Home / Historical / Legenda Permaisuri Langit / Bab 6 Jangan cari mati

Share

Bab 6 Jangan cari mati

Author: Jackie Boyz
last update Last Updated: 2026-01-08 18:41:23

Lian langsung menggeleng panik. “Aku-aku hanya menggunakan bibirku sebagai perantara obat, aku tidak memiliki niat lain. Tuan Long, kamu jangan bersikap seolah-olah aku mengambil kesempatan dalam kesempitan! Kamu sebelumnya pingsan, di sini tidak ada corong untuk memasukkan obat ke dalam mulut, tidak ada selang air sebagai perantara, aku terpaksa menggunakan bibirku,” ujarnya ragu-ragu.

Long wang mendekat dan posisinya sekarang Lian malah yang terbaring di bawah kurungan kedua lengan Long wang.

“Tu-tuan Long, ti-tidak maksudku Yang-mulia raja! Aku-aku sungguh tidak bermaksud melakukan semua itu, ampuni aku....”

Kasim di luar mendengar percakapan jadi dia masuk ke dalam dan melihat adegan luar biasa.

“Siapa yang mengizinkanmu masuk?!” bentak Long wang.

“Maaf, Yang-mulia!” kasim Song segera menutup pintu kembali.

Sandiwara selesai, Long wang menarik diri dari atas Lian. Wajahnya masih pucat, meski kondisinya sedikit membaik tapi racun di jantungnya tetap bisa kambuh sewaktu-waktu. Lian melihat ekspresi wajah Long wang, pria itu tidak terlihat akan menindasnya.

Lian turun dari ranjang lalu membungkuk hormat. Setidaknya ini adalah tindakan yang benar dan harus dia lakukan di depan seorang raja.

“Tuan Long, apakah aku sudah boleh pergi?” tanyanya.

“Ke mana? Apa kamu masih ingin terjun dari tebing untuk kembali ke alam fana? Tahukah kamu karena menyelamatkanmu racun di tubuhku kambuh? Jika kamu mati, aku pemimpin dari empat alam akan disalahkan, aku harus menerima hukuman dan sambaran petir langit sebagai hukumannya. Dengan kondisi tubuhku yang sekarang tentu aku tidak akan bertahan lama, apakah kamu senang melihatku mati juga setelah kamu mati?” tanyanya tanpa jeda.

Lian tertawa dengan canggung. “Aku hanya ingin pergi untuk memeriksa pil di ruang farmasi, apakah pilnya sudah jadi atau belum. Jadi, kamu tidak ingin aku pergi memeriksanya? Baiklah, aku akan duduk di sini,” tanya Lian sambil menahan senyum di bibirnya. Lian membungkuk di depan Long wang untuk mengamati wajah Long wang dari dekat.

Long wang cemberut lalu mengibaskan tangannya, dia tidak jadi memarahi Lian.

“Pergilah-pergilah,” ujarnya pada Lian seperti seorang anak kecil yang sedang merajuk.

Lian tersenyum lebar lalu segera pergi meninggalkan kamar Long wang. Long wang merasa debaran di dadanya kembali bereaksi. Perasaan yang sama seperti saat Lian berada di kolam mandi. Benang merah di jari manisnya muncul dan ketika melihat ke mana ternyata terhubung dengan jari manis Lian. Long wang panik, dia segera berdiri dari ranjang dan mengejar Lian.

Untuknya Lian masih berada di dalam kamarnya dan belum sampai ke pintu. Long wang menarik tangannya dan menekan tubuh Lian di dinding dalam kamar. Kening Lian memancarkan sinar lalu muncul tanda merah yang menunjukkan bahwa wanita itu adalah seorang Dewi alam dewa.

Buku takdir Long wang mengatakan bahwa peri suci akan datang untuk menyelamatkan nyawanya tapi peri suci itu adalah satu-satunya Dewi yang akan dia cintai sepenuh hati.

Lian tidak mengerti apa yang sedang terjadi. “Tuan Long? Ke-kenapa kamu menangkapku? Bukankah kamu bilang padaku aku boleh pergi untuk memeriksa pil?” tanyanya bingung.

Long wang tidak ingin seorang pun tahu tentang jati diri Lian yang sebenarnya. Dia menggunakan sihir untuk menutupi tanda di kening Lian.

Seketika Lian langsung mengerti. Bibirnya bergetar dan dia tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya pada Long wang. “Tuan Long, apakah kamu sudah tahu kalau aku adalah peri suci yang ditakdirkan membawa jantung penawar racun?” tanyanya.

Long wang menatap kedua mata Lian dalam-dalam. “Ya,”

Lian menundukkan wajahnya dan dia menangis karena masa cemas dan takut kalau Long wang akan mengorek jantung Lian dari rongga dadanya sekarang.

“Apa-apa kamu ingin mengambil jantungku? Apa-apakah karena jantungku adalah penawar racun tanduk monster lalu kamu menyelamatkanku ketika aku ditangkap klan iblis di hutan?”

Long wang terdiam, dia bukan tidak bisa menjawab tapi dia enggan mengatakannya. Perasaan di dalam hatinya masih belum jelas, hubungannya dengan Lian juga sebatas pertemuan biasa yang tidak disengaja. Meski mereka pernah dekat dan Lian merawat racun di tubuhnya selama satu pekan penuh, tetap saja bagaimana mungkin Long wang bisa jatuh cinta dalam sehari satu malam?  

Long wang melepaskan Lian lalu memutar badan membelakanginya.

“Pergilah, jangan khawatir, aku tidak akan mengorek jantung orang lain hanya karena kondisiku yang sekarat, lagi pula jantung penawar racun monster hanya bisa digunakan jika aku dan pemilik jantung terhubung dalam ikatan pernikahan. Bukan hanya pernikahan biasa, melainkan pernikahan yang sungguh-sungguh tulus, bersedia dari dalam hati dan kandidatnya harus rela sepenuhnya melewati ujian hidup dan mati bersamaku, kamu bisa menerkanya sendiri dan kamu pasti tahu bagaimana perasaanmu padaku sekarang?” tanyanya seraya memutar badan untuk melihat reaksi Lian.

Lian menganggukkan kepalanya. Dia menyentuh dadanya sendiri, dalam hati dia merasa beruntung karena tidak terikat oleh apa pun dengan Long wang. Jadi jantung peri suci yang diteriakkan oleh klan iblis waktu itu menurutnya hanya omong-kosong belaka.

Long wang bisa melihat keraguan dalam ekspresi Lian.

Lian ragu pada dirinya sendiri apakah benar dirinya yang harus memberikan jantung penawar racun pada Long wang atau mungkin ada kandidat lain yang memiliki perasaan tulus terhadap Long wang serta bersedia menyerahkan jantungnya. Bukan hanya satu pihak tapi Long wang sendiri juga harus memiliki perasaan cinta sejati pada peri suci yang akan menyelamatkannya.

“Kenapa? Apa kamu masih takut?” tanya Long wang. “Lian, tidak hanya dirimu, begitu banyak peri di alam dewa dan alam lain, contohnya dirimu dari alam fana. Jadi jangan terlalu memikirkannya,” lanjut Long wang.

Lian masih merasa gugup. Dia enggan mengakui perasaannya sendiri. Awalnya dia hanya mengira bahwa Long wang yang sudah menyelamatkan nyawanya dari serangan klan iblis adalah manusia biasa, tapi tiba-tiba dia menemukan bahwa pria tampan yang dia selamatkan merupakan dewa naga yang menguasai empat alam, dewa naga yang diteriakkan oleh anggota klan iblis akan mengambil jantung suci miliknya sebagai penawar racun.

“Ya, Tuan Long benar, mungkin-mungkin saja akan ada peri lain yang datang, lagi pula bukan hanya aku peri di dunia ini,” Lian berjalan pergi meninggalkan ruangan.

Benang merah milik Lian yang terhubung dengan jari manis Long wang perlahan memudar.

 

 

 

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 14 Terjebak dalam kerumunan

    “Lian, aku benar-benar tidak peduli pada hal lain, selain dirimu,”Lian mengerutkan keningnya, debaran di dalam dadanya dia juga merasakan hal yang sama seperti yang Long wang rasakan. Tapi dia teringat dengan jantung peri di dalam tubuhnya, Lian segera mengajukan pertanyaan pada Long wang, “Apa kamu sedang mencoba merayuku? Agar aku jatuh cinta dan menyerahkan jantungku padamu?!” Lian bangun dari atasnya lalu bersiap pergi meninggalkan Long wang.“Lian, bukan seperti itu, maksudku....” Long wang mencoba menjelaskannya.“Yang-mulia, maafkan aku-” Lian pergi meninggalkannya sendiri.Long wang berdiri, menatap punggung Lian yang pergi menjauh. “Lian, aku sudah bilang padamu aku tidak peduli dengan hidup atau mati. Perasaanku padamu sungguh tidak biasa, aku tidak bisa kehilanganmu....”Lian masuk ke dalam kerumunan orang-orang di sekitar tenda. Lian berpikir bahwa dia telah dipermainkan, dia mengomel dan menolak kebenaran tentang perasaannya. Lian juga mengingkari bahwa Long wang memang

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 13 Layani aku saja

    “Berdirilah, tidak perlu bersikap terlalu formal,” balas Long wang. Long wang menatap Lian dan tidak mengalihkan perhatiannya sedikit pun.. Perasaannya yang hampa terasa hidup kembali ketika bertemu dengan Lian. Lian memilih mengabaikannya, dia tidak ingin mencuri perhatian banyak orang di sana. Lagi pula urusannya dengan Long wang juga sudah selesai ketika dia diizinkan untuk kembali ke alam fana. Lian mengabaikan perasaan di dalam hatinya, menolak semua hal yang akan membuatnya larut dan hanya memikirkan Long wang. Long wang melihat sikap acuh Lian, Lian bahkan tidak melihat ke arahnya dan malah sibuk mempersiapkan obat untuk penduduk desa.“Lian, bagaimana kondisiku menurutmu?” tanya Long wang seraya mengambil kursi dan duduk di dekat Lian.“Kondisi Anda sangat baik hari ini,” jawab Lian dengan sopan.Hati Long wang terasa getir dan pahit melihat cara Lian memperlakukannya. Long wang berdiri lalu menyentuh pergelangan tangan Lian. Long wang menggenggamnya erat dan tidak mau mel

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 12 Sangat cemburu

    Hui dibantu oleh beberapa pelayan mulai mengemas baju dan perlengkapan yang akan dibawa Rong’er.Hui sudah mengingatkan Rong’er bahwa alam fana sangat berbeda dengan alam lainnya. Di sana mereka juga tidak bisa dilayani seperti saat berada di alam dewa atau alam spiritual. Semuanya serba terbatas. Akan tetapi Rong’er tetap berkeras untuk ikut pergi. Rong er pernah mendengar Long wang terlibat dengan seorang peri kelas rendah hingga membuat kerajaan alam dewa terguncang. Tepatnya pada saat sebelum Rong’er dikirim ke kerajaan alam dewa. Karena masalah itu, Rong’er tidak ingin kalah. Rong’er memiliki ambisi di dalam hati untuk menjadi seorang ratu di alam dewa. Dia juga mendengar kabar bahwa peri kelas rendah itu adalah seorang tabib yang hebat dan mampu menekan racun monster di tubuh Long wang. Rasa ingin tahu di dalam hati Rong’er semakin menjadi-jadi. Bahkan dia mendengar dari pelayan istana alam dewa bahwa peri kelas rendah itu memiliki posisi penting di hati Long wang.“Hei, kamu!

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 11 Curiga

    Di kerajaan alam dewa, di kediaman Rong’er. Wanita itu mendengar kabar bahwa Long wang akan pergi ke dunia fana untuk memeriksakan kondisinya pada seorang tabib. Kasim Song’an sudah menjadwalkan perjalanan tersebut dan diikuti oleh beberapa prajurit. Guseng juga ditugaskan untuk ikut serta karena menjadi pengawal inti di sisi Long wang.Rong‘er merasa sangat marah mendengar kabar tersebut karena Long wang akan pergi tanpa mengajaknya. Rong’er menatap pelayan di sisinya.“Hui, coba tanyakan pada kasim Song, apakah aku bisa ikut pergi? statusku di sini adalah selir satu-satunya. Tidak mungkin Raja Long pergi tanpa ditemani olehku!” perintahnya dengan angkuh.Hui menganggukkan kepalanya dengan patuh. “Baik, Yang-mulia selir,” Hui segera pergi untuk mencari kasim Song. Ketika Hui tiba di ruang baca Long wang, di beranda luar ruang baca Hui melihat kasim Song sedang sibuk mencatat beberapa barang yang akan dibawa pergi ke alam fana. Semua orang di sana terlihat sangat sibuk jadi Hui tid

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 10 Lonceng ajaib

    ***Di lembah obat, Lian sedang meracik beberapa resep di dapur obat. Tabib Zaocheng menggenggam tongkat di tangannya, pria itu datang menemuinya. Dia melihat Lian bekerja seorang diri. “Lian, hari sudah sore kenapa tidak beristirahat?” tanya Zaochang pada Lian.Lian tidak menjawab, dia sedang sibuk menakar bahan dengan menggunakan timbangan khusus. Dia hanya melirik tabib Zaochang sekilas lalu tertawa kecil melihat ekspresi Zaochang yang kini tampak penasaran dengan obat yang Lian racik. “Obat apa ini? Kenapa tidak menuliskan gejalanya?” tanya Zaochang sambil menatap banyak botol di meja.“Pak Tua, ada banyak jenis obat, tidak perlu mencatat gejala penyakitnya, cukup catat jenis obatnya, kita semua di sini pasti tahu kegunaan masing-masing obat,” ujarnya.Lian memiliki ingatan bahwa pak tua yang dipanggil sebagai tabib Zaochang adalah pak tua yang pernah menyentuh batang pohon persik yang merupakan wujud asli dari Lian. Energi spiritual di tubuhnya berasal dari tubuh Zaochang. Dia

  • Legenda Permaisuri Langit   Bab 9 Pura-pura jatuh

    Long wang masih belum selesai, dia mendengar keributan di luar. Dengan tenang dia keluar dari dalam kolam lalu memakai kembali bajunya.Rong’er melihat punggung Long wang di balik tirai kolam mandi, dia berjalan mendekat dan tanpa ragu berniat memeluk pinggang Long wang dari belakang untuk merayunya. Akan tetapi niat tersebut ternyata gagal. Long wang yang sudah terbiasa bersikap waspada pada sekitar spontan menghindar ke samping dan Rong’er malah terpeleset hingga tercebur ke dalam kolam. “Yang-mulia!” serunya dari dalam kolam. Penampilannya berantakan dan baju bagus yang dia pakai menjadi basah semua.Long wang meliriknya dengan senyum licik di sudut bibirnya. Ini adalah hukuman untuk putri manja dan tidak tahu aturan sepertimu!“Oh, Putri Rong? Kapan kamu datang ke sini?” tanya Long wang, dia sengaja berpura-pura tidak tahu.“Aku datang karena ingin memberikan kejutan pada Yang-mulia, tapi malah terjatuh di dalam kolam!” keluhnya dengan wajah merajuk.Long wang mengulurkan tangan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status