หน้าหลัก / Romansa / MAHAR TANPA CINTA / BELUM PERNAH MEMILIH LELAKI

แชร์

BELUM PERNAH MEMILIH LELAKI

ผู้เขียน: yanktie ino
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-24 18:40:03

“Shasi, aku tahu buat kamu ini mungkin tiba-tiba. Aku tahu kamu baru cerai dan aku sudah bicara dengan Profesor Sihombing tadi malam. Aku tahu semua kasus perceraianmu dan sakitnya Naffa.”

“Aku tahu kamu masih sakit hati, tapi aku ingin menjadi tempat kamu bersandar!”

“Maksud kamu apa?” tanya Nisha to the point.

“Aku ingin menjadi laki-laki pilihanmu berikutnya,” balas Yaka sambil tetap memandang mata tajam wanita d

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • MAHAR TANPA CINTA   AKI KENAL DADDY AKU?

    “Sebaiknya kamu pulang Jang, ambil semua barang tetehmu, nanti kita langsung ketemu di Rumah Sakit Jakarta saja. Kalau bisa bawa Zahran ke rumah Jakarta, sehingga kita tidak sulit ketemu dia. Nanti sesekali Zahran bisa aku tengok atau dibawa ke rumah sakit untuk bertemu dengan mommynya. Mungkin kita bisa lihat di parkiran. Yang penting dia tidak dibawa masuk ke ruang rawat,” Nayaka langsung mengambil alih kepemimpinan agar semua berjalan baik.Dalam kondisi seperti ini memang harus ada yang bisa membuat keputusan, saat yang lain blank.“Benar, sebaiknya kami pulang saja,” jawab Lastyanto.“Nanti biar Bapak dan ambu juga ikut ke Jakarta. Kami juga harus packing dulu tentunya,” ucap lelaki itu memutuskan. Dia tak mau putrinya menghadapi kesulitan ini sendiri.“Kalau begitu kami pulang dulu Bang. Kita langsung bertemu di Jakarta saja. Saya akan taruh Zahran di rumah dulu baru ke rumah sakit ya,” ucap Ujang.“Kamu bawa mobil tetehmu,” ucap Lastyanto pada Ujang. Dia tahu Nisha akan bersama

  • MAHAR TANPA CINTA   MINTA PINDAH RUMAH SAKIT

    “Teteh minum dulu, ini teh panasnya. Jangan sampai perut Teteh kosong. Nanti bisa bahaya,” Ujang memberikan teh hangat yang dia beli barusan.“Bagaimana kondisinya?” tanya seorang lelaki gagah saat tiba di IGD. Nisha mengangkat wajahnya mendengar suara itu suara yang dia hafal.“Bapak, ini Abang Yaka. Dia teman kami di Singapura dan buat Naffa dia adalah daddynya,” Ujang memperkenalkan Nayaka kepada bapaknya. Dengan takzim Nayaka langsung memberi salam pada orang tua tersebut.“Kapan kamu datang dari Singapura? Kok tiba-tiba sudah bisa di sini?” tanya Lastyanto.“Saya datang kemarin pagi Pak, saya cari ke rumahnya, kata orang rumah anak-anak belum kembali dari Singapura. Makanya saya bingung. Saya tidak tahu alamat di Banten sehingga saya hanya menunggu kabar dari Ujang saja. Dua jam lalu Ujang mengabari bahwa Naffa kecelakaan,” jawab Yaka.“Maaf saya bertemu dengan Shasi dulu,

  • MAHAR TANPA CINTA   DIAM-DIAM LAPOR PADA YAKA

    ”Ambu, tolong bilang ke bapak dan Ujang. Kasih tahu kondisi Naffa saat ini,” pinta Nisha lirih.Tanpa disuruh dua kali Raihana langsung menghubungi suaminya.Lastyanto yang sedang menunggu Ujang membaca berkas, menerima telepon itu di luar ruang tamu rumah ibu notaris yang mereka datangi.Tentu saja Lastyanto tak percaya saat ini Raihana dan Nisha sedang membawa Naffa ke rumah sakit. Yang menyetir memang Nisha. Raihana memangku Naffa yang sudah tak sadarkan diri akibat tertabrak motor. Itu sebabnya yang menelepon Raihana.≈≈≈≈≈“Jangmaaf sepertinya kamu harus cepat-cepat tanda tangan,” ucap Lastyanto ketika masuk kembali.“Kenapa Pak?” tanya Ujang.“Naffaketabrak dan saat ini dia sedang dibawa Nisha ke rumah sakit,” ucap kakeknya Naffa dengan lirih. Dia memikirkan cobaan yang kembali mendera Nisha.“Kalau begitu kita sudahi saja dulu Bu,” kata Ujang pada notaris yang mereka datangi.“Baik …. baik, seles

  • MAHAR TANPA CINTA   MUSIBAH UNTUK NAFFA

    Ujang dan Lastyanto memang datang ke rumah notarisnya bukan hari kerja. Mereka datang hari Sabtu dan hari Minggu karena baru semalam Ujang datang dari Singapore.Besok mereka tetap harus datang hari Senin tapi Ujang akan minta hari ini selesai tanda tangan jadi besok biar bapaknya saja yang urus ke kantor notaris saat hari Senin. Dia kasihan sama Naffa dan Zahran yang sudah dua minggu tidak sekolah walau sebelumnya memang Naffa juga beberapa kali tidak masuk karena dia tidak suka dengan lingkungan teman-temannya.Naffa merasa sekolah itu berarti akan bertemu Menik. Walau sudah diberitahu bahwa dia sudah pindah sekolah, tidak satu sekolah dengan Menik lagi, tetapi dalam benak Naffa sekolah itu identik dengan Menik. identik dengan perebut ayahnya!”Itu sebabnya Ujang ingin selalu membantu kakaknya, jangan sampai kakaknya merasa sendirian menghadapi kesulitan hidupnya saat ini.≈≈≈≈≈Ujang

  • MAHAR TANPA CINTA   KEMBALI DIAM

    “Jang, besok pagi kita sarapan, lalu beli koper dan mainan anak-anak serta tambahan oleh-oleh untuk mamah, ambu dan bapak. Lalu kita packing dan langsung pulang ke Banten,” malam menjelang tidur Nisha memberitahu rencana perjalanan mereka besok.Ujang tak kaget. Dia sudah bisa menduga sejak malam tetehnya bicara dengan Yaka, sikap tetehnya tambah berubah. Awalnya sejak kakak perempuannya itu tahu kalau Yaka pemilik banyak usaha selain perusahaan yang dia bela kasusnya.“Iya Teh,” sahut Ujang. Dia tahu tak boleh memberitahu Yaka apa pun yang terjadi. ≈≈≈≈≈“Daddy!” panggil Naffa ketika mereka masuk ruang makan hotel untuk sarapan. Dia lihat sang daddy sudah lebih dulu di sana. Sedang makan kwetiauw dengan sedikit kuah dan irisan ayam merah.“Hai, kalian baru turun mau sarapan,” sapa Yaka tersenyum manis.“Iya, mommy bilang habis sarapan kami mau beli mainan dan oleh-oleh untuk enin,” balas Naffa antusias. Untung Nisha tak menyebutkan habis itu mereka akan pulang ke Banten.“Daddy engg

  • MAHAR TANPA CINTA   CINTA YAKA PADA ZAHRAN

    Yang ajaib adalah Zahran belum selesai mengunyah, dia sudah tertidur di sofa di depan TV.“Adek … Adek, telan dulu makanannya, baru bobo,” kata Ujang menepuk pipi keponakannya pelan, agar makanan di dalam mulutnya ditelan dulu. nanti bisa tersedak malah lebih bahaya.Dengan malas Zahran mengunyah sedikit, lalu menelan makanan yang ada dalam mulutnya. Kemudian anak itu melanjutkan tidurnya.Tak lama Naffa pun juga ikut tertidur di sofa. Mereka benar-benar lelah.“Wah bagus tadi Bang Yaka bilang kita nggak usah keluar karena dia akan makan di sini bersama kita. Kalau kita keluar kayak apa coba anak-anak terlalu capek kayak begini,” kata Nisha. Dia bahagia anak-anaknya sehat.“Nanti pas makanan datang saja mereka baru dibangunkan, tapi nggak dibangunin juga nggak apa-apa lah Teh, mereka sudah kenyang kok,” kata Ujang sambil tersenyum melihat video yang dia buat sejak Zahran makan dimsum, Naffa menegur Zahran

  • MAHAR TANPA CINTA   ISTRI MUDA YANG LEBIH TUA

    Sejak diusir papanya Dhani, Fajar berupaya kuliah, dia ingin merubah nasib. Dia banting tulang dan dengan susah payah bisa kuliah.Kemarin Fajar baru saja di wisuda, kali ini dia pulang ke desa sekalian mengantarkan mamah-nya ke desa. Dalam dialeg khas daerahnya memang bukan mama panggilan untuk Ib

  • MAHAR TANPA CINTA   PAPA BARU MENIK ADALAH AYAHKU!

    Nisha tak percaya apa yang hari Jumat, Naffa laporkan ternyata benar.“Aku harus bertindak cermat. Aku tak boleh kalah. Aku perempuan kuat!” demikian Nisha berkata sejak tadi. Dia tak ingin matanya bengkak. Dia tak mau menangisi kegagalan rumah tangganya. Dia akan pikul semuanya.≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈K

  • MAHAR TANPA CINTA   YEEEAAAAYYY!

    Nisha pulang bersama Naura, dia sengaja naik mobil Naura walau Naura dan Nayaka sama-sama menyuruh Nisha pulang bersama dengan Nayaka saja. Tentu saja Nayaka tak berani memaksa.“Papa, Bunda!” teriak Zahran ketika melihat Nayaka dan Naura serta Nisha tiba di rumah Naura.“Wow anak Papa sudah mandi?

  • MAHAR TANPA CINTA   MINTA MENYUAPI

    Nayaka mahir memainkan sumpit. Dia membolak-balik ikan, udang. cumi, ayam serta slice daging untuk dibakar.“Ih enggak. Biar aku ambil sendiri,” tolak Nisha sambil menggeleng.“Sudah buka mulutmu. Di sini nggak ada orang lain,” Nayaka tak menerima penolakan N

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status