Share

Chapter 35

Auteur: Dewa Amour
last update Date de publication: 2026-03-26 11:53:43

Sinar jingga menyingsing di ufuk timur, memantul pucat pada bongkahan es yang terapung lesu di Teluk Alaska. Pagi itu, keindahan alam terasa seperti ejekan bagi hati yang hancur.

Tiga helikopter penyelamat berputar-putar rendah, suara baling-balingnya membelah kesunyian teluk, sementara tim penyelam terus bergantian menyisir kedalaman laut yang gelap dan mematikan.

Namun, jam demi jam berlalu, laut tetap bungkam. Tidak ada tubuh, tidak ada tanda-tanda kehidupan.

"Kamu tidak menemukan apa-a
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 58

    Cahaya matahari pagi menyapu hamparan kebun anggur yang membentang sejauh mata memandang di Ostia. Di pelataran kastil Wilson yang megah, Dave Alen Parker melangkah perlahan di antara deretan tanaman anggur yang sedang ranum, didampingi oleh pamannya, Marquez Wilson, dan sepupunya, Matias Wilson. Angin sepoi-sepoi membawa aroma tanah yang subur dan manisnya buah yang mulai dipanen oleh para buruh tani di kejauhan.Marquez menatap keponakannya dengan gurat penyesalan yang nyata. "Sangat disayangkan kau harus kembali esok pagi, Dave. Padahal aku baru saja ingin mengajakmu berkuda ke perbukitan timur sore nanti."Dave tersenyum tipis, matanya menyapu cakrawala. "Bisnis di Westalis sedang berada di titik krusial, Paman. Aku tidak bisa meninggalkannya terlalu lama.""Kenapa harus Westalis?" Marquez bertanya, suaranya mengandung nada keheranan seorang bangsawan. "Kota kecil itu tidak sebanding dengan kemegahan Roma atau sejarah Ostia. Kau adalah seorang Parker, darahmu adalah darah pengua

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 57

    Matahari pagi di Ostia bersinar dengan kemilau yang berbeda; lebih tajam, lebih megah, seolah-olah cahayanya sendiri tahu bahwa ia sedang menyinari tanah para bangsawan. Suara baling-baling helikopter yang membelah udara menciptakan riuh rendah di helipad luas yang terletak di jantung perkebunan anggur milik keluarga Wilson. Seekor burung elang terbang rendah, mengitari kastil batu kuno yang telah berdiri selama berabad-abad sebagai simbol kekuasaan.Dave Alen Parker keluar dari pintu helikopter dengan gerakan yang luwes namun penuh wibawa. Setelan jas abu-abu arangnya tidak sedikit pun kusut meski ia baru saja menempuh perjalanan bisnis yang melelahkan dari Milan. Luca Cassano, seperti biasa, mengikuti dua langkah di belakangnya dengan tas dokumen kulit yang elegan.Di ujung landasan, tiga sosok telah menunggu dengan senyum yang memancarkan kehangatan sekaligus kebanggaan. Marquez Wilson, sang kepala klan yang berwajah tegas namun karismatik; Jesica Wilson, istrinya yang anggun d

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 56

    Ketegangan di ruang tamu kediaman Fortman mencapai titik didih yang menyesakkan. Dave Alen Parker, sang Serigala Perak yang asli, melepaskan cengkeramannya pada pergelangan tangan Gabriel dengan sentakan yang begitu kuat hingga pria arogan itu terhuyung mundur, menabrak meja hias hingga vas kristal di atasnya bergetar hebat."Beraninya kau menggunakan nama besar Wilson untuk melakukan penipuan murahan di rumah ini," suara Dave berdesis, dingin seperti angin kutub yang menusuk tulang.Keluarga Fortman terpaku dalam kebingungan yang pekat. Theresia menatap bolak-balik antara pria bertopeng perak dan tamu tak diundangnya. Melihat situasi yang mulai carut-marut, Luca Cassano melangkah maju dengan wibawa yang tenang, mengambil alih panggung untuk memberikan penjelasan yang diperlukan."Nyonya Fortman, Tuan-tuan," ucap Luca dengan nada formal. "Keluarga Wilson di Ostia adalah kerabat dekat Keluarga Parker melalui jalur darah. Mendiang ibu kandung Tuan Muda Alen Parker adalah Nona Muda Elsa

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 55

    Langit Westalis perlahan berubah menjadi kelabu pekat, menandakan senja telah usai dan malam mulai mengambil alih. Di dalam kediaman Fortman, suasana awalnya tenang. Silvester, dengan sarung tangan putihnya, sedang menata peralatan makan perak di atas meja mahoni panjang. Denting porselen halus beradu dengan keheningan, sebelum akhirnya suara bel pintu yang berat memecah suasana.Nyonya Theresia Fortman, yang sedang sibuk tertawa kecil di telepon bersama teman-teman sosialitanya, memberikan isyarat tangan pada Silvester. "Buka pintunya, Silvester. Mungkin Celina atau Edward sudah pulang," ucapnya tanpa mengalihkan pandangan dari ponsel pintarnya.Namun, saat pintu ganda jati itu terbuka, Silvester tidak mendapati wajah anggota keluarga Fortman. Di ambang pintu berdiri seorang pria muda yang tampak seumuran dengan Edward. Pakaiannya adalah setelan custom-made yang sangat mahal, namun aura yang terpancar darinya jauh dari kata ramah. Wajahnya tidak bisa dikatakan tampan secara klasik

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 54

    Pagi di Westalis menyapa dengan cahaya keemasan yang menembus jendela kaca patri kediaman Fortman. Di meja sarapan yang biasanya riuh dengan perdebatan bisnis, kini hanya terdengar denting sendok perak yang beradu dengan porselen mahal. Silvester berdiri tegak di sudut ruangan, menuangkan kopi dengan presisi seorang pelayan profesional saat Celina bergabung dengan Edward, Jolie, dan Nyonya Theresia.Suasana seketika berubah tegang saat Jesica muncul sambil memapah Arthur. Menantu favorit Theresia itu tampak seperti bayangan dari dirinya yang dulu; wajahnya pucat pasi, matanya cekung dengan lingkaran hitam, dan ia duduk tanpa sepatah kata pun. Ia menunduk, menatap piringnya seolah-olah makanan di depannya adalah tumpukan duri.Edward, yang tidak tahan dengan ketidakpastian, meletakkan garpunya dengan dentuman kecil. "Arthur, sejujurnya, apa yang terjadi semalam? Kenapa kau berbohong pada Letnan David? Kami semua melihat moncong senjata itu di pelataran rumah kita!"Jolie menyambar,

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 53

    Malam telah jatuh sepenuhnya di Westalis, menyelimuti kota dengan kabut tipis yang merayap di antara lampu-lampu jalan. Namun, di dalam kediaman Fortman, suasana justru mendidih oleh ketegangan. Isak tangis Jesica yang memilukan bergema di ruang tengah yang luas, memantul pada dinding-dinding marmer yang dingin. Seluruh keluarga berkumpul, duduk terpaku dengan wajah-wajah yang didera kecemasan luar biasa.Raungan sirine tiba-tiba membelah keheningan. Sebuah mobil patroli polisi berhenti tepat di depan gerbang. Letnan David Eve Dallas, seorang penyidik senior dengan tatapan mata yang setajam elang, melangkah masuk didampingi dua personel bersenjata. Edward segera menyambut mereka dengan gurat keletihan yang nyata.David melirik ke arah Jesica yang masih sesenggukan dalam pelukan ibunya, lalu menatap Edward dengan saksama. "Tuan Edward, laporkan secara rinci. Apa yang sebenarnya terjadi pada adik ipar Anda?"Edward menceritakan kronologi penculikan itu dengan suara yang sesekali berge

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 14

    Pagi itu, awal musim dingin mencengkeram Westalis dengan jemari yang beku. Angin menderu di sela-sela pilar besar kediaman Fortman, seolah membawa kabar buruk bagi sebagian orang, namun bagi yang lain, itu adalah aroma kemenangan. Di tengah ruang tamu yang megah namun terasa sempit di mata seorang

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 13

    Di dalam kemewahan kamar VVIP Hotel Cleopatra yang temaram, atmosfer terasa begitu menekan, seolah oksigen telah digantikan oleh otoritas mutlak sang penghuni kamar. Edward dan Arthur maju satu langkah dengan ragu, sementara Luca berdiri tegak seperti patung di dekat pintu keluar, mengawasi setiap

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 12

    Lampu kristal raksasa di Ballroom Hotel Cleopatra meredup, menyisakan satu sorotan cahaya keperakan yang jatuh tepat di tengah lantai dansa. Di sana, waktu seolah berhenti berputar. Musik waltz mengalun magis, mengiringi gerakan anggun Tuan Muda Alen Parker yang sedang merengkuh Celina Victoria Fo

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 11

    Suasana Ballroom Hotel Cleopatra kian memanas, namun bagi Celina, udara di sekitarnya terasa tipis dan menyesakkan. Dari sudut ruangan yang remang, ia diam-diam memperhatikan sosok pria yang menjadi pusat semesta malam itu. Tuan Muda Alen Parker sedang berdiri di antara Tuan Nigel Foster dan para

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status