Share

80

Penulis: DibacaAja
last update Tanggal publikasi: 2026-06-28 10:01:49

Macan – PART 1

Perhatikan baik-baik semuanya, ujar Shirakawa gugup sambil menggambar lingkaran oval besar di papan tulis.

Ia menambahkan lingkaran kecil di atasnya sebagai kepala, lalu empat garis lurus tebal sebagai kaki. Karena belum puas, ia menambahkan mata, mulut, dan hidung di dalam lingkaran kecil itu. Terakhir, ia bertepuk tangan dengan puas dan menatap para prajurit.

Ini adalah Orc! Kalian semua harus mengenali mereka dengan jelas, ini musuh kita! Mulai
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Legenda Tiga Pahlawan   104

    Air Mata Bahagia Putri Kadan "Nona Ning! Nona Ning!" seru Putri Kadan melangkah merangsek masuk ke dalam ruang tamu kediaman utama bagai tiupan angin tornado yang kencang. Rona wajahnya tampak memerah padam akibat dilingkupi oleh rasa gembira yang luar biasa. "Apakah kau sudah mendengar kabar berita terbaru yang sedang merebak luas di sepanjang jalanan kota saat ini?" "Sterling sudah resmi kembali pulang ke Ibu Kota hari ini! Dia sudah tiba!" "Seluruh lapisan masyarakat di pasar sedang sibuk memperbincangkan kepulangannya!" "Apa yang harus kita lakukan saat ini, Nona Ning? Dia akhirnya kembali pulang menemuiku!" seru Kadan dengan kalimat yang terdengar tidak teratur akibat menahan gejolak emosi di dalam dadanya. Namun, untaian kalimat bahagia di mulut Kadan mendadak terhenti seketika. Seluruh tubuhnya membeku di atas

  • Legenda Tiga Pahlawan   103

    Zi Chuan Xiu mulai membongkar tumpukan kertas di atas mejanya dalam waktu yang cukup lama. Akhirnya, ia berhasil menarik keluar dua lembar pucuk surat dari dalam saku bajunya. "Ini, ambil dan simpan baik-baik!" seru Zi Chuan Xiu menyerahkannya. Tubuh Sterling seketika bergetar hebat saat jemarinya menerima lembar surat yang ditulis oleh jemari Kadan. Dengan penuh rasa takzim dan rona wajah yang diselimuti oleh perasaan rindu yang mendalam, ia mengecup permukaan amplop surat tersebut dengan khidmat sebelum membukanya perlahan. Namun baru saja ia hendak membaca bait kalimat pertama, Sterling mendadak menghentikan aktivitasnya. Ia menangkap adanya gelagat tidak beres berupa bercak noda air yang membekas di atas permukaan kertas putih tersebut. Ia sangat mengenal tabiat buruk sahabatnya itu, lalu langsung me

  • Legenda Tiga Pahlawan   102

    Debat Jalur Politik "Maksud dari argumen Di Lin sebenarnya adalah mengenai martabat dan wibawa klan yang sudah resmi runtuh di mata dunia pasca-rentetan kekalahan taktis yang menimpa pasukan kita di perbatasan kemarin, termasuk skandal pembantaian di Pantai Chishui," jelas Zi Chuan Xiu. "Di Lin menilai jika kita mendadak menawarkan opsi damai di saat posisi militer kita belum berhasil meraih kemenangan mutlak di lapangan, maka Keluarga Zichuan hanya akan berakhir menjadi bahan olok-olok bagi klan saingan." Zi Chuan Xiu menghela napas, lalu melanjutkan penjelasannya mengenai peta politik Ibu Kota. "Rombongan bangsawan dari faksi Timur Jauh mendukung penuh opsi perang milik Di Lin demi menjaga wibawa status sosial mereka." "Sementara sebaliknya, kaum bangsawan dari wilayah domestik justru mendukung penuh opsi damai milik Luo Minghai agar perang bisa segera berakhir dan tekanan pemb

  • Legenda Tiga Pahlawan   101

    Kontrak Dagang Dua Sahabat Sepasang mata Zi Chuan Xiu seketika berbinar cerah demi mendengar volume pesanan komoditas yang begitu masif dari Sterling. "Tentu saja tidak ada masalah, Bos!" "Harga yang kutawarkan adalah sepuluh persen di atas harga dasar ransum militer klan, dengan syarat pembayaran uang muka sebesar dua puluh persen di awal kesepakatan," lanjut Zi Chuan Xiu kelancaran. "Proses pengiriman barang menuju titik lokasi yang kau tentukan akan diselesaikan dalam kurun waktu lima belas hari kerja, lengkap dengan klausul denda keterlambatan sebesar nol koma tiga persen dari total nilai kontrak untuk setiap hari penundaan." "Kau wajib melunasi seluruh sisa pembayaran dalam waktu sepuluh hari setelah barang tiba, atau akan dikenakan denda tambahan dengan besaran yang sama." "Nah, mengenai skema pengiriman logistiknya, kau lebih memilih menggunakan sistem

  • Legenda Tiga Pahlawan   100

    Markas Komersial Batalion Xiuzi Pada bulan Desember tahun 779 kalender klan, Sterling menerima surat panggilan resmi dari Dewan Tetua dan bergegas memacu kudanya kembali menuju Ibu Kota dari garis depan pertempuran Timur Jauh. Di tengah perjalanan, ia melewati area pangkalan pangkalan militer Batalion Xiuzi dan memutuskan untuk mampir sejenak guna menjenguk sahabat karibnya, Zi Chuan Xiu. Dua sahabat yang sudah lama terpisah oleh kobaran perang itu akhirnya kembali bersua di atas tanah Timur Jauh yang luluh lantak, menciptakan sebuah momentum pertemuan yang hangat. Selamat atas kekayaanmu, Bos Xiu! Kudengar bisnis barumu belakangan ini sedang menghasilkan banyak uang? seloroh Sterling membuka percakapan. Hehe, selamat datang juga untukmu, Jenderal Besar! Shirakawa, buru-buru buatkan dan sajikan teh hangat untuk Bos Sterling! Bagaimana dengan perkembangan bisnismu sendiri di depan sana? Apa kau juga ikut kecipratan untung? balas Zi Chua

  • Legenda Tiga Pahlawan   99

    Lumpuhnya Roda Pemerintahan Menyaksikan dua pejabat tertinggi klan, sang pimpinan sipil Luo Minghai dan Inspektur Jenderal Di Lin terlibat dalam aksi saling serang di meja hijau Dewan Tetua, seluruh jajaran pejabat di tingkat bawah langsung berbondong-bondong ikut memanfaatkan momentum untuk menggugat musuh politik mereka masing-masing ke gedung dewan. Setiap harinya, aula Dewan Tetua selalu dibanjiri oleh ribuan orang yang datang membawa berkas dokumen gugatan baru, memaksa para tetua bekerja lembur tanpa istirahat hingga beberapa di antara mereka terpaksa merangkap jabatan di belasan komite investigasi sekaligus akibat kekurangan personel. Dalam waktu singkat, atmosfer di dalam Ibu Kota berubah total menjadi lautan hukum di mana setiap orang saling menyandang status sebagai penggugat sekaligus terdakwa. Roda pertemanan antar pejabat bergeser, di mana kalimat sapaan harian mereka berubah menjadi pertanyaan mengenai apakah mereka sudah melun

  • Legenda Tiga Pahlawan   Bab 31

    Percakapan Pertama – PART 3 “Baiklah, rapat kita lanjutkan.” Suara Yang Minghua terdengar tenang, seolah pembunuhan barusan hanyalah gangguan kecil yang tidak layak dipermasalahkan. Tak seorang pun berani bersuara. Tatapan puas melintas

  • Legenda Tiga Pahlawan    Bab 28

    Pertemuan Pertama “Megah sekali…” Luo Jie menelan ludah sambil memandangi aula sidang utama Keluarga Zi Chuan dengan mata membelalak. Ini pertama kalinya ia menghadiri rapat resmi perwira tingkat Panji ke atas, dan pemandangan di depannya benar-benar membuatnya terpaku.

  • Legenda Tiga Pahlawan   Bab 25

    Duel Musim dingin yang menggigit menyelimuti tahun 779 Kalender Kekaisaran. Salju membeku di tanah Far East, sementara angin utara meraung seperti binatang buas di tengah malam. Namun justru di musim seperti itulah, situasi perang kembali berubah drastis. Pasukan Di

  • Legenda Tiga Pahlawan   Bab 24

    Pertemuan “Aku setuju.” Sterling menutup koran perlahan lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi. Ruangan mendadak hening. “Kenapa?” beberapa orang bertanya hampir bersamaan. Zi Chuan Xiu tersenyum tipis. Jemarinya mengetuk meja pel

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status