Masuk"Apa itu?" tanya Lin Feng. "Di puncak gunung ada kristal magma," jawab poenik petir. "Kenapa aku tidak merasakannya?" desah Hui San bingung. Poenik petir kemudian menjelaskan bahwa Hui San menjadi sangat lemah karena belum lama dia baru keluar dari dalam telur batu. Kekuatan Hui San tidak seperti dulu lagi. Indera dan kepekaannya tidak dapat merasakan sumberdaya tingkat tinggi seperti kristal magma. Hui San bahkan tidak merasakan adanya merak surgawi dan poenik petir di pulau terlarang. Hui San mengangguk mendengarkan penjelasan dari poenik petir. Dulu, Hui San memang penguasa binatang spirit, namun sekarang kekuatannya sangat lemah karena baru berenkarnasi. Dia perlu meningkatkan kekuatan agar kembali seperti dulu lagi. Sementara itu, Lin Feng berlari menuju ke sebuah gunung yang ada di pulau tersebut. Dia kemudian langsung menaiki puncak gunung yang berkawah. Di tengah kawah yang sangat panas terdapat sebuah kristal berwarna kemerahan, itulah kristal magma yang dimaksud ol
"Siapa kamu? kenapa bisa berbicara dengan kami?" tanya merak surgawi dan poenik petir. Swusss Hui San mengeluarkan auranya, membuat merak surgawi dan poenik petir bergetar ketakutan. Hui San merupakan penguasa binatang spirit, auranya membuat merak surgawi dan poenik petir menyadari hal itu. Mereka berdua kemudian tunduk di hadapan Hui San. "Senior, kita hanya sedang berlatih dan akan segera mengakhiri pertarungan," kata poenik petir. Lin Feng memandangi Hui San, merak surgawi dan poenik petir. Dia sedikit bingung karena binatang spirit tersebut dapat berbicara. "Apa semua binatang spirit di alam para dewa bisa berbicara?" gumamnya. Hui San kemudian mendekati Lin Feng. "Tuan, mereka hanya sedang berlatih," katanya. Merak surgawi dan poenik petir menyusul Hui San, mereka penasaran dengan tuan yang dimaksud oleh Hui San. Hui San merupakan penguasa binatang spirit, bagaimana mungkin memiliki tuan? Merak surgawi dan poenik petir kemudian menunduk kepada Lin Feng. "Benar yang
Lin Feng hanya bisa bertahan dengan ratusan ribu kelalawar yang berusaha merusak otaknya. Dia terus mengayunkan pedangnya dan membunuh puluhan demi puluhan kelalawar. Namun, beberapa kelalawar berhasil menempel di tubuhnya dan menggigit serta mencakarnya. "Sialan, kelalawar-kelalawar ini sangat merepotkan karena ukuran mereka yang kecil dan jumlah mereka yang sangat banyak," desah Lin Feng. "Aku akan mencoba teknik yang selama ini aku pikirkan," lanjut Lin Feng mendesah. Dia selama ini memikirkan teknik semburan api yang dikeluarkan dari mulutnya. Jika dia memiliki akar spiritual api, tentu dia dapat mengeluarkan elemen api. Dari dalam dantian, Lin Feng mengalirkan energi api ke mulutnya, lalu menyemburkan api yang tercipta tepat ke arah kelalawar yang mengepungnya. "Semburan Api Neraka," teriaknya menamai teknik semburan apinya. Semburan api tersebut ternyata sangat besar meskipun Lin Feng baru pertama kali mencoba Ribuan kelalawar tewas terbakar api yang dikeluarkan olehnya.
"Tidak tuan, tuan memiliki jiwa beladiri naga kuno sehingga dapat mengaktifkan akar spiritual racun. Tuan dapat bertahan dari racun karena jiwa beladiri tuan dapat membuat racun menjadi energi positif sehingga dapat meningkatkan kultivasi," jawab Hui San. Lin Feng kemudian mulai melangkah di area kebun beracun. Nafasnya terasa berat dan udara di sekitar mencekik tenggorokannya karena mengandung racun yang sangat mematikan. Semakin lama, langkah Lin Feng semakin gontai, keringat hitam membanjiri tubuhnya. Keringat hitam tersebut merupakan hasil dari efek beracun yang dinetralisir oleh jiwa beladiri naga kuno. Lin Feng beruntung memiliki jiwa beladiri naga kuno. Jika saja yang melangkah di kebun beracun itu orang biasa, mereka pasti akan mati meskipun hanya sekali menghirup nafas. Lin Feng kemudian duduk dengan posisi lotus di tengah hamparan tanaman dan bunga beracun, dia akan berkultivasi dengan memanfaatkan udara beracun di sekitarnya. "Aku harus mengalirkan energi racun keda
"Informasi apa yang kamu dengar sehingga menganggap kaisar naga adalah dewa yang jahat?" tanya Lin Feng. "Aku mendengar jika kaisar naga bersekutu dengan iblis untuk membunuh Asyura dan para pendukungnya," jawab Hui San. Asyura adalah penguasa di alam para dewa yang sangat baik terhadap rakyatnya. Kaisar naga membunuhnya dengan bantuan iblis sehingga dia menjadi penggantinya. Di tangan kaisar naga, rakyat dewa banyak yang dijadikan budak untuk menghasilkan kristal merah yang sangat berguna bagi peningkatan kekuatan iblis. 'Asyura???' Lin Feng bertanya-tanya siapa sebenarnya Asyura yang dibunuh oleh kaisar naga. "Guruku dan pemilik pedang sembilan bintang juga dibunuh olehnya." Lin Feng mengingat petapa misterius dan pemilik pedang sembilan bintang. "Aku mengetahui jika pemilik pedang sembilan bintang dibunuh olehnya, namun aku tidak mengetahui gurumu, seperti apa gurumu itu?" tanya Hui San. Lin Feng kemudian memberitahukan ciri-ciri petapa misterius kepada Hui San. "Guruku s
Di hutan kegelapan, Pendekar mabuk telah sampai di hutan kegelapan setelah mengantarkan Ye Jun kembali ke sektenya dengan selamat, dia menemui cakar setan dan hantu rimba kemudian memberikan pusaka dan sumberdaya yang dititipkan oleh Lin Feng. Sementara itu, Muo Jin yang dahulu lepas dari kejaran Lin Feng menemui Lian Yu setelah bersusah payah mencarinya. "Tuan Yu, maafkan aku karena tidak berhasil menguasai Kekaisaran Qilin." "Kamu manusia tidak berguna!!! bunuh dirimu sendiri atau aku yang akan membunuhmu!" perintah Lian Yu sambil melemparkan belati ke arah Muo Jin. Muo Jinpun bersujud ketakutan. "Tuan, tolong ampuni hamba!" pintanya. "Berdirilah!" perintah Lian Yu kemudian Muo Jinpun berdiri. Lian Yu mengambil belati yang dia lempar kemudian mendekati Muo Jin. Tanpa berbelas kasih, Lian Yu menusuk perut Muo Jin dan mencabik-cabiknya hingga tewas. "Ini akibat kebodohanmu," katanya. Di pulau terlarang, Lin Feng kembali mendapati binatang spirit yang kali ini lebih tingg







