MasukSetelah mengatakan hal ini, ada perasaan lega dalam hati Xu Qingyu walaupun hatinya juga diliputi oleh rasa takut.
Sulit untuk tidak merasa takut di kala hal ini berkaitan dengan kakak keduanya, kakak keduanya selalu tegas dan berhati keras. Xu Qingyu takut bahwa kakaknya akan mengira bahwa dirinya telah berhubungan dengan Tuan Adipati sebelum ini. Jika tidak , kenapa Tuan Adipati bisa memilihnya tanpa sebab? Xu Qingyu juga tidak tahu jawabannya. Xu Yin tidak langsung menjawab sebelum akhirnya terkekeh dan meraih tangan Xu Qingyu lalu menepuk nya dengan pelan. Xu Qingyu tertegun ketika melihat sikap Xu Yin, kakaknya biasanya selalu tenang dan anggun, sangat jarang tersenyum seperti ini. Di dalam hatinya, entah sejak kapan dia mengembangkan perasaan rendah diri terhadap kakak keduanya yang begitu cantik ini. Xu Qingyu merasa bahwa pikirannya berkecamuk dan sulit untuk tidak merasa iri terhadap kecantikan kakaknya. “Kamu jangan pikirkan hal ini, aku tahu bahwa kamu tidak memiliki hubungan apapun . Jika tidak maka kamu tidak akan mimisan dan pingsan seperti kemarin. “ Jawab Xu Yin. “Apakah kakak kedua benar benar tidak marah padaku? “ Tanya Xu Qingyu meyakinkan lagi. Rumor mengatakan bahwa Xu Yin dan Tuan Adipati, Ling Shang telah memiliki hubungan mendalam, yaitu sejak mereka masih kanak-kanak. Sekarang mereka batal menikah dan Xu Qingyu yang entah bagaimana, tiba tiba terjepit di antara mereka. Hal ini membuat hati Xu Qingyu agak tidak nyaman walaupun dia tahu dengan jelas bahwa ini bukan kehendaknya juga. “Kami tidak berjodoh, kami hanya teman sebelumnya. Kelak adik akan menikah dengan Tuan Adipati maka seharusnya kelak akan menjalani kehidupan yang baik. “Ucap Xu Yin menghiburnya. “Semoga saja seperti itu. Apakah kakak kedua bisa menceritakan sedikit perangai Tuan Adipati kepadaku? Setidaknya agar aku sedikit mengetahui tentangnya. “ Tanya Xu Qingyu dengan ragu. Xu Yin tampak memandang lurus dan memikirkan sesuatu sebelum akhirnya mulai berbicara. “Tuan Adipati… dia adalah seorang pria yang tegas dan disiplin. Jika dia keras pada orang lain maka kamu harus tahu bahwa dia lebih keras pada dirinya sendiri. “ “Jika kamu bertengkar dengannya maka hal yang perlu kamu lakukan hanyalah bersabar dan tenang, ketika hatinya sudah tenang maka dia pasti akan mencarimu untuk meminta maaf. “ “Selain itu, perilakunya juga baik dan hampir tidak pernah pergi ke rumah bordil. Di rumahnya juga tidak ada selir, kehidupannya baik dan lurus. “ “Tuan Adipati hampir baik di segala aspek, hanya kekurangannya adalah seringkali pergi ke perbatasan untuk memimpin pasukan. Kamu harus banyak bersabar untuk hal ini. “ “Aku pikir ini adalah semua yang aku tahu tentang Tuan Adipati, aku berharap bahwa hal ini bisa membantumu. Satu hal yang harus kamu tahu, Tuan Adipati pasti tidak mempersulitmu karena dia telah memilihmu. “ Xu Yin menganggukkan kepalanya dan memberikan keyakinan kepada Xu Qingyu bahwa semuanya akan baik baik saja. Karena seperti ini, Xu Qingyu tidak ada pilihan lain selain menganggukkan kepalanya dan diam diam mengingat semua ini dengan hati hati. “Kakak kedua, Istana Timur tempat Putra Mahkota bukanlah tempat yang nyaman. Aku harap bahwa kamu selalu bahagia dan bisa terus dilindungi. “Ucap Xu Qingyu dengan cemas. Walaupun merasa rendah diri tetapi, dirinya di dalam hati juga tahu bahwa kakaknya tidak berniat jahat terhadap dirinya . Dirinya mau tidak mau merasa cemas dengan kondisi kakaknya yang akan pergi ke Istana Timur milik Putra Mahkota. Di sana , tempat yang berbahaya dimana ada banyak orang yang mati tanpa suara dan keadilan. Xu Qingyu mau tidak mau merasa khawatir ketika membayangkannya. “ Tenang saja, karena berani menerima maka berani menghadapi. Aku tidak takut pada kesulitan, tapi aku khawatir padamu. Kamu masih sangat muda dan sudah harus meninggalkan rumah, untunglah menikah dengan Tuan Adipati. “Balas Xu Yin. Xu Qingyu tidak tahu harus menghadapi bagaimana jadi dia hanya tersenyum tipis sebelum akhirnya berbasa basi sedikit lagi dengan Xu Yin. Setelah itu Xu Qingyu kembali ke halamannya, pada saat yang sama dengan Xu Qingyu berbalik, pelayan kepercayaan Xu Yin muncul dari balik tirai. “Nona, apakah kamu benar benar rela membiarkan Nona Kelima menikah dengan Tuan Adipati? Apakah Nona benar benar percaya bahwa Nona Kelima tidak ada hubungannya-” Pelayan itu langsung menanyakan banyak pertanyaan. “Cukup! “ Xu Yin menatap pelayannya dengan tatapan tajam. Lalu pelayan itu langsung bersujud di hadapan Xu Yin dengan memohon ampun. “Tolong maafkan aku, Nona! Aku hanya terlalu mengkhawatirkan Nona! “ Seru pelayan itu. “Jika kamu mengatakan sepatah kata yang sama di masa depan maka aku akan meminta orang untuk menjualmu! Aku dan Tuan Adipati memiliki hubungan yang bersih, tidak bersalah pada siapapun. Dia dan aku bebas untuk menikahi siapapun, apakah kamu mengerti?! “Tanya Xu Yin. Sementara di halaman Xu Qingyu, dia tidak bisa tidak merasa gelisah. Tetapi walaupun gelisah, semua ini juga tetap harus dijalani, kan? Hari demi hari berlalu dengan cepat, Xu Qingyu banyak belajar tata krama dan datang ke tempat Nyonya Wen setiap hari untuk menyapa Nyonya Wen. Tidak terasa minggu demi minggu berlalu dan tiba saatnya bahwa Xu Qingyu harus menikah pada keesokan harinya. Mahar yang diberikan oleh pihak Adipati Yunwan juga telah tiba, itu hampir empat kereta jumlahnya! Mengantre dari ujung ke ujung lainnya Kediaman Xu! Semua orang datang untuk menonton keramaian ini. Satu persatu peti mahar diturunkan dari kereta sementara Xu Yong secara pribadi meminta cuti dari Pengadilan Istana untuk menyambut hal ini. “Tuan muda kebetulan sedang menjalankan tugas resmi dari Yang Mulia untuk menumpas bandit di luar Ibukota sehingga tidak bisa mengantar mahar secara pribadi. Harap Tuan Xu bisa memaklumi hal ini. “Ucap Kepala Pelayan Kediaman Adipati Yunwan. Wajah Tuan Xu tidak terlalu baik ketika mendengarkan hal ini, dirinya bahkan meminta cuti untuk hal ini tetapi menantunya bahkan tidak datang? Xu Qingyu mendengarkan hal ini di belakang dan hanya menundukkan kepalanya lalu tersenyum miris. Apa yang dia harapkan? Dia hanya seorang pengantin pengganti! Tentu saja Tuan Adipati tidak akan terlalu memperdulikan dirinya. Sulit untuk tidak merasa sedih di dalam hatinya, bahkan ketika dia sudah berusaha untuk menghibur dirinya sendiri dan menipu diri sendiri pun masih terasa agak sakit. Baru saja Tuan Xu akan marah, Nyonya Wen tiba tiba menarik lengan Tuan Xu dan menggelengkan kepalanya. “Tuan muda mungkin sibuk dengan urusan Kekaisaran, terutama ini adalah perintah khusus dari Yang Mulia. Bagaimana mungkin dia bisa menolak? “ Tanya Nyonya Wen. Xu Yong merasa bahwa ini masuk akal, hanya saja ketika membayangkan bahwa putrinya tidak lebih penting dari tugas Kekaisaran tentu saja membuat Xu Yong tidak senang. “Jadi… bagaimana dengan besok? Apakah Tuan Muda kalian telah kembali? “Tanya Xu Yong dengan tidak senang. “ Tuan muda pasti kembali tepat waktu, bagaimanapun ini adalah pernikahan yang dititahkan oleh Yang Mulia. Tuan muda pasti akan menghargainya, tolong maafkan kami Tuan Xu. “Jawab Kepala Pelayan itu dengan fasih. “Baiklah, niat baik Kediaman Adipati telah kami terima. Pergi dan kembalilah, laporkan kepada Tuan muda kalian untuk lebih menghargai orang lain di masa depan! “Seru Xu Yong. “Baik, baik, aku pasti akan menyampaikannya kepada Tuan muda. Terima kasih atas kebaikan hati dan pengertian Tuan Xu. “Balas Kepala Pelayan itu. Lalu Kepala Pelayan itu pergi dan Xu Qingyu tahu bahwa pertunjukkan sudah habis, maka dia harus segera pergi. Agar Ayahnya dan Nyonya Wen tidak tahu bahwa dia bersembunyi di balik batu ini dan melihat semuanya. Nyonya Wen tiba tiba berbalik dan melihat Xu Qingyu yang belum sempat kabur. “Qingyu, kemarilah ikut aku! “Setelah mengatakan hal ini, ada perasaan lega dalam hati Xu Qingyu walaupun hatinya juga diliputi oleh rasa takut. Sulit untuk tidak merasa takut di kala hal ini berkaitan dengan kakak keduanya, kakak keduanya selalu tegas dan berhati keras. Xu Qingyu takut bahwa kakaknya akan mengira bahwa dirinya telah berhubungan dengan Tuan Adipati sebelum ini. Jika tidak , kenapa Tuan Adipati bisa memilihnya tanpa sebab? Xu Qingyu juga tidak tahu jawabannya. Xu Yin tidak langsung menjawab sebelum akhirnya terkekeh dan meraih tangan Xu Qingyu lalu menepuk nya dengan pelan. Xu Qingyu tertegun ketika melihat sikap Xu Yin, kakaknya biasanya selalu tenang dan anggun, sangat jarang tersenyum seperti ini. Di dalam hatinya, entah sejak kapan dia mengembangkan perasaan rendah diri terhadap kakak keduanya yang begitu cantik ini. Xu Qingyu merasa bahwa pikirannya berkecamuk dan sulit untuk tidak merasa iri terhadap kecantikan kakaknya. “Kamu jangan pikirkan hal ini, aku tahu bahwa kamu tidak m
xu Yong tampaknya sengaja untuk mengetes reaksi Xu Qingyu sehingga melirik Xu Qingyu terlebih dahulu sebelum melanjutkan kata katanya. Sementara Xu Qingyu telah membuat banyak dugaan di dalam hatinya, jadi dia diam diam meremas gaunnya dengan cemas. Mungkinkah dirinya akan dinikahkan sebagai selir di Kediaman Adipati sebagai gantinya? Atau mungkinkah dirinya akan digantikan dengan orang lain? Atau ada kemungkinan lainnya yang bisa diambil? Xu Qingyu tidak tahu jawaban pastinya. “Kami memutuskan untuk meminta Nyonya mengadopsi Yu'er sehingga dengan begitu status Yu'er adalah putri sah. Apakah Yu'er setuju dengan pengaturan semacam ini? “ Tanya Xu Yong tersenyum lembut. Xu Qingyu terkejut ketika mendengarkan hal ini dan menatap Xu Yong dengan Nyonya Wen secara bergantian. Hal ini sejujurnya jauh melampaui dugaannya, jadi Xu Qingyu merasa bahwa hal ini sangat menguntungkannya. Anak selir mana yang tidak semangat ketika diadopsi oleh Nyonya Rumah? Itu berarti statusnya berubah
"Aku.... aku akan menikah! “Jawab Xu Qingyu dengan mantap setelah memikirkannya sementara waktu. Karir Ayahnya tidak boleh berhenti di sini hanya karena dia enggan untuk menikah, nasib kakaknya di Istana nanti juga tidak boleh rusak hanya karena reputasi buruk Xu Qingyu yang menolak menikah. Setelah mempertimbangkan untung ruginya, Xu Qingyu akhirnya memutuskan untuk menikah. Lagipula, bukankah itu adalah pria idamannya? Apa yang membuatnya merasa sangat takut? Paling paling dia akan menjadi Nyonya Rumah yang tidak disukai, namun siapa yang peduli? Xu Qingyu menguatkan dirinya sendiri, meyakinkan dirinya sendiri bahwa semuanya akan baik baik saja . “ Yu'er, kamu jangan takut pada apapun. Ayah pasti akan berjuang untukmu asalkan kamu tidak ingin. “Tanya Xu Yong sekali lagi dengan khawatir. Hatinya seolah olah menghangat mendengarkan perkataan khawatir itu, Xu Qingyu akhirnya mendapatkan akal sehatnya lagi. Xu Qingyu menggelengkan kepalanya dan tersenyum dengan lembut teta
Xu Qingyu merasa bahwa kepalanya pusing jadi dia menatap ke atas sebelum akhirnya pandangannya menjadi gelap. Hal terakhir yang diketahui oleh Xu Qingyu adalah orang orang berteriak dengan histeris ketika pandangannya sudah sepenuhnya gelap dan tubuhnya berubah menjadi lemah tak bertenaga lagi. “Tuan Xu, selamatkan orang lebih penting. Silakan terima langsung Dekritnya. “ Ucap Kasim Tua itu tidak menyangka bahwa Xu Qingyu akan tiba tiba pingsan. “Tolong sampaikan rasa terima kasihku kepada Yang Mulia. “ Balas Xu Yong dengan panik. Xu Qianyi sebagai anak yang paling dekat dengan Xu Qingyu secara posisi , langsung memapah tubuh Xu Qingyu. “Cepat bawa dia ke halamannya! “ Perintah Nyonya. Darah mengalir dari hidung Xu Qingyu dengan deras dan tubuhnya terkulai dengan lemah, jika hal ini tersebar keluar maka orang orang akan mengira bahwa Keluarga Xu menganiaya putri tidak sah mereka. Nyonya dengan cemas memanggil tabib untuk memeriksa Xu Qingyu memastikan agar Xu Yong tidak
“Dimana Nona Kelima? Nona Kelima! Cepat bangun! “Seorang wanita yang berpakaian pelayan berlari lari dengan suara nyaring. Sementara seorang gadis yang dipanggil Nona Kelima itu masih terbaring di atas ranjangnya dengan mata terpejam. “ Nona kelima, cepat bangun! “Seru pelayan wanita itu membangunkan Nona Kelimanya. “ Ada apa, Yueyue? “Tanya Nona Kelima dengan malas. “ Yang Mulia telah menurunkan dekrit pernikahan! “Jawab pelayan wanita itu dengan panik. “ Oh… hanya dekrit pernikahan … APA?! Dekrit Pernikahan ?! “Tanya Nona Kelima dengan terkejut. Nona Kelima langsung terduduk dan menatap pelayannya yang dipanggil Yueyue itu dengan tatapan menyelidik. “ Aku sungguh sungguh, Nona… cepat berganti pakaian! Jika tidak maka Nyonya akan menyalahkan kita! “Desak Yueyue. Tatapan Nona Kelima tiba tiba mengerjap lalu berpikir sejenak ‘pada akhirnya kakak keduanya, Xu Yin lah yang akan menikah dengan Tuan Adipati’. Tuan Adipati adalah sosok yang sangat dikaguminya namun pada sa