Home / Pendekar / Lahirnya Legenda Ksatria Abadi / Bab 50. PERTANDINGAN DIMULAI

Share

Bab 50. PERTANDINGAN DIMULAI

Author: MN Rohmadi
last update Last Updated: 2025-11-07 22:48:09

Bab 50. PERTANDINGAN DIMULAI

Pemuda ini bernama Riyanto, dia adalah kakak kelas Jaka Tole yang sudah mencapai level Pendekar tingkat pondasi atau tingkat prajurit level empat.

Di usianya yang.masih muda, dia sudah mencapai level prajurit tingkat tujuh setelah dia lima tahun lamanya bergabung dengan Padepokan Maung Siliwangi.

“Jaka, ayo kita ikut mendaftar. Siapa tahu bisa menang dan dan jamu peningkat energi Prana.”

“Ikut? Ogah ah, saya enggan untuk ikut pertandingan ini. Coba kamu lihat lawan-lawan kita, lawan kita itu kakak senior. Memangnya kamu cukup kuat untuk melawan mereka?”

Parmin yang awalnya begitu bersemangat untuk mengikuti pertandingan, seketika hatinya menciut saat melihat kakak kelas yang terlihat kuat juga ikut mendaftar.

Tapi semangatnya langsung bangkit lagi, saat melihat rekan seangkatannya juga banyak yang mengikuti pertandingan ini.

“Ayolah Jaka, hitung-hitung untuk menguji kemampuan kita sudah sampai sejauh mana, sete
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 102. MANUSIA MESUM

    Bab 102. MANUSIA MESUM “Ini… ini… kenapa tubuhku malah menjadi lebih segar setelah beradu pukulan?” “Siapakah wanita ini?” Di saat Jaka Tole sedang kebingungan serta merasa gembira dengan apa yang terjadi pada tubuhnya, Dewi Anjani malah merasakan hal yang sebaliknya. “Siapakah manusia ini? Kenapa dia bisa menerima pukulanku?” Jaka Tole segera menatap sosok cantik di depannya dengan tatapan tajam, dia juga terkejut melihat kekuatannya. “Nisanak, kenapa kamu menyerangku? Bukankah kita tidak saling kenal? Apakah saya punya salah?” “Kenapa aku menyerangmu? Dasar manusia mesum, apa kamu tidak tahu kesalahanmu atau sengaja pura-pura bodoh?” balas Dewi Anjani dengan wajah memerah menahan amarah sambil menatap Jaka Tole seakan ingin memakannya hidup-hidup. “Tunggu, kenapa kamu menuduh aku manusia mesum? Atas dasar apa anda berkata seperti itu? Sedangkan kita saja tidak saling kenal.” “Dasar manusia mesum, apa kamu belum menyadari kesala

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 101. BERTARUNG DENGAN DEWI ANJANI

    Bab 101. BERTARUNG DENGAN DEWI ANJANI “Kenapa kamu menamparku?” kata Jaka Tole sambil memegangi wajahnya yang memerah. Jaka Tole belum menyadari, kalau sesungguhnya tubuhnya memiliki kekebalan atau daya tahan tubuh yang kuat dan tidak ada orang dan senjata yang bisa melukainya. Dan dia juga terkejut, karena baru kali inilah dia merasakan sebuah tamparan yang cukup keras di wajahnya. Dewi Anjani menatap Jaka Tole dengan tatapan sinis, ekspresi wajahnya sangat jelas memancarkan aura membunuh. “Kamu ini memang manusia yang tidak punya rasa malu, apakah kamu senang melihat wanita mandi?” sindir Dewi Intan sambil mencebikkan bibirnya. Alih-alih malu atau ketakutan dimarahi Dewi Anjani, Jaka Tole malah menatap wajah wanita di depannya dengan pandangan kosong. Entah kenapa, kalbu Jaka Tole seakan diambil oleh wanita yang baru saja menamparnya. Ekspresi wajahnya tampak kosong, entah kenapa dia merasa terhipnotis dengan pesona Dewi Anjani.

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 100. GADIS PERI

    Bab 100. GADIS PERI Jaka Tole yang melanjutkan perjalanannya sama sekali tidak peduli dengan rasa terimakasih, atau apapun yang seharusnya diberikan kesepuluh pendekar itu. Hutan yang dilewati Jaka Tole sangatlah lebat dan luas, dia sudah berjalan seharian, akan tetapi tidak kunjung menemukan sebuah perkampungan penduduk. Sebenarnya bisa saja dia menggunakan ilmu meringankan tubuh, maupun kemampuan terbangnya untuk bisa dengan cepat melewati hutan ini. Akan tetapi Jaka Tole menganggap itu tidak perlu, karena dia tidak sedang terburu-buru. Hingga ketika matahari sudah mulai bergeser kebarat, Jaka Tole menemukan sebuah air terjun yang cukup indah pemandangannya. “Sepertinya bermalam di dekat air terjun ini cukup bagus,” gumam Jaka Tole sambil memandang sekelilingnya untuk mencari tempat yang tepat untuk mendirikan sebuah rumah tanah. Hingga tanpa sengaja sepasang matanya menangkap sebuah penampakan di bawah air terjun. Jaka Tole langsung menguce

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 99. TOMBAK BAMBU RUNCING

    Bab 99. TOMBAK BAMBU RUNCING Sambil tersenyum sepuluh pendekar itu segera mendekati Jaka Tole, meskipun tersenyum akan tetapi mata mereka tampak melirik kearah ikan bakar yang masih ada diatas api unggun. “Maaf Kisanak, apakah Kisanak sendirian saja?” tanya salah satu pendekar yang mempunyai kumis tipis di bawah hidungnya. “Begitulah, sepertinya kalian seorang pendekar?” kata Jaka Tole setelah memperhatikan penampilan sepuluh pria yang datang mendekatinya. “He he he he… kami bukan pendekar, hanya seseorang yang mempunyai sedikit ilmu kanuragan,” jawab pria yang berkumis tipis itu mencoba merendah sebelum melanjutkan perkataannya. “Tadi kami mencium aroma ikan bakar dari dalam hutan, karena itulah kami mendatangi tempat ini.” “Oh… jadi kalian tertarik dengan ikan bakar ini? Kalau begitu silahkan ambil ketiga ikan bakar ini, kebetulan saya sudah kenyang. Tapi sepertinya ketiga ikan ini tidak cukup mengenyangkan untuk kalian semua. Apakah kalian bisa

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 98. PENDEKAR PADEPOKAN RAGA JATI

    Bab 98. PENDEKAR PADEPOKAN RAGA JATI Dalam sekejap lobang rumah tanah liat itu menutup, sehingga hanya kegelapan yang ada didalam rumah tanah liat yang berisi Jaka Tole. Kemudian pikiran Jaka Tole bergerak, dalam sekejap ada lobang sebesar kelerang disekitar rumah tanah dalam jumlah cukup banyak yang bisa dijadikan ventilasi udara. Begitu lubang itu tertutup, Jaka Tole segera berbaring di atas tanah yang sudah dilapisi rumput kering, kemudian memejamkan matanya dan tertidur dalam sekejap. Rumah dari tanah liat yang dibuat Jaka Tole menyerupai jamur raksasa, dengan ketebalan lima jari orang dewasa. Selain itu, rumah tanah liat ini telah berubah menjadi sangat keras, laksana gerabah yang sudah di panggang di atas perapian. Kehangatan didalam rumah tanah liat, membuat tidur Jaka Tole sangat nyenyak, hingga tanpa terasa matahari sudah terbit di ufuk timur. Suara burung yang berkicau dan suara binatang hutan, membangunkan mimpi indah Jaka Tole.

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 97. KOTA TEGAL DISERANG

    Bab 97. KOTA TEGAL DISERANG Kepergian Jaka Tole yang seperti orang menghilang tentu saja mengejutkan Raden Jayengrana dan para prajurit yang mengepungnya. Kecepatan ilmu meringankan tubuh Jaka Tole sudah mencapai tingkat yang sangat tinggi, apalagi saat ini kemampuan Jaka Tole yang sejatinya sudah mencapai level Kesengsaraan. Level ini merupakan level tingkat tinggi yang sangat jarang ada pendekar yang menguasainya. Tentu saja Raden Jayengrana tidak mengetahui hal ini, karena Dimata semua orang, pemuda di depannya hanya baru di level prajurit atau level pondasi saja. Maklumlah, selama ini Jaka Tole memang menyembunyikan kemampuan energi Prananya. Dengan metode khusus warisan guru misteriusnya saat di jurang Malaikat. “Loh… kemana perginya pemuda itu?” Kata Raden Jayengrana sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah, setelah hening sesaat dalam kebingungan semenjak menghilangnya sosok Jaka Tole. Seketika semua orang tampak bin

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status