LOGIN“Aku memilihnya.” Satu kalimat dari Alpha Morrigan cukup untuk membuat seluruh pack gemetar. Masalahnya yang ia pilih adalah Lunara Fenrirsson, omega terbuang, anak pengkhianat, darah yang seharusnya tidak pernah dibiarkan hidup. Mate bond mereka adalah kesalahan dan Dewan Tetua tidak pernah membiarkan kesalahan bertahan lama. Dalam satu malam, Lunara kehilangan segalanya, ingatannya dihancurkan dan garis keturunannya disamarkan dengan sihir segel terlarang, dan ia dibuang ke dunia manusia sebagai perempuan biasa yang bahkan tidak mengingat namanya sendiri dan tanpa masa lalu. Alpha merasakan ikatan itu menghilang seperti benang yang terputus di kegelapan. Lima tahun kemudian, ia bukan lagi sekadar pemimpin pack. Ia menjadi penguasa wilayah dan pria paling berkuasa yang ditakuti dan dihormati di dunia manusia dan serigala. Kaya, kuat, dan tak tersentuh, tapi ia masih merasakan kekosongan di dadanya. Sementara itu, seorang pelayan restoran di sudut kota bermimpi tentang mata hitam yang tidak ia kenal dan hutan yang terasa seperti rumah. Mereka pikir dengan menghapusnya, semuanya akan selesai. Mereka salah, karena ketika omega yang dibuang itu mengingat siapa dirinya tidak ada takhta yang akan selamat.
View MoreKata-kata Ella membuat jantungnya serasa berhenti berdetak dan wajahnya yang semula pucat sekarang menjadi seputih kapas."Manusia serigala?" bisik Ravenna.Ia menggelengkan kepalanya."Tidak, kamu bohong! Morrigan manusia! Dia hanya pria biasa!""Dia membohongimu sejak awal demi insting binatangnya!" bentak Ella.Matanya sesaat berkilat ungu pekat dan menekan mental Ravenna hingga gadis itu mencengkeram sprei tempat tidur dengan gemetar. "Dan sekarang, kaum manusia serigala miliknya sedang menuntut darah. Mereka mengira kamuatau lebih tepatnya klon sihir yang kuciptakan menggunakan wajahmu telah membunuh salah satu dari kawanan mereka di pinggiran kota."Ravenna menatap Ella dengan pandangan kosong, otaknya menolak memercayai semua kegilaan ini. Namun, aura mengerikan dari Ella dan semua kejadian supranatural ini membuat pertahanannya runtuh. "Klon? Pembunuhan? Apa yang akan kamu lakukan padaku?"Ella tersenyum penuh kemenangan dan senyuman yang membuat bulu kuduk Ravenna mere
"Jika itu satu-satunya cara untuk membersihkan nama baik pack, mereka akan menuntutnya, Alpha!" jawab Larry dengan tegas, meskipun napasnya memburu menahan tekanan aura Morrigan yang semakin berat memenuhi ruangan.Larry menatap map hitam yang meremukkan kertas laporan medis di atas meja kerja Morrigan, lalu perlahan menegakkan postur tubuhnya. Aura dingin dan berat di dalam ruangan itu terasa seolah bisa mematahkan tulang, namun sebagai prajurit tertinggi Silver-Claw, ia tahu tugasnya di halaman luar jauh lebih mendesak."Saya rasa tidak ada lagi yang bisa saya laporkan malam ini, Alpha," ucap Larry dengan suara baritonnya yang rendah."Gelombang hasutan Darian di halaman luar harus segera saya redam sebelum fajar menyingsing. Saya tidak akan membiarkan satu pun mereka menerobos masuk ke dalam gedung ini."Morrigan tidak menoleh. Sepasang mata keemasannya masih menatap tajam menembus kegelapan malam dari balik kaca jendela besar ruang kerjanya hanya anggukan kepala samar yang dibe
"Aku akan mengawal mereka sendiri, Alpha," sahut Larry. Ia merasa bertanggung jawab penuh atas keamanan sampel biologis tersebut. "Pergilah, Larry! Pastikan tidak ada satu pun tangan luar yang menyentuh tabung itu," perintah Morrigan. Begitu Larry dan tim medis pergi, koridor bawah tanah kembali sunyi. Morrigan menatap Ezra yang masih bersandar di dinding dengan wajah gelisah. "Ezra, kembali ke atas. Awasi pergerakan Putri Isolde dan Tetua Varrek di ruang tamu agung. Jangan biarkan mereka tahu kita sedang melakukan pemeriksaan domestik seperti ini," ucap Morrigan. "Bagaimana denganmu, Alpha?" tanya Ezra ragu. "Aku akan menunggu hasil laboratorium di sini. Pergilah!" Waktu terus bergulir. Larry berdiri kokoh seperti patung di depan pintu laboratorium dengan tangan melekat pada senjata. Di dalam ruangan steril, kepala dokter Blackmoon pack sedang memasukkan beberapa tetes darah Ravenna ke dalam mesin pemindai spektrum biologis. Mesin tersebut berdegung halus, memp
"Gunakan sisa energi dari pecahan Batu Gerhana Abadi yang kusisipkan di balik pakaianmu," bisik Ella dengan senyum penuh kelicikan. "Ubah resonansi biologis raga tiruan itu. Saat jarum suntik mereka menembus kulitmu besok pagi, pastikan sel-sel yang mereka ambil terdistorsi menjadi darah manusia normal. Biarkan Alpha itu mengira indra serigalanya yang mulai gila bukan raga kita."Ella kemudian pergi menembus bayangan malam bawah tanah, menyisakan Jaxon dan para penjaga yang masih tergeletak tidak sadarkan diri.Malam harinya, ketegangan internal Blackmoon pack yang tersimpan di bawah tanah mendadak terinterupsi oleh sebuah kedatangan yang telah lama direncanakan.Di jalanan Starfield, deretan mobil sedan mewah berwarna hitam legam membelah jalanan, menuju markas utama pack.Konvoi dari Moonshadow pack telah tiba.Di halaman depan markas, Tetua Varrek berdiri tegak dengan jubah adatnya yang megah. Di sampingnya, Larry dan barisan kehormatan prajurit Blackmoon memasang postur kaku
Marva segera mengambil segelas air putih dan membantu gadis itu minum melalui sedotan. "Iya. Dokter bilang kamu mengalami syok berat. Kamu seperti orang yang tertidur, tapi jiwamu sedang berkelana jauh sekali." Gadis itu terdiam sesaat dan mencoba meraba dadanya yang terasa hampa. Ada lubang be
Morrigan melangkah mendekat. Para prajuritnya mengira sang Alpha akan mengeksekusi mereka. Namun, Morrigan justru berhenti di depan seorang perempuan tua yang memeluk dua anak kecil. Morrigan menatap kedua mata anak itu. Untuk sesaat, "lubang di jiwa"-nya berdenyut. Ingatan palsunya membisikkan ba
Morrigan memimpin barisan di paling depan, berlari menembus hutan dengan kecepatan yang luar biasa. Setiap langkahnya menghancurkan dedaunan kering dan meninggalkan jejak energi yang menghanguskan tanah. Morrigan bergerak dengan satu tujuan, yaitu memburu para pemberontak. Morrigan memulai ekspans
Di ruang dewan yang pengap dan hanya diterangi oleh bara api di tengah meja batu, keenam Tetua duduk melingkar. Suasananya mencekam. Raungan Morrigan dari menara tertinggi masih terasa menggetarkan debu di langit-langit aula bawah tanah itu. Para Tetua menyadari bahwa membiarkan Morrigan dengan ing






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews