Partager

Tiga

Auteur: Rosemala
last update Date de publication: 2026-10-14 16:33:10

“Ini dokumen perceraiannya. Silakan tandatangani agar segera bisa diproses sesuai keinginanmu.”

Bella mematung di tempatnya. Gerakan tangannya yang sedang memegang cangkir teh menggantung di udara. Tatapannya terpaku pada map tebal berwarna hitam di atas meja yang baru saja diletakkan oleh sebuah tangan kokoh.

Napas Bella tertahan. Bahkan belum genap sehari ia berada di rumah ini, sudah mendapat kejutan berupa surat gugatan perceraian.

Bella mengerjap. Pandangannya bergeser perlahan dari dokumen tebal itu, menyusuri pemilik tangan yang baru saja meletakkannya. Sepasang tangan kokoh berbalut jas hitam, kemeja putih, dan dasi yang sudah sedikit longgar. Lalu, tatapannya berhenti pada seraut wajah pria berusia 35 tahun yang juga menatapnya tanpa ekspresi. Sepasang alis tebal, tatapan elang, dan rahang kokoh. Sayang sekali, ketampanan itu tertutup oleh raut dingin dan rasa lelah yang begitu kentara.

Lucian Sinclair.

Tentu saja Bella mengenali pria itu. Sejak pertama kali Bianca menyodorkan foto keluarganya, wajah Lucian adalah yang paling melekat dalam ingatan Bella. Suami sekaligus kepala keluarga di rumah itu. Family man, tampan dan seorang presdir adalah nilai plusnya.

Kabar buruknya, pria tampan itu kini menyodorkan surat gugatan cerai.

Dan tunggu, apa katanya tadi? Sesuai keinginanmu?

Bianca ingin bercerai dari Lucian? Bukankah Bianca yang memintanya menyamar di rumah itu untuk mempertahankan pernikahan?

Jadi ....

“Aku tunggu sampai lusa.” Suara berat nan parau Lucian menarik Bella dari lamunannya. “Pelajari isinya. Aku sudah memberikan kompensasi yang paling adil untukmu. Kamu akan mendapat 60% aset kita, sedikit lebih rendah dari yang kamu minta sebelumnya. Tapi ....”

Kening Bella berkerut ketika Lucian menjeda kalimatnya.

“... tapi anak-anak akan ikut denganku.”

Deg!

Bella merasakan pukulan kecil di dadanya. Lucian akan menceraikan Bianca dengan membawa anak-anaknya.

Apa ini?

Bella masih berdiri terpaku di tempatnya, bahkan saat Lucian berjalan menuju pintu keluar. Punggung kokoh itu semakin menjauh. Namun, sebelum benar-benar menghilang di balik pintu, detik itu juga suara Bella menggema.

“Aku tidak mau bercerai, Lucian!”

Hening mendominasi ruangan. Bahkan waktu seolah terhenti selama beberapa detik setelah suara Bella mengudara. Suara yang Bella sendiri baru mendengarnya sejak memasuki rumah besar ini. Namun, ia tidak gentar sama sekali, bahkan saat Lucian perlahan membalikkan tubuhnya dan berjalan kembali ke arahnya dengan sebuah senyum miring tersungging di wajahnya.

“Coba kau ulangi, Bianca!” perintahnya dingin. Tatapan meremehkan tak sedikit pun disembunyikan. Persis seperti yang ia bayangkan, arogan dan tidak punya hati.

Bella mengangkat dagunya, membalas tatapan itu dengan keyakinan penuh. “Aku tidak mau bercerai darimu, Lucian Sinclair. Tidak sekarang atau kapan pun!”

Hening kembali mengambil alih. Tatapan Lucian menajam. Seluruh yang ada pada diri Bella tak luput dari sapuan pandangannya. Rambut sebahu wanita itu, setelan blazer dan celana kain berwarna putih gading, lalu gelang akar bahar di pergelangan tangan kirinya.

Penampilan istrinya itu memang berbeda setelah dua bulan menghilang. Namun, itu tidak mengubah apa pun. Ia tetap Bianca, istri yang tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya. Ia tetap Bianca yang tidak pernah menginginkan suami dan anak-anaknya. Tetap Bianca yang hanya menjadikan dirinya sendiri sebagai hal terpenting di atas apa pun.

“Apa kepalamu terbentur selama dua bulan kepergianmu?” selidik Lucian dengan mata memicing. Sorot curiga terpancar jelas.

“Oh, aku tahu,” lanjutnya tanpa memberikan kesempatan Bella menjawab. “Kompensasi yang aku berikan masih kurang?”

Bella terhenyak. Ia bahkan belum membuka dokumen gugatan itu. Bagaimana bisa Lucian menuduhnya?

“Itu sudah lebih dari cukup, Bianca. Cukup untukmu bersenang-senang dan berkeliling dunia bersama selingkuhanmu!” geram Lucian dengan suara merendah yang tajam.

Tubuhnya condong ke depan, dengan tatapan semakin menusuk tepat ke mata Bella. Kekecewaan yang mendalam terpampang nyata.

Di luar kendali Bella, kakinya melangkah mundur. Kata-kata Lucian sangat menakutkan.

Selingkuhanmu? Bersenang-senang?

Apa yang dikatakan Lucian?

Bella sama sekali tidak mengerti.

Ia masih mematung di sana, di ruangan sunyi itu, bahkan hingga Lucian benar-benar keluar ruangan dengan wajah kerasnya.

Bella menggelengkan kepala yang mendadak berdenyut. Ia memang tidak mengerti apa-apa. Ia hanya tahu dirinya sedang menggantikan Bianca di sini sampai saudara kembarnya itu sembuh.

Bella menarik napas dalam-dalam. Kondisi Bianca yang terus memburuk tidak memberinya cukup waktu untuk menanyakan secara terperinci kondisi di rumah itu. Ia pikir semua akan berjalan lancar.

Siapa sangka, semua tak sesederhana yang ia kira.

Sekarang ia harus menghubungi Bianca untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi agar tidak salah langkah. Tangannya meraih ponsel untuk menghubungi wanita itu.

Butuh tiga kali deringan sebelum suara lemah di seberang sana menjawab panggilannya.

“Halo, Bian. Bukankah suamimu tidak tahu kondisimu? Kenapa tiba-tiba saja dia menyodorkan surat gugatan ....”

Namun, suara ketukan pintu dan langkah kaki yang mendekat membuat bibirnya mengatup rapat. Dalam satu gerakan kilat dan terlatih, benda pipih itu sudah berada di saku celananya. Tubuhnya pun menegang.

“Ingat, Bella. Jangan sampai ada yang curiga kalau kamu bukan Bianca.”

Pesan Bianca terngiang jelas.

Bella menelan ludahnya yang terasa kering.

Apa penyamarannya akan terbongkar di hari pertama?

**

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Dernier chapitre

  • MENJADI ISTRI PALSU ADIK IPARKU   Tujuh

    Seringai menjijikkan langsung menyambut Bella begitu ia membalikkan tubuhnya. Pria yang berdiri sangat dekat dengannya, bahkan nyaris menempel, tak lain adalah Oliver, suami Vivian.Belum sempat Bella bereaksi lebih jauh, pria itu kembali membuka mulut.“Kenapa tidak langsung mencariku kemarin? Kamu bahkan tidak menghubungiku sama sekali, Sayang?”Bola mata Bella melebar. Sayang? Mencari suami adik ipar sendiri? Apa-apaan ini?Perutnya mendadak terasa mual, seolah ada sesuatu yang hendak dimuntahkannya. Sumpah serapah sudah berdesakan di ujung lidah ketika tangan Oliver terulur untuk menyentuh bibirnya. Belum lagi tatapan penuh hasrat pria itu yang terasa begitu menjijikkan.Tangan besar Oliver nyaris menyentuh bibirnya ketika Bella bergerak cepat. Dengan refleks terlatih, ia menangkap pergelangan tangan pria itu, lalu memutarnya ke arah berlawanan sebelum menguncinya kuat-kuat di belakang punggung Oliver.“Akh—! Sial! Apa yang kamu lakukan, Bianca?” Oliver meringis. Tubuhnya spontan

  • MENJADI ISTRI PALSU ADIK IPARKU   Enam

    Bella menggelengkan kepala. Namun, ia tahu dirinya tidak boleh menyerah secepat ini. Bahkan belum genap dua puluh empat jam ia menyamar menjadi Bianca, apa ia sudah harus mengibarkan bendera putih?Tidak!Bella menegakkan tubuh, lalu menggelengkan kepala kuat-kuat, seolah dengan begitu jalan penyamarannya akan menjadi lebih mudah.“Di mana Theo?” Bella berbalik menatap pelayan yang setia mendampinginya.Ia sudah bertemu Clara, salah satu anak Bianca yang terang-terangan menolaknya. Namun, ia belum melihat Theo, bayi berusia satu tahun yang dalam foto-foto Bianca terlihat begitu menggemaskan.“Di kamar bersama pengasuhnya, Nyonya.”“Antarkan aku ke kamarnya!”Tanpa memberi kesempatan kepada sang pelayan untuk menunjukkan keterkejutannya, Bella bergegas meninggalkan ruang makan. Langkah kaki mereka menggema dengan irama konstan di sepanjang lorong lantai dua kediaman keluarga Sinclair yang panjang dan mewah. Sang pelayan berjalan sigap di depan, memandunya menuju kamar Theo.“Nyonya, ma

  • MENJADI ISTRI PALSU ADIK IPARKU   Lima

    Seluruh ruangan seolah membeku. Ketegangan menggantung di udara, membuat suasana sarapan yang semula tenang berubah menjadi kaku dan mencekam.“Kamu bicara apa, Bianca?” tegur Lucian. Suaranya terdengar rendah, tetapi ada tekanan kuat di balik setiap katanya.Semula, semua orang mengira Bella akan merasa terintimidasi. Namun, di luar dugaan, wanita itu hanya melirik Lucian selama kurang dari dua detik sebelum kembali mengarahkan pandangan pada wanita berpakaian formal yang kini menunduk dengan raut polos. Kepolosan yang dibuat-buat. Setidaknya, begitulah penilaian Bella.“Apa aku salah bicara?” tanya Bella tenang. “Bukankah memang ada orang asing di sini? Dan bukankah sarapan seharusnya menjadi waktu yang hangat bagi keluarga untuk berkumpul?”“Laura bukan orang asing!”Suara lain menyela, memotong ucapan Bella. Bukan suara Lucian, melainkan suara wanita muda yang sejak awal memandangnya dengan kebencian terang-terangan.“Dia sekretaris Kak Lucian. Kamu tidak berhak bicara seperti itu

  • MENJADI ISTRI PALSU ADIK IPARKU   Empat

    “Nyonya, air mandinya sudah saya siapkan.”Bella mengembuskan napas lega. Seorang wanita muda berseragam pelayan berdiri di hadapannya dengan kepala tertunduk. Tidak ada kecanggungan ataupun keraguan dalam sikapnya. Dalam sekejap, Bella menarik kesimpulan bahwa gadis itu adalah pelayan pribadi Bianca.“Baiklah. Antar aku ke kamar.”Bella meraih map tebal berwarna hitam yang tadi diletakkan Lucian di atas meja, lalu beranjak menuju pintu. Namun, langkahnya terhenti ketika menyadari tidak ada gerakan di belakangnya. Sang pelayan masih berdiri di tempat semula, seolah tidak mendengar perintahnya.“Hei, kenapa masih berdiri di sana? Apa kau tidak mendengarku?” tegur Bella seraya mengangkat sebelah tangan.“Apa, Nyonya?”Sang pelayan mengerjap bingung. Bagaimana mungkin nyonya besar yang begitu berkuasa di rumah ini meminta diantar ke kamarnya sendiri? Bukankah selama ini Nyonya Bianca selalu berjalan mendahuluinya dengan sikap angkuh, tanpa pernah memedulikan apakah dirinya mengikuti atau

  • MENJADI ISTRI PALSU ADIK IPARKU   Tiga

    “Ini dokumen perceraiannya. Silakan tandatangani agar segera bisa diproses sesuai keinginanmu.”Bella mematung di tempatnya. Gerakan tangannya yang sedang memegang cangkir teh menggantung di udara. Tatapannya terpaku pada map tebal berwarna hitam di atas meja yang baru saja diletakkan oleh sebuah tangan kokoh.Napas Bella tertahan. Bahkan belum genap sehari ia berada di rumah ini, sudah mendapat kejutan berupa surat gugatan perceraian.Bella mengerjap. Pandangannya bergeser perlahan dari dokumen tebal itu, menyusuri pemilik tangan yang baru saja meletakkannya. Sepasang tangan kokoh berbalut jas hitam, kemeja putih, dan dasi yang sudah sedikit longgar. Lalu, tatapannya berhenti pada seraut wajah pria berusia 35 tahun yang juga menatapnya tanpa ekspresi. Sepasang alis tebal, tatapan elang, dan rahang kokoh. Sayang sekali, ketampanan itu tertutup oleh raut dingin dan rasa lelah yang begitu kentara.Lucian Sinclair.Tentu saja Bella mengenali pria itu. Sejak pertama kali Bianca menyodorka

  • MENJADI ISTRI PALSU ADIK IPARKU   Dua

    “Kamu demam?” Bella mengulurkan tangan, menyentuh kening Bianca dengan punggung jemarinya. “Atau obat yang kamu minum membuatmu bicara sembarangan? Bagaimana mungkin kamu memintaku menggantikanmu?”Bianca menepis lembut tangan itu, lalu menggeleng lemah.“Bella, aku sungguh-sungguh.” Air mata mulai menggenang di sudut matanya. “Aku punya dua anak. Karena itulah, aku mohon penuhi permintaanku. Tolong gantikan aku merawat mereka.”“Aku tahu sudah terlalu lama meninggalkan mereka. Anak-anakku pasti merindukanku. Tapi lihatlah keadaanku sekarang.” Ia berusaha menelan isakannya, tetapi suaranya justru semakin bergetar. “Aku bahkan tidak bisa mengurus diriku sendiri.”Air mata akhirnya mengalir membasahi pipi Bianca yang pucat.“Aku takut Lucian akan menceraikanku jika melihatku seperti ini. Lalu memisahkan kami. Jadi, aku memilih merahasiakan semuanya. Hanya Kak Justin yang tahu aku dirawat di sini.”Bella terdiam. Ia bisa merasakan betapa dalam rasa sakit yang disembunyikan Bianca di bali

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status