Se connecter"Kenapa kau tidak mengatakannya dari awal? Bahkan kami mencari pelakunya sampai seperti orang gila dan ternyata kau justru menyembunyikannya!"Bukannya berterima kasih karena sudah dibantu oleh Anya, pihak keluarga dari Lucia yang baru saja mendapatkan warisan dari wanita tersebut lantas menyalahkan mengapa Anya tidak datang dari awal untuk menolong keponakan mereka."Kalian pikir mudah mencari seseorang? Pria yang dicintai oleh mendiang Lucia benar-benar seorang pria yang licik, seharusnya kalian bisa mengetahuinya sejak awal dan akan menjadi resiko bagi saya jika membongkarnya dari saat masalah sedang meluap!" Anya dengan gerakan berani lantas mengatakan seluruh hal karena keluarga dari wanita yang menemuinya itu benar-benar tidak tahu diri."Seharusnya Anda juga ditangkap karena menyembunyikan pelaku!"Mendengar pernyataan itu, Anya kemudian berkata lagi dengan ada berani karena wanita itu benar-benar tidak suka dengan keadaan yang membuat posisinya harus terjepit dan juga menjelas
"Bagaimana bisa kau seperti itu? Aku sudah berharap dan juga berpikir bahwa kinerjamu masih sama seperti saat kau bersama Clara, namun pada akhirnya kau hanya merupakan sampah yang membuat beban terus-menerus!"Perkataan dari Edo membuat putranya hanya bisa terdiam ketika disalahkan dan seluruh hal yang terjadi seperti memang salahnya sehingga pria itu berdiam cukup lama setelah mendengar perkataan dari pria yang membesarkannya. "Sekarang kau lihat kelakuanmu! Kau akan menyembunyikan CCTV tentang siapa pembunuh yang membuat istrimu kehilangan nyawa! Tentu saja kau langsung diburu oleh polisi!" Edo menahan malu lantas memarahi putranya itu ketika kini pria tersebut dipanggil untuk diperiksa juga demi mengetahui terkait atau tidaknya dirinya dalam kasus tersebut.Erick yang menyadari seluruh rencananya telah hancur lantas hanya bisa menarik napas lalu berkata kepada pria yang membesarkannya seorang diri itu, "Ayah pikir semuanya mudah? Aku terpelanting ke sana kemari hanya untuk mendap
Tak bisa Clara pungkiri bahwa dirinya cukup terkejut dengan apa yang dikatakan oleh mantan suaminya saat ini telah menunjukkan kamar di depannya yang ternyata merupakan kamar baru mereka. Melihat wajah terkejut mantan istrinya, Azael tertawa kecil dan dirinya pun berusaha untuk meyakinkan wanita ini bahwa mereka kembali seutuhnya tanpa ada sebuah perjanjian. "Aku sudah bilang ingin hidup bersamamu dan menjalani seluruh hal bersama putra kita. Kuharap kau bisa memahaminya dan mengerti dengan maksudku," balas pria itu yang membuat Clara merasa sedikit salah tingkah karena sebelumnya hal ini tidak direncana. Jika bukan karena Erick yang tiba-tiba saja datang di depan kediaman minimalis miliknya yang terletak di kota sebelah, mungkin Clara belum ingin kembali lagi ke kota ini dengan alasan keamanan. Namun, pada akhirnya dirinya kembali juga dan berkumpul di rumah yang dirinya tinggalkan setahun yang lalu. Melihat mantan istrinya yang hanya terdiam dan mungkin berpikiran banyak tentang
Perjalanan yang dicapai menggunakan jet pribadi tentu saja terasa lebih cepat dan juga aman, ditambah lagi kedatangan mereka di kota ini membuat Clara langsung merasa begitu segar ketika menyambut udara di paru-parunya.Azael yang begitu bangga karena berhasil membuat wanita ini kembali ke kota mereka lantas tersenyum lebar dan kemudian berkata, "Bagaimana udaranya? Meskipun tidak asri seperti kota yang kau tinggali untuk sementara, namun setidaknya di sini ada aku yang akan selalu menjagamu!"Cukup membuat hati Clara meleleh karena perkataan pria ini selalu terdengar manis di telinganya dan membuat Clara juga tidak bisa mengelaknya."Aku merindukan udara ini dan juga kesibukan di ibukota, rasanya lama sekali dan seperti sudah bertahun-tahun, padahal hanya setahun."Memang setahun walaupun tidak genap, wanita itu hampir melupakan kesibukannya di tempat ini dan pada akhirnya dirinya kembali lagi karena ada seseorang yang memanggilnya dan membuatnya harus menetap. Pria yang sedari tadi
"Kau tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya dan serahkan saja semuanya padaku!" ujar Azael yang bisa menghandle semuanya karena perusahaan mantan istrinya sudah berada di bawah kendalinya. Entah berapa kali pria tersebut terus membantu Clara, bahkan tidak bisa dihitung dengan jari dan Clara sendiri juga menyadari bahwa dirinya seperti tidak bisa melakukan apa-apa ketika bersama pria ini."Aku hanya merasa menjadi bebanmu sejak awal," ucapnya.Pria yang mendengarkannya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, "Tidak sama sekali. Jika bukan kau yang menyelamatkan aku waktu itu, mungkin tidak akan ada kepemimpinan untuk perusahaanku yang baru dan ibuku pasti menjualnya untuk perusahaan lain."Cukup memahami dengan segala situasi yang tidak bisa ditebak, Clara pun juga mengetahui bahwa dirinya perlu belajar lebih banyak lagi dan sepertinya tidak masalah baginya untuk memulai semuanya kembali bersama pria ini. "Membicarakan tentang ibumu ... Bagaimana kondisi beliau?"Mencoba untuk b
Ketika sibuk berbicara, tiba-tiba saja suara mobil khas polisi membuat Erick melebarkan matanya karena sepertinya dirinya memang sedang dijebak dan kedatangannya di tempat ini memang sudah diatur oleh Azael.Pria itu berdiri tegak dan melihat mobil polisi yang menghadang di belakangnya dan di sana juga nampak pihak berwajib sudah memakai seragam serta mengarahkan senjata padanya. Ketika menyadari hal tersebut, Erick tertawa renyah dan dirinya paham bahwa sejauh ini tidak ada orang yang bisa benar-benar dirinya percaya, termasuk musuh di depan matanya ini. "Apa kau yang menyiapkan semuanya untuk menangkapku?" tanyanya.Azael yang tidak bisa melakukannya sendiri dan hanya bisa menyuruh orang lantas menganggukkan kepalanya. Pria itu tidak perlu berbohong karena ini memanglah rencana yang dirinya inginkan sejak lama, tentunya ia sudah cukup memperoleh kesabarannya dan pada akhirnya hal ini meledak juga. "Aku tidak tahu harus menangkapmu dengan cara apa selain menggunakan polisi," balas
"Aku yakin jika Azael mencintaimu serta merindukanmu. Jadi, kau tidak perlu khawatir!" tutur sahabatnya itu dan membuat Clara malu karena dirinya sudah keceplosan berbicara, padahal maksudnya tidak seperti ini.Namun, bukannya tak nyaman, justru ia merasa jauh lebih lega karena mampu mengungkapnya
"Kenapa bagus?" heran Anya.Clara tersenyum tipis mendengarnya. Wanita itu menarik napas sejenak dan berkata dengan kalimat tak seperti biasanya, "Mungkin dirinya sudah berbaikan dengan Patricia dan mereka akan menikah."Anya yang mendengar hal itu langsung memotong perkataan dari sahabatnya karena
"Aku tidak salah lihat, bukan? Nyonya hamil!" Jessi yang saat ini sedang berdiri di toilet wanita terlihat gugup karena ternyata percakapan kemarin yang dirinya lakukan bersama sang bos nyatanya masih ada kaitannya dengan mantan istri pria itu. Bukannya bertindak kurang ajar sebagai seorang bawaha
Berusaha untuk tidak memikirkan masalah yang ada, Azael tampak menjalani harinya dengan baik dan pria itu juga sama sekali tidak mempermasalahkan apa saja yang terjadi. "Tuan, Nyonya ingin bertemu dengan Anda."Dirinya pun tahu bahwa sang ibu sedang sakit dan membutuhkan perhatiannya, namun karena







