Beranda / Historical / Legenda Permaisuri Langit / Bab 14 Terjebak dalam kerumunan

Share

Bab 14 Terjebak dalam kerumunan

Penulis: Jackie Boyz
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-10 14:33:20

“Lian, aku benar-benar tidak peduli pada hal lain, selain dirimu,”

Lian mengerutkan keningnya, debaran di dalam dadanya dia juga merasakan hal yang sama seperti yang Long wang rasakan. Tapi dia teringat dengan jantung peri di dalam tubuhnya, Lian segera mengajukan pertanyaan pada Long wang, “Apa kamu sedang mencoba merayuku? Agar aku jatuh cinta dan menyerahkan jantungku padamu?!” Lian bangun dari atasnya lalu bersiap pergi meninggalkan Long wang.

“Lian, bukan seperti itu, maksudku....” Long wang mencoba menjelaskannya.

“Yang-mulia, maafkan aku-” Lian pergi meninggalkannya sendiri.

Long wang berdiri, menatap punggung Lian yang pergi menjauh.

“Lian, aku sudah bilang padamu aku tidak peduli dengan hidup atau mati. Perasaanku padamu sungguh tidak biasa, aku tidak bisa kehilanganmu....”

Lian masuk ke dalam kerumunan orang-orang di sekitar tenda. Lian berpikir bahwa dia telah dipermainkan, dia mengomel dan menolak kebenaran tentang perasaannya. Lian juga mengingkari bahwa Long wang memang
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 15 Cinta yang murni

    'Cinta yang murni'Hui kembali menghadap Rong’er dengan wajah kotor penuh debu, bajunya yang tadi bersih dan rapi juga menjadi berantakan. Rong’er menatap penampilan Hui dan dia hampir tidak mengenali wajah pelayannya sendiri. Hui memanggil Rong’er sambil menangis. “Nyonya....”“Apa yang terjadi padamu? Kenapa bajumu kotor sekali?” tanya Rong’er dengan tatapan mata jijik sambil menutupi lubang hidungnya. “Saya gagal, saya tidak berhasil bertanya pada para tabib, di sini terlalu banyak orang yang mengantre. Mereka semua adalah orang-orang dari kelas rendah, Nyonya. Mereka tidak sopan dan semena-mena, saya diinjak dan didorong hingga jatuh ke tanah,” jelasnya.Rong’er melipat kedua tangannya dia segera memutar badan dan memutuskan untuk menunggu di kereta. Dia tadi juga sudah melihat Long wang menatap sedih ke arah para tabib di tenda, Rong’er pikir Long wang juga tidak bisa mendekati Lian. Hui melihat Rong’er berjalan pergi dan menuju ke kereta. Hui merasa heran karena Rong’er beg

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 14 Terjebak dalam kerumunan

    “Lian, aku benar-benar tidak peduli pada hal lain, selain dirimu,”Lian mengerutkan keningnya, debaran di dalam dadanya dia juga merasakan hal yang sama seperti yang Long wang rasakan. Tapi dia teringat dengan jantung peri di dalam tubuhnya, Lian segera mengajukan pertanyaan pada Long wang, “Apa kamu sedang mencoba merayuku? Agar aku jatuh cinta dan menyerahkan jantungku padamu?!” Lian bangun dari atasnya lalu bersiap pergi meninggalkan Long wang.“Lian, bukan seperti itu, maksudku....” Long wang mencoba menjelaskannya.“Yang-mulia, maafkan aku-” Lian pergi meninggalkannya sendiri.Long wang berdiri, menatap punggung Lian yang pergi menjauh. “Lian, aku sudah bilang padamu aku tidak peduli dengan hidup atau mati. Perasaanku padamu sungguh tidak biasa, aku tidak bisa kehilanganmu....”Lian masuk ke dalam kerumunan orang-orang di sekitar tenda. Lian berpikir bahwa dia telah dipermainkan, dia mengomel dan menolak kebenaran tentang perasaannya. Lian juga mengingkari bahwa Long wang memang

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 13 Layani aku saja

    “Berdirilah, tidak perlu bersikap terlalu formal,” balas Long wang. Long wang menatap Lian dan tidak mengalihkan perhatiannya sedikit pun.. Perasaannya yang hampa terasa hidup kembali ketika bertemu dengan Lian. Lian memilih mengabaikannya, dia tidak ingin mencuri perhatian banyak orang di sana. Lagi pula urusannya dengan Long wang juga sudah selesai ketika dia diizinkan untuk kembali ke alam fana. Lian mengabaikan perasaan di dalam hatinya, menolak semua hal yang akan membuatnya larut dan hanya memikirkan Long wang. Long wang melihat sikap acuh Lian, Lian bahkan tidak melihat ke arahnya dan malah sibuk mempersiapkan obat untuk penduduk desa.“Lian, bagaimana kondisiku menurutmu?” tanya Long wang seraya mengambil kursi dan duduk di dekat Lian.“Kondisi Anda sangat baik hari ini,” jawab Lian dengan sopan.Hati Long wang terasa getir dan pahit melihat cara Lian memperlakukannya. Long wang berdiri lalu menyentuh pergelangan tangan Lian. Long wang menggenggamnya erat dan tidak mau mel

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 12 Sangat cemburu

    Hui dibantu oleh beberapa pelayan mulai mengemas baju dan perlengkapan yang akan dibawa Rong’er.Hui sudah mengingatkan Rong’er bahwa alam fana sangat berbeda dengan alam lainnya. Di sana mereka juga tidak bisa dilayani seperti saat berada di alam dewa atau alam spiritual. Semuanya serba terbatas. Akan tetapi Rong’er tetap berkeras untuk ikut pergi. Rong er pernah mendengar Long wang terlibat dengan seorang peri kelas rendah hingga membuat kerajaan alam dewa terguncang. Tepatnya pada saat sebelum Rong’er dikirim ke kerajaan alam dewa. Karena masalah itu, Rong’er tidak ingin kalah. Rong’er memiliki ambisi di dalam hati untuk menjadi seorang ratu di alam dewa. Dia juga mendengar kabar bahwa peri kelas rendah itu adalah seorang tabib yang hebat dan mampu menekan racun monster di tubuh Long wang. Rasa ingin tahu di dalam hati Rong’er semakin menjadi-jadi. Bahkan dia mendengar dari pelayan istana alam dewa bahwa peri kelas rendah itu memiliki posisi penting di hati Long wang.“Hei, kamu!

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 11 Curiga

    Di kerajaan alam dewa, di kediaman Rong’er. Wanita itu mendengar kabar bahwa Long wang akan pergi ke dunia fana untuk memeriksakan kondisinya pada seorang tabib. Kasim Song’an sudah menjadwalkan perjalanan tersebut dan diikuti oleh beberapa prajurit. Guseng juga ditugaskan untuk ikut serta karena menjadi pengawal inti di sisi Long wang.Rong‘er merasa sangat marah mendengar kabar tersebut karena Long wang akan pergi tanpa mengajaknya. Rong’er menatap pelayan di sisinya.“Hui, coba tanyakan pada kasim Song, apakah aku bisa ikut pergi? statusku di sini adalah selir satu-satunya. Tidak mungkin Raja Long pergi tanpa ditemani olehku!” perintahnya dengan angkuh.Hui menganggukkan kepalanya dengan patuh. “Baik, Yang-mulia selir,” Hui segera pergi untuk mencari kasim Song. Ketika Hui tiba di ruang baca Long wang, di beranda luar ruang baca Hui melihat kasim Song sedang sibuk mencatat beberapa barang yang akan dibawa pergi ke alam fana. Semua orang di sana terlihat sangat sibuk jadi Hui tid

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 10 Lonceng ajaib

    ***Di lembah obat, Lian sedang meracik beberapa resep di dapur obat. Tabib Zaocheng menggenggam tongkat di tangannya, pria itu datang menemuinya. Dia melihat Lian bekerja seorang diri. “Lian, hari sudah sore kenapa tidak beristirahat?” tanya Zaochang pada Lian.Lian tidak menjawab, dia sedang sibuk menakar bahan dengan menggunakan timbangan khusus. Dia hanya melirik tabib Zaochang sekilas lalu tertawa kecil melihat ekspresi Zaochang yang kini tampak penasaran dengan obat yang Lian racik. “Obat apa ini? Kenapa tidak menuliskan gejalanya?” tanya Zaochang sambil menatap banyak botol di meja.“Pak Tua, ada banyak jenis obat, tidak perlu mencatat gejala penyakitnya, cukup catat jenis obatnya, kita semua di sini pasti tahu kegunaan masing-masing obat,” ujarnya.Lian memiliki ingatan bahwa pak tua yang dipanggil sebagai tabib Zaochang adalah pak tua yang pernah menyentuh batang pohon persik yang merupakan wujud asli dari Lian. Energi spiritual di tubuhnya berasal dari tubuh Zaochang. Dia

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status