LOGIN"Three rules: Don't talk to me, Don't touch me, Stay out of my business." Hearing that from her supposed husband on their wedding night, Sasha White or rather Sasha Brown had to question herself about the meaning of marriage. Being married to the handsome billionaire, Michael Brown, Sasha couldn't explain her joy course as fate will have it, she had been crushing on him since their school days but couldn't pursue him due to the fact that it was know the whole school, that he is gay. ------------------------ Contains two books in the series.
View MoreâAh âŠ.â Lenguhan dan desahan bergema di ruangan hotel itu.
Cahaya remang dari lampu tidur yang menyala memperlihatkan samar siluet dua orang yang tengah saling memagut satu sama lain.
Namun, detik sang pria ingin menyatukan dirinya dengan wanita dalam pelukan, satu desisan terlepas dari bibir wanita tersebut.
"Kamu masih perawan?" tanya Ryuga yang mengerutkan kening saat melihat gadis di bawah kungkungannya meringis kesakitan, tepat begitu dia berusaha membobol mahkotanya.
Claudia mencengkeram punggung Ryuga kuat-kuat. âTerobos aja, Pak,â tukasnya cepat.
Satu tangan Claudia merangkul tengkuk Ryuga, berusaha mengalihkan perhatian pria itu dengan bibirnya. Namun, Ryuga menolak.
"Jawab pertanyaan saya," tegasnya.
Ditatap seperti itu, Claudia menggigit bibir. Frustrasi karena hasratnya terpaksa ditahan. "Ya menurut Bapak?!" balasnya ketus, ingin agar pria di atasnya ini cepat melanjutkan aksinya lagi.
Namun, tidak disangka, Ryuga malah menghela napas dan menjauhkan diri darinya. "Saya nggak bisa lanjut." Suara Ryuga kembali mengudara di tengah hawa panas yang menyelimuti keduanya.
"Loh, kenapa?!" rengek Claudia. âKan sudah sesuai perjanjian!â
Untuk melupakan rasa sakit hatinya karena ditinggal bertunangan oleh sang pujaan hati, Claudia memesan seorang pria dari muncikari yang direkomendasikan temannya.
Pria dewasa dengan proporsi tubuhnya bagus, tidak kelebihan otot dan juga wajah yang menawan, itu ciri-ciri yang Claudia berikan sehingga dirinya berujung mendapatkan Ryuga, pria yang membuat Claudia merasa telah mendapatkan jackpot lantaran gigolo yang dia pesan ternyata bisa begitu memesona.
Akan tetapi, karena dia perawan, Ryuga malah mengurungkan niatnya?! Transaksi macam apa ini!? Claudia sudah mengeluarkan uang, masa batal!?
Ryuga menautkan alis mendengar ucapan Claudia, entah karena bingung atau tidak setuju dengan kalimat gadis itu. Namun, kalimat yang tidak mampu Claudia percaya terlontar dari bibir Ryuga.
"Kamu harus lakukan itu dengan seseorang yang kamu suka,â ujar pria tersebut seraya turun dari tempat tidur dan meraih jubah mandi di dekatnya. Otot perutnya yang menggoda masih dipertontonkan.
Mendengar kalimat Ryuga membuat Claudia mematung. Gigolo macam apa Ryuga ini?! Kok bisa menolak dan malah menyarankan kliennya untuk melakukan yang pertama kali dengan orang yang mereka suka?!
Ya, kalau misalkan bisa bersama dengan orang yang Claudia suka, dia juga tidak akan ada di tempat ini!
Kepalang tanggung karena hasrat sudah di ubun-ubun, Claudia memutuskan untuk membalas, "Saya sukanya Pak Ryuga!â
Sontak, Ryuga membeku. Ekspresi pria itu memang datar, tapi pancaran matanya memancarkan keterkejutan seiring dirinya perlahan menoleh untuk menatap mata Claudia.
Wajah Ryuga tampak kesulitan, tapi setelah beberapa saat, pria itu kembali membuang wajah. âTapi saya nggak suka kamu,â ucapnya, sukses membuat Claudia terbelalak. âKamu amatir.â
"Pak, jahat banget sih mulutnya!" protes Claudia, merasa tersinggung.
Memang dia tidak seksi dan berisi seperti wanita-wanita lain di bar malam itu, tapi Claudia cukup pede dengan parasnya. Walau Claudia tidak selalu percaya, tapi banyak orang yang memuji kecantikannya, membuatnya yakin kalau paling tidak penampilannya masih berada di garis rata-rata!
Dengan mata yang mulai berkaca-kaca karena tersinggung, Claudia merengut selagi menatap Ryuga. Pria itu pun menyadari hal tersebut dan berujung kembali menghela napas.
"Saya minta maaf, tapi saya bener-bener nggak bisa," ucap Ryuga.
"Kenapa?! Saya berkenan, Bapak juga. Saya mau, Bapak juga mau. Jadi harusnyaââ
"Kamu takut,â potong Ryuga membuat Claudia terdiam. Pria itu menoleh saat selesai berpakaian dan menatap mata Claudia lurus. âSaya bisa lihat itu di mata kamu."
Mendengarnya, Claudia tersedak air ludahnya sendiri. Apa ⊠sungguh sejelas itu?
Memang, sejujurnya Claudia takut karena ini pertama kali baginya. Bukan hanya itu, dari awal dirinya juga tak pernah senakal itu apabila berpacaran. Paling mentok juga berpegangan tangan dan berpelukan, sisanya tidak pernah karena nyalinya begitu kecil.
Namun, karena patah hati yang begitu besar, malam ini Claudia memutuskan untuk nekat.
"Apa alasan kamu ingin tidur dengan saya?" tanya Ryuga lagi. âPenasaran? Ingin mencoba? Atau ⊠karena ingin menjadikan malam ini pelampiasan?â
Claudia kaget. Tidak menyangka isi hatinya terbaca jelas oleh pria di hadapannya. Berusaha menghindari tatapan Ryuga yang tajam dan menusuk itu, Claudia pun menundukkan kepala, sedikit malu dan merasa bersalah.
Tahu tebakan terakhirnya benar, Ryuga berucap, âSaya nggak bersedia dijadikan pelampiasan.â
Ucapan Ryuga membuat Claudia mengepalkan tangannya. Dia sudah membayar sang muncikari, masa ditinggal tanggung begini!?
"Bener nih, Pak?" Claudia masih berharap, tapi Ryuga menganggukkan kepalanya mantap.
Keputusan Ryuga memang menyebalkan. Akan tetapi, pun dia seorang gigolo, Ryuga tetap manusia. Dia boleh punya pilihan.
Memikirkan itu, Claudia pun menghela napas kasar dan berkata, âKalau begitu, saya minta yang lain saja.â
Mendengar tersebut, Ryuga yang baru saja ingin mengenakan jasnya mendadak membeku di tempat. âApa?â Dia menatap gadis itu dengan wajah tidak percaya.
Claudia mengedikkan bahunya. âYa, kalau Pak Ryuga nggak mau, saya cari pria lain. Rugi dong kalau kadung nanggung begini.â
Namanya sudah bayar, masa mau minta balik uangnya. Mana mungkin si muncikari mau!?
Baru saja Claudia membuka hapenya untuk menyalakan internet dan mengirim pesan kepada si muncikari, tangannya langsung dicekal oleh Ryuga. âKamu akan mencari pria lain kalau saya menolak?â tanya pria itu.
Claudia mengerjapkan mata, tapi dia menjawab, âIya.â
Ada kilatan aneh di mata Ryuga seiring dirinya berkata, âApa kamu gila? Sebegitu nekatnya kamu sampai sama sekali tidak memedulikan harga dirimu?â
Alis Claudia tertaut, dia rasanya ingin marah. Apa hak Ryuga membicarakan harga diri dengannya?!
Baru saja ingin menyemprot pria itu, mendadak ponsel Claudia bergetar. Itu telepon dari âMamiâ, panggilan untuk sang muncikari.
Melihat hal itu, Ryuga gegas melepaskan tangan Claudia. Mungkin baru sadar dia tidak ada hak menahan gadis tersebut.
âSaya ke kamar mandi dulu ⊠kalau memang kamu mau lanjut, kita lanjutkan setelah kamu selesaikan panggilan itu!â Usai mengatakan hal tersebut, Ryuga langsung masuk ke kamar mandi.
Mendengar hal itu, Claudia tersenyum penuh kemenangan. Dia pun mengangkat panggilan.
âHalo?â sapa Claudia.
âBu Claudia! Akhirnya, terhubung juga panggilannya! Ibu dari tadi ke mana?! Saya telepon berkali-kali!â tegur si mami dengan agak panik, membuat Claudia menautkan alis. Belum sempat dibalas, si mami melanjutkan, âIni anak Mami nungguin dari tadi!â
Claudia mengerutkan kening. âLoh, ini anaknya udah sama saya.â Ryuga saja ada di dalam kamar mandi.
âHah? Nggak, Bu Claudia. Ini anak Mami aja udah dua jam nungguin Ibu di depan bar!â
Informasi dari si muncikari membuat Claudia membeku. Dia perlahan menatap ke arah pintu kamar mandi, lalu berkata dengan agak bergetar, âNama anak Mami ⊠Ryuga, âkan?â
âRyuga? Siapa itu? Anak Mami yang buat Bu Claudia namanya Evan!â
Balasan sang muncikari membuat dunia Claudia serasa berhenti. Jadi, dia salah orang!? Lalu, siapa Ryuga yang ada di dalam kamar mandi kalau bukan gigolo yang dia pesan?!
**
âI donât get it, what would it take you to tell her how you feel?â Sapphire asked the man beside her, staring at the windscreen of his eighteenth birthday car at the young girl with dark brown hair and beautiful hazel eyes. A girl she had known all of her life and has known that her brother was crushing on big time but will never tell her.âI donât know what you are talking about,â Christopher answered, tearing his gaze away from the girl even though it was so hard to do.Sapphire sighed, shaking her head softly, âthis thing they say, like father like son, I think itâs true.âChristopher groaned tiredly, âplease donât start with your lectures about dad and mom relationship, please.ââI only use it because it the truth, I mean, look at you, you have been in love with Cindy for as long as I can remember, but tell her? Hell no,â she shook her head again.âI donât love her.ââYeah, keep lying to yourself,â she folded her arms on her chest, âitâs your birthday tomorrow, if you want, I can
âHappy Anniversary,â Michael whispered to Sasha in the ear and she turned to him, staring at the small box he was handing her.âWhat is this?â she asked with a smile, taking the box from him.âOpen it, who else asks what was given to them for anniversary?â Michael rolled his eyes, then kissed her forehead.Sasha chuckled and opened the box, she was surprised to see a key and she looked up at him with a raised eyebrow, âI donât understand.ââLetâs go,â he smiled and grabbed her hand, leading her out of the house.âWhere to?â Sasha asked, getting into the car.âTo see your anniversary present, duh,â he laughed softly, getting into the car.They drove for twenty minutes and seeing the neighborhood they were driving through, Sasha frowned. âAre we going over to your parentsâ house?âMichael chuckled but said nothing. Another ten minutes drive, they pulled in front of a massive gate. Michael glanced at Sasha and she raised her eyebrow at him. He smiled and turned to the windscreen, in seco
âHappy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday dear Christopher, happy birthday to you,â Everyone chanted as Sasha walked out pushing a cart with a big creamy cake with seven lit candles.Chris was all smiles and Sasha noted that she hadnât seen him smile so much since they left home over two months ago. And deep inside, she knew the reason and she was happy that she and Michael were able to sort their differences before his birthday came and in a way, she was able to keep her promise of celebrating his birthday as a one big family without compromising anything, nothing could make her any happier.âAlright Chris, make a wish,â Vanessa said and Chris gingerly walked over to the table that holds his big cake, closing his eyes, he blew out the candles.âWhat did you wish for?â Sasha asked with a smile, ruffling his hair.âI didnât make a wish,â Chris replied.Everyone frowned at that, âwhy is that?â Michael asked.âI sent an appreciation prayer,â Chris replied facing every
Two weeks gone by, Sasha knew she has no grievances against Michael anymore, if even asked, she just wants them to be a family again but for some reason, she didnât want to bring it up and was prepared to wait for him to do so. Her phoneâs ringtone disrupted her thinking and she picked it from her desk, seeing the caller, she smiled and answered the call.âSasha, how are you?â her voice drifted out from the phone.âIâm okay, Sharon and you?â Sasha asked.âIâm good. Are you in your office?ââYes, why?ââIâm close by; you think we can grab lunch together?ââDefinitely.ââOkay, I will wait for you at the restaurant.ââI will be there in five,â she answered and hung up the call. She closed the file she was supposed to be working on but instead was thinking about Michael and the time they spent in Paris. She grabbed her handbag and was out of the office in no time, bumping into Agatha. âSorry,â she grinned, âwhatâs up?âAgatha glared at her while rubbing her nose, âI know you want to meet






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
Ratings
reviewsMore