Share

bab 6

Author: belle
last update publish date: 2026-10-15 09:41:28

Alexia bertanya-tanya dalam hati. Ia seperti tidak percaya. Bukan cemburu atau sejenisnya, ia lebih ke arah penasaran. Rasanya seperti mustahil jika seorang Logan Wilson hanya mengagumi satu wanita saja selama hidupnya.

Apa yang bisa di harapkan dari seorang pria yang memiliki segalanya? Mereka cenderung tidak butuh cinta yang tulus. Uang sudah bisa membeli apapun yang mereka inginkan.

Salah seorang wanita yang usianya sekitar tiga puluh lima tahunan, menjawab dengan antusias. "Namanya Bianca. Dia bagian dari keluarga Louise. Seorang pewaris utama."

Alexia mengernyit.

Bianca? Oh, wanita itu ternyata yang mereka maksud.

"Keluarga mereka sangat berkuasa," lanjut wanita itu. "Bahkan Wakil Presiden kabarnya berada di bawah pengaruh mereka."

Alexia menahan napas.

"Bahkan aku pernah dengar," sahut wanita lain yang sedikit lebih muda, "Keluarga Louise dulu pernah menjadi pesaing keluarga Wilson.”

"Tapi sejak Logan mengambil alih, mereka kalah. Sejak saat itu, keluarga Louise terus mencari cara untuk menyatukan kedua keluarga. Salah satunya dengan menikahkan Bianca dengan Logan."

Mereka tampak menikmati percakapan itu. Alexia justru semakin tidak nyaman. Semakin banyak yang ia dengar, semakin jelas bahwa dirinya sudah masuk ke dalam masalah yang jauh lebih besar daripada yang ia bayangkan.

Logan benar. Ada kekuatan yang jauh lebih besar sedang bergerak di belakang layar.

Alexia meraih segelas minuman yang bahkan tidak ia ketahui namanya dan meneguknya sedikit. Rasanya membakar tenggorokan. Aneh tapi justru itu yang ia butuhkan.

Saat pikirannya masih melayang entah kemana, suara seseorang dari mikrofon membuat Alexia tersadar. Alexia mendongak dan mendapati Logan sudah berdiri di atas podium.

"Pertama-tama, aku ingin berterimakasih kepada kalian semua karena sudah hadir malam ini untuk menyaksikan perkenalan tunanganku."

Suaranya terdengar mantap. Pria itu begitu percaya diri. Kalau saja Alexia tidak tahu bahwa semuanya adalah kebohongan, mungkin ia sendiri akan mempercayainya.

"Aku tahu kalian semua terkejut. Kami memang sepakat untuk merahasiakan hubungan ini selama mungkin."

Beberapa tamu tertawa kecil. Tawa orang-orang kaya entah kenapa terdengar seperti suara uang yang berjatuhan ke lantai.

Logan ikut tertawa sebelum melanjutkan. "Tapi cepat atau lambat, kecantikannya akan segera muncul dari balik bayangan."

Tatapan Logan mulai mencari seseorang. Begitu matanya bertemu dengan mata Alexia, senyum Logan terlihat menghangat.

Kenapa tatapan Logan terlihat begitu serius?

"Ketika pertama kali bertemu dengannya…" Logan berhenti sebentar. "Keberanian dan sifat keras kepalanya langsung menarik perhatianku."

Jantung Alexia mendadak berdetak sedikit lebih cepat.

"Ketika orang lain mungkin memilih mundur karena takut, dia justru berdiri tegak." Mata Logan tetap tertuju pada Alexia. "Dan ketika seharusnya dia menghindari tatapanku, dia justru menatap mataku."

Alexia tidak tahu kenapa tiba-tiba ruangan terasa lebih panas. Kenapa ia tidak bisa mengalihkan pandangan. Dan yang paling mengganggu kenapa ia mulai mempercayai kata-kata pria itu padahal ia tahu semuanya hanya kebohongan.

"Kalau aku bisa kembali ke masa lalu," lanjut Logan, "Aku akan mengulang pertemuan kami berkali-kali sampai waktu akhirnya berhenti."

Dada Alexia terasa sesak sesaat. Ia melihat ada sesuatu di mata Logan Wilson. Sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan.

Namun sebelum Alexia sempat memikirkannya, Logan kembali berbicara. "Dialah wanita yang paling aku cintai saat ini. Wanita yang akan menjadi pelabuhan terakhirku dan menemani sepanjang hidupku,"

Logan tersenyum. "Nona Alexia Ainsley."

Tepuk tangan langsung memenuhi ruangan. Musik mengalun dan lampu sorot tertuju pada Alexia. Alexia bisa merasakan puluhan pasang mata menatap dari segala arah. Ia harus memainkan perannya.

Alexia pun menebar senyum. Ia melambaikan tangan dengan anggun, berusaha terlihat seperti tunangan yang bangga berdiri di samping pria paling berkuasa di ruangan itu.

Namun mata Alexia tetap tertuju pada Logan. Pria itu juga masih menatap Alexia dari atas podium tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun.

"Dia benar-benar tergila-gila padamu, ya?"

Suara familiar itu langsung menarik Alexia kembali ke dunia nyata. Alexia menoleh.

Bianca.

Kali ini wanita itu mengenakan gaun biru ketat yang membuat warna matanya semakin mencolok. Alexia masih mengingat perkataannya sebelumnya. Jadi Alexia meluruskan bahu dan menatapnya dari atas sampai bawah.

"Aku bisa melihat alasannya."

"Oh, sayang." Bianca berdecak. "Kau tidak mungkin sebodoh itu, kan?"

Bianca menunjuk Logan dengan dagunya. "Lihat dia. Lalu lihat dirimu." Senyumnya semakin sinis. "Kalian berasal dari dua dunia yang berbeda. Apa yang membuatmu begitu istimewa sampai dia mau menikahimu?"

Tangan Alexia menggenggam gelas begitu erat. "Setidaknya dia cukup tergila-gila untuk memperkenalkanku kepada seluruh dunia."

Alexia mengangkat tangan, sengaja memperlihatkan cincin yang di berikan Madonna. "Jadi berhentilah membuang waktuku, Bianca. Permainannya sudah selesai."

Bianca melangkah mendekat. Matanya menyipit dan ketika jaraknya hanya tinggal beberapa inci, dia berbisik, "Kau benar. Ini memang seperti permainan catur."

Bianca menatap Alexia tajam. "Dan dalam permainan ini, aku selalu menang. Jangan berpikir semuanya berakhir hanya karena Logan memberimu cincin murahan itu. Dan jangan terlalu bangga hanya karena sebuah pesta bisnis di gunakan untuk memperkenalkanmu."

Nada suara Bianca semakin dingin. "Kau bukan wanita pertama yang dia perlakukan seperti itu." Wanita itu tersenyum penuh keyakinan. "Pada akhirnya, dia selalu kembali kepadaku."

Alexia seharusnya berhenti. Tapi entah kenapa, ia justru menikmati pertengkaran ini. "Kalau begitu, apa artinya dirimu?"

Bianca terdiam.

Alexia melanjutkan dengan senyum tipis. "Selalu menjadi pilihan kedua?"

Wajah Bianca langsung berubah.

"Untuk yang satu ini…" Alexia mengangkat tangan dan menunjukkan cincinnya. "Ku rasa aku sudah menang."

"Buktikan."

Mata Bianca melebar karena marah. Namun sebelum wanita itu sempat mengatakan sesuatu lagi, suara Logan terdengar.

"Hey,"

Alexia tidak memberi Logan kesempatan untuk menyelesaikan ucapannya. Tanpa aba-aba, Alexia langsung memutar tubuhnya. Ia berjinjit dan dengan gerakan seperti kilat, Alexia langsung menarik tengkuk Logan lalu menyambar bibirnya tanpa permisi.

Seharusnya Alexia memikirkannya terlebih dahulu sebelum melakukan hal gila ini tapi ia terlalu putus asa meladeni Bianca yang tidak punya muka itu.

Alexia pikir Logan akan mengakhiri itu secepatnya, namun ternyata pria itu justru menarik pinggang Alexia agar lebih menempel pada tubuhnya dan sedikit membuka mulutnya untuk memberi akses lidah Alexia bermain dengan lidahnya.

Ciuman itu semakin intens. Membuat Bianca yang berdiri di belakang keduanya menggeram kesal. Sementara orang-orang di sana yang menyaksikan itu bersorak gembira, mereka terlihat menikmati momen manis pasangan yang sedang di mabuk asmara itu.

Setelah ciuman itu terlepas, Logan masih terus menatap Alexia tanpa teralih sedikit pun. Tanpa berbicara sepatah kata pun, Logan menarik tangan Alexia keluar dari sana.

Logan mengendarai mobilnya secepat kilat menuju penthouse. Begitu sampai dalam, Logan kembali menyambar bibir Alexia dan melumatnya tanpa ampun. Dengan deru napas yang terdengar memburu, Logan menjatuhkan tubuh Alexia di sofa dan mulai menciumi leher wanita itu.

Alexia hampir saja lupa diri sebelum akhirnya tersadar saat tangan kekar Logan mulai menyusup ke dalam gaunnya dan mengusap lembut pahanya.

Alexia berusaha mendorong tubuh Logan agar menjauh. "Hentikan, Logan. Kita terlalu jauh."

"Tidak, Alexia. Apa kau tidak tahu kalau kita sedang di awasi?"

"Di awasi? Maksudmu?"

"Lakukan saja, Alexia. Kalau kita berhenti, ini akan menimbulkan kecurigaan."

"Tapi, apakah perjanjian kita harus sampai—"

Belum sempat Alexia melanjutkan ucapannya, terdengar ada notifikasi pesan masuk di ponselnya. Buru-buru Alexia mendorong tubuh Logan menjauh dan ternyata ada pesan dari nomor anonim.

Alexia mengerutkan kening karena nomor anonim itu mengirim foto dirinya saat berada di acara Gala tadi.

Tak lama kemudian, di bawah foto itu tertera pesan yang cukup mengejutkan.

[Kau sedang di awasi. Kau tahu kan apa yang harus di lakukan?]

• • •

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kontrak Pertunangan Dengan Sang Miliarder   bab 6

    Alexia bertanya-tanya dalam hati. Ia seperti tidak percaya. Bukan cemburu atau sejenisnya, ia lebih ke arah penasaran. Rasanya seperti mustahil jika seorang Logan Wilson hanya mengagumi satu wanita saja selama hidupnya.Apa yang bisa di harapkan dari seorang pria yang memiliki segalanya? Mereka cenderung tidak butuh cinta yang tulus. Uang sudah bisa membeli apapun yang mereka inginkan.Salah seorang wanita yang usianya sekitar tiga puluh lima tahunan, menjawab dengan antusias. "Namanya Bianca. Dia bagian dari keluarga Louise. Seorang pewaris utama."Alexia mengernyit.Bianca? Oh, wanita itu ternyata yang mereka maksud."Keluarga mereka sangat berkuasa," lanjut wanita itu. "Bahkan Wakil Presiden kabarnya berada di bawah pengaruh mereka."Alexia menahan napas."Bahkan aku pernah dengar," sahut wanita lain yang sedikit lebih muda, "Keluarga Louise dulu pernah menjadi pesaing keluarga Wilson.”"Tapi sejak Logan mengambil alih, mereka kalah. Sejak saat itu, keluarga Louise terus mencari ca

  • Kontrak Pertunangan Dengan Sang Miliarder   Bab 5

    Pagi datang seperti seorang pencuri yang diam-diam merampas malam. Cahaya matahari menyelinap masuk melalui celah jendela, sementara angin pagi menyentuh wajah dengan lembut.Alexia menggeliat, kesadarannya perlahan mulai kembali. Dengan kedua mata yang masih terpejam rapat, Alexia menghirup udara sebanyak yang ia bisa.Hari ini seharusnya jadwal liburnya di kantor. Itu berarti ia punya waktu seharian untuk berolahraga, berlari, membuat sarapan, melakukan penelitian lebih lanjut tentang Logan Wilson dan mungkin mencari seorang pria untuk menemaninya bersenang-senang.Alexia tersenyum lebar.Bersenang-senang dengan seorang pria? Ah! Baginya yang entah sudah berapa lama hidup tanpa ada hubungan kekasih, membayangkannya sudah cukup membuat Alexia berbunga-bunga.Dalam otaknya, Alexia membayangkan pria yang menemaninya berpostur tubuh kekar dengan dada bidang dan perut sixpack, dengan gambaran wajah mirip Shawn Mendes.Oh sungguh indahnya.Jemari tangan Alexia menari, membayangkan ia meny

  • Kontrak Pertunangan Dengan Sang Miliarder   Bab 4

    Sekitar setengah jam lamanya berdebat panjang lebar dengan Logan mengenai mengapa mereka harus tidur bersama dalam satu kamar, akhirnya Logan berhasil membawa, lebih tepatnya memaksa Alexia masuk ke dalam kamarnya. Logan tersenyum puas menatap kekalahan Alexia. "Aktingmu lumayan. Kau tampil cukup baik malam ini. Walaupun, kalau boleh memberi saran, sepertinya kau perlu mengambil kursus teater. Ada bakat terpendam dalam dirimu." Dada Alexia langsung terasa panas. Amarahnya menggelegak sampai ke tulang. Rasanya emosinya mendidih seperti pemanas yang hampir meledak. Alexia menatap Logan tajam. " Tidak usah banyak bicara tidak penting. Kau baru saja menyeretku ke medan perang yang sebenarnya tanpa persetujuanku." Logan dengan santainya mulai melepas jam tangan dan kancing mansetnya. "Tapi kau sudah menyetujuinya kalau kau lupa." Alexia mengangkat sebelah alis. "Dalam waktu sepuluh detik!" protesnya. "Dan sekarang kau malah bertingkah seolah—" Alexia mendadak terdiam. "Seolah

  • Kontrak Pertunangan Dengan Sang Miliarder   Bab 3

    Sepuluh menit kemudian, setelah menerima— oh ralat, "terpaksa menerima" tawaran kerja sama yang konyol dengan Mr.Wilson itu, Alexia masih berada di ruangan yang sama seperti pertama kali dirinya terbangun tadi.Alexia merasa seperti bukan dirinya sendiri, ia seperti sedang bermimpi.Beberapa gadis suruhan Logan sudah memakaikan gaun di tubuh Alexia dan tinggal sedikit menyelesaikan riasannya di wajah Alexia.Setelah itu, kursi yang di duduki Alexia pun di putar menghadap cermin, membuat sang pemilik wajah seketika tercengang. Alexia sampai hampir tersedak air liurnya sendiri.Ya Tuhan, itu bukan aku.Itu bukan Alexia yang biasa ku kenal.Alexia Ainsley yang biasanya lebih sering tampil natural dengan kaos polos di padukan kemeja flanel dan celana jeans sederhana, sekarang tampilannya berbeda drastis.Riasan wajahnya begitu cantik, tetapi tidak sampai menghilangkan ciri-ciri wajah asli Alexia. Blush merah muda memberikan sedikit warna pada pipinya. Eyeliner tipis membingkai matanya, s

  • Kontrak Pertunangan Dengan Sang Miliarder   Bab 2

    Logan Wilson masih terus menatap Alexia dengan tatapan penuh introgasi. Seolah apapun yang Alexia katakan sekarang tidak mampu menggoyahkan benteng pertahanannya untuk buru-buru mempercayainya.Sementara Alexia, seperti banyak berita yang beredar mengenai pria di hadapannya ini, Alexia sangat yakin bahwa dalam waktu dekat ia akan segera kehilangan pekerjaannya.Pria dingin itu sangat angkuh dan tidak tersentuh. Ia pasti tidak akan menoleransi siapapun yang berani mengusik hidupnya.Alexia menghela napas panjang, membuang semua wajah sandiwaranya karena rasanya percuma bersandiwara dengan seorang Logan Wilson. Alexia bahkan sudah pasrah jika saja Logan akan memenjarakannya setelah ini.Apalagi setelah mengetahui bahwa pria ini mengenal adiknya, Alicia Ainsley, yang sudah menghilang tujuh tahun lamanya.Alexia sudah sampai di ruangan ini, berhadapan langsung dengan pria yang terkenal sebagai Sang Iblis itu. Mungkin ini cara Tuhan membantunya. Lalu untuk apa ia harus berhenti sekarang? S

  • Kontrak Pertunangan Dengan Sang Miliarder   Bab 1

    Alexia Ainsley adalah seorang gadis yang bermimpi menjadi jurnalis investigasi terbaik sekaligus penulis kriminal terkenal, tetapi seolah-olah seluruh mimpinya sedang ditenggelamkan ke dalam lautan kesialan. Setiap bulan Alexia menangani tiga kasus besar. Namun, supervisornya yang baik hati, Kyle, selalu berhasil membujuk para korban untuk mencabut laporan mereka. Alexia masih ingat ketika ia dengan beraninya menyelinap ke mansion Perdana Menteri seperti seorang pencuri. Tapi sialnya ia malah berakhir di kamar tidur dan melihat pria itu sedang bersama seorang wanita yang bukan istrinya. Dan keesokan paginya? Dia datang langsung ke tempat kerja Alexia dan mengamuk. Ada beberapa kasus lain yang tidak kalah buruk. Bahkan sampai sekarang, Alexia masih sering kehilangan tidur hanya karena mengingatnya. Lalu kenapa sampai sekarang Alexia belum juga dipecat? Menurut Kyle, Alexia adalah jurnalis terbaik di surat kabar Wednesday Times karena ia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status