LOGINLong wang berjalan keluar, melihat punggung Lian yang kini berjalan menjauh menuju ruang farmasi. Kasim Song melihat Long wang terus menatap Lian sampai gadis itu menghilang dari pandangan matanya.
“Yang-mulia, apakah ada hal yang ingin Anda sampaikan? Jika Anda menyukai peri Lian bukankah Anda bisa memilikinya? Seluruh penghuni empat alam ini adalah milik Anda yang mulia, mereka juga tidak akan berani menolak perintah,” ujarnya. Long wang mengibaskan tangan kanannya. Dia menyentuh bahu kasim Song lalu mengatakan sesuatu di dekat telinganya, “Mengambil sesuatu hanya karena aku menyukainya tanpa memberikan kebebasan pada mereka untuk memilih apakah menurutmu itu sebuah keadilan? Menggunakan posisiku sebagai pemimpin dari empat alam untuk mendapatkan apa yang aku mau? Hahaha! Kasim Song, ajaranmu ini, sungguh tidak masuk akal!” Kasim Song menelan ludahnya sendiri dia tidak berani menimpali ucapan Long wang. Dia tadi hanya ingin menghasut agar Long wang melakukan kesalahan dan menyalahgunakan posisinya sebagai pemimpin empat alam, tidak disangka Long wang sangat cerdas dan bisa memprediksi rencana licik kasim Song. Jika Long wang berhasil dia hasut maka posisinya sebagai pemimpin juga tidak bisa dipertahankan dalam waktu lama. Apalagi saat ini jantung Long wang sudah terluka karena racun tanduk monster iblis. Nyawanya juga tidak bisa diselamatkan tanpa penawar racun. Kasim Song segera undur diri dan pergi, rencananya untuk menghasut Long wang gagal total. Di sisi lain, Lian sudah melihat pil yang dia buat sudah jadi. Semua diambil dari nampan menggunakan alat sumpit yang sudah disterilkan. Pada saat melakukan pekerjaan, dalam benak Lian terus terbayang-bayang tentang kejadian yang dia alami di dalam kamar Long wang, tanpa disadarinya pipinya merona merah. Lian berusaha meyakinkan hatinya sendiri. Apa-apaan ini? Sejak kapan aku begitu mesum? Terus memikirkan bagaimana sikap Long wang ketika kami hanya sedang berdua? Sadarlah Lian! Sadarlah! Aku tidak boleh memiliki perasaan sedikit pun pada Long wang! Tidak boleh! Aku juga harus segera meninggalkan alam dewa, berlama-lama tinggal di sisi Long wang hanya akan membuatku sakit jiwa. Guseng dan anggota farmasi masih terus berada di sana untuk mengawasi. “Peri Lian, apakah ini sudah jadi?” tanyanya. “Ya, setelah pil dingin tinggal masukkan ke dalam botol obat.” Guseng menatap banyak botol dan banyaknya pil. “Semua ini untuk Yang-mulia?” “Ya, benar!” jawab Lian dengan anggukan kepala. “Tapi, kenapa kamu membuatnya sebanyak ini? Bukankah ini hanya diminum dua atau tiga kali dalam sehari?” “Hanya dua kali saja, pagi satu butir dan malam satu butir,” jawabnya. Guseng menatap botol obat yang begitu banyak disimpan untuk persediaan. Dia merasa peri Lian akan pergi jauh setelah tugas-tugas ini selesai. Akan tetapi dia menahan diri untuk tidak menanyakannya. Lian menggunakan bahan-bahan khusus, banyak tanaman obat berharga di alam dewa, berbeda dengan alam fana tempat Lian tinggal yang hanya menyediakan sedikit tanaman langka. Komposisinya masih belum lengkap dan karena itu rasa sakit di dada Long wang mudah sekali kambuh terutama ketika Long wang menggunakan kekuatannya untuk melawan musuh. Hanya saja semua orang anggota farmasi di alam dewa sama sekali tidak tahu komposisi yang tepat untuk membuat ramuan penekan racun untuk mengurangi rasa sakit di tubuh Long wang. “Jenderal Gu, aku sudah mencatat resep untuk meracik obat, catatan yang aku tulis ini ada dua jenis, satu sup obat dan satu lagi cara untuk membuat pil. Kamu adalah orang kepercayaan Yang-mulia, jadi aku percayakan catatan ini padamu!” Guseng menatap Lian dengan ekspresi serius. “Apa kamu merasa kesal karena aku terus menyalahkanmu selama ini? Aku juga yang meminta prajurit untuk menangkapmu, aku tahu aku bersalah. Melihat Yang-mulia raja begitu memercayaimu, pasti kamu adalah peri baik, bukan peri jahat seperti yang aku pikirkan selama ini.” Ujarnya. Ini adalah pertama kalinya Guseng mengakui kesalahan di depan peri kelas rendah seperti Lian. Semua orang di dalam ruang farmasi juga kaget mendengar pernyataan tersebut. “Hal ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan masa lalu, aku membantu Yang-mulia raja karena beliau sudah menyelamatkan nyawaku, ini hanya ucapan terima kasihku pada beliau,” jelas Lian pada semua orang. Setelah pil obat selesai dikemas, semuanya disimpan di tempat khusus untuk membuat pil-pil itu aman. *** Di alam spiritual, desas-desus tentang Long wang yang sudah diselamatkan oleh peri kelas rendah terdengar oleh raja alam spiritual. Weihong sangat penasaran dengan peri bunga persik yang dikatakan berhasil membuat ramuan penekan racun tanduk monster. Selama beratus-ratus tahun lamanya belum ada satu pun tabib yang berhasil menawarkan racun ganas itu. Apalagi tubuh Long wang bukan tubuh dewa biasa, Long wang memiliki tubuh asli naga diangkat sebagai dewa naga dan menjadi pemimpin empat alam karena mampu mengatasi konflik dari empat alam selama beribu-ribu tahun lamanya. Dengan adanya Long wang sebagai pemimpin, perang bisa dihentikan dan empat alam bisa mendapatkan kemakmuran hingga detik ini. “Peri rendahan mana yang bisa menghadapi Dewa naga?” tanyanya pada para pejabat di istananya. “Saya dengar mereka kebetulan bertemu dalam perjalanan kembali dari alam spiritual, Yang-mulia.” jawab menteri kiri. Weihong mengernyitkan keningnya, putrinya Rong’er segera berjalan mendekat dan memeluk lengan Weihong. “Ayahanda, Anda sudah janji ingin menjadikanku sebagai selir di alam dewa, kapan Anda mengirimku ke sana?”“Jadi untuk apa kamu datang sekarang? Bukankah karena kamu perhatian padaku?” tanya Long wang sambil tersenyum.Lian menghela napas panjang, wajahnya tampak sedikit frustrasi. “Berhentilah melukai diri sendiri, jangan bertindak seperti anak kecil!” perintah Lian padanya.Lian sudah selesai dengan urusannya dia ingin segera pergi tapi Long wang menggenggam pergelangan tangannya.“Kenapa pergi dengan terburu-buru?” tanyanya.“Aku sudah membalut luka di tanganmu, apa lagi? Aku datang karena luka di tanganmu, apa kamu kira aku datang sungguh karena merindukanmu? Raja Long, sadarlah!”Long wang tertawa putus asa, dia melepaskan tangan Lian dari genggaman tangannya. Padahal dia masih memiliki keyakinan beberapa persen bahwa Lian adalah Lian yang dulu dia cintai tapi lagi-lagi perasaannya dipatahkan tanpa alasan.“Lian, aku tahu kamu tidak tertarik padaku, aku tahu,” Long wang tidak berniat menahannya lagi. Hatinya sangat kecewa.
Guyin menundukkan kepalanya. Dia melepaskan genggaman tangannya dari bahu Lian lalu memutar badan berjalan pergi menuju ke pintu gua. “Guyin! Kamu mau pergi ke mana?” “Keluar dari sini, ke mana lagi menurutmu?” “Aku menggunakan api langit untuk mencegah orang masuk dan keluar!” Teriak Lian padanya. Langkah Guyin terhenti lalu dia menoleh. Guyin menatap Lian dengan tatapan mata penuh kebencian. “Kamu ingin memenjarakanku di sini? Lian, apa aku salah sudah mempercayaimu? Jika benar demikian maka biarkan saja aku hangus terbakar!” ujarnya seraya berniat menerobos pembatas pintu. Lian melesat dan menarik bahunya lalu melemparkannya ke tepi, tubuh Guyin jatuh terbanting ke samping membentur dinding gua. Pria itu memuntahkan darah dari mulutnya. “Kamu tidak bertanya alasanku tapi malah ingin langsung menerobos? Guyin aku tidak tahu otakmu ternyata begitu sempit!” Lian
Wu’er memutuskan pergi meninggalkan dasar jurang dan menyusul Long wang ke alam spiritual. Saat dia tiba di sana, dia melihat Long wang sedang berada di dalam aula istana untuk membahas politik dengan Raja Weihong.Wu’er memutuskan untuk berjalan—jalan di sekitar istana. Kebetulan dia melihat Rong’er sedang ditemani oleh pelayannya, mereka mengobrol di taman. “Belakangan ini aku tidak melihat Wu’er, apa kamu sempat melihatnya? Sejak kembali dari lembah obat dia sepertinya menghilang,”“Nyonya, sepertinya dia memang pergi, aku juga tidak melihatnya baru-baru ini,” sahut pelayan Rong’er.“Apa mungkin dia menyebabkan masalah lalu Yang-mulia mengusirnya? Tidak mungkin! Dia adalah pelayan kepercayaan Lian, mana mungkin Yang-mulia menyuruhnya pergi,”Ruyu menggelengkan kepalanya dia memang tidak tahu apa-apa tentang Wu’er.“Apa jangan-jangan dia kabur karena permintaan Selir Zu waktu itu? Aku tidak tahu sejak kapan Zuxi begitu percaya
Sampai Lian kembali ke gua, Wu’er baru berdiri dan pergi menghampirinya. “Yang-mulia Selir!” serunya dengan gembira. Lian mengukir senyum pada awalnya tapi ketika mendengar Wu’er memanggilnya begitu senyum di bibirnya langsung sirna. “Maksudku, Lian ....” ralat Wu’er, di genggaman tangan Lian ada beberapa jenis herbal. Tatapan mata Wu’er tertuju pada tanaman di dalam genggaman Lian. “Nyonya ingin membuat obat?” tanyanya seraya mengekornya masuk ke dalam gua. Di dalam gua, Wu’er melihat Guyin sedang berbaring. Kondisinya tampak sudah lumayan membaik. Wu’er bisa mengetahui Raja iblis itu terluka parah dan hampir saja kehilangan nyawa jika Lian tidak membantu memulihkan kondisi luka dalam di tubuhnya. Lian menggerus obat, dia memiliki beberapa peralatan khusus dalam kantong kecilnya. Benda-benda itu bisa berubah ke ukuran semula jika keluar dari dalam kantong. Kantong itu sebelum
“Kenapa melihatku seperti itu?” Tanya Lian seraya mengukir senyum lalu membungkuk dan menyentuh puncak kepalanya. Raja serigala langsung duduk dengan patuh sambil memejamkan kedua matanya. Dia merasa nyaman dengan usapan lembut Lian. “Yang-mulia, pria tadi berasal dari klan iblis. Dia adalah musuh Dewa Naga Long, Anda melindunginya seperti ini, apakah tidak apa-apa?” tanyanya. Lian menghela napas panjang. “Dia adalah temanku,” jawabnya. Raja serigala terkejut dan mengeluarkan kukunya. “Yang-mulia Permaisuri Langit, apakah Anda membelot dan menjadi musuh alam dewa? Apakah Anda ingin kedamaian di empat alam ini hancur?” tanyanya dengan tatapan mata curiga. Lian terlihat santai, dia masih mengukir senyum lalu duduk di samping Raja serigala dan memeluk tubuhnya. “Ya-yang mulia! Jawablah pertanyaan saya, ke-kenapa Anda merendahkan diri seperti i-ini? Jika Dewa Naga Long melihatnya saya khawatir bel
“Pembunuh bayaran tingkat master dari klan iblis? Ning’an mengirim pembunuh untuk membunuh siapa? Pembunuh dengan kekuatan tingkat master? Pasti orang yang ingin dibunuhnya bukan orang biasa .... apa Ayahnya mengirim pesan melalui pembunuh bayaran? Tidak-tidak mungkin!” Setelah sepanjang hari dia disibukkan dengan drama Ning’an yang berniat membakar kediaman permaisuri, sekarang Guyin baru mengerti dan dia langsung berdiri dari kursinya, Guyin tiba-tiba teringat dengan Lian. “Li-lian?” Guyin melesat, dalam hitungan detik dia sudah tiba di tepi tebing di mana Lian mencari herbal pagi ini. Di sana tidak ada tanda-tanda pertempuran, tapi Guyin menemukan beberapa tetes darah. Sebelum jatuh ke dasar jurang, Lian memang memuntahkan darah lalu kehilangan keseimbangannya. “Ning’an, berani-beraninya kamu!” Guyin mengepalkan telapak tangannya. Dia melesat kesana-kemari untuk menemukan jejak Lian. Guyi