공유

764

last update 게시일: 2025-07-12 05:20:58

Xiao Tian masih berdiri di bawahnya. Cahaya dari lapisan langit di atas mereka memantulkan siluet sosok paruh baya itu, menambah aura yang membuat bulu kuduk berdiri. Angin tak berembus, tapi jubah emas itu berkibar—seolah dimuliakan oleh kekuatan yang tak terlihat.

“Senior, tapi…?”

Kata-kata itu menggantung di bibir Xiao Tian. Suaranya nyaris tak terdengar, namun cukup untuk menyiratkan kegelisahan yang tak bisa dia sembunyikan.

“Aku tahu apa yang kamu pikirkan. Kamu pasti khawatir mereka t
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
cerita yang sangat bagus
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Kultivator Inti Semesta   1723

    Leluhur Istana Laut Utara membentuk segel tangan, kemudian dia duduk bersila di angkasa tepat di depan kepala wujud darma itu. Posisinya sekarang seperti pusat dari seluruh kekuatan yang sedang berkumpul. Ribuan tangan di belakangnya terus bergerak, memperkuat teknik yang sedang ia bangkitkan. “Xiao Tian, serangan ini dinamakan, teknik Seribu Bintang. Yang harus kamu ketahui, seribu bintang itu bukan hanya ungkapan belaka, atau pun bintang yang terbuat dari energi ilahi. Tapi ini adalah seribu bintang asli!” ucap Leluhur Istana Laut Utara. Shen Jingyu yang menonton dari bawah mengerutkan kening. Dia tidak habis pikir kenapa ayahnya menggunakan teknik terkuatnya untuk sekedar menguji kekuatan Xiao Tian. Dia merasa tidak enek terhadap Xiao Tian, tapi dia juga tidak bisa menghentikan Ayahnya. Karena lelaki tua itu begitu keras kepala tidak akan mendengarkan ucapan siapa pun ketika sudah memutuskan sesuatu. “Senior, lakukan apa yang senior inginkan,” ucap Xiao Tian. Pemuda itu tet

  • Kultivator Inti Semesta   1722

    Kehampaan kembali tenang, tapi suhu panas yang ditinggalkan belum sepenuhnya menghilang. Udara di sekitar wilayah itu masih terasa bergetar oleh sisa panas yang tertinggal. Beberapa awan yang berada jauh di kejauhan bahkan telah menguap sepenuhnya, meninggalkan langit yang tampak jauh lebih kosong dari sebelumnya. “Senior bisa mengajukan serangan ketiga,” ucap Xiao Tian. Leluhur Istana Laut Utara sedikit terdiam. Dia masih tidak percaya serangan jutaan tombaknya hancur begitu saja. Harus dipahami, serangan keduanya ini sudah berhasil memusnahkan begitu banyak tokoh kuat di era kuno, apalagi era sekarang yang memiliki jumlah Penguasa Dewa Sejati yang terbatas. Untuk beberapa saat, lelaki tua itu tidak segera bergerak. Langit yang baru saja dilanda benturan besar masih menyisakan gelombang tekanan yang perlahan memudar. Namun tatapannya tidak pernah meninggalkan sosok pemuda yang berdiri di hadapannya. Tatapannya tetap tertuju pada pemuda yang berdiri di hadapannya. Dalam ingatann

  • Kultivator Inti Semesta   1721

    Saat jutaan tombak itu datang ke arahnya, Xiao Tian melambaikan tangannya. “Dunia Api!” BUZZ!! Dalam sekejap mata lautan api mengurung jutaan tombak itu di kehampaan. Api itu tidak muncul seperti kobaran biasa. Ia meledak dari satu titik kecil di depan telapak tangan Xiao Tian, lalu meluas dengan sangat cepat hingga berubah menjadi samudra api yang memenuhi kehampaan. Perluasan itu tidak berhenti hanya pada wilayah tempat tombak-tombak itu melesat. Api terus membentang ke segala arah, menelan lapisan demi lapisan ruang hingga membentuk bentangan luas yang benar-benar layak disebut dunia. Di dalam bentangan itu, batas antara langit, ruang, dan kehampaan menjadi kabur. Yang tersisa hanya gelombang api tanpa ujung yang menyala dengan kehendak mutlak milik Xiao Tian. Lidah-lidah api memancarkan warna yang berlapis-lapis. Ada nyala merah yang menyala keras seperti bara hidup, emas yang berkilau tajam, ungu yang berpendar dalam, biru yang bergetar dingin, putih yang menyilaukan, hingga

  • Kultivator Inti Semesta   1720

    Saat auranya semakin meningkat, Xiao Tian melambaikan tangannya. Dia langsung membuat pelindung yang bisa mencakup wilayah Alam Hundun dan sekitarnya. Jika tidak melakukan itu, aura Leluhur Istana Laut Utara sudah cukup untuk membuat semua orang yang menonton mati tidak bisa bernapas akibat tekanannya. Gelombang kekuatan yang ia lepaskan tidak meledak dengan keras. Sebaliknya, ia menyebar dengan sangat halus, seperti permukaan air yang mengembang tanpa suara. Dari satu titik di depan telapak tangannya, lapisan pelindung transparan segera melebar ke segala arah. Lapisan itu membentang melintasi langit Alam Hundun, menutupi wilayah yang dihuni oleh para pengamat dari berbagai kekuatan. Bagi mereka yang berada di bawahnya, pelindung itu hampir tidak terlihat. Namun begitu lapisan tersebut terbentuk sempurna, tekanan dari langit yang sebelumnya menyesakkan dada langsung berkurang secara drastis. Beberapa kultivator yang sebelumnya hampir kehilangan kesadaran akhirnya dapat menarik napa

  • Kultivator Inti Semesta   1719

    Cakar naga itu langsung turun dari langit dengan kekuatan penghancur yang begitu besar. Walaupun cakar itu memiliki jarak yang sangat jauh. Seluruh orang di Alam Hundun dan di luar Alam Hundun kesulitan bernapas. Tekanan yang ditimbulkan sangat menyesakkan dada mereka. Di sepanjang lintasannya, badai angin yang tadi berputar di langit ikut tertekan ke bawah. Lapisan-lapisan awan yang bergulung langsung pecah menjadi arus yang kacau, lalu terseret mengikuti jatuhnya cakar naga itu. Gunung-gunung di kejauhan bergetar, lautan awan di bawah langit gelap berguncang hebat, dan seluruh atmosfer Alam Hundun seolah dipaku oleh satu kehendak penghancur yang turun dari angkasa. Udara di seluruh wilayah menjadi berat. Beberapa kultivator yang memiliki ranah lebih rendah bahkan terpaksa menahan napas mereka karena tekanan yang turun dari langit terasa seperti gunung yang jatuh dari atas. Bahkan mereka yang telah lama hidup dan berdiri di ranah tinggi pun tetap merasa hati mereka ditekan oleh

  • Kultivator Inti Semesta   1718

    Beberapa jenderal Istana Laut Utara langsung saling memandang setelah mendengar ucapan itu. Mereka tidak meragukan bahwa Xiao Tian memiliki kekuatan luar biasa. Namun tetap saja, yang akan dia hadapi adalah Leluhur Istana Laut Utara. “Apakah kamu yakin?” tanya Leluhur Istana Laut Utara. Dia seperti sedang diremehkan oleh seorang generasi muda. Tatapan lelaki tua itu menjadi lebih tajam. Bukan karena marah, tetapi karena ia ingin memastikan bahwa pemuda di depannya benar-benar memahami apa yang sedang ia katakan. “Tentu saja. Aku tidak pernah mengatakan yang tidak aku yakini,” balas Xiao Tian. Jawaban itu membuat beberapa orang di bawah kembali terdiam. Xiao Tian tidak berbicara panjang. Ia juga tidak mencoba menjelaskan kemampuannya. Baginya, penjelasan apa pun tidak akan ada artinya dibandingkan dengan hasil yang akan terlihat setelah tiga serangan itu benar-benar dilepaskan. Obrolan keduanya walaupun tidak keras, suara mereka terdengar jelas oleh semua orang. Pasukan Alam Hun

  • Kultivator Inti Semesta    Bab 10: Maju! Jika Tidak Menginginkan Nyawa Kalian

    Xiao Tian mulai menelan satu pil yang berwarna hijau gelap. “Aku awali dengan pil pembersih tulang, aku harus menghilangkan semua kotoran yang berada di seluruh tulang-tulangku. Ketika kotorannya hilang, aku bisa membentuk ulang tulang-tulangku dengan pil kedua.” Xiao Tian menatap pil hijau gelap

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
  • Kultivator Inti Semesta   Bab 42: Tidak Seberuntung Aku

    Semua orang di tribun penonton kini mengetahui tingkat kultivasi Xiao Tian. Namun, alih-alih merasa terkesan, banyak yang justru mengerutkan kening. “Aku kira Tian memiliki ranah yang lebih tinggi. Ternyata dia hanya peringkat lima,” gumam beberapa orang di antara mereka.Ranah itu jelas tidak sesuai

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
  • Kultivator Inti Semesta   Bab 47

    Melihat seorang Setengah Kaisar Beladiri telah menolongnya, Liu Qingyun segera membungkuk hormat dan mengucapkan rasa terima kasih. "Senior, terima kasih atas bantuan Anda." Liu Qingyun tidak mengenali pria yang berdiri di hadapannya. Penampilannya tampak seperti rakyat biasa, tidak ada ciri yang

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
  • Kultivator Inti Semesta   Bab 26: Lebih Baik Kalian Menyerah

    Para tetua langsung menyerahkan data murid-murid yang akan mengikuti kompetisi setelah She Xongjan menerima daftar lengkap semua peserta. Dengan suara lantang, She Xongjan mempersilakan para peserta untuk memasuki Arena Beladiri."Kalian berkumpullah terlebih dahulu," perintah She Xongjan, suaranya b

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status