홈 / Fantasi / Kultivator Terlarang / Bab 91 Melahap Raja Wabah

공유

Bab 91 Melahap Raja Wabah

작가: Cahaya
last update 게시일: 2026-10-26 18:00:54

Kulit luar Adipati Gu Wang meledak hancur, menyemburkan lendir hijau pekat yang langsung mendidihkan lantai tulang di bawahnya. Wujud manusianya robek berkeping-keping layaknya kertas basah, digantikan oleh manifestasi asli Sang Raja Serangga: Monster Lipan Emas Raksasa sepanjang puluhan bukit!

Jutaan kaki tajam berbulu racun berderak mengerikan saat merayap di atas puing-puing altar, sementara kepalanya yang dipenuhi ribuan mata majemuk meneteskan bisa hitam korosif yang melubangi
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Kultivator Terlarang   Bab 92 Empat Pilar Kiamat

    Panglima Chi Yan memuntahkan segumpal darah hitam tebal yang langsung mendidih di atas tanah. Tulang punggungnya berderak patah menjadi tiga bagian sekaligus saat gravitasi mutlak tiba-tiba menekan tanpa peringatan. Bebatuan di sekitarnya tidak hancur menjadi debu, melainkan langsung amblas paksa ke bawah, merobek daratan menjadi jurang-jurang gelap yang tak berdasar. Bau ozon terbakar, karat baja, dan belerang cair langsung merobek rongga hidung, meniadakan sisa oksigen yang bisa dihirup."Ini bukan sekadar tekanan Qi pembunuh! Hukum gravitasi dimensi Neraka dihancurkan lebur dari intinya!" jerit Lin Ruyan. Ia memaksakan Mahkota Kristal Ungunya berpendar maksimal hanya untuk menahan agar lututnya tidak hancur menabrak tanah kapur yang retak."Kau terlalu rakus menelan takhta, Manusia Keparat! Hari ini, kesombongan fanamu akan dikubur bersama sepertiga planet ini!"Suara gemuruh itu tidak datang dari satu arah, melainkan meledak memekakkan telinga lan

  • Kultivator Terlarang   Bab 91 Melahap Raja Wabah

    Kulit luar Adipati Gu Wang meledak hancur, menyemburkan lendir hijau pekat yang langsung mendidihkan lantai tulang di bawahnya. Wujud manusianya robek berkeping-keping layaknya kertas basah, digantikan oleh manifestasi asli Sang Raja Serangga: Monster Lipan Emas Raksasa sepanjang puluhan bukit! Jutaan kaki tajam berbulu racun berderak mengerikan saat merayap di atas puing-puing altar, sementara kepalanya yang dipenuhi ribuan mata majemuk meneteskan bisa hitam korosif yang melubangi dimensi.Suara dengungannya yang sangat tinggi menggetarkan pita suara setiap iblis mutan di sekitarnya hingga pecah berdarah.Awan kuning kehijauan yang luar biasa pekat menyembur dari rahang lipan raksasa itu. Bau asam belerang, bangkai busuk yang membusuk selama sejuta tahun, dan debu vulkanik seketika menyumbat rongga hidung siapapun. Awan itu bukan sekadar racun biasa; itu adalah manifestasi kutukan kosmik murni yang bisa melebur tulang Setengah Dewa menjadi bubur nanah me

  • Kultivator Terlarang   Bab 90 Jebakan Sang Ratu

    "Menjeritlah sampai pita suaramu robek! Jadikan dirimu tungku pelebur wabahku!"BZZZZTTT! JLEEEB!Ribuan jarum giok hijau dari altar penyiksaan itu menembus semakin dalam ke titik-titik akupuntur Lin Ruyan, mengunci setiap inci pergerakannya. Bau darah ungu yang mendidih langsung menyengat udara, berpadu dengan aroma belerang dan abu vulkanik. Tanpa sedikit pun belas kasihan, Jenderal Hanba merobek sisa jarak di antara mereka dan menghujamkan kejantanannya yang terbuat dari lahar membara menembus pertahanan terdalam Ruyan dalam satu sentakan beringas!"AAAAAARRRGHHHH!"Jeritan melengking Ruyan memecah kesunyian altar. Rasa sakit dari invasi brutal itu terasa seperti pilar besi cair yang dilapisi jutaan serangga parasit merobek rahim spiritualnya. Tulang panggul dan tulang ekornya berderak patah keras inci demi inci, nyaris hancur di bawah tekanan fisik monster api tersebut."Seni Kultivasi Ganda: Wabah Gairah Api!" raung Hanba, matanya me

  • Kultivator Terlarang   Bab 89 Ratu Yang Tersakiti

    "Aku akan merebus seluruh rawa busuk itu bersama jutaan serangga parasitnya menjadi abu!"BZZZZTTT! KRAAAKKK!Lu Chen mengangkat Lengan Iblis Purbanya tinggi-tinggi. Pusaran Api Hitam Jinwu meledak liar di telapak tangannya, memancarkan hawa Setengah Dewa yang siap merobek dimensi dan meluncur lurus menghancurkan markas Adipati Gu Wang dalam satu serangan absolut. Suhu di sekitarnya meliuk-liuk ekstrem, mencairkan sisa-sisa zirah baja yang berserakan di tanah.Namun, sebuah tangan yang sangat dingin, gemetar hebat, dan dipenuhi ruam hitam tiba-tiba mencengkeram kuat pergelangan tangannya."Jangan... uhuk... tarik kembali apimu sekarang juga..."Lin Ruyan terbatuk dengan luar biasa keras, memuntahkan gumpalan darah ungu pekat yang dipenuhi bangkai serangga mikroskopis langsung ke atas sepatu Lu Chen. Kuku-kuku jarinya menancap ke dalam daging lengan Lu Chen, sama sekali tidak mempedulikan hawa api yang langsung melepuhkan telapak

  • Kultivator Terlarang   Bab 88 Kedatangan Utusan Gu

    Pangeran Jinwu memuntahkan darah hitam pekat yang berbau bangkai membusuk. Ia jatuh berlutut, mencekik lehernya sendiri hingga kuku-kukunya menancap merobek pembuluh nadinya. Bola matanya melotot gila, memperlihatkan pembuluh darah yang menghitam dan bergerak-gerak seperti cacing."Benih budak jiwaku di dalam Dantiannya... diputus paksa secara perlahan!" geram Lu Chen, matanya menyipit tajam menatap dada Jinwu yang berdenyut kembang kempis secara tidak wajar.SRAAAKKK! CRAAASSH!Bahkan sebelum Lu Chen sempat mengangkat Lengan Iblisnya, dada Pangeran Jinwu meledak dari dalam! Tulang rusuknya hancur mencuat menembus jubahnya layaknya kelopak bunga berdarah. Daging dan organ dalamnya tidak memercik ke lantai, melainkan berubah menjadi badai jutaan serangga beracun purba bersayap logam yang berdenging memekakkan telinga."Pangeran Jinwu meledak menjadi serangga purba?! Sihir kutukan macam apa ini?!" jerit Panglima Chi Yan yang langsung mundur merangka

  • Kultivator Terlarang   Bab 87 Inti Naga Jiao Wang

    Sisik biru es di leher Jiao Wang terkelupas paksa. Jaring racun ungu Lin Ruyan menancap semakin dalam, mendesiskan uap belerang yang mencairkan daging raksasa itu. Darah biru menyembur liar, membasahi wajah Ruyan, namun Ratu Racun itu hanya menyeringai bengis, merentangkan jemarinya untuk menarik simpulan jaring itu sepuluh kali lebih kencang."Ughhh! Tulang leherku... racun ini memakan sumsumku!" Jiao Wang memuntahkan bongkahan darah beku. Ia meronta putus asa, mengayunkan ekornya yang hancur, namun jaring Ruyan telah mengunci rapat setiap persendian naganya."Buka jalan untukku, Ruyan."WUUUSSSHHH!Ye Qingyu melesat menembus pusaran darah biru tersebut. Jubah merah darahnya berkibar merobek angin. Lengan kanannya telah menyatu sepenuhnya dengan aura perak kemerahan yang memancarkan ketajaman absolut.CRAAASSH! CRAAASSH! CRAAASSH!Ribuan bayangan pedang ilusi menghujani dada raksasa Jiao Wang secara membabi buta. Otot-otot dada

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status