ANMELDENAku tidur dengan pimpinan perusahaan tanpa tahu bahwa pria itu bukanlah manusia biasa, melainkan seorang alpha dari klan werewolf terkuat. Seakan tidak cukup, aku kemudian mengandung keturunan dari malam panas itu.
Mehr anzeigenSebelum tubuh renta itu benar-benar kehilangan keseimbangan, Aldrick bergerak secepat kilat. Dalam sekejap, ia sudah berada di sisi sang nenek, menopang kedua bahunya dengan hati-hati agar wanita tua itu tidak terjatuh."Hati-hati, Nek," ucapnya pelan, tetap mempertahankan nada hormat meski sorot matanya dipenuhi kewaspadaan.Sang nenek sempat memejamkan mata, menarik napas panjang beberapa kali seolah berusaha meredakan guncangan yang mengguncang batinnya. Jemarinya yang keriput tanpa sadar mencengkeram lengan Aldrick cukup erat sebelum perlahan mengendur kembali."Terima kasih," bisiknya lirih, suaranya nyaris tak terdengar."Nenek!" Fay segera berlari menghampiri dengan kepanikan yang memuncak.Ia memegang kedua lengan neneknya, mencoba memberikan kekuatan yang ia miliki."Nenek nggak apa-apa? Tolong lihat Fay, Nek."Wanita tua itu menganggukkan kepala pelan."Tenang saja, Fay. Nenek nggak apa-apa," bisiknya lembut, berusaha menenangkan sang cucu meskipun suaranya masih terdenga
Fay langsung memutar tubuhnya sepenuhnya ke arah sang nenek dengan wajah yang masih dipenuhi kebingungan."Nek, bukankah itu—"Kalimatnya terputus.Belum sempat ia menyelesaikan pertanyaannya, wanita tua itu telah lebih dulu bangkit dari kursinya.Langkah kakinya terdengar tergesa, sebuah pemandangan yang sangat jarang terjadi pada sosok yang selama ini selalu tampak tenang.Tanpa mengatakan sepatah kata pun, beliau berjalan cepat menuju dapur.Kepergian sang nenek meninggalkan keheningan yang mencekam di dalam ruangan.Aaron masih berdiri di dekat pintu, seperti bayangan hitam yang megah. Begitu ia memutuskan membalik tubuhnya, tatapan matanya yang tajam mengikuti setiap pergerakan wanita tua itu dengan sorot mata yang sulit ditebak, dingin namun sarat akan misteri yang mendalam.Tak lama kemudian, sang nenek kembali. Di kedua tangannya tergenggam sebuah kotak perak tua yang sudah sangat dikenal oleh Fay.Kotak itu ... kotak yang menyimpan liontin batu giok hitam peninggalan Mbah
Seharusnya aku merasa bahagia, bukan?Bukankah selama ini aku memang ingin selalu berada di dekat Aaron? Bukankah itu yang diam-diam kuharapkan? Namun anehnya, kata setuju seolah tersangkut di tenggorokanku.Pandanganku perlahan beralih dari Aaron, mengitari sudut demi sudut ruangan ini, lalu berakhir pada sosok nenek. Rumah kayu yang sederhana ini, halaman depan yang selalu beliau rawat dengan penuh kasih setiap pagi, dapur kecil tempat beliau memasak sup hangat kesukaanku, dan kenyataan bahwa wanita tua ini telah menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam kesendirian.Hatiku mendadak terasa sedih dan hancur, seperti dihantam godam besar. Bagaimanapun juga, aku tidak bisa membohongi nuraniku.Bagaimana mungkin aku bisa pergi begitu saja mengejar kebahagiaanku sendiri dan meninggalkan nenek di sini? Siapa yang akan menemaninya berbicara di malam hari? Siapa yang akan memastikan beliau baik-baik saja dan tidak kedinginan ketika hujan turun deras seperti sekarang?Nenek memang sudah
Suasana yang tadi sempat mencair kembali berubah tenang.Nenek memperbaiki posisi duduknya, menatap Aaron dengan saksama."Langkah awal apa yang kamu maksud, Aaron?" tanya wanita tua itu dengan suara pelan namun tegas. "Apakah ini berkaitan dengan musuhmu, atau ada hal lain yang sedang kamu rencanakan?"Aaron tidak langsung menjawab. Pria itu terdiam cukup lama, seolah sedang memilih kata-kata yang paling tepat.Tatapannya perlahan meninggalkan nenek sebelum akhirnya mengunci seluruh perhatiannya kepadaku."Aku ingin membawa Fay tinggal bersamaku," ucap Aaron, memecah kesunyian dengan suara baritonnya yang mantap.Detik itu juga, jantungku rasanya berhenti berdetak."Apa?" tanyaku berbisik, nyaris tidak percaya dengan apa yang baru saja kudengar."Aku mengatakannya bukan karena keinginan pribadi semata." Nada suaranya tetap tenang, tetapi kali ini jauh lebih berat dan sarat akan penekanan. "Salah satu musuhku sudah mulai bertindak semakin nekat. Dia bergerak di luar batas, dan targ
Keheningan di dalam ruang kerja itu terasa begitu mencekik. Pertanyaan Jessi menggantung di udara, menjadi cerminan dari jurang kehancuran yang kini terbentang tepat di depan kaki mereka.Jessi masih duduk membeku di sofa. Pikirannya kacau. Dadanya terasa sesak hingga sulit bernapas.Semua yang sel
Mesin jet menderu halus, memotong lapisan awan tebal dan meninggalkan wilayah pegunungan kabut Aldhen di belakang mereka. Di dalam kabin yang senyap, Aaron langsung mengambil posisi di kursi tepat di sebelah Fay. Tak sedetik pun tangan kekar Aaron melepaskan jemari Fay. Ia menggenggamnya erat, ibu
Setelah gerbang utama Benteng Batu menghilang di balik kabut pegunungan, rombongan Aaron terus bergerak menjauh dari wilayah Aldhen.Angin pegunungan berembus semakin kencang, membawa aroma tanah basah dan dingin yang menusuk tulang. Namun, di dalam barisan pasukan klan dominan, ketegangan yang seb
"Apa? Tidak, itu tidak mungkin!" Bisikan tidak percaya itu lolos begitu saja dari sela-sela bibir Stanley yang mendadak kering.Marcus hanya mengangkat bahu sekilas, menikmati pemandangan kehancuran di wajah pria di depannya.Stanley mundur setengah langkah, merasa seolah-olah ada batu besar yang






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rezensionen