แชร์

Ternyata Pengkhianat

ผู้เขียน: Alie-Afie
last update วันที่เผยแพร่: 2024-10-11 21:49:32

Pertarungan terus terjadi, Lin Feng berhasil mengalahkan lawan-lawannya dengan sangat mudah.

Disisi lain, Hui San juga berhasil mengalahkan lawan-lawannya. Kini, hanya tinggal Lin Feng dan Hui San yang harus bertarung untuk menjadi pemenang.

"Saudara, aku harap kamu mengerahkan seluruh kemampuanmu." Hui San telah siap berhadap-hadapan dengan Lin Feng di arena.

Selama bertarung, Lin Feng hanya menggunakan lima persen kekuatannya. Hui San tidak mengetahui kekuatan Lin Feng yang sesungguhnya
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Norma Yunita
tambah lagi lah Thor
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Legenda Jenius Beladiri   Berkat Lin Feng

    Disisi lain, cakar setan bersama Lin He bekerjasama menyerang kalajengking raksasa. Cakar setan mengoyak kalajengking dengan cakarnya yang sangat tajam sementara Lin He menyerang dengan tombak kebanggaannya. Namun, seberapa kuatpun mereka berusaha, mereka tetap tidak bisa melukai kalajengking-kalajengking tersebut. Selain kulit kalajengking raksasa sangat keras, mereka juga dapat beregenerasi kembali. Lin Feng segera menyadari kelemahan dari kalajengking raksasa. "Serang dan hancurkan jantung mereka! Jantung mereka yang berada diperut adalah titik lemahnya," katanya. Lin Feng menyadari kelemahan kalajengking raksasa karena dari pengamatannya kalajengking tersebut sangat melindungi jantung yang ada di perutnya. Pendekar mabuk, walikota dan lainnya mengangguk mengerti. Mereka akan berusaha menjalankan instruksi Lin Feng. Sementara itu, ribuan kalajengking raksasa tidak diam saja diserang oleh prajurit kota dan pasukan naga hitam. Mereka menyemprotkan racun dari ekor mereka. Ra

  • Legenda Jenius Beladiri   Sulit Ditaklukkan

    "Kenapa kalian menyusulku?" Lin Feng bertanya kepada Wei Rue, Lin Tan dan Lin He setelah mereka sampai di gerbang kota. "Adik Feng, aku tidak akan membiarkanmu berjuang seorang diri," balas Lin Tan dianggukkan oleh Wei Rue dan Lin He. "Kalau begitu, aku akan memberikan penjagaan kepada kalian," kata Lin Feng. Lin Feng kemudian menerawang kedalam dunia jiwa. Kebetulan pendekar mabuk, hantu rimba dan cakar setan sudah selesai berkultivasi setelah mereka menanam tanaman herbal di dalam dunia jiwa. "Pendekar mabuk, hantu rimba, cakar setan ... aku akan mengeluarkan kalian untuk bertarung melawan binatang iblis dan melindungi saudaraku," kata Lin Feng. Pendekar mabuk, hantu rimba dan cakar setan sangat bersemangat. Mereka tidak sabar menggunakan kekuatan mereka untuk bertarung. Dengan bertarung, mereka akan memperoleh pengalaman yang dapat membuat kekuatan mereka semakin bertambah. "Tuan muda, cepat keluarkan kami! Kami sudah tidak sabar untuk menghabisi musuh," pinta pendekar

  • Legenda Jenius Beladiri   Serangan Kota

    Lin Feng melihat beberapa peserta telah tewas oleh gorila merah, diapun khawatir dengan keselamatan Wei Rue. "Adik Rue, kamu disini saja! Aku akan melawan gorila merah itu," kata Lin Feng. "Aku akan membantumu," balas Wei Rue. "Apa kamu yakin? gorila merah itu terlihat sangat berbahaya," kata Lin Feng. Lin Tan dan Lin He ternyata juga sampai ditempat gorila merah tersebut, mereka mendengar raungan sehingga kesana untuk melihatnya. "Adik Feng, binatang apa itu?" tanya Lin Tan dan Lin He. "Itu binatang iblis," jawab Lin Feng. "Adik Feng, lebih baik kita pergi dan tinggalkan binatang itu!" saran Lin He. "Tidak, aku akan menghabisinya. Jika dibiarkan, binatang itu mungkin akan mengacau di kota," kata Lin Feng. Lin Feng kemudian melesat ke udara dengan pedangnya. "Pedang Gelombang Kehancuran." Krakkk Pedang Lin Feng tepat mengenai kepala gorila merah sehingga menimbulkan suara tulang patah. Gorila merah itu sangat keras seperti sebuah besi, namun teknik Lin Feng berhasi

  • Legenda Jenius Beladiri   Binatang Iblis

    "Aku tidak bermaksud menyembunyikannya dari kalian," balas Lin Feng. Gu Jin yang kesakitan segera berlari meninggalkan tempat kompetisi, dia berniat melaporkan Lin Feng kepada gurunya. Bagaimanapun, tangannya merupakan harta yang sangat berharga yang digunakan untuk meracik dan membuat pil. Qin Suyun mendekati Lin Feng. "Tuan muda ketiga, maukah kamu menjadi pasangan berburuku?" Lin Feng hanya tersenyum kecut. "Enyah dari hadapanku! Aku sangat muak berdekatan dengan gadis murahan sepertimu," usirnya. Lin Tan, Lin He dan Wei Rue tertawa melihat Qin Suyun diusir oleh Lin Feng. Dia kemudian pergi dari hadapan Lin Feng dan memilih pasangan baru untuk berburu. Setelah seluruh peserta berkumpul dan mendapatkan pasangan, walikota bukit bintang datang untuk memulai kompetisi. Di belakangnya terdapat juru tulis yang akan mencatat dan mengawasi para peserta ketika berburu di gunung. "Aturan kompetisi langit sama seperti tahun-tahun sebelumnya, para peserta tidak diperkenankan menggu

  • Legenda Jenius Beladiri   Sedikit Pelajaran

    Saat Lin Feng dan Gu Jin sedikit bertikai, beberapa gadis kembali melewati barak. Mereka memilih pasangan berburu dan tidak ada satupun yang memilih Lin Feng. "Untuk apa seorang sampah mengikuti kompetisi langit?" gumam para gadis merendahkan Lin Feng. Tiba-tiba, seorang gadis yang sangat cantik datang, dia adalah murid sekte pagoda bulan yaitu Wei Rue yang pernah ditolong oleh Lin Feng di dataran es utara benua tianlang. Melihat Wei Rue, beberapa pesarta mengusir pasangan mereka. Para peserta tersebut sangat ingin menjadi pasangan berburu Wei Rue. Begitupun dengan Gu Jin. "Enyah dari sini!" Gu Jin menyingkirkan Qin Suyun kemudian mendekati Wei Rue. Lin Tan dan Lin He menelan ludah melihat kecantikan Wei Rue. Wei Rue adalah dewi benua tianzun dan mereka sangat mengidolakannya. Sementara itu, Gu Jin mendekati Wei Rue. "Nona Rue, apakah kamu mau menjadi pasangan berburuku?" "Siapa kamu?" tanya Wei Rue dengan nada tegas. "Aku Gu Jin dari serikat alkemis. Jika kita saling be

  • Legenda Jenius Beladiri   Serikat Alkemis

    Setelah dua hari perjalanan, Lin Feng, Lin Tan dan Lin He sampai di kota bukit bintang. Mereka langsung menuju ke tempat berkumpulnya pemuda pemudi yang akan mengikuti kompetisi. Setiap generasi muda yang ikut kompetisi harus menunggu di barak yang sudah disediakan, masing-masing peserta mendapatkan satu barak. Setidaknya ada sekitar 500 peserta yang ikut kompetisi dan 500 barak. Lin Feng, Lin Tan dan Lin He dihadang oleh seorang pemuda saat mereka akan menuju ke barak. Pemuda itu bernama Gu Jin dan berasal dari serikat alkemis. Serikat alkemis adalah entitas yang sangat besar di benua tianzun, banyak generasi muda hebat yang terlahir dari sana. "Lin Tan, Lin He, siapa sampah yang kalian bawa?" Gu Jin mencari gara-gara dengan merendahkan Lin Feng. "Gu Jin, tolong hormati adik Feng! Dia tuan muda ketiga klan lin." Lin Tan tidak terima Gu Jin merendahkan Lin Feng. "Ouh, jadi dia tuan muda ketiga? Klan lin ternyata menyimpan sampah," ledek Gu Jin membuat beberapa pemuda di deka

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status