Share

Bab 34. Menjadikanku milikmu

Penulis: Ralonya
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-12 23:36:28

Madeleine tak mampu menyembunyikan keterkejutannya saat kalimat itu meluncur begitu saja dari bibir Lucas. Tatapannya refleks beralih ke dua pengawal Kaisar yang sejak tadi berdiri tak jauh darinya. Setidaknya kehadiran mereka sedikit menenangkan.

Meski begitu, jantungnya berdetak lebih keras ketika ia kembali menatap Lucas. Pria itu menatapnya lurus—tajam, tak berkedip. Ada sesuatu di sana. Bukan sekadar tuntutan, melainkan kilat amarah yang belum padam.

Di sisi lain, Rocella tampak enggan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 103. Menunggu jawaban

    Tatapan dingin Lucas membuat Rocella segera menyadari bahwa ia telah melangkah terlalu jauh. Namun di tengah para bangsawan yang berdiri tidak jauh dari mereka, ia tentu tidak bisa menunjukkan rasa tersinggungnya.Senyum tipis pun kembali menghiasi wajahnya.“Tentu saja, Yang Mulia,” ujarnya lembut. “Saya hanya berpikir akan terlihat lebih sopan jika Anda menyapa mereka lebih dulu di hadapan para bangsawan.”Ia menundukkan kepala sedikit sebagai tanda hormat.“Namun tentu saja, keputusan itu sepenuhnya ada pada Anda.”Rocella lalu melirik sekilas ke arah balkon tempat Madeleine masih berbincang dengan Duke Alaric.“Lagipula,” lanjutnya ringan, “saya yakin Putri Mahkota akan senang menyambut Anda kapan pun Anda memutuskan untuk menghampirinya.”Di balik senyum sopannya, jemari Rocella menggenggam gaunnya sedikit lebih erat.Lucas tidak lagi menoleh padanya.“Jika kau ingin menyapa mereka lebih dulu, silakan.”Nada suaranya tenang, namun jelas siapa yang memegang kendali dalam percakapa

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 102. Ketika orang lain memintanya

    Madeleine menatap Alaric beberapa saat. Sorot matanya tetap tenang, seolah memastikan pria itu benar-benar serius dengan ucapannya.Setelah beberapa detik, senyum tipis muncul di bibirnya.“Saya bisa saja memberi tahu apa yang saya ketahui,” katanya ringan. “Namun apakah itu akan langsung membuat Anda mempercayainya?”Madeleine menjeda sebelum melanjutkan, “Lagipula, apa yang saya miliki baru sebatas perkiraan. Itu bisa saja benar, tapi bisa juga meleset.”Madeleine lalu mengangkat satu jari, seolah menandai sesuatu.“Satu informasi, satu alasan untuk percaya. Dengan begitu, saya bisa mendapatkan kepercayaanmu seutuhnya.”Alaric menatapnya dalam diam. Ia tidak langsung menjawab, seolah menimbang kata-kata Madeleine dengan hati-hati. Ia masih belum sepenuhnya yakin. Namun rasa penasarannya jelas belum hilang.“Namun sebelum itu, saya ingin tahu satu hal,” kata Alaric. “Jika saya berdiri di pihak Anda, apa yang sebenarnya menjadi taruhannya bagi saya?”Madeleine jelas menangkap kecuriga

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 101. Ingin mendengar lebih banyak

    Istana tidak pernah benar-benar sepi. Di tengah ramainya acara setelah puncak musim panas, Madeleine menyadari seseorang yang tampak familiar.Alaric berjalan mendekat, melewati kerumunan kecil di sekitarnya.“Anda tidak mengatakan akan datang menemui saya, Tuan Alaric,” ujar Madeleine dengan senyum sopan.Alaric menunduk singkat sebagai salam. “Saya baru saja menyelesaikan urusan dengan Putra Mahkota. Kebetulan saya memang ingin berbicara dengan Anda.”Madeleine sempat terdiam sejenak. Kejujuran Alaric yang langsung pada tujuan itu cukup mengejutkannya, tetapi ia segera menenangkan ekspresinya kembali.​“Begitu, ya? Jadi, bagaimana dengan saran yang saya berikan waktu itu, Tuan?” tanya Madeleine, beralih ke topik yang lebih serius. “Saya dengar tempat itu sempat diserang.”​“Perkiraan Anda tepat, Yang Mulia,” jawab Alaric. Nada suaranya tenang, tetapi tatapannya menunjukkan rasa hormat yang tulus. “Itulah yang ingin saya bicarakan dengan Anda. Langkah pencegahan yang Anda sarankan te

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 100. Tidak bisa diremehkan

    Beberapa wanita bangsawan menutup bibir mereka dengan kipas, berusaha menahan senyum yang nyaris lolos.Rocella sendiri berdiri kaku sesaat. Ia menatap Madeleine, lalu tersenyum tipis.“Benar sekali,” kata Rocella. “Karena itu orang sering bisa menilai seseorang dari beberapa kalimat saja. Kadang kata-kata yang terdengar tenang justru menyimpan niat yang buruk.”Duchess tampak menikmati pertikaian halus antara dua saudari itu.Rocella menambahkan dengan nada manis, “Semua orang tahu bagaimana sikap anda terdahulu, Yang Mulia. Itu bukan rahasia umum.”“Tapi yang mulia putri terlihat berubah beberapa bulan ini,” sambung Duchess. Rocella tertawa pelan. “Nyonya, sifat seseorang tidak mudah berubah.” Rocella melipat kedua tangannya. “Sehebat apa pun seseorang menutupinya, pada akhirnya tabiat itu akan terlihat juga. Bagaimanapun, itu sudah menjadi bagian dari dirinya.”Rocella lalu mengalihkan pandangannya, menyapu wajah para wanita bangsawan yang berdiri di sekitar mereka satu per satu.

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 99. Mencerminkan isi hati

    Duchess Rowan meletakkan cangkirnya dengan perlahan. Denting porselen yang lembut terdengar singkat di meja, seolah menandai akhir dari percakapan yang sebelumnya.Ia menatap Madeleine dengan sorot mata yang seakan menimbang sesuatu.“Di istana ini, tidak ada seorang pun yang benar-benar bisa berdiri sendirian tanpa dukungan,” ujarnya.Duchess Rowan kemudian sedikit mencondongkan tubuh. Suaranya merendah, namun tetap terdengar jelas.“Saya menyukai orang yang tahu bagaimana menjaga posisinya. Jika suatu hari tempat berdiri Anda mulai goyah, pintu saya selalu terbuka.”Sekilas, ucapan itu terdengar seperti tawaran yang ramah. Namun Madeleine memahami bahwa maknanya jauh lebih dalam.Keluarga Rowan dikenal sangat ambisius. Di kalangan bangsawan, hampir semua orang tahu bagaimana mereka terus berusaha memperluas pengaruhnya di istana.Beberapa wanita bangsawan yang duduk tidak jauh dari meja mereka sempat saling bertukar pandang ketika mendengar nada tawaran itu. Di lingkungan istana, pe

  • Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!   Bab 98. Sisi mana saya akan berdiri

    Madeleine melangkah perlahan memasuki halaman dalam. Gaunnya bergoyang lembut setiap kali ia bergerak, sementara beberapa bangsawan wanita diam-diam mengamatinya. Duchess Rowan menuntunnya menuju meja jamuan yang tertata rapi di sisi taman. Ia duduk di sebelah Madeleine, lalu memberi isyarat halus kepada pelayan. Pelayan segera menuangkan teh ke dalam cangkir Madeleine. “Teh khas dari wilayah barat,” kata Duchess Rowan ringan. “Saya rasa Yang Mulia akan menyukainya.” “Terima kasih.” Untuk beberapa saat, mereka hanya ditemani suara percakapan para bangsawan wanita dan denting porselen yang saling bersentuhan. Duchess Rowan akhirnya membuka pembicaraan. “Akhir-akhir ini nama Yang Mulia sering dibicarakan di kalangan bangsawan.” Madeleine menoleh sedikit ke arahnya. Duchess itu melanjutkan dengan nada santai, seolah hanya berbagi kabar ringan. “Terus terang saya cukup terkejut. Banyak orang mulai melihat Anda dengan cara yang berbeda sekarang.” Ia berhenti sebentar sebelum men

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status