Compartilhar

Chapter 89

Autor: Dewa Amour
last update Data de publicação: 2026-05-09 14:37:09

Malam di Westalis kian larut, menyelimuti Kediaman Fortman dengan keheningan yang mencekam. Di dalam kamarnya, Celina mondar-mandir seperti singa betina yang terperangkap dalam sangkar emas.

Cahaya lampu tidur yang temaram memberikan bayangan panjang yang gelisah di dinding. Pikirannya diracuni oleh kata-kata Bianca di Queen Hotel tadi siang. Tato ular hitam. Detail itu terus berputar di kepalanya, menghujam jantungnya dengan rasa sakit yang tak tertahankan.

"Kenapa ponselmu mati, Dave?" bisik
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 91

    Udara di New San Alexandria Barat mendadak berubah menjadi statis. Ketika iring-iringan mobil Dave Alen Parker tiba di lokasi kantor gubernur lama, pemandangan yang menyambutnya bukanlah kesunyian gedung usang, melainkan kilatan lencana dan laras senjata yang diarahkan ke langit. Mobil-mobil polisi Westalis bersinggungan dengan truk personel militer, menciptakan barikade yang tak tertembus.Dave keluar dari mobil dengan gerakan lambat namun penuh otoritas. Jas hitamnya yang mahal tampak kontras dengan debu yang beterbangan di lokasi terbengkalai itu. Luca Cassano, dengan mata elang yang penuh amarah, maju selangkah saat lima personel polisi menghadang jalan mereka."Apa kalian sudah buta?" bentak Luca, suaranya menggelegar. "Kalian sedang berhadapan dengan Tuan Muda Alen Parker! Singkirkan senjata-senjata rongsok itu atau kalian akan menyesal seumur hidup!"Seorang pria berseragam lengkap dengan pangkat Letnan muncul dari balik barisan. Letnan Matteo Ricci. Ia berjalan dengan angkuh

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 90

    Udara pagi di New San Alexandria Barat terasa begitu segar, membawa aroma pinus dan embun yang masih menempel di rerumputan hijau. Di sebuah bukit yang menghadap langsung ke arah lembah, berdiri sebuah bangunan megah yang seolah membeku oleh waktu. Bungalow Parker. Setelah dua puluh tiga tahun ditinggalkan, rumah itu masih tegak berdiri dengan aristokrasi yang tak tergoyahkan.Gerbang besi setinggi tiga meter berderit pelan saat dua penjaga berseragam rapi membukanya. Iring-iringan mobil mewah hitam mengkilap merayap masuk ke pelataran marmer. Di sana, seorang pria tua dengan rambut putih bersih dan setelan pelayan klasik berdiri tegak. Albert, pria berusia 70 tahun yang telah mengabdi pada tiga generasi klan Parker, menatap mobil utama dengan mata berkaca-kaca. Baginya, bungalow ini bukan sekadar bangunan; ini adalah kuil sejarah yang ia jaga dengan seluruh sisa hidupnya.Dave Alen Parker keluar dari mobil, gerakannya tenang dan berwibawa. Luca Cassano menyusul di sampingnya, mat

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 89

    Malam di Westalis kian larut, menyelimuti Kediaman Fortman dengan keheningan yang mencekam. Di dalam kamarnya, Celina mondar-mandir seperti singa betina yang terperangkap dalam sangkar emas. Cahaya lampu tidur yang temaram memberikan bayangan panjang yang gelisah di dinding. Pikirannya diracuni oleh kata-kata Bianca di Queen Hotel tadi siang. Tato ular hitam. Detail itu terus berputar di kepalanya, menghujam jantungnya dengan rasa sakit yang tak tertahankan."Kenapa ponselmu mati, Dave?" bisiknya parau, jemarinya memutih saat mencengkeram ponselnya sendiri.Tiba-tiba, layar ponselnya menyala. Bukan nama Dave yang muncul, melainkan Luca. Celina menyambar panggilan itu sebelum nada dering kedua selesai."Di mana suamiku, Luca? Kenapa dia mematikan ponselnya? Apa dia sedang bersama wanita itu?" tanya Celina tanpa basa-basi, suaranya bergetar antara kemarahan dan ketakutan.Di seberang sana, suara Luca terdengar tenang, namun ada nada keletihan yang tersamar. "Mohon maaf, Nona. Tuan Muda

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 88

    Lampu kristal yang menggantung di plafon Queen Hotel memantulkan cahaya yang menyilaukan, namun atmosfer di dalam restoran eksklusif itu terasa membeku. Edward menepikan mobilnya tepat waktu, dan Celina melangkah masuk dengan keanggunan seorang pemimpin. Sebagai CEO Micro Company, ia mengesampingkan kegundahan hatinya demi profesionalisme. Pertemuan dengan para klien berjalan lancar; kesepakatan bernilai jutaan dolar ditandatangani di atas hidangan laut segar yang mewah. Namun, di balik pilar marmer yang tak jauh dari sana, sepasang mata hijau zamrud mengintai dengan kebencian yang murni.Bianca Casio, putri mahkota dari klan Casio yang berkuasa di Milan, menyesap champagne-nya dengan senyum sinis. Ia tidak terbang jauh-jauh dari Italia hanya untuk menikmati pemandangan Westalis. Ia datang untuk merebut apa yang ia yakini sebagai miliknya: Dave Alen Parker.Begitu para klien meninggalkan ruang VIP, Bianca bangkit. Gaun sutra merahnya menyapu lantai, menciptakan siluet yang mengancam

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 87

    Langit San Alexandria sore itu tampak seperti kanvas yang terbakar, semburat oranye dan merah darah menghiasi ufuk barat. Helikopter AgustaWestland milik Dave Alen Parker terbang rendah, membelah angin dengan deru mesin yang ritmis. Dari ketinggian, gedung kantor gubernur lama tampak seperti raksasa beton yang sedang tertidur di tengah hamparan ilalang yang mulai mengering.Namun, ketenangan itu hanyalah fatamorgana. Di sekeliling gedung, puluhan tentara elit VEGA berdiri dalam formasi perimeter yang rapat. Mereka bukan sekadar penjaga; mereka adalah tembok hidup dengan senjata terkokang, mata yang tajam di balik kacamata taktis, dan kesiapan untuk melenyapkan ancaman apa pun yang berani mendekat dalam radius satu kilometer.Dave berdiri di ambang pintu helikopter yang terbuka, membiarkan angin kencang mempermainkan rambut hitamnya. Satu pekan telah berlalu sejak Carlos Stanza tewas di depan pusara orang tuanya. Satu pekan, dan pintu baja itu masih membisu, menolak setiap kombinasi

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 86

    Ruang tamu utama Kediaman Fortman yang biasanya dianggap sebagai puncak kemewahan di distrik elit Westalis, pagi ini mendadak terasa sempit dan pengap. Lima orang pria paruh baya dengan stelan jas seharga mobil mewah duduk di sofa beludru, mata mereka yang tajam memindai sekeliling dengan tatapan merendahkan. Bagi para investor AMVERA yang terbiasa dengan aula marmer di Milan atau kastel di Swiss, interior rumah ini tampak seperti kotak mainan yang sumpek.Keheningan yang mencekam pecah saat Dave Alen Parker melangkah masuk. Luca Cassano berjalan selangkah di belakangnya dengan tas kerja kulit buaya yang eksklusif. Di belakang mereka, Edward dan Arthur mencoba mengekor, memasang senyum paling ramah yang mereka miliki, berharap mendapat lirikan dari para "Dewa Uang" Eropa tersebut."Selamat pagi, Tuan Muda Alen Parker."Seketika, kelima investor itu bangkit berdiri serempak. Mereka membungkukkan badan dengan hormat yang amat dalam—sebuah pemandangan yang membuat rahang Edward nyaris

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status