Share

Bab 244

Penulis: Kamari
"Apa yang sedang kamu pikirkan? Aku sudah memanggilmu beberapa kali, tapi kamu sama sekali nggak mendengar?" tanya seorang wanita. Dia mendekatkan wajahnya, lalu berbisik pelan, "Penampilanmu hari ini itu sebenarnya asli atau nggak?"

Susan tidak punya kesan baik terhadap para peserta ini. Dia bertanya dengan nada sedikit dingin, "Maksudmu apa?"

Wanita itu tampak makin gelisah, suaranya meninggi sedikit. "Aku ingat waktu babak seleksi kemampuanmu belum sampai sejauh ini. Kenapa hari ini tiba-tiba
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 420

    Pipi Yunda sedikit memerah dan suaranya menjadi jauh lebih lembut. "Ryan, yang di media sosial itu ulahmu?"Ryan mengiakan pelan tanpa ragu, lalu berkata, "Cepatlah tidur, nggak usah baca hal-hal begitu di media sosial."Yunda tersenyum kecil. "Terima kasih, Ryan, tapi aku baik-baik saja. Aku juga merasa senang buat Susan, sepertinya dia baik-baik saja sekarang."Kali ini, Ryan tidak menjawab secepat sebelumnya."Hmm, cepatlah tidur. Aku masih ada pekerjaan, jadi sudah dulu, ya."Yunda merasa senang dengan reaksi acuh tak acuh Ryan, jadi dia menjawab dengan nada yang pengertian, "Iya, cepatlah tidur kalau sudah selesai kerja. Aku nggak akan mengganggumu lagi. Sampai jumpa."Panggilan telepon ini jelas memberi Yunda dorongan kepercayaan diri. Beban yang seolah mengganjal di dadanya langsung terangkat. Yunda meletakkan ponselnya dengan puas dan lega, lalu hendak tidur."Kak Yunda!"Suara Feny yang cemas dan tertekan itu tiba-tiba terdengar dari luar. Pintu kamar Yunda juga didorong terbu

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 419

    [Astaga, Susan Satya si peraih nilai tertinggi dalam ujian masuk perguruan tinggi ternyata orang yang sama dengan Susan Satya si peserta dalam kompetisi piano itu!][Sialan, aku salah. Aku terlalu terobsesi sama si siswa hebat itu dan aku yakin bahwa peraih nilai tertinggi dalam ujian masuk perguruan tinggi adalah orang yang benar-benar baik. Maafkan aku, Susan, aku benar-benar menyesal. Aku nggak seharusnya menghujatmu. Kumohon, kumohon, bisakah kamu memberiku catatan belajarmu?][Astaga, siapa sangka akan ada kejutan seperti ini dalam cerita ini? Jujur saja, aku selalu mengira Susan adalah tipe siswa yang suka menindas teman-teman SMA-nya dan nilainya pasti jelek. Ternyata aku salah. Aku yang terlalu buta.][Ada yang bisa memberitahuku kok bisa-bisanya Susan bermain piano dengan sangat baik dan juga mendapatkan nilai bagus dalam mata pelajaran akademis? Ya ampun, aku sampai menangis bahagia! Aku kagum sekali! Susan akan belajar ilmu komputer di Universitas Gama! Hahaha!][Aku serius

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 418

    Ruangan itu terang benderang. Yunda yang sedang hamil besar bersandar di sandaran kepala tempat tidur. Kedua tangannya memegang ponsel, matanya tampak gemetar.Meskipun beberapa bulan telah berlalu sejak Kompetisi Piano Yunai, dia masih merasa takut dan akhirnya mengklik unggahan terkait untuk membaca komentar netizen.Pertengkaran dengan Susan ini adalah momen paling memalukan yang pernah dialaminya.Sejak awal, situasi di media sosial memang tidak menguntungkan Yunda. Meskipun beberapa penggemarnya berusaha membersihkan namanya, selalu ada saja netizen yang memperkeruh keadaan. Yunda bahkan menduga mereka adalah netizen yang sengaja Susan bayar. Kalau tidak, kenapa masih ada saja yang membela Susan?Hari ini, Yunda mengklik unggahan tersebut dan langsung melihat isi unggahan dari netizen. Susan ternyata adalah peraih nilai tertinggi dalam ujian masuk perguruan tinggi tahun ini.Tidak hanya itu, siswa dengan nilai yang sangat baik selalu dihormati dan disukai. Begitu terungkap bahwa S

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 417

    Susan tahu yang Daniel maksud adalah semua yang terjadi di Kompetisi Piano Yunai beberapa bulan yang lalu. Dia tidak terkejut Daniel tahu soal itu, dia juga tidak pernah berniat menyembunyikannya dari siapa pun di sekitarnya. Lagi pula, sekalipun Susan mau, dia tidak bisa menyembunyikannya.Insiden itu telah menarik perhatian yang signifikan karena beberapa faktor. Meskipun hanya sedikit orang yang mengetahui cerita lengkapnya, bahkan para tetangga sering membicarakannya ketika melihat wajah dan nama Susan.Wajar saja Daniel jadi tahu.Namun, Susan juga tidak ingin melarikan diri dari masa lalunya yang menyakitkan.Dia malah terkejut Daniel tidak menjauhinya sekalipun telah melihat semua gosip daring yang beredar. Daniel justru mengantar Susan ke ruang ujian dan muncul di depan kamera bersamanya, tanpa ragu-ragu atau menahan diri.Susan pun tersenyum kecil pada Daniel.Senyum ini terkesan jauh lebih angkuh daripada senyum sebelumnya."Ini bukan apa-apa. Lagi pula, namaku akan dikenal d

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 416

    "Susan, aku ada urusan selama dua hari ke depan, jadi aku nggak bisa menunggumu di sini. Aku juga nggak bisa mengantarmu ke ruang ujian besok."Susan balas menatap Daniel dengan sorot tidak peduli. "Ya urus saja urusanmu."Dia juga tidak menyuruh Daniel untuk menunggu atau mengantarnya.Daniel sepertinya menyadari makna di balik tatapan Susan, seulas senyuman pun tersungging di bibirnya. "Susan, sekalipun aku nggak di sini, kamu tetap harus berusaha sebaik mungkin dalam ujian. Kamu pasti akan kembali sebagai peraih nilai tertinggi dalam ujian masuk perguruan tinggi."Kata-kata ini menarik perhatian banyak siswa dan orang tua, mereka semua berusaha mencari tahu siapa yang membuat pernyataan keterlaluan tersebut bahkan sebelum mengikuti ujian masuk perguruan tinggi.Untuk pertama kalinya, Susan tidak berusaha menyembunyikan apa pun dan justru tersenyum lebar."Tunggu saja, aku pasti akan mendapatkannya."Ujian masuk perguruan tinggi adalah acara nasional besar. ada banyak ruang ujian yan

  • Kulepaskan Suami Berengsekku   Bab 415

    Susan berdecak malas dengan tatapan penuh celaan. Daniel berjalan mendekat, sementara wajahnya tampak sedikit masam. "Tatapan macam apa itu? Aku berniat mengantarmu ke lokasi ujian, tapi kamu malah nggak senang?"Susan mengangkat jari telunjuknya, lalu menggoyangkannya ke kiri dan kanan. "Nggak, kamu salah lihat."Daniel mengikuti di sampingnya dengan lekat, lalu sesekali melirik ekspresi wajahnya. Setelah beberapa saat, Daniel bergumam pelan, "Lupakan saja. Karena hari ini kamu akan mengikuti ujian kelulusan, aku nggak akan mempermasalahkannya dulu."Susan sudah pergi melihat tempat lokasi ujian sehari sebelumnya, jadi dia sangat tidak asing dengan rutenya. Dia membawa Daniel naik kereta, lalu tiba di tempat tujuan dalam waktu setengah jam.Meskipun mereka pergi cukup pagi, banyak siswa lainnya yang sudah bangun jauh lebih awal untuk menghadiri ujian kelulusan. Gerbong kereta pagi itu cukup padat. Susan baru menemukan kursi kosong setelah mencari beberapa saat.Susan duduk di bangku p

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status