Share

Pelayan Sinis

Author: Alie-Afie
last update publish date: 2023-08-17 19:56:15

Lin Feng berjalan santai menikmati keindahan kota Seribu Api. Kota itu terlihat ramai penuh dengan lalu lalang warga kota yang melakukan aktivitasnya. Banyak kedai dan kios besar maupun kecil berjejer rapi menjual berbagai pernak-pernik hasil kerajinan tangan, makanan, pakaian, herbal, senjata, sumberdaya, dan lain sebagainya.

Kios senjata, herbal dan berbagai sumberdaya cukup ramai oleh warga kota yang tidak cukup mampu untuk membeli di Menara Bulan. Namun, ada juga beberapa kios megah yang dimiliki oleh klan besar Kota Seribu Api dan hanya orang-orang tertentu yang mampu membeli di tempat seperti itu.

Lin Feng menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat mendapat tatapan mengejek dari beberapa orang. “Sial … kenapa banyak orang seperti itu di dunia ini, aku akan membeli pakaian yang bagus terlebih dulu. Pakaian yang bagus mungkin akan sedikit menutupi kultivasiku yang rendah ini,” desahnya.

Lin Feng memasuki sebuah toko pakaian mewah. “Tunjukkan padaku pakaian yang bagus!” perintah Lin Feng kepada pelayan.

Pelayan itu menatap Lin Feng dengan sinis. “dasar gembel,” desahnya, tetapi tetap mencoba memilihkan beberapa pakaian untuk Lin Feng.

“Apa kamu bilang?” Lin Feng kesal mendengar umpatan pelayan yang cukup keras di telinganya.

“Lupakan! Ini pakaian yang paling murah buatmu.” Pelayan itu menunjukkan beberapa pakaian dengan harga paling murah, tidak yakin Lin Feng mampu membayar pakaian yang mahal.

Lin Feng merasa kehilangan martabat dan terhina atas sikap pelayan yang sinis terhadapnya. “Tunjukkan padaku pakaian terbaik dan termahal di tempat ini!”

“Enyah saja dari sini!” usir pelayan kesal karena orang berkultivasi rendah dengan pakaian dekil seperti Lin Feng bersikap sangat sombong.

Lin Feng mengerutkan alis kemudian membatin. ‘Apa dia tidak tahu jika aku murid kedua dari guru Kaisar Naga? Meskipun guru menyuruhku rendah hati dan tidak sombong, Pelayan arogan sepertinya perlu diberi pelajaran karena sama saja menghina orang hebat seperti guruku,” batinnya, mengatasnamakan Kakek Petapa.

“Panggil managermu!” perintah Lin Feng bermaksud mengadukan pelayan toko yang sangat arogan kepada manager.

“Tidak perlu … aku akan menunjukkan pakaian terbaik dan termahal untukmu.” Pelayan toko itu menuju jejeran pakaian mewah kemudian menunjukkannya kepada Lin Feng.

“Harga pakaian ini 20.000 koin emas, pakaian ini terbuat dari kulit harimau putih tingkat raja puncak. Seorang kultivator tingkat raja tidak bisa melukaimu jika kamu mengenakannya, yang ini 25.000 koin emas, ini 21.000 koin emas, dan pakaian ini seharga 25.000 koin emas, terbuat dari kulit badak emas,” terang Pelayan menunjuk beberapa pakaian.

Lin Feng tersenyum kecut mengetahui harga pakaian yang tidak sepantasnya dan terkesan mahal buatnya.

“Jika tidak memiliki uang, maka tidak perlu berlagak kaya seperti itu!” ledek pelayan melihat Lin Feng masih diam.

“Siapa yang tidak memi ….”

“Tutup mulutmu dan enyah dari sini! Toko sebelah sana mungkin cocok bagi sampah sepertimu, aku harus melayani pelanggan lain,” perintah Pelayan toko memotong ucapan Lin Feng ketika dia melihat seorang tuan muda dan kekasihnya hendak memasuki tokonya.

“Aku akan membeli semua pakaian termahal itu, tapi karena kamu bersikap arogan seperti itu, aku mengurungkan niatku." Lin Feng memilih keluar dari toko tersebut karena menurutnya harga pakaiannya terlalu mahal.

“Sayangku … lihatlah gembel itu! Dia benar-benar menurunkan citra toko mewah ini,” ucap seorang gadis yang baru saja masuk dengan kekasihnya menghina Lin Feng.

“Meskipun begitu, kamu selalu memandangi wajahnya. Kamu jangan tertipu oleh sampah sepertinya yang sombong dan berpura-pura kaya!” balas kekasihnya itu.

Lin Feng keluar dari toko pakaian sambil mengumpat, “pelayan itu sangat arogan dan membuatku sangat kesal, pantas saja toko itu sepi. Kulit badak emas? Hahaha … hanya orang-orang lemah yang membutuhkan pakaian seperti itu.”

Lin Feng memasuki toko biasa dan membeli beberapa pakaian yang bagus dan cocok buatnya.

Lin Feng melangkah dengan percaya diri di jalan kota setelah mengenakan pakaian yang cukup bagus layaknya seorang tuan muda dari salah satu klan ataupun bangsawan kota. Tetapi, beberapa orang masih berbisik-bisik dan memandangnya rendah karena kultivasinya hanya berada di tingkat pembentukan kelima.

Saat Lin Feng bingung bagaimana cara menemukan dan memasuki sebuah sekte, dia melihat beberapa pemuda yang hendak pergi ke pusat kota. Lin Feng mendengar para generasi muda itu menyebutkan tentang sebuah turnamen yang akan diadakan di kota Seribu Api itu.

Turnamen yang akan diadakan di kota Seribu Api tersebut akan memperebutkan beberapa token atau tiket untuk dapat mengikuti seleksi masuk sekte.

Bagi beberapa generasi muda klan, mereka dapat mengikuti seleksi sekte dengan surat undangan. Namun bagi pemuda pemudi dari desa maupun kota biasa seperti Lin Feng, mereka memerlukan sebuah token yang bisa didapatkan melalui turnamen kota.

“Aku akan mengikuti turnamen untuk mendapatkan token,” gumam Lin Feng penuh semangat.

Lin Feng mengikuti beberapa generasi muda yang dia lihat menuju ke balai kota.

Tidak lama, Lin Feng sampai di balai kota tempat akan di lakukannya turnamen. Balai kota tersebut sangat megah dan besar seperti sebuah stadion. Ribuan generasi muda dari desa maupun kota ternyata sudah berkumpul untuk mengikuti acara turnamen.

Di barisan bangku penonton, puluhan ribu orang telah menduduki tempat mereka masing-masing untuk menyaksikan jalannya turnamen yang selalu menjadi hal yang sangat di nantikan. Terlihat pula di jajaran kursi VIP Sang Walikota bersama dengan perwakilan dari beberapa sekte telah bersiap menyaksikan jalannya turnamen.

“Hei … apa kamu juga akan mengikuti turnamen?” Seorang pemuda mendekati Lin Feng.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Muhammad Rizky Perdana
seru banget ceritanya
goodnovel comment avatar
Liyanti Santi
jahat banget yah
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Legenda Jenius Beladiri   Sulit Ditaklukkan

    "Kenapa kalian menyusulku?" Lin Feng bertanya kepada Wei Rue, Lin Tan dan Lin He setelah mereka sampai di gerbang kota. "Adik Feng, aku tidak akan membiarkanmu berjuang seorang diri," balas Lin Tan dianggukkan oleh Wei Rue dan Lin He. "Kalau begitu, aku akan memberikan penjagaan kepada kalian," kata Lin Feng. Lin Feng kemudian menerawang kedalam dunia jiwa. Kebetulan pendekar mabuk, hantu rimba dan cakar setan sudah selesai berkultivasi setelah mereka menanam tanaman herbal di dalam dunia jiwa. "Pendekar mabuk, hantu rimba, cakar setan ... aku akan mengeluarkan kalian untuk bertarung melawan binatang iblis dan melindungi saudaraku," kata Lin Feng. Pendekar mabuk, hantu rimba dan cakar setan sangat bersemangat. Mereka tidak sabar menggunakan kekuatan mereka untuk bertarung. Dengan bertarung, mereka akan memperoleh pengalaman yang dapat membuat kekuatan mereka semakin bertambah. "Tuan muda, cepat keluarkan kami! Kami sudah tidak sabar untuk menghabisi musuh," pinta pendekar

  • Legenda Jenius Beladiri   Serangan Kota

    Lin Feng melihat beberapa peserta telah tewas oleh gorila merah, diapun khawatir dengan keselamatan Wei Rue. "Adik Rue, kamu disini saja! Aku akan melawan gorila merah itu," kata Lin Feng. "Aku akan membantumu," balas Wei Rue. "Apa kamu yakin? gorila merah itu terlihat sangat berbahaya," kata Lin Feng. Lin Tan dan Lin He ternyata juga sampai ditempat gorila merah tersebut, mereka mendengar raungan sehingga kesana untuk melihatnya. "Adik Feng, binatang apa itu?" tanya Lin Tan dan Lin He. "Itu binatang iblis," jawab Lin Feng. "Adik Feng, lebih baik kita pergi dan tinggalkan binatang itu!" saran Lin He. "Tidak, aku akan menghabisinya. Jika dibiarkan, binatang itu mungkin akan mengacau di kota," kata Lin Feng. Lin Feng kemudian melesat ke udara dengan pedangnya. "Pedang Gelombang Kehancuran." Krakkk Pedang Lin Feng tepat mengenai kepala gorila merah sehingga menimbulkan suara tulang patah. Gorila merah itu sangat keras seperti sebuah besi, namun teknik Lin Feng berhasi

  • Legenda Jenius Beladiri   Binatang Iblis

    "Aku tidak bermaksud menyembunyikannya dari kalian," balas Lin Feng. Gu Jin yang kesakitan segera berlari meninggalkan tempat kompetisi, dia berniat melaporkan Lin Feng kepada gurunya. Bagaimanapun, tangannya merupakan harta yang sangat berharga yang digunakan untuk meracik dan membuat pil. Qin Suyun mendekati Lin Feng. "Tuan muda ketiga, maukah kamu menjadi pasangan berburuku?" Lin Feng hanya tersenyum kecut. "Enyah dari hadapanku! Aku sangat muak berdekatan dengan gadis murahan sepertimu," usirnya. Lin Tan, Lin He dan Wei Rue tertawa melihat Qin Suyun diusir oleh Lin Feng. Dia kemudian pergi dari hadapan Lin Feng dan memilih pasangan baru untuk berburu. Setelah seluruh peserta berkumpul dan mendapatkan pasangan, walikota bukit bintang datang untuk memulai kompetisi. Di belakangnya terdapat juru tulis yang akan mencatat dan mengawasi para peserta ketika berburu di gunung. "Aturan kompetisi langit sama seperti tahun-tahun sebelumnya, para peserta tidak diperkenankan menggu

  • Legenda Jenius Beladiri   Sedikit Pelajaran

    Saat Lin Feng dan Gu Jin sedikit bertikai, beberapa gadis kembali melewati barak. Mereka memilih pasangan berburu dan tidak ada satupun yang memilih Lin Feng. "Untuk apa seorang sampah mengikuti kompetisi langit?" gumam para gadis merendahkan Lin Feng. Tiba-tiba, seorang gadis yang sangat cantik datang, dia adalah murid sekte pagoda bulan yaitu Wei Rue yang pernah ditolong oleh Lin Feng di dataran es utara benua tianlang. Melihat Wei Rue, beberapa pesarta mengusir pasangan mereka. Para peserta tersebut sangat ingin menjadi pasangan berburu Wei Rue. Begitupun dengan Gu Jin. "Enyah dari sini!" Gu Jin menyingkirkan Qin Suyun kemudian mendekati Wei Rue. Lin Tan dan Lin He menelan ludah melihat kecantikan Wei Rue. Wei Rue adalah dewi benua tianzun dan mereka sangat mengidolakannya. Sementara itu, Gu Jin mendekati Wei Rue. "Nona Rue, apakah kamu mau menjadi pasangan berburuku?" "Siapa kamu?" tanya Wei Rue dengan nada tegas. "Aku Gu Jin dari serikat alkemis. Jika kita saling be

  • Legenda Jenius Beladiri   Serikat Alkemis

    Setelah dua hari perjalanan, Lin Feng, Lin Tan dan Lin He sampai di kota bukit bintang. Mereka langsung menuju ke tempat berkumpulnya pemuda pemudi yang akan mengikuti kompetisi. Setiap generasi muda yang ikut kompetisi harus menunggu di barak yang sudah disediakan, masing-masing peserta mendapatkan satu barak. Setidaknya ada sekitar 500 peserta yang ikut kompetisi dan 500 barak. Lin Feng, Lin Tan dan Lin He dihadang oleh seorang pemuda saat mereka akan menuju ke barak. Pemuda itu bernama Gu Jin dan berasal dari serikat alkemis. Serikat alkemis adalah entitas yang sangat besar di benua tianzun, banyak generasi muda hebat yang terlahir dari sana. "Lin Tan, Lin He, siapa sampah yang kalian bawa?" Gu Jin mencari gara-gara dengan merendahkan Lin Feng. "Gu Jin, tolong hormati adik Feng! Dia tuan muda ketiga klan lin." Lin Tan tidak terima Gu Jin merendahkan Lin Feng. "Ouh, jadi dia tuan muda ketiga? Klan lin ternyata menyimpan sampah," ledek Gu Jin membuat beberapa pemuda di deka

  • Legenda Jenius Beladiri   Kompetisi Langit

    "Aku tidak bercanda," balas Lin Feng. Saat sedang berjalan-jalan, mereka bertemu dengan Lin Long. "Hormat kakek Long." Lin Tan dan Lin He membungkuk hormat, Lin Fengpun turut mengikuti mereka. Bagaimanapun, Lin Long adalah ayah dari ibu Lin Feng. "Kebetulan kalian ada disini, ayu ikuti kakek ke aula pertemuan," kata Lin Long. "Baik, Kek." jawab Lin Feng, Lin Tan dan Lin He. Di aula pertemuan, Lin Long memperkenalkan Lin Feng kepada para petinggi klan. Namun beberapa petinggi ada yang merendahkan Lin Feng karena menganggap Lin Feng merupakan sampah yang tidak dapat berkultivasi. Melihat muka beberapa petinggi yang merendahkan Lin Feng, Lin Long berkata dengan tegas, "siapa yang menghina dan merendahkan cucuku berarti sama saja menghina dan merendahkanku, aku akan menghukum mereka." Para petinggi klan hanya menunduk, mereka takut kepada Lin Long sehingga tidak ingin memancing amarahnya. Kultivasi Lin Long berada ditahap petapa tingkat delapan, dia adalah penguasa benua t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status