Beranda / Romansa / Luapan Gairah Panas Ayahmu / Bab 164. (++) Dominasi dan Keintiman Dalam

Share

Bab 164. (++) Dominasi dan Keintiman Dalam

Penulis: Ucing Ucay
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-03 08:41:21

​Arif tidak hanya mencium leher Farah. Ia memberikan gigitan-gigitan kecil, meninggalkan tanda yang lebih jelas. Napas mereka berpadu, dan Arif membisikkan kata-kata kepemilikan di telinga Farah, membuatnya semakin bergairah. Tubuh mereka menempel dalam keselarasan yang sempurna.

​Meskipun sudah telanjang, Arif kembali memberikan stimulasi pada area atas. Ia mengangkat kedua tangan Farah, menyentuh dan memijat kedua bukitnya, membuatnya kembali menegang.

​Arif kemudian mendorong Farah perlahan ke arah meja rias besar yang kokoh di sudut ruangan.

​Arif membungkukkan tubuh Farah sedikit, membuatnya bersandar pada meja rias. Kaki Farah terpisah.

​Arif menggunakan tangannya untuk kembali mempersiapkan Farah, sentuhannya kini lebih terarah, tidak terburu-buru, mencari kedalaman yang ia lewatkan di ronde pertama.

​“Aku mau kamu rasakan setiap doronganku, Sayang. Jangan ada yang terlewat,” bisik Arif di telinga Farah, suaranya penuh kekuasaan.

​Arif memosisikan dirinya. Ia meraih pinggul Far
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 380. (++) Pelarian Menuju Janji. 

    ​Alesha berbaring di tempat tidur, memejamkan mata. Ia bukan tidur, tetapi menunggu. Ia merasakan Rayhan duduk kaku di sampingnya, ketegangan yang sama, rasa takut yang dingin, memenuhi udara kamar yang seharusnya terasa hangat. Rayhan meraih tangan Alesha, dan sentuhan itu dingin, penuh ketakutan akan masa depan. Alesha menarik tangan Rayhan, memaksanya untuk berbaring di sampingnya, memaksanya untuk berbagi beban yang ia pikul sendiri.​"Aku takut, Om," bisik Alesha, menyandarkan wajahnya ke dada telanjang Rayhan. "Aku takut Papa akan menangkap kita. Dia akan membatalkan semuanya."​"Dia tidak akan bisa, Sayang. Kita sudah punya rencana matang," jawab Rayhan, tetapi suaranya parau, jauh dari keyakinan yang ia tunjukkan pada Alesha siang tadi. Kekhawatiran itu, ketakutan akan pencabutan gelar Rayhan, ancaman kehilangan janin yang berharga, semua bercampur aduk dengan cinta tak terbatas yang mereka rasakan. Malam ini, mereka tidak mencari kesenangan, mereka mencari validasi, mencari b

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 379. Persiapan Pelarian dan Pernikahan. 

    Mendengar Rayhan mengubah ancaman menjadi strategi, Alesha tersentuh. Ia melihat bahwa Rayhan bukan hanya romantis yang bersedia berkorban, tetapi juga seorang pejuang yang cerdas dan visioner.​"Bagaimana dengan Papa?" tanya Alesha, kini suaranya lebih stabil, tekadnya mulai terbentuk.​"Dia akan marah besar. Dia akan mencoba memblokir kita. Tapi kita akan bergerak diam-diam," jawab Rayhan. "Laura sudah mengurus paspormu. Zira, meskipun masih marah, telah mengirimkan berkas dan dana darurat. Semua orang, kecuali Papamu dan Livia, ada di pihak kita. Kita punya sekutu yang kuat."​Rayhan memeluk Alesha lagi. Kali ini, pelukan itu adalah persetujuan untuk berjuang bersama. Alesha telah menerima pengorbanan Rayhan. Kini, ia harus membayar pengorbanan itu dengan satu hal: keberanian untuk menjadi istrinya, pendamping yang kuat, bukan lagi gadis yang rapuh.​"Aku siap, Om. Kita menikah secepatnya. Aku akan berdiri di sisimu," kata Alesha dengan suara yang penuh determinasi.​Tiba-tiba, pin

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 378. Aku Ikhlas Kehilangan Karierku. 

    ​​Rayhan tidak memeluknya. Ia membiarkan Alesha merasakan kesakitannya, tetapi ia mendekat, memegang bahunya dengan kelembutan absolut, memaksa Alesha untuk menatap matanya. Ia harus membangunkan semangat Alesha.​"Kamu tidak akan lari dariku, Sayang. Tidak kali ini," kata Rayhan, suaranya tenang, tetapi dipenuhi otoritas cinta. "Dengarkan aku baik-baik. Aku akan mengatakan ini sekali, dan aku ingin kamu mengingatnya seumur hidupmu. Ini adalah kebenaran kita."​Rayhan memegang kedua bahu Alesha, mencondongkan badannya. "Lihatlah surat ini." Ia menunjuk amplop IDI yang kotor oleh air mata Alesha. "Ini adalah rencana Arif untuk menghancurkanku. Dia menggunakan kekuasaannya untuk mencabut gelar, bukan hanya pekerjaanku. Dan dia berhasil, untuk sementara. Dia berhasil menyakitiku secara profesional."​"Lihatlah diriku," lanjut Rayhan, pandangannya tidak goyah. "Aku adalah Rayhan. Aku adalah ahli bedah ortopedi terkemuka. Aku memiliki kekayaan dan kehormatan. Tapi semua itu datang dengan

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 377. Setelah Badai Emosi. 

    ​Di tengah histeria Alesha, Rayhan sadar bahwa ini bukan lagi soal emosi; ini adalah krisis medis. Stres yang berlebihan bisa memicu kontraksi atau pendarahan.​Rayhan segera menghubungi dokter Dian. "Dok, ke apartemen Alesha sekarang! Stat! Dia mengalami emotional distress berat, dia tahu tentang SIP. Bawa sedatif ringan dan peralatan darurat!"​Rayhan menggendong Alesha, memindahkannya kembali ke tempat tidur dengan sangat hati-hati. Ia memeluknya, tubuhnya gemetar karena takut."​Aku melindungi kariernya, dan dia menghancurkan karierku. Aku melindungi rahasianya, dan dia menghancurkan rahasia itu. Dan sekarang, aku bisa kehilangan anakku," pikir Rayhan, merasakan keputusasaan total. Ia harus mengalihkan fokus dari kekalahan profesionalnya menuju keselamatan keluarganya.​​Sambil menunggu dokter Dian tiba, Rayhan kembali ke perannya sebagai dokter dan kekasih. Ia mengelus perut Alesha, bernapas bersamanya, membisikkan kata-kata penenang.​"Tenang, Sayang. Dengarkan aku. Tarik napas

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 376. Rahasia yang Terbongkar. 

    Ia membuka tas kerja Rayhan—kuncinya memang tidak terlalu aman. Di dalamnya, ada beberapa berkas hukum dan sebuah amplop tebal berwarna cokelat, berstempel resmi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan lambang Garuda yang sangat formal.​Alesha menarik napas dalam, membuka amplop itu dengan tangan gemetar. Ia membaca cepat. Awalnya, ia melihat Surat Panggilan Sidang Etik. Itu sudah ia duga. Tetapi kemudian, ia melihat dokumen kedua, yang lebih singkat, lebih formal, dan sangat menghancurkan: Surat Pemberitahuan Pembekuan Sementara Surat Izin Praktek (SIP).​Alesha merasakan dunia di sekitarnya runtuh, seolah-olah fondasi tempat ia berdiri tiba-tiba lenyap.​Pencabutan SIP. Itu berarti Rayhan tidak bisa lagi menjadi dokter, bahkan jika ia memenangkan sidang etik nanti, ada kemungkinan besar Papa Arif telah merusak reputasinya selamanya di mata dewan. Tidak di Medika Utama, tidak di klinik swasta, tidak di mana pun. Kariernya tidak hanya hilang; kariernya dimatikan secara hukum, diakhiri

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 375. Rahasia yang Terbongkar. 

    ​Alesha memejamkan mata. Ia tahu Rayhan menyembunyikan sesuatu. Ia hanya berharap, rahasia itu tidak akan menghancurkan Rayhan lebih dari yang sudah ia hancurkan. Ia memegang cincin pertunangan baru di jarinya, itu adalah satu-satunya jaminan masa depannya.​Rayhan menarik nafas panjang. Karier lamanya sudah mati. Kini, yang ia miliki adalah masa depan yang harus ia beli dengan perjuangan dan uang. Ia harus fokus pada satu hal: memenangkan sidang IDI agar ia tetap bisa merawat Alesha dan anak mereka sebagai seorang dokter, tidak hanya sebagai seorang suami.​Tujuh hari. Pelarian dan perang yang harus dimenangkan.***​Setelah konfrontasi terbuka dengan Papa Arif dan ancaman pencabutan gelar dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Rayhan dan Laura sepakat: Alesha tidak boleh lagi berada di Medika Utama. Lingkungan rumah sakit kini bukan lagi tempat penyembuhan, melainkan pusat konspirasi. Arif bisa menggunakan kekuasaannya untuk memblokir akses atau bahkan memindahkan Alesha secara

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status