로그인"Tu es peut-être le père de Ninite, mais tu ne le mérites pas. Tu m'as prise de force, et ta vie criminelle lui fera toujours du mal. Tu devrais disparaître de nos vies." "Disparaître?" "Oui, si tu aimes vraiment Ninite, tu devrais disparaître" Min-Ho a juste souri. «Ninite est la chose la plus précieuse que j'ai dans ma vie de merde. Je ne m'éloignerai jamais de lui. » Son sourire s'élargit. « Et de toi non plus. Je l'ai déjà dit la première fois... Une fois à l'intérieur, tu es à moi pour toujours." ----------------------------- Bella est une jeune femme innocente qui a grandi dans une famille avec des valeurs strictes. Elle a une profonde haine envers les gangs et leurs membres. Ses parents biologiques sont morts à cause d'un chef mafieux et son meilleur ami a été tué dans une guerre entre gangs rivaux. Depuis ces horribles événements, elle éprouve pour eux un immense mépris et du dégoût car pour elle, ce ne sont que des ordures. Mais après une aventure d'un soir, qu'elle croit être un viol, elle tombe enceinte. Paniquée, elle s'enfuit mais découvre vite que le père de son fils est un mafieux, le plus impitoyable qui soit, et ce dernier a décidé qu'elle lui appartenait comme son épouse et la mère de son fils. Il ne la laissera jamais le quitter ni s'éloigner de lui. Elle est désormais liée à lui bon gré mal gré, et ce pour le meilleur et le pire. Face aux nombreux dangers qui l'attendent en étant avec cet homme, Bella sera-t-elle capable d'y faire face pour le bien de son fils ? Son cœur sera-t-il prêt à pardonner et à accepter cet homme au caractère si difficile et au regard si cruel et possessif ?
더 보기Di sebuah kamar hotel,
Amala Knight merasa tubuhnya seperti terbakar. Dia tidak tahu apa yang terjadi. Saat ini bahkan dia tidak bisa mengontrol pikirannya dengan baik. Hanya rasa panas yang menjalar di sekujur tubuhnya yang bisa ia rasakan sekarang.Dia kelimpungan.Lalu dia melihat ada seorang pria yang tidak dikenalnya duduk di sampingnya sambil menatap dirinya. Saat ini Amala bergerak hingga tidak sengaja jarinya menyentuh tangan pria itu, dan kulit pria itu terasa dingin. Dia terkejut ketika mendapati jika suhu badannya sangat panas.Tubuhnya panas? Ini entah dimana, dan pria itu siapa?Amala mulai sadar jika ini pasti ada sebuah kesalahan, dia kemudian bangun dan ingin segera berlari dari tempat ini. Tetapi pria itu tiba-tiba menarik tubuhnya dan tidak memberinya kesempatan untuk dia mundur sedikitpun. Amala akhirnya kalah dan menyerah dibawah serangan kuat pria itu.Malam yang penuh kegilaan berlangsung begitu saja tanpa bisa dicegah.Pagi berikutnya.Sinar matahari yang hangat masuk ke dalam celah jendela kamar itu. Pakaian Amala berserakan di lantai dan udara di kamar itu masih menyisakan sisa kejadian tadi malam.Amala masih tertidur lelap di bawah selimut. Wajahnya yang cantik dengan kulit yang halus seputih salju. Ada beberapa tanda merah bekas sisa tadi malam yang tertinggal di bagian leher dan dadanya.Amala yang masih tenggelam dalam mimpinya lalu terbangun karena suara pintu yang terbuka. Amala membuka matanya perlahan. Khale, pria yang satu bulan lagi akan menikahinya itu, sudah berdiri di ambang pintu. Sementara Sabrina sang calon ibu mertua sekaligus ibu angkatnya dan Nathalie sahabatnya sudah berdiri di samping Khale.Mereka menatap Amala dengan wajah terkejut.Amala sendiri tidak kalah terkejutnya. Lalu dengan setengah kesadaran dia bangun dan melihat sekeliling. Pikirannya langsung kosong saat dia menyadari jika ini bukanlah kamarnya. Lalu sekarang dia dimana? Dia kemudian menoleh pada Khale dan bertanya, "Khale, ini dimana? Kenapa aku berada disini?"Khale menarik ujung bibirnya dengan sinis, "Kamu bertanya padaku dimana tempat ini? Aku yang seharusnya bertanya padamu Amala Knight, pria mana yang sudah kamu ajak bermain gila?"Amala penuh kebingungan, dengan hati-hati kemudian dia berusaha untuk mengingat semua kejadian tadi malam. Tapi dia tidak bisa mengingat apapun.Hanya, sebelum malam kejadian ini, kemarin dia memang pergi dan minum kopi bersama Nathalie di sebuah Cafe.Saat Amala tengah merenung,Sabrina berbicara pada Nathalie yang berdiri di sampingnya. "Nathalie, sebulan lagi dia akan menikah dengan putraku, tapi dia malah bermain gila seperti ini. Bisakah kamu membantu bibi untuk mengambil bukti kegilaan putri terhormat keluarga Knight ini?"Amala membeku mendengar ucapan calon ibu mertua sekaligus ibu angkatnya itu.Amala tidak ingin putus asa, dia mencoba untuk memberi penjelasan pada Khale, tetapi Sabrina sudah menarik tubuhnya dari bawah selimut.Mereka menemukan dada dan lehernya penuh bekas cupangan.Melihat keadaan tubuh Amala seperti itu, Nathalie cepat bertindak. Dia segera mengambil begitu banyak foto dan rekaman tubuh Amala."Sepertinya kamu sangat menikmatinya tadi malam ya Amala. Wah, wah, wah... Aku tidak menyangka jika putri keluarga Knight yang sangat dihormati ini, bertingkah sama seperti jalang!""Tidak! Ini tidak seperti yang kalian pikirkan!" Amala tersadar, kemudian menyambar selimut.'Apa yang terjadi?'Dia kembali linglung, kemudian menunduk untuk mengintip bagian tubuhnya yang dipenuhi tanda kecupan. Tanda tanda itu mengingatkan beberapa adegan tadi malam. Tetapi dia tidak bisa mengingat, dengan siapa dia semalam? Siapa pria itu?Amala mengangkat kepalanya, ingin menjelaskan kepada Khale. Tapi dia melihat wajah pria itu begitu marah dan sangat menakutkan. Mata Khale menatapnya dengan dingin seolah-olah dia ingin memakannya hidup-hidup."Satu bulan lagi Amala! Satu bulan lagi kita akan menikah! Kenapa tega melakukan ini padaku? Setelah ini, kita putus! Tidak ada lagi hubungan diantara kita!" Setelah mengatakan itu, Khale pergi meninggalkan ruangan tanpa memperdulikan apapun lagi.Wajah Amala memucat seketika.'Tidak! Aku tidak bisa kehilangan Khale!'"Khal.. Dengarkan aku. Ini semua tidak seperti yang kamu lihat. Aku tidak tahu apa yang terjadi!" Amala sempat berdiri, ingin menyusul Khale, tetapi ibu Khale menghalanginya dan mendorongnya hingga jatuh ke lantai lalu menatapnya penuh jijik."Berhenti Amala! Kamu sangat mengecewakan kami! Beginikah caramu membalas kasih sayang dan perhatian kami? Selama ini kami memberimu banyak kasih sayang, bahkan merestui hubunganmu dengan putraku dengan sangat senang. Tapi apa yang kamu lakukan?""Tidak, aku tidak seperti itu. Aku juga tidak..," Amala masih ingin berusaha menjelaskan."Berhenti membela diri! Meskipun jika Khale berhati lembut dan masih bersedia bersamamu, aku tidak bisa menerimamu! Cepat tinggalkan putraku. Keluarga Anderson kami tidak akan sudi menerima wanita murahan seperti kamu! Itu sangat menjijikan! Ayo Nathalie, kita pergi!" Sabrina dan Nathalie meninggalkan ruangan setelah berkata demikian.Amala duduk tercengang di lantai, tapi dia tidak bisa menjelaskan apapun bahkan untuk dirinya sendiri.Sementara itu, di depan hotel itu.Khale masih duduk di dalam mobilnya. Dia belum pergi dari hotel dimana dia memergoki perselingkuhan Amala tadi.Pikirannya melayang kemana-mana. Dia tidak pernah menyangka jika Amala, gadis yang ia puja dan cintai sejak dulu itu telah mengkhianatinya. Pikiran Khale sungguh kacau. Bayangan Amala bercinta dengan pria lain dan bekas tanda merah di tubuh Amala tadi memenuhi otaknya. Dia mengepalkan tangannya kuat-kuat. "Kenapa mengkhianatiku? Apa karena aku tidak sekaya orang lain?" Khale berteriak, memukul stir mobil di depannya.Khale masih mengingat, betapa dia mencintai Amala, begitu juga sebaliknya. Bahkan ketika mereka sama sama remaja dulu. Khale berjanji akan menikahi Amala setelah mereka dewasa nanti.Lalu mereka bertunangan atas restu keluarga Anderson, orang tua Khale.Amala adalah dari keluarga Knight yang kaya raya. Pemilik perusahaan berlian yang lumayan besar. Orangtuanya meninggal karena sebuah kecelakaan sepuluh tahun yang lalu. Ayah Khale adalah sekretaris perusahaan Kngiht, yang mendampingi mendiang ayah Amala. Mereka juga bersahabat. Sejak kematian kedua orang tua Amala, dia diadopsi oleh keluarga Anderson ini. Mereka pun tinggal di rumah keluarga Knight dan memberi kasih sayang kepada Amala dengan baik. Khale tidak pernah menyangka jika Amala akan menghancurkan mimpinya dalam sekejap.Saat ini, Sabrina sudah pulang duluan dengan membawa banyak foto dan rekaman Amala. Sementara Nathalie menghampiri Khale. Dia masuk dan duduk di samping Khale tanpa disuruh."Khal, maafkan aku. Aku tidak bermaksud membuatku patah hati seperti ini." Nathalie bersuara dengan lembut, sambil menepuk nepuk halus punggung telapak tangan Khale.Pria itu menoleh, dengan kedua mata yang masih memerah."Nathalie, aku tidak apa-apa. Terima kasih. Jika kamu tidak memberitahuku, aku tidak akan pernah tahu bagaimana aslinya Amala.""Tidak apa-apa. Aku melakukan ini semua demi Bibi Sabrina. Dia terus mengeluh padaku. Karena dia ingin yang terbaik untuk putranya, dan menurutnya Amala bukanlah wanita baik-baik."Khale menarik nafas berat.Beberapa kali, ibunya mengatakan tentang sikap buruk Amala. Tetapi karena cintanya pada Amala terlalu besar, Khale tidak pernah percaya. Hingga pada hari ini, saat Nathalie memberitahunya. Sabrina memaksa Khale untuk ikut, agar bisa memergoki sendiri bagaimana perbuatan Amala di belakangnya.“Tu aurais dû nous en parler… As-tu cru que nous étions de tels monstres ? Capables de sacrifier ton bonheur par vengeance ou avidité ?” Jukyung a hurlé alors que Minho, le visage vide et non enclin à écouter les sermons de son père, organisait l'attaque sur Thorns. Il n'avait pas le temps pour ça.“Je ne suis pas un gamin qui viendra toujours dire à ses parents tout ce qui se passe de nouveau dans sa vie. De plus, il était tout à fait normal que je garde des réserves sur la situation…”Minho a pointé Titania qui avait le visage baissé, les mains croisées et la mine grave. Jukyung comprenait, c'est l'homme derrière la mort de ses parents et de son frère, ce même homme qui l'a vendu à un bordel. Peu importe les circonstances, Titania est incapable de pardonner à Andreas, même après avoir tué Alma aussi froidement.Le ressentiment demeure.Minho a détourné le regard, décidant d'être direct.“Je vais récupérer ma famille, mais sachez que je serai impitoyable avec quiconque essayera de fa
Bella s'est réveillée un peu lourde. Du plus loin qu'elle se souvienne, elle était avec son oncle, attendant Minho, Ninite et les autres. Mais là, elle est dans une immense chambre de… princesse ? Elle s'est levée brusquement, la légère migraine qui la dérangeait venant s'accentuer. Mais cela ne l'a pas empêché de courir dans tous les sens pour comprendre ce qui lui est arrivé.Mais avant de pouvoir se questionner longtemps, la porte de sa chambre s'est ouverte avec deux jeunes femmes qui avaient l'air de servantes. Elles ont approchée, alors que Bella se mettait en garde. Elles étaient très grandes de taille, des corps élancés et particulièrement bien agencés pour le combat. Elles étaient également très belles comme des mannequins. Bella a fait un pas en arrière mais grande a été sa surprise quand les deux femmes se sont inclinées devant elle avec respect, presque une forme de soumission “Princesse Isabella, permettez-nous de vous préparer, maître Yelsky vous attend dans la cour…”
Min-Ho portant Ninite, Leïla et les garçons sont sortis aux aurores alors que Jukyung, regardant derrière les rideaux d'une fenêtre les observait. Il ne savait pas ce que son fils avait en tête mais une chose est sûre, Minho par ces actions leur indiquait que ce qu'il faisait ne les regardait pas.Ils avaient été étranges depuis des semaines, même quand il les appelait pour prendre des nouvelles, ils semblaient lui cacher quelque chose.Il a soupiré avant de refermer les rideaux, il crève de curiosité, mais Minho est un adulte et il est le futur jefe tant des Red Dragons que de la Familia. Il n'a pas le droit de le suivre ou de questionner ses faits et gestes. Ça rebuterait son fils qui risque de se braquer et il connaît très bien son capricieux garçon, s'il est vexé, ce sale gosse peut prendre une décision qui ne lui fera pas plaisir.Il a soupiré, mais il avait toujours un malaise en lui alors il a appelé Snake, même si Minho s'énerve, il le fait en tant que père inquiet. Il est cer
Yuri Petrov est un homme logique, cela a toujours été sa ligne de conduite. Même dans les bas fonds de St Petersbourg, il faisait de son mieux pour inculquer à sa sœur cadette certaines réalités car elle avait la tête dans les nuages.Arielle rêvait d'être star alors que lui voulait juste avoir de quoi manger et un toit tous les jours. Alors il travaillait, comme livreur de journaux, dans des chantiers, souvent pour des personnes peu recommandables mais il fallait que sa sœur puisse ne manquer de rien.Alors il a travaillé, jusqu'à ce que, enfin, Arielle lance sa carrière. Ça été facile, elle était non seulement magnifique mais elle avait un talent indéniable. Alors en tant que son manager, il a tout fait pour lui permettre de briller autant qu'elle le souhaitait.Elle a eu des contrats, son nom résonnant dans tous les coins d'Europe, elle était devenue l'étoile qu'elle avait toujours souhaité et il en était fier… cela lui a ouvert tellement de portes, des bonnes et des moins bonnes:
Min-Ho a levé le visage pour contempler son reflet dans le miroir, à quoi bon tergiverser sur la meilleure nuit qu'il ait passé dans sa vie hormis les combats ? Quand il s'en rappelle, il ne peut qu'en ressentir de l'excitation et de la satisfaction.Il avait toujours pensé qu'à force de ne couch
Bella ne comprend pas ce qui a pu se passer.Elle était avec sa sœur, elle a bu ce cocktail curieusement sucré et maintenant, elle est dans cette chambre et sait exactement ce qui s'est passé. Sa mère va la tuer. Elle a perdu sa virginité avec un étranger et elle ne sait même pas s'il a pris ses
" Herminia, si les parents le découvrent, ils vont être très en colère", une jeune fille d'environ 18 ans a parlé alors qu'elle se faisait entraîner dans les rues de la ville par sa sœur. Elles sont habillées de manière assez légère et la jeune fille entend les hommes siffler à leur passage." Arrê
L'avion vient à peine de décoller et déjà Min-Ho s'occupe de ses affaires. Pour tous ceux présents dans l'avion et qui ont dû accompagner ce type dans cette mission, l'air était devenu vraiment lourd.L'aura de ce type pourrait écraser une personne et ce n'est pas son regard glacial qui dirait le c
Bienvenue dans Goodnovel monde de fiction. Si vous aimez ce roman, ou si vous êtes un idéaliste espérant explorer un monde parfait, et que vous souhaitez également devenir un auteur de roman original en ligne pour augmenter vos revenus, vous pouvez rejoindre notre famille pour lire ou créer différents types de livres, tels que le roman d'amour, la lecture épique, le roman de loup-garou, le roman fantastique, le roman historique et ainsi de suite. Si vous êtes un lecteur, vous pouvez choisir des romans de haute qualité ici. Si vous êtes un auteur, vous pouvez obtenir plus d'inspiration des autres pour créer des œuvres plus brillantes. De plus, vos œuvres sur notre plateforme attireront plus d'attention et gagneront plus d'adimiration des lecteurs.