patuh pada peraturan rumah sakit.“Mbak …” panggil Ayu sambil mengelus pundak terjauh sang kakak, berusaha menenangkan hatinya, “Udahan, yuk! Nanti malam kita ke sini lagi.”Daya menggeleng pelan. Ia benar-benar takut. Sangat takut. Takut saat dirinya pergi, Bagas justru tidak pernah terbangun lagi. Air mata kembali menggenang. Daya mengusap lembut t

  • Kontrak Pernikahan dengan Bosku   BAB 111 - SEPENGGAL KALIMAT MEMATIKAN

    Max yang sudah diamankan oleh pihak berwajib hanya bisa terdiam atas reka adegan semua yang terjadi beberapa waktu lalu. Untuk pertama kalinya Max melihat sesuatu yang selama ini tidak pernah ia miliki. Sejak awal Bagas sudah menang. Mau seterpuruk apa pun yang ia lakukan, Bagas akan selalu kembali menjadi pribadi yang kuat bahkan jauh lebih bahagia.Max mendekati Rosa awalnya karena dia memang tertarik. Namun, ketika tahu wanita itu adalah istri seorang Bagaspati Ekawira niat jahat itu akhirnya muncul. Max memanfaatkan ketidakpuasan Rosa pada suaminya dan memang sengaja mengatur waktu supaya Bagas memergoki mereka yang sedang melakukan ritual ranjang di tempat yang biasanya mereka lakukan.Max tertawa terbahak. Namun, semua rencana yang telah disusunnya ternyata juga meleset. Perpisahan Bagas dan Rosa tidak serta merta membuat pria itu mengalami kehancuran. Pria itu bahkan menikah lagi dan Daya malah membuat Bagas semakin bertambah kuat. Ya, Max iri. Karena Bagas sela

  • Kontrak Pernikahan dengan Bosku   BAB 110 - KEPUTUSAN BAGAS

    Bagas memilih tidak melibatkan Raka di garis depan. Kali ini Bagas yang akan maju mencari tahu ke sumbernya langsung. Bagas yang akan turun tangan. Dia yang harus menyelesaikan semuanya. Karena ini masalah keluarganya.Bagas menempuh waktu kurang lebih satu jam perjalanan menuju alamat yang diberikan. Sebuah gudang tua di pinggiran kota menjulang dalam kesunyian. Lampu-lampu sebagian besar mati. Hanya beberapa cahaya redup yang masih menyala. Pintu besi di belakangnya mendadak tertutup dengan sendirinya.Braaak!Namun, Bagas tidak terkejut. Karena ia sudah bisa menduganya. “Keluar ….” Suara Bagas bergema. “Aku datang sesuai dengan permintaanmu.”Lalu, terdengar suara tepuk tangan pelan dari lantai dua. Sosok pria dalam bayangan pun muncul. “Apa kabar, Gas?”Bagas mendongak. Max sudah berdiri di sana. Tersenyum. Tanpa topi. Tanpa menggunakan masker. Tanpa pakaian serba hitam. Tanpa pula berusaha menyembunyikan kedoknya.“Gimana keadaan Daya?

  • Kontrak Pernikahan dengan Bosku   BAB 109 - DI DEPAN SANA

    Kesadaran Daya kembali perlahan. Langit-langit berwarna putih dan aroma obat membuat dirinya tersadar. Daya menoleh sesaat. Suara mesin monitor yang berdetak pelan di sebelah kanannya semakin memperjelas saat ini dirinya sedang tidak berada di rumah.Lalu, ingatan terakhirnya pun datang. Tangannya mulai gemetar. Daya refleks meletakkan telapak tangannya di atas perut. Ada kelegaan bercampur tangisan. Masih ada.“Sayang ….”Seorang pria yang entah sejak kapan duduk di samping ranjangnya itu mengumbar senyum tampannya di sana. Wajahnya tampak kelelahan. Matanya kemerahan karena kurang tidur. Namun, tangannya tetap menggenggam jemari Daya tanpa berniat melepaskan.“Aku minta maaf.” Daya mulai menangis. “Aku kurang berhati-hati.”Bagas menggeleng pelan, “Kamu nggak salah apa-apa. Kamu itu ibu yang kuat.”“Aku panik, Mas.”Daya menggigit bibirnya. Bayangan kejadian beberapa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status