Inicio / Fantasi / Kultivator Terlarang / Bab 86 Mendidihkan Samudra Darah

Compartir

Bab 86 Mendidihkan Samudra Darah

Autor: Cahaya
last update Fecha de publicación: 2026-10-23 18:01:43

"Hancur kau bersama lautanku, cecunguk!"

BZZZZTTT! DUAAAAARRRRRRR!

Langit-langit es abadi Istana Naga Tulang meledak berkeping-keping. Jiao Wang tidak membuang waktu sedetik pun. Trisula esnya langsung dihempaskan ke atas, melepaskan seluruh tekanan Setengah Dewa murni miliknya dengan kecepatan brutal yang merobek nalar.

Gelombang air hitam pekat yang berbau seperti jutaan bangkai naga purba, menyembur naik menentang gravitasi. Itu bukan air biasa; itu asam murni ti
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Kultivator Terlarang   Bab 94 Retaknya Kelopak Ke Enam

    "Tarik kembali darah esensimu, Lu Chen! Jantung fanamu akan meledak menjadi serpihan debu!" "Tutup mulutmu dan rasakan aliran nadinya, Qingyu!"BZZZZTTT! DUAAAAARRRRRRR!Darah esensi perak keemasan yang menetes di atas dada telanjang Lu Chen mendidih menguapkan genangan lahar di bawahnya. Segel Teratai Hitam di kulitnya bereaksi gila. Suara daging terkoyak dan dijahit kembali dalam milidetik bergema menjijikkan. Kelima kelopak hitam bergetar hebat, memancarkan resonansi spiritual yang secara brutal menarik jiwa Ye Qingyu dan Lin Ruyan yang berada ribuan tombak jauhnya.KRAAAKKK! KRAAAKKK!Di atas pualam yang hancur, dada Qingyu dan Ruyan melengkung paksa ke atas. Mereka memuntahkan darah hitam dari paru-paru mereka, namun rasa sakit itu seketika ditenggelamkan oleh gelombang vitalitas Setengah Dewa murni yang membanjiri meridian mereka.Di dada mereka bertiga, dengan dentuman kosmik yang menghentikan rotasi waktu sesaat, Kelopak Keenam me

  • Kultivator Terlarang   Bab 93 Pengorbanan Pion

    "Gila! Dia memegang kutukan ketiadaan itu dengan tangan kosong?!" "Tangannya... Lengan Iblisnya meleleh!" BZZZZTTT! KRAAAKKK! Bau daging gosong yang sangat memuakkan dan asap asam belerang langsung mencekik udara. Sisik-sisik keperakan di Lengan Iblis Lu Chen berderak pecah satu demi satu, terkelupas dari ototnya layaknya kulit kayu yang dibakar hidup-hidup. Darah perak pekat menyembur liar, namun sebelum tetesan darah itu sempat jatuh ke tanah, hawa kosmik dari Tombak Ketiadaan langsung menelannya menjadi ruang hampa mutlak. "Ughhh..." Lu Chen menggeram dari celah giginya yang retak berdarah. Tulang hasta dan pengumpil di lengan kanannya melengkung ke belakang dengan suara derak yang sangat memuakkan, nyaris patah menembus kulit. Energi fusi dari empat Setengah Dewa Puncak itu terlalu masif, terlalu liar untuk dihisap secara instan oleh rahang-rahang lintah gaib di lengannya. Setia

  • Kultivator Terlarang   Bab 92 Empat Pilar Kiamat

    Panglima Chi Yan memuntahkan segumpal darah hitam tebal yang langsung mendidih di atas tanah. Tulang punggungnya berderak patah menjadi tiga bagian sekaligus saat gravitasi mutlak tiba-tiba menekan tanpa peringatan. Bebatuan di sekitarnya tidak hancur menjadi debu, melainkan langsung amblas paksa ke bawah, merobek daratan menjadi jurang-jurang gelap yang tak berdasar. Bau ozon terbakar, karat baja, dan belerang cair langsung merobek rongga hidung, meniadakan sisa oksigen yang bisa dihirup."Ini bukan sekadar tekanan Qi pembunuh! Hukum gravitasi dimensi Neraka dihancurkan lebur dari intinya!" jerit Lin Ruyan. Ia memaksakan Mahkota Kristal Ungunya berpendar maksimal hanya untuk menahan agar lututnya tidak hancur menabrak tanah kapur yang retak."Kau terlalu rakus menelan takhta, Manusia Keparat! Hari ini, kesombongan fanamu akan dikubur bersama sepertiga planet ini!"Suara gemuruh itu tidak datang dari satu arah, melainkan meledak memekakkan telinga lan

  • Kultivator Terlarang   Bab 91 Melahap Raja Wabah

    Kulit luar Adipati Gu Wang meledak hancur, menyemburkan lendir hijau pekat yang langsung mendidihkan lantai tulang di bawahnya. Wujud manusianya robek berkeping-keping layaknya kertas basah, digantikan oleh manifestasi asli Sang Raja Serangga: Monster Lipan Emas Raksasa sepanjang puluhan bukit! Jutaan kaki tajam berbulu racun berderak mengerikan saat merayap di atas puing-puing altar, sementara kepalanya yang dipenuhi ribuan mata majemuk meneteskan bisa hitam korosif yang melubangi dimensi.Suara dengungannya yang sangat tinggi menggetarkan pita suara setiap iblis mutan di sekitarnya hingga pecah berdarah.Awan kuning kehijauan yang luar biasa pekat menyembur dari rahang lipan raksasa itu. Bau asam belerang, bangkai busuk yang membusuk selama sejuta tahun, dan debu vulkanik seketika menyumbat rongga hidung siapapun. Awan itu bukan sekadar racun biasa; itu adalah manifestasi kutukan kosmik murni yang bisa melebur tulang Setengah Dewa menjadi bubur nanah me

  • Kultivator Terlarang   Bab 90 Jebakan Sang Ratu

    "Menjeritlah sampai pita suaramu robek! Jadikan dirimu tungku pelebur wabahku!"BZZZZTTT! JLEEEB!Ribuan jarum giok hijau dari altar penyiksaan itu menembus semakin dalam ke titik-titik akupuntur Lin Ruyan, mengunci setiap inci pergerakannya. Bau darah ungu yang mendidih langsung menyengat udara, berpadu dengan aroma belerang dan abu vulkanik. Tanpa sedikit pun belas kasihan, Jenderal Hanba merobek sisa jarak di antara mereka dan menghujamkan kejantanannya yang terbuat dari lahar membara menembus pertahanan terdalam Ruyan dalam satu sentakan beringas!"AAAAAARRRGHHHH!"Jeritan melengking Ruyan memecah kesunyian altar. Rasa sakit dari invasi brutal itu terasa seperti pilar besi cair yang dilapisi jutaan serangga parasit merobek rahim spiritualnya. Tulang panggul dan tulang ekornya berderak patah keras inci demi inci, nyaris hancur di bawah tekanan fisik monster api tersebut."Seni Kultivasi Ganda: Wabah Gairah Api!" raung Hanba, matanya me

  • Kultivator Terlarang   Bab 89 Ratu Yang Tersakiti

    "Aku akan merebus seluruh rawa busuk itu bersama jutaan serangga parasitnya menjadi abu!"BZZZZTTT! KRAAAKKK!Lu Chen mengangkat Lengan Iblis Purbanya tinggi-tinggi. Pusaran Api Hitam Jinwu meledak liar di telapak tangannya, memancarkan hawa Setengah Dewa yang siap merobek dimensi dan meluncur lurus menghancurkan markas Adipati Gu Wang dalam satu serangan absolut. Suhu di sekitarnya meliuk-liuk ekstrem, mencairkan sisa-sisa zirah baja yang berserakan di tanah.Namun, sebuah tangan yang sangat dingin, gemetar hebat, dan dipenuhi ruam hitam tiba-tiba mencengkeram kuat pergelangan tangannya."Jangan... uhuk... tarik kembali apimu sekarang juga..."Lin Ruyan terbatuk dengan luar biasa keras, memuntahkan gumpalan darah ungu pekat yang dipenuhi bangkai serangga mikroskopis langsung ke atas sepatu Lu Chen. Kuku-kuku jarinya menancap ke dalam daging lengan Lu Chen, sama sekali tidak mempedulikan hawa api yang langsung melepuhkan telapak

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status