Langit sudah terlalu gelap saat Daya sampai di depan rumah. Daya menghela napas panjang. Malam itu rumah terlihat lebih sepi dari biasanya. Rasanya begitu berat untuk melangkahkan kaki masuk ke dalam.“Tumben pulang malem,” tanya sang ayah, Sigit saat memergoki Daya masuk ke ruang tamu diam-diam.Sigit keluar dari ruang tamu sambil mengenakan kaus oblong dan sarung. Wajahnya tampak jauh lebih segar dibandingkan beberapa hari terakhir.“Ayah sama bunda sengaja nungguin kamu buat makan malam bareng. Bun ….”Teriakan Sigit yang kembali masuk ke dalam membuat perasaan Daya semakin tidak karuan. Meja makan sudah penuh dengan semangkuk sayur bening, ikan goreng, sambal, tempe dan juga tahu goreng. Dan, tidak ketinggalan pula sepiring pepaya potong sebagai penutup.Selama makan, ayah beberapa kali bercerita tentang tetangga sebelah yang baru saja pulang sehabis menjenguk cucu. Lalu, obrolan random tentang pohon mangga di belakang rumah pun juga mulai berbuah lagi. Dan, katanya akan bisa dipa
最後更新 : 2026-08-05 閱讀更多