Home / Romansa / Love To The End / 12. Mungkin Kita Bisa Berteman Lagi

Share

12. Mungkin Kita Bisa Berteman Lagi

Author: Dera Tresna
last update Huling Na-update: 2024-06-13 00:25:38

“Alvaro saat ini sedang sibuk dengan peternakannya,” celetuk Britne mengalihkan pembicaraan tentang Cedric. Dia tidak ingin Emira tahu tentang apa yang dia sembunyikan selama ini.

“Saya mendengar tentang masalah yang sedang terjadi di peternakan Cooper, semoga Tuan Alvaro bisa mengatasinya,” balas Emira yang membuat rasa ingin tahu Britne tergelitik.

“Apakah kamu mengetahui masalah seperti apa yang sedang terjadi di peternakan?” selidik Britne.

“Saya tidak tahu secara detail, tetapi semenjak industri kuda berkembang sangat pesat, Tuan Cooper mulai merambah ke bisnis rekreasi dan kompetisi. Yang saya dengar, Tuan Cooper menandatangani tender besar terkait hal tersebut. Sayangnya akhir-akhir ini kuda-kuda Tuan Cooper bermasalah tentang uji kesehatan,” terang Emira.

“Mana mungkin kuda-kuda Cooper bermasalah tentang kesehatan? Selama ini mereka selalu mengembangbiakkan kuda yang terbaik dan papa adalah orang yang paling cermat dalam pemilihan serta perawatan kudanya,” sanggah Britne.

“Awa
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Nia -
Dan bagus jg ceritanya, beda dgn yg lain
goodnovel comment avatar
Shena Shena
smoga cerita novel ini gak panjang sperti novel lain
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Love To The End   85. Cinta Mengakhiri Dendam

    “Aku harus mengangkatnya, itu nomor pribadiku bukan ponsel bisnis jadi pasti keluargaku yang menelepon,” ujar Anya hendak menjauh dari pangkuan Trevor tapi pria itu menahannya.“Duduklah dengan tenang dan habiskan makananmu, aku akan mengambilkan ponselmu,” ujar Trevor mendudukkan Anya ke kursi lalu melesat pergi ke kamar untuk mengambil ponsel.Tak lama setelahnya, Trevor keluar dan berkata, “Papamu menelepon, sudah saatnya kita berperang.”“Siap berperang bersamaku?” ujar Anya dengan senyum tanpa rasa takut.“Bersamamu, aku siap menghadapi apa pun,” tegas Trevor.Setelah menerima telepon dari Richard dan melakukan perjalanan jauh, Anya dan Trevor saat ini berdiri di depan kediaman Jackson. Richard menyuruhnya pulang dan Anya mengajak Trevor untuk memberitahu keputusan yang telah mereka ambil.Anya menatap wajah Trevor, meski terlihat tenang tapi dia tahu ada ketegangan dalam diri pria itu. Untuk membuat kekasihnya tenang, dia menggenggam tangan Trevor.“Sebaiknya kita masuk sekarang

  • Love To The End   84. Melepaskan Rindu yang Lama Tak Bersambut

    Keadaan Trevor semakin membaik setelah Anya merawatnya. Wanita itu memberi kekuatan sehingga dia punya semangat dan pengharapan baru. Dia selalu bangun lebih pagi untuk menatap kekasihnya yang masih tertidur, rasanya tak percaya jika Anya ada bersamanya dan akan selalu menemani paginya. Seperti pagi ini di mana matanya tak berkedip menatap kecantikan Anya. Wanita itu menarik dan menenggelamkannya dalam pesona. Dalam kekaguman yang dia rasakan, tanpa sadar Trevor mendekatkan bibir lalu mengecup bibir manis sang pemilik membuat Anya bergerak dalam tidur dan membuka mata. Anya terkejut mendapati sepasang mata bening sedang menatapnya dengan jarak sangat dekat. Di tengah nyawanya yang belum terkumpul, jantungnya berdetak tidak karuan. “Trevor …” ucapnya parau yang terdengar seperti desahan. Tangan Trevor mengusap pipi dan rahangnya, lalu menelusuri bibirnya. “Semenjak aku bangun dari tidur panjangku dan menemukanmu kembali, aku selalu memikirkan hal ini. Awalnya aku ragu karena ma

  • Love To The End   83. Menghapus Dendam Menumbuhkan Cinta

    “Berhentilah tenggelam dalam pekerjaanmu!” tegur Arlo khawatir dengan keadaan Anya.Semenjak berpisah dengan Trevor, adiknya itu menghabiskan waktu untuk bekerja. Bahkan ini sudah larut malam dan Anya masih berada di kantor. Arlo sengaja menemuinya untuk menegurnya.“Tidak ada yang salah dengan yang kulakukan, paling tidak aku tetap hidup dengan baik bukan?” jawab Anya.“Hidup dengan baik? Jangan membuatku tertawa dengan candaanmu yang tidak lucu. Aku tahu kamu hanya tidur 3 jam setiap hari, makan tidak teratur, kurus kering dan lihatlah kantung matamu yang sudah seperti mata panda. Apa yang sebenarnya kamu kejar? Uang? Kedudukan? Kekuasaan? Bahkan kamu sudah memiliki semuanya itu.”Anya mengalihkan perhatian dari laptopnya, lalu menatap mata kakaknya. “Aku butuh tujuan untuk tetap bisa hidup, aku butuh tubuh yang lelah untuk bisa tidur, aku butuh ambisi untuk tetap bisa bertahan dan semua itu aku dapatkan dengan bekerja.”“Apakah kamu belum melupakan Trevor?” singgung Arlo membuat ek

  • Love To The End   82. Kutukan Smith Selalu Terikat dengan Wanita Jackson

    “Jackson telah menghancurkan perusahaanmu. Mereka tidak menyeretmu ke penjara karena menganggap aset perusahaanmu yang telah mereka ambil sudah bisa menutup kerugian yang kamu sebabkan dari pembobolan server yang kamu lakukan. Namun hal itu juga membuatmu tidak bisa menyeret Arlo Jackson ke penjara setelah memukulimu hingga kamu hampir mati,” terang Adam.“Aku tidak peduli dengan hal itu. Bahkan aku menyesal kenapa Arlo tidak membunuhku,” balas Trevor.“Lalu bagaimana denganku? Aku menjadi pengangguran saat ini,” protes Adam.“Maafkan aku karena telah merusak masa depan dan impianmu. Aku masih memiliki sedikit properti, aku akan memberikannya padamu dan mengurus pemindahan nama atas namamu setelah keluar dari rumah sakit,” ujar Trevor merasa bersalah pada temannya itu. Urusan pribadi dan keluarganya membuat karir Adam hancur.“Aku tidak butuh propertimu, kamu lebih membutuhkannya setelah perusahaanmu hancur,” balas Adam.“Lalu bagaimana denganmu? Aku tidak mungkin membuatmu kelaparan.

  • Love To The End   81. Titik Terendah Saat Semua Kebenaran Terungkap

    Mata mereka saling menatap ketika Anya bergerak di atas pangkuan Trevor. Di saat itulah jantung keduanya berdetak seirama, membuat sadar jika mereka tidak bisa saling menjauh. “Aku mencintaimu,” ucap Anya tak melepaskan tatapannya. Perasaan Trevor membuncah senang setelah tahu cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, membuat percintaan mereka semakin panas dan menuntut. Dia mengumpat lalu mendorong dan menindih Anya. “Aku akan membuatmu melayang,” ujarnya hingga membuat Anya berteriak menerima hujaman pria itu. Bukan karena rasa sakit, tapi Trevor membawanya tenggelam dalam sensasi yang belum pernah dia rasakan seumur hidup. Tubuhnya gemetar dan dengan suara parau dia berkata, “Aku menginginkanmu sekarang.” Tahu apa yang Anya inginkan, Trevor menggenggam tangan wanita itu lalu mengajaknya bergerak untuk meraih puncak. Teriakan keras dan erangan berat suara bariton menandai jika keduanya mencapai puncak. Trevor meledakkan dirinya dan melebur menjadi satu bersama Anya, hingga tubuh

  • Love To The End   80. Ungkapan Cinta Tulus dari Hati

    Anya terkejut ketika Trevor masuk ke ruang kerjanya keesokan hari. Dia menatap wajah pria itu yang terlihat lelah dengan kantung mata gelap, seakan memberitahu jika pria itu tidak cukup tidur. “Ada apa lagi?” geram Anya mengingat pertengkaran mereka. “Maaf atas sikapku, aku terbawa emosi hingga menyinggungmu,” ujar Trevor tulus. “Baguslah jika kamu sadar,” balas Anya terlihat tak peduli. Trevor berjalan mendekati Anya membuat wanita itu bersikap waspada. Dia membungkuk lalu mengusap pipi wanita itu membuat keduanya sama-sama menegang. Sentuhan sekecil apa pun sangat berpengaruh bagi keduanya. “Apa yang kamu inginkan?” tanya Anya sambil menghindar tapi Trevor menahannya. “Aku sadar rasa cintaku padamu lebih besar dari apa pun. Aku rela kehilangan segalanya demi dirimu, aku ingin kita kembali lagi seperti dulu. Aku tidak akan menyinggung lagi tentang Arlo, aku yakin kamu punya alasan hingga harus bekerja dengan pria itu,” ungkap Trevor. Mata Anya bergerak mencari kebohonga

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status