FAZER LOGINFaya terpaksa menerima ide gila Alex untuk hamil dengan lelaki lain bernama Revan, sebab suaminya itu dinyatakan mandul total. Faya tak punya pilihan, kecuali menuruti perintah Alex, demi menyelamatkan pernikahan mereka yang di ujung tanduk. Namun Faya sama sekali tidak mengira jika nafkah batin yang dia terima dari Revan justru mampu menyentuh bagian dirinya yang sudah lama hancur. Sentuhan demi sentuhan yang Revan berikan membuka kesadaran Faya bahwa dia layak dicintai dengan rasa hormat. Lalu, apa yang harus Faya lakukan? Cepat hamil dan kembali pada Alex, atau menunda kehamilannya agar dia bisa terus bersama Revan?
Ver mais“Oh, apa yang dimaksud Ibu adalah Kaisar?” Suara lembut itu terdengar menebak.“Y-ya, kemarin saya mendengar dari seorang teman,” kata Faya terus menciptakan kebohongan.“Mohon maaf, Ibu… kalau maksud Ibu ingin mengadopsi Kai, kami tidak bisa membantu… karena Kai sudah kembali ke keluarganya.”“Kepada Revan? E-eh….” Faya spontan menutup mulutnya sendiri. Dalam hati dia menjerit dengan kebodohan ini. Bisa-bisanya keceplosan begini.“Ow, Ibu kenal dengan Bang Revan?” Suara lembut itu berubah nada. Tidak terlalu formal seperti semula.Faya menarik napas. “Ya… s-sebenarnya saya juga tau tentang Kai dari Revan, karena d-dia pernah meminjam uang untuk….” Faya memejamkan mata. Entahlah, dia sendiri juga tidak tahu mengapa dia berbohong dengan alasan uang.“Mohon maaf, apa maksud Ibu mencari Bang Revan untuk menagih hutang?” Suara di sana sedikit naik. Terdengar seperti orang terkejut.“O-oh, nggak. Revan… Revan… memang pernah pinjam, tapi sudah dikembalikan. Saya… saya… hanya kepikiran untuk
Dua orang itu tersenyum. Namun salah satunya tampak tersenyum canggung. Faya pun menjadi sedikit canggung. Ayunan kaki perempuan itu tiba-tiba terasa berat.“Faya, senang melihat kamu lagi. Kamu tambah segar, dan Chandra Junior sepertinya sudah mulai ingin menampakkan diri.” Papa Agusto, orang yang tadi tersenyum tulus, memeluk sang menantu saat mereka sudah saling dekat.“Ya, Pa. Aku banyak makan akhir-akhir ini.” Faya tersenyum. Melepaskan pelukan sambil mengelus perutnya. Memang perutnya sudah mulai menonjol, dan sejujurnya dia memang sering makan karena terasa lapar terus menerus. “Faya ibu yang hebat. Aku belum pernah melihat dia mual. Iya kan, Bee?” Alex tanpa malu memanggil Faya dengan nama kesayangan, lalu merangkul serta mengecup kening istrinya itu.“Papa sehat-sehat kan? Mama? Sehat, Ma?” Faya mendekat terlebih dulu. Mengulurkan tangan.Mama Vero menghela napas. Lalu tersenyum canggung. Dia tidak menerima uluran tangan Faya, tetapi merentangkan tangan.Yang langsung disamb
“Pap… ada apa?” Faya tampak tersenyum tipis. Senyum yang terlihat canggung. Sementara manik matanya bergerak-gerak, seperti memindai wajah suami di hadapannya itu.Alex balas tersenyum sembari mengambil tangan Faya, meremasnya dengan sayang. Lalu dia tatap wajah cantik Faya. Rasa bersalah yang sudah berhari-hari dia pendam, akhirnya menyeruak. Mata lelaki itu berkaca-kaca.“Pap….” Tangan halus Faya terulur, menyapu pipi Alex sebelah kiri, lalu bergerak lembut sampai ke telinga. “Jangan bikin aku takut, apa yang terjadi?”“Aku minta maaf, Fay… seharusnya aku tegas dari semula, seharusnya aku langsung pasang badan untuk kamu, tapi aku malah ikut-ikutan meragukanmu.” Alex sedikit menambahkan tekanan untuk kembali meremas tangan Faya. Dia kecup tangan Faya yang lewat di depan mulutnya, saat istrinya itu menghapus buliran air yang tak dapat dia bendung lagi.Ini adalah bentuk kekalahan paling memalukan. Teringat betapa kerdil hati dan pikirannya selama ini. Tidak seperti Revan yang langsun
Dua minggu telah berlalu, tetapi Revan masih saja terngiang ucapannya sendiri. Bahkan rasanya mimpi-mimpi dalam tidurnya kini dipenuhi potongan pembicaraannya dengan Pak Alex. Jujur, dia takut jika Pak Alex akan memberinya hukuman lebih keras dari yang sekarang.“Heh!” Sebuah suara bass disertai derit pintu membuat Revan terperanjat.Reflek Revan menoleh pada ranjang di belakangnya –bukan kepada sumber suara, melainkan ke tempat di mana Kai sudah tertidur pulas sedari tadi. Dia memang setakut itu jika Kai merasa tidak nyaman, meski sebenarnya anak buah Pak Alex ini selalu bersikap manis kepada Kai.Selama di sini, di sebuah perkebunan sawit yang dia tidak tahu tepatnya ada di mana, Revan selalu menekankan pada Kai bahwa inilah satu-satunya pekerjaan yang bisa dia pilih agar mereka tetap bersama. Jauh dari orang-orang yang ingin membawa Kai pergi.Dan Kai tampaknya percaya. Anak itu tampak gembira menjalani hari-harinya, meski teman bermainnya hanya Revan dan pekerja-pekerja perkebunan


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
avaliações