Mag-log inAlesha sering bermain ke rumah sahabatnya sejak kecil. Tapi bukan Zira yang membuatku ingin terus datang kembali ... Melainkan ayahnya. Rayhan Mahardika. Duda. Dokter. Tampan. Dingin. Tak pernah membuka hati pada siapa pun. Tapi Alesha tahu, di balik tatapannya yang tenang, ada sesuatu yang diam-diam ingin meledak. Dulu, Rayhan hanya melihat Alesha sebagai anak kecil. Tapi sekarang, Alesha sudah tumbuh menjadi wanita. Dan datang ... untuk membuatnya jatuh dalam dosanya sendiri. Lalu malam itu pun tiba. Keduanya hanya berdua. Tak ada suara lain. Tak ada yang bisa menghentikan. Tatapan itu berubah. Nafasnya berubah. Dan saat Rayhan menyentuh Alesha untuk pertama kalinya ... ... apakah itu akan menjadi awal dari sebuah cinta yang tak boleh tumbuh? Atau justru ... kehancuran yang tak bisa dihindari?
view moreSore itu, taman belakang kediaman Mahardika kembali disulap menjadi area pertemuan yang santai. Laura, yang memutuskan untuk menetap lebih lama di Indonesia demi membantu persiapan pernikahan Zira, tampak sibuk mengatur letak hidangan di atas meja panjang. Di sampingnya, Arif Sasongko tampak sedang berbincang serius namun santai dengan Rayhan mengenai ekspansi lahan untuk klinik. Pemandangan dua pria yang dulu sempat bersitegang ini kini menjadi pemandangan yang paling menyejukkan bagi Alesha. Luka lama telah benar-benar sembuh, digantikan oleh persaudaraan yang lahir dari rasa saling menghargai."Ayo semuanya, makanannya sudah siap!" seru Laura dengan suara yang riang.Mereka semua berkumpul di meja makan luar ruangan. Suasana makan malam itu sangat hangat. Zira dengan semangat menunjukkan desain undangan pernikahannya kepada Alesha, sementara Revan sibuk menjelaskan konsep dekorasi yang lebih modern kepada Rayhan. Di tengah pembicaraan itu, Karin yang duduk di kursi tingginya sese
Waktu berlalu seperti aliran sungai yang tenang namun pasti, membawa pergi sisa-sisa lumpur masa lalu dan menyisakan kejernihan yang menyejukkan. Beberapa bulan setelah hari wisuda yang bersejarah dan malam-malam penuh keintiman yang mengukuhkan cinta mereka, suasana di kediaman Mahardika kini telah benar-benar berubah. Tidak ada lagi bayang-bayang kesedihan atau ketegangan yang dulu sempat menghinggapi setiap sudut ruangan. Kini, setiap inci rumah mewah itu dipenuhi dengan tawa bayi, percakapan hangat, dan rencana-rencana masa depan yang cerah. Cahaya matahari pagi yang masuk melalui jendela besar di ruang tengah seolah-olah membawa pesan bahwa badai telah benar-benar usai, digantikan oleh pelangi yang tak akan pernah pudar.Klinik Rayhana, yang kini telah berganti nama menjadi Rayhana Specialty & Wellness Center, telah menjadi buah bibir di kalangan medis dan masyarakat luas. Berkat tangan dingin Rayhan yang kembali berpraktik dengan integritas yang jauh lebih kuat, serta sentuhan
Rayhan kemudian mengangkat tubuh Alesha dengan mudah, membawanya menuju tempat tidur besar yang sudah menunggu. Ia membaringkan Alesha dengan sangat hati-hati, seolah ia sedang meletakkan porselen yang paling mahal. Rayhan segera menyusul, berada di atas Alesha dengan kedua lengan sebagai penyangga. Rambutnya sedikit berantakan, dan matanya menggelap oleh gairah yang meluap."Panggil aku lagi, Alesha. Aku ingin mendengarnya berkali-kali," bisik Rayhan, suaranya kini terdengar seperti geraman rendah yang seksi."Mas ... Mas ... Ahhh!" Alesha memekik kecil saat tangan Rayhan mulai menjelajah area sensitif di pahanya. Sentuhan itu begitu berani namun penuh dengan teknik yang membuat Alesha menggeliat di bawahnya."Ohhh ... Mas Rayhan ... Eughhh ... rasanya ... ssshhh ...." Alesha mencengkeram bahu Rayhan yang berotot, kuku-kukunya sedikit menekan kulit pria itu. Rintihan dan desahan mulai memenuhi ruangan, bersahut-sahutan dengan suara napas mereka yang semakin memburu.Rayhan mulai
Malam itu, kediaman Mahardika terasa begitu sunyi, namun kesunyian itu tidak lagi mencekam seperti masa lalu, melainkan penuh dengan kehangatan yang menjanjikan. Di dalam kamar utama yang luas, aroma lilin aromaterapi dengan wangi kayu cendana dan mawar merah menguar lembut, menciptakan suasana yang begitu intim dan privat. Cahaya lampu tidur yang temaram memberikan semburat keemasan pada seprai sutra berwarna putih tulang yang membungkus tempat tidur besar di tengah ruangan. Di sudut kamar, boks bayi Karin tampak kosong karena malam ini si kecil sengaja dititipkan di kamar Laura, memberikan kesempatan bagi orang tuanya untuk menikmati waktu berdua setelah rentetan acara wisuda dan resepsi yang melelahkan.Alesha berdiri di depan meja rias, jemarinya yang lentik perlahan melepaskan kancing-kancing kecil pada gaun malamnya. Ia menatap pantulan dirinya di cermin, seorang wanita yang kini sudah sah menjadi istri sepenuhnya dari pria yang selama ini ia puja dari kejauhan. Namun, ada sat
Tak lama kemudian, langkah kaki yang mantap terdengar mendekat. Revan melangkah masuk ke dalam ruang keluarga dengan aura yang sangat berbeda dari biasanya. Pria itu tampak sangat rapi dan berwibawa meskipun hanya mengenakan kemeja denim berwarna gelap yang dipadukan dengan celana kain berwarna ab
Malam itu, langit di atas kediaman Mahardika tampak begitu jernih, dihiasi ribuan bintang yang berpendar seperti permata yang ditaburkan di atas permadani beludru hitam. Suasana di dalam rumah terasa sangat berbeda dari malam-malam biasanya; ada campuran antara kelegaan luar biasa setelah perjuang
"Papa sudah tidur sebentar tadi, tapi Papa terbangun karena merasa ada dua pejuang yang sedang beradu argumen dengan komputer di sini," gurau Rayhan ringan. Ia meletakkan nampan itu di atas meja kerja yang penuh sesak. "Ini susu hangat untuk kalian. Tolong diminum, supaya konsentrasi kalian tidak
Alesha tersenyum tipis, sebuah senyuman kelelahan namun penuh syukur. "Terima kasih banyak, Zira. Jujur, tadi sore saat Karin rewel karena tumbuh gigi, aku hampir saja mematikan laptop ini dan menangis di pojok kamar. Aku merasa otakku sudah buntu. Tanpa ajakanmu untuk begadang bersama malam ini,






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu