Inicio / Romansa / MAHAR TANPA CINTA / SIAP BERTEMPUR BESOK

Compartir

SIAP BERTEMPUR BESOK

Autor: yanktie ino
last update Fecha de publicación: 2026-06-12 12:20:10

“Aku rasa untuk sidang pertama besok aku siap, semoga sidang berikutnya waktunya lebih fleksibel. Aku kalau harus pulang pergi terus rasanya tidak enak karena kamu terlalu besar beban biayanya. Aku ingin sidang marathon langsung selesai, beres. Besok aku akan usulkan pada hakim ketuanya biar bisa marathon saja untuk di sidang kedua nanti. Jadi sidang kedua, ketiga, keempat itu langsung dengan jarak berdekatan, sehingga aku hanya satu kali lagi terbang saja,” harap Nisha.

“Apa kamu tidak bisa ba
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • MAHAR TANPA CINTA   MUSIBAH UNTUK NAFFA

    Ujang dan Lastyanto memang datang ke rumah notarisnya bukan hari kerja. Mereka datang hari Sabtu dan hari Minggu karena baru semalam Ujang datang dari Singapore.Besok mereka tetap harus datang hari Senin tapi Ujang akan minta hari ini selesai tanda tangan jadi besok biar bapaknya saja yang urus ke kantor notaris saat hari Senin. Dia kasihan sama Naffa dan Zahran yang sudah dua minggu tidak sekolah walau sebelumnya memang Naffa juga beberapa kali tidak masuk karena dia tidak suka dengan lingkungan teman-temannya.Naffa merasa sekolah itu berarti akan bertemu Menik. Walau sudah diberitahu bahwa dia sudah pindah sekolah, tidak satu sekolah dengan Menik lagi, tetapi dalam benak Naffa sekolah itu identik dengan Menik. identik dengan perebut ayahnya!”Itu sebabnya Ujang ingin selalu membantu kakaknya, jangan sampai kakaknya merasa sendirian menghadapi kesulitan hidupnya saat ini.≈≈≈≈≈Ujang

  • MAHAR TANPA CINTA   KEMBALI DIAM

    “Jang, besok pagi kita sarapan, lalu beli koper dan mainan anak-anak serta tambahan oleh-oleh untuk mamah, ambu dan bapak. Lalu kita packing dan langsung pulang ke Banten,” malam menjelang tidur Nisha memberitahu rencana perjalanan mereka besok.Ujang tak kaget. Dia sudah bisa menduga sejak malam tetehnya bicara dengan Yaka, sikap tetehnya tambah berubah. Awalnya sejak kakak perempuannya itu tahu kalau Yaka pemilik banyak usaha selain perusahaan yang dia bela kasusnya.“Iya Teh,” sahut Ujang. Dia tahu tak boleh memberitahu Yaka apa pun yang terjadi. ≈≈≈≈≈“Daddy!” panggil Naffa ketika mereka masuk ruang makan hotel untuk sarapan. Dia lihat sang daddy sudah lebih dulu di sana. Sedang makan kwetiauw dengan sedikit kuah dan irisan ayam merah.“Hai, kalian baru turun mau sarapan,” sapa Yaka tersenyum manis.“Iya, mommy bilang habis sarapan kami mau beli mainan dan oleh-oleh untuk enin,” balas Naffa antusias. Untung Nisha tak menyebutkan habis itu mereka akan pulang ke Banten.“Daddy engg

  • MAHAR TANPA CINTA   CINTA YAKA PADA ZAHRAN

    Yang ajaib adalah Zahran belum selesai mengunyah, dia sudah tertidur di sofa di depan TV.“Adek … Adek, telan dulu makanannya, baru bobo,” kata Ujang menepuk pipi keponakannya pelan, agar makanan di dalam mulutnya ditelan dulu. nanti bisa tersedak malah lebih bahaya.Dengan malas Zahran mengunyah sedikit, lalu menelan makanan yang ada dalam mulutnya. Kemudian anak itu melanjutkan tidurnya.Tak lama Naffa pun juga ikut tertidur di sofa. Mereka benar-benar lelah.“Wah bagus tadi Bang Yaka bilang kita nggak usah keluar karena dia akan makan di sini bersama kita. Kalau kita keluar kayak apa coba anak-anak terlalu capek kayak begini,” kata Nisha. Dia bahagia anak-anaknya sehat.“Nanti pas makanan datang saja mereka baru dibangunkan, tapi nggak dibangunin juga nggak apa-apa lah Teh, mereka sudah kenyang kok,” kata Ujang sambil tersenyum melihat video yang dia buat sejak Zahran makan dimsum, Naffa menegur Zahran

  • MAHAR TANPA CINTA   MOMMYNYA ANAK-ANAKKU

    Nisha dan anak-anak sudah mulai bersiap untuk berenang sore ini. Tentu anak-anak tidak ada yang rewel. Mereka sangat excited. Untuk antisipasi Nisha minta anak-anak makan dulu agar mereka tidak kosong perut mereka. Juga sudah diberikan obat anti flu dan demam. Memang Nisha selalu antisipasi seperti itu, agar kalau mereka kedinginan mereka sudah punya basic penjagaan lebih dulu.Anak-anak turun hanya menggunakan bathrobe yang Nisha bawa darirumah. Jadi ukurannya juga ukuran mereka, dan warna serta gambarnya juga sesuai dengan pilihan mereka. Tentu saja tetap Nisha membawa handuk untuk mereka sesudah mandi nanti, juga peralatan mandi sudah siap di tas melengkapi baju kering mereka.≈≈≈≈≈Nayaka membiarkan keluarga Shasi tidak dia ganggu. Dia bisa saja ikut ke kolam renang. Tapi kali ini dia membiarkan Shasi punya me timedengan anak-anaknya.Dari kamarnya

  • MAHAR TANPA CINTA   BELUM PERNAH MEMILIH LELAKI

    “Shasi, aku tahu buat kamu ini mungkin tiba-tiba. Aku tahu kamu baru cerai dan aku sudah bicara dengan Profesor Sihombing tadi malam. Aku tahu semua kasus perceraianmu dan sakitnya Naffa.”“Aku tahu kamu masih sakit hati, tapi aku ingin menjadi tempat kamu bersandar!”“Maksud kamu apa?” tanya Nisha to the point.“Aku ingin menjadi laki-laki pilihanmu berikutnya,” balas Yaka sambil tetap memandang mata tajam wanita di depannya. Mata elang milik perempuan yang sangat kuat melawan tantangan hidup yang dihadapinya.“Kamu salah besar.Aku belum pernah memilih laki-laki. Lelaki yang kebetulan jadi mantan suamiku bukan pilihanku tapi pilihan orang tuaku,” jelas Nisha. Dulu dia hanya ingin berbakti tanpa membantah. Nisha berpikir pilihan orang tua adalah yang terbaik karena tak ada orang tua yang menginginkan anaknya sengsara.“Ya benar, kamu memang bukan memilihnya. Tapi

  • MAHAR TANPA CINTA   CINTA YAKA PADA ZAHRAN

    Yang ajaib adalah Zahran belum selesai mengunyah, dia sudah tertidur di sofa di depan TV.“Adek … Adek, telan dulu makanannya, baru bobo,” kata Ujang menepuk pipi keponakannya pelan, agar makanan di dalam mulutnya ditelan dulu. nanti bisa tersedak malah lebih bahaya.Dengan malas Zahran mengunyah sedikit, lalu menelan makanan yang ada dalam mulutnya. Kemudian anak itu melanjutkan tidurnya.Tak lama Naffa pun juga ikut tertidur di sofa. Mereka benar-benar lelah.“Wah bagus tadi Bang Yaka bilang kita nggak usah keluar karena dia akan makan di sini bersama kita. Kalau kita keluar kayak apa coba anak-anak terlalu capek kayak begini,” kata Nisha. Dia bahagia anak-anaknya sehat.“Nanti pas makanan datang saja mereka baru dibangunkan, tapi nggak dibangunin juga nggak apa-apa lah Teh, mereka sudah kenyang kok,” kata Ujang sambil tersenyum melihat video yang dia buat sejak Zahran makan dimsum, Naffa menegur Zahran

  • MAHAR TANPA CINTA   MASIH INGIN BALAS DENDAM

    “Sudah ya Dek sudah waktunya tidur. Cukup. Bilang ayah sudah cukup. Sini ya Bunda juga kangen loh sama ayah. Bunda mau bicara dulu sama ayah ya,” kata Nisha. Tentu saja Fajar mendengar itu. Dia tahu semua kata-kata itu hanya kamuflase di depan Naffa saja. Sakit rasanya, tapi itu semua dia terima d

  • MAHAR TANPA CINTA   RUMAH BANTEN ADA PEMINATNYA

    Renia dan Dhani benar-benar terpuruk sudah tak ada lagi harta mereka di Jakarta sekarang mereka kontrak itu pun awalnya bulanan.Kemarin Renia tidak mau beresiko terlalu tinggi. Dia membayar kontrak untuk satu tahun dengan uang yang ada di sakunya daripada nanti mereka kalang kabut harus car

  • MAHAR TANPA CINTA   BERTEKAD KERJA SAMA DEMI NAFFA

    “Neng, tunggu, kita harus bicara,” ucap Fajar.“Akang bingung mau panggil apa, nggak mungkin kan panggil Bun atau Bunda lagi seperti dulu. Akang panggil Neng saja, kembali ke saat kita awal kenalan ya Neng. Karena, Akang tahu kamu tentu tak mau kalau Akang panggil Bunda.

  • MAHAR TANPA CINTA   DIKERUK HABIS

    Entah apa yang Dhani bicarakan dengan ibunya tapi dia memang benar-benar sudah putus asa. Keduanya tak bisa lagi berpikir jernih bila Dhani harus dipenjara lima tahun.“Bagaimana? waktu kami sudah sangat terbatas,” Kata Profesor Sihombing sebagai pembela dari pelapor.“Apa tidak bisa dikurangi? Ase

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status