Chapter: Chapter 198 - PeringatanXu Qingyu menoleh ke belakang dan tidak menyangka bahwa kakaknya akan menyerah begitu saja. Xu Qingyu ingin mengatakan lebih banyak namun Xu Yin menggelengkan kepalanya kecil dan memberi isyarat untuk tidak mengejar masalah ini lagi. “Kalau begitu maka pemenang dalam pertandingan ini adalah Nyonya muda Adipati Yunwan, Xu Qingyu. “ Ucap Ibu Suri pada akhirnya. “Qingyu berterima kasih atas berkah yang diberikan. “ Balas Xu Qingyu dengan sopan menundukkan kepalanya. Kemudian orang orang pun mulai bubar dan Xu Qingyu langsung berlari untuk mengejar Xu Yin. “Kakak… maafkan aku. “Gumam Xu Qingyu merasa tidak enak hati. Jelas sekali bahwa sulaman milik Xu Yin tidak lebih buruk darinya bahkan bisa dikatakan kalau mereka berada di tingkatan yang sama. Namun Xu Yin tidak menang yang membuat Xu Qingyu merasa tidak nyaman, hal ini membuatnya merasa bersalah. Mungkin dirinya yang berpikir berlebihan namun Xu Yin terlihat cukup murung karena kekalahan ini. “ Untuk apa minta maaf? Kamu mem
Last Updated: 2026-07-08
Chapter: Chapter 197 - PemenangSekarang Xu Qingyu tahu apa alasan mengapa tidak ada nama yang dituliskan dari karya yang mereka kumpulkan. Karena jika mereka menuliskan nama maka akan ada favoritisme dari juri dengan mengandalkan kedekatan. Sehingga mereka perlu kerahasiaan dan murni menilai dari hasil karya yang disajikan di depan mereka. Bukan dari siapa yang menghasilkan karya tersebut. Masing masing gadis bangsawan maju dan menyampaikan hasil karya mereka. Xu Qingyu kebetulan di ujung sehingga dirinya merupakan orang terakhir yang melangkah maju. Di sampingnya, Xu Yin melangkah maju dan memberi hormat sebelum akhirnya menyebutkan hasil karyanya. “Hasil karya Xu Yin adalah seekor bebek mandarin yang sedang menatap pantulan dirinya sendiri di danau, di bawah naungan pohon persik. “Ucap Xu Yin dengan sopan. Kemudian Xu Yin pun segera mundur dan dirinya segera maju dan memberikan hormat, melakukan prosedur yang sama dengan Xu Yin. “Hasil karya Xu Qingyu adalah sebuah pemandangan di Taman Timur Istana yang m
Last Updated: 2026-07-07
Chapter: Chapter 196 - Kembang ApiChuntao yang telah berusaha sekuat tenaga untuk bergerak cepat menyampaikan informasi kepada Ling Shang justru terlambat selangkah. Karena Ling Shang dan lainnya sudah berburu bersama dengan Kaisar. Sehingga Chuntao sudah tidak bisa menyusul lagi ke dalam Arena Perburuan. Karena masalah ini maka Chuntao segera berlari ke area yang terpencil dan mengeluarkan sesuatu dari dadanya. Lalu menarik tuasnya dan sebuah benda melesat ke langit sebelum akhirnya meledak dengan sangat indah. Itu tidak lain tidak bukan adalah kembang api, kembang api khusus yang digunakan oleh Ling Shang untuk memberikan sinyal darurat. “Tuan muda, semoga kamu paham dengan tanda ini. “ Ucap Chuntao dengan gelisah. Sementara di sisi lain Ling Shang sedang berburu seekor rubah putih, namun tiba tiba dikejutkan oleh kembang api yang melesat tinggi di dekatnya. Matanya langsung membelalak dan berusaha untuk mencerna apa yang terjadi pada saat ini, kenapa sinyal bahaya sedang dikirimkan di sini? “Mungkinkah Yu'e
Last Updated: 2026-07-06
Chapter: Chapter 195 - Karya SulamPermaisuri pada akhirnya tidak tinggal selama Putri Huailing di Istana dan tidak menemukan cara untuk membantah Putri Huailing sehingga hanya tertawa kecut dan menutupi wajahnya dengan malu. “Adik ipar benar, urusan Istana dalam selalu menumpuk sehingga aku kewalahan. Yin'er, kamu tidak menyalahkan Ibu kan? “ Tanya Permaisuri pada Xu Yin. “Yin'er tidak berani untuk melakukannya. “ Jawab Xu Yin dengan sopan. Permaisuri menepuk nepuk bahu Xu Yin dan meninggalkannya, kemudian para gadis gadis muda dari keluarga bangsawan pun diminta untuk berkumpul dan duduk di halaman belakang Istana yang telah disiapkan tempat duduk untuk mereka. Di sana ada beberapa puluh meja dan masing masing meja ada alat alat menjahit yang bisa digunakan mereka untuk menyulam. “Di sini ada benang dan sapu tangan polos, aku ingin para gadis muda berkreasi dan menyulam apa yang telah kalian lihat di pemandangan sebelumnya. “ Ucap Ibu Suri. “Mengenai siapa yang paling indah akan dinilai olehku, Permaisuri dan P
Last Updated: 2026-07-04
Chapter: Chapter 176 - Memecah Belah“Nyonya muda, apakah kamu baik baik saja ?”Tanya Yueyue dengan wajah pucat. Sebab Yueyue yang menawarkan Xu Qingyu untuk meminum obat obatan itu , seandainya Xu Qingyu benar benar minum maka tidak tahu apa yang akan terjadi. “Racun itu tidak langsung bereaksi yang membuatku akan menjadi tidak menunjukkan bukti bahwa ada yang salah dengan ramuan itu , bisa saja disebabkan oleh hal lain. “ Ucap Xu Qingyu berusaha menenangkan dirinya sendiri. “Hanya saja lawan tidak menduga bahwa aku telah bersiap dan sangat waspada sehingga aku tidak akan jatuh ke dalam jebakannya. Aku juga tidak akan dengan mudah meminum atau memakan sesuatu. “ Lanjut Xu Qingyu dengan lembut. “Nyonya muda, mungkinkah ini perbuatan dari Tabib Kekaisaran Wang? Haruskah kita menyeretnya keluar dan meminta penjelasannya? “Tanya Yueyue dengan gelisah. “ Tidak perlu… kita tidak akan mendapatkan keuntungan apapun dari melakukan hal itu, justru akan merugikan kita sendiri. “Jawab Xu Qingyu menolak mentah mentah gagasan t
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: Chapter 193 - RacunXu Qingyu menyentuh pegangan kursi tempat duduk dan menelusuri jejak jejak ukiran dari kursi Kekaisaran ini. Namun pikirannya justru entah melayang kemana, dirinya tidak tahu apakah semuanya akan berakhir baik baik saja. Xu Qingyu menghela napas lagi dan setelah beberapa saat akhirnya dia menyadari bahwa dia sudah terlalu lama di sini. Sudah saatnya dia kembali ke rombongannya, dengan begitu maka dirinya tidak akan terlihat mencurigakan. Di hadapan Ibu Suri dan Permaisuri, dia harus banyak berhati hati. Ibu Suri tampak perhatian di depan semua orang namun ada satu hal yang membuatnya merasa curiga. Ibu mertuanya, Putri Huailing, selalu memperlakukan orang lain dengan adil. Tidak pernah berlaku semena mena terhadap orang lain apalagi terhadap keluarga dekatnya sendiri. Namun entah kenapa Xu Qingyu selalu merasa bahwa ada sedikit ketakutan di dalam tatapan Putri Huailing terhadap Ibunya, Ibu Suri. Ada jarak yang sengaja dijaga oleh Putri Huailing terhadap Ibunya sendiri meskipun
Last Updated: 2026-07-01
Chapter: Chapter 248 - Ming Hao dan Ming NaSatu tahun kemudian, ada banyak hal terjadi namun Kekaisaran Li justru menjadi semakin makmur di bawah pengendalian Maharani Li Qinglan. Hal ini membuat namanya bergema di setiap sudut kota yang memuji nama dan kebesarannya, dia adalah panutan bagi seluruh wanita. Tidak hanya itu, dirinya juga membangun sistem bahwa pejabat tidak hanya akan diambil dari kalangan bangsawan saja melainkan dari orang orang miskin juga.Selama seseorang memiliki bakat yang layak, tidak peduli apakah pria atau wanita, tidak peduli apakah kaya atau miskin, memiliki kesempatan yang sama. Qing Lan telah mengubah begitu banyak tatanan dan tentunya memiliki banyak pembenci namun ditemani oleh pisau tertajamnya, Wen Xing, bagaimana mungkin orang orang berani untuk mencari masalah dengannya? Setidaknya secara terang terangan. Qing Lan sendiri saat ini sedang hamil sembilan bulan dan sebentar lagi akan segera melahirkan sehingga dirinya banyak beristirahat. “Kamu jangan terlalu lelah, sisa berkasnya biarkan a
Last Updated: 2026-03-23
Chapter: Chapter 247 - Hari PernikahanUpacara pernikahan berlangsung lancar dan Qing Lan digandeng oleh Wen Xing untuk melangkah masuk ke dalam aula Kekaisaran yang telah disulap sebagai tempat pernikahan. Qing Lan melangkahkan kaki di atas arang untuk menghindari semua hal yang buruk dan kesialan, belum lagi dengan melempar beras untuk mengusir arwah jahat di sekitar mereka dan rangkaian lain. Qing Lan sendiri tidak dapat memandang ke depan karena tertutup oleh cadar pengantin, sehingga dirinya hanya mengandalkan Wen Xing sepenuhnya. “Beri hormat kepada langit dan bumi! “Seru Kasim muda yang menemani Kaisar terdahulu. Qing Lan dan Wen Xing bersujud ke arah depan lalu berdiri lagi kemudian kasim muda itu kembali berteriak. “Beri hormat kepada orang tua! “Karena mereka berdua sama sama tidak memiliki orang tua yang tersisa maka mereka pun kembali bersujud ke arah depan. “Beri hormat kepada pasangan! “Mereka berbalik agar saling menatap lalu bersujud dengan penuh hormat, dengan begitu acara pun dilanjutkan dengan Qi
Last Updated: 2026-03-23
Chapter: Chapter 246 - Maharani‘Kasim, bacakan dekrit yang ditinggalkan oleh Ayahku! “Perintah Qing Lan dengan tegas. Kasim itu tentu saja langsung menurut dan mengeluarkan dekrit kekaisaran yang ditinggalkan oleh mendiang Kaisar untuk Qing Lan sebelumnya. “Mendiang Kaisar berpesan bahwa Putri Qinglan, berbudi luhur dan bijaksana, pemberani dan heroik akan ditunjuk sebagai seorang pewaris tahkta! “ Seru Kasim muda itu dengan lantang. Kasim muda itu menunjukkan dekrit yang ditandatangani oleh mendiang Kaisar di hadapan semua orang yang menunjukkan bahwa kata katanya bisa dipercayai dan dipertanggung jawabkan. Lalu sebagian pejabat berlutut dan menyambut dirinya sebagai seorang Maharani (Kaisar wanita) pertama yang ada di dalam sejarah. “Kami menyambut Maharani dan bersedia untuk mengabdikan diri kami! “ Seru sebagian pejabat ini. “Kalian bangunlah. Sementara beberapa Tuan yang lain apakah menolak untuk mengakui ku? Tidak mengakui dekrit dari Mendiang Kaisar? “ Tanya Qing Lan dengan tenang. “Tuan Putri, seoran
Last Updated: 2026-03-23
Chapter: Chaptee 245 - Kain PutihSesampainya di Istana, kain putih sudah mulai digantungkan dan Qing Lan melangkah turun dari kudanya lalu merasa ragu dengan pemandangan yang dia lihat saat ini. Dia berdoa bahwa semua ini hanyalah sebuah mimpi buruk yang akan segera menghilang setelah dia terbangun namun sayang sekali bahwa ini semua bukan mimpi buruk belaka. Dari seluruh Istana ini, yang tersisa hanyalah satu orang. Sekarang kain putih telah menghiasi Istana yang menunjukkan orang terakhir di Istana megah itu telah pergi. Qing Lan memang membenci Kaisar namun dia tidak berharap Kaisar bertemu dengan kematiannya, siapa yang menyangka bahwa dia pergi sebentar dan Kaisar telah pergi? Qing Lan berlutut di depan Aula Duka Istana kala melihat sebuah peti mati megah lalu Wen Xing ikut berlutut bersama dengan dirinya. Di samping peti mati itu, seorang kasim muda yang menemani Kaisar pun tampak meratap di samping peti mati. Qing Lan merasa bahwa hatinya hampa dan lidahnya kelu sehingga dia tidak mampu mengatakan apapun
Last Updated: 2026-03-23
Chapter: Chapter 244 - Li QinglanDi Ibukota ini, siapa yang tidak tahu Nona Qing yang pemberani dan heroik? Dia adalah penyelamat nyawa dan tahkta Kaisar. “”Nona Qing, apakah ada yang salah? “Tanya Hakim Yun dengan penuh hormat. Bagi para pejabat di Ibukota, Kaisar sangat menyukai dan menghormati Nona Qing ini maka mereka juga tidak boleh menyinggungnya. “Nyonya Zhao seumur hidupnya banyak membantu orang lain, harap Hakim Yun memberikan sedikit keringanan baginya untuk meminum racun yang membuatnya meninggal dengan cepat dan menggunakan riasan terbaiknya sebelum meninggal. “ Ucap Qing Lan sambil menundukkan kepalanya. Hakim Yun sebagai seseorang yang banyak berkutat dengan urusan semacam ini tentu saja langsung memahami maksud Qing Lan. “Hal ini mudah saja, menuruti apa perkataan Nona Qing. “ Ucap Hakim Yun dengan hormat, lagipula sama sama hukuman mati. Nyonya Zhao dibawa ke belakang dan dibiarkan untuk menggunakan perhiasan lamanya. Qing Lan sendiri yang turun tangan untuk meriasnya. “Nyonya Zhao, aku telah
Last Updated: 2026-03-23
Chapter: Chapter 243 - Perpisahan“Ya, hatiku merasa menderita. Setiap satu hari lebih lama di Ibukota, hatiku terasa terkikis. Semua yang ku miliki telah sirna. Apa yang aku miliki hanyalah diriku sendiri, jika aku tinggal lebih lama di sini justru aku akan kehilangan diriku sendiri. “Jawab Qing Lan tanpa keraguan. “Setiap kali membayangkan ratapan seseorang yang tidak berhasil aku selamatkan, itu seolah olah pisau yang menembus jantungku. Aku harap Yang Mulia berbelas kasih, tolong lepaskanlah aku. “ Lanjut Qing Lan dengan nada memohon sekaligus mendesak. “Lan'er… aku sudah tidak memiliki penerus lain, apakah kamu benar benar tidak ingin tinggal? “Tanya Kaisar dengan lirih. “ Keputusanku sudah bulat, Yang Mulia memiliki keluarga yang besar. Masih ada beberapa keponakan dari cabang luar yang bisa diadopsi dan dilatih sebagai Putra Mahkota. “Jawab Qing Lan. Kaisar menganggukkan kepalanya dan terbarukan batuk lagi, Kaisar yang dilihatnya hari ini dengan tiga hari lalu tampak berbeda seolah olah Kaisar telah bertam
Last Updated: 2026-03-23
Chapter: Chapter 189 - PanggilanTidak ada reaksi dari Mei Qian dan Zilan, tidak heran. Mei Qian tidak terlalu pintar sehingga tidak langsung menyadari siapa yang dimaksud oleh Ning Xueqin. Sementara Zilan sendiri datang terlambat sehingga tidak mengetahui siapa yang sebenarnya dimaksud oleh Ning Xueqin. Di saat Ning Xueqin dan kedua pelayannya baru saja berbelok ke kanan dan akan menuju Istana Zhen Lingyu. Tiba tiba terdengar ada seseorang yang memanggilnya dari belakang. Ketika Ning Xueqin berbalik, senyum di wajahnya memudar. Seorang pemuda sekitar usia lima belas atau enam belas berdiri di belakangnya dengan ekspresi yang semu. Ning Xueqin memandang pemuda itu dengan tatapan yang menajam dan waspada karena… pemuda itu adalah pelayan kepercayaan Ning Chuan, Shu Feng.Kedatangan Shu Feng di sini pastilah bukan membawa hal baik, pokoknya semua yang berkaitan dengan Ning Chuan bukanlah hal baik. Ning Xueqin meyakinkan dirinya sendiri bahwa dirinya tidak boleh menunjukkan ketakutannya pada saat ini. Sehingga d
Last Updated: 2026-07-14
Chapter: Chapter 188 - TraktirSetelah semua masalah selesai dan perjamuan selesai diadakan, maka Ning Xueqin tidak ada kewajiban untuk tinggal lebih lama lagi di sini. Sehingga dirinya segera bangkit berdiri dan ingin pergi, tiba tiba ada yang memanggilnya dari belakang. ‘Tuan Putri, tunggu sebentar. “Panggil Yue Long. Ning Xueqin menoleh ke belakang dan menundukkan kepalanya dengan hormat. Kali ini jika tidak ada bantuan Yue Long maka sulit untuk mendapatkan pijakan di Pengadilan Istana. “ Apakah ada hal yang penting, Tuan muda Yue? “Tanya Ning Xueqin. “ Tidak, aku hanya ingin mengatakan bahwa Tuan Putri benar benar sangat hebat. Pria muda ini masih perlu banyak belajar dari Tuan Putri di masa depan. “Jawab Yue Long dengan penuh hormat. “Aku tidak pantas untuk menerima pujian setinggi ini. Namun aku ingin mengucapkan salam perpisahan bagi Tuan muda Yue. Aku dengar bahwa Tuan muda Yue akan pergi dari Ibukota dalam dua hari, jaga dirimu baik baik.” Ucap Ning Xueqin dengan lembut. “Baik, aku akan mengingat p
Last Updated: 2026-07-13
Chapter: Chapter 187 - Iri dan Benci“Tidak tahu apa hubungan masalah ini terhadap Selir Agung Su? “ Tanya Ning Xueqin. “Tidak apa apa, awalnya aku berpikir bahwa keponakanku tidak akan mendapatkan kesempatan lagi. Tapi sekarang sepertinya masih ada harapan. “ Jawab Su Lingqi dengan bahagia. Ning Xueqin menoleh ke belakang dan menatap Su Lingqi dengan mata yang menyipit. “Apa maksudnya? “ Tanya Ning Xueqin. “Zhen'er belakangan ini selalu menyebutkan tentang dirimu, aku pikir bahwa kalian berdua cukup cocok. Kalian berdua seumuran dan sudah saling mengenal satu sama lain. “ Jawab Su Lingqi dengan percaya diri. “Selir Agung Su terlalu memuji, Tuan muda Su sangat berharga seperti batu permata. Bagaimana mungkin bisa dijodohkan denganku? “ Tanya Ning Xueqin secara tidak langsung menolak. Namun Su Lingqi ini pada dasarnya tidak terlalu pintar, dirinya juga tidak dapat melihat penolakan yang diberikan oleh Ning Xueqin. Bahkan Su Lingqi pun menilai kalau Ning Xueqin merasa rendah diri dan merasa tidak layak untuk Su Zhen
Last Updated: 2026-07-12
Chapter: Chaptee 186 - Su Lingqi“Tergantung… apakah dia memiliki kemampuan untuk itu. “Balas Ning Xueqin tidak panik. Meng Zhenzhu tentu saja sangat unggul, dia muda dan sangat cantik, sangat lembut dan pandai menggoda. Pria mana yang bisa menolak pesona yang begitu menggoda di dalam pelukannya? Namun seiring berjalannya waktu, pria akan merasa bosan. Setelah merasa bosan, apakah masih akan ada kesempatan bagi Meng Zhenzhu untuk berkuasa di Istana Dalam. “Apa maksudmu? Tapi, jika melihat tindakan mu hari ini maka kamu pasti memiliki rencanamu sendiri. Aku tidak akan mengkhawatirkan mu. “ Ucap Su Lingqi pada akhirnya. “Tenang saja , selama kamu tidak macam macam maka aku tidak akan melakukan sesuatu yang mengancam mu. “ Balas Ning Xueqin. Ning Xueqin duduk di kursi dan melihat Su Lingqi yang berganti pakaian, pakaian putih polosnya sudah digantikan dengan gaun pesta yang mewah.“Jangan gunakan gaun pesta semewah itu, terlalu mencolok. Gunakan yang lebih anggun dan elegan. Kamu baru saja diasingkan, tidak akan
Last Updated: 2026-07-12
Chapter: Chapter 185 - Su LingqiKaisar Ning menatapnya dengan tatapan tidak percaya, tidak menyangka bahwa dirinya akan menanyakan tentang Selir Su. Namun Ning Xueqin tidak terlalu peduli, dirinya tetap melanjutkan kata katanya. “Selir Su telah dipilih oleh leluhur sebagai petunjuk, jelas karena para leluhur melihat pengabdiannya yang tulus dan penuh hikmat. Rasanya tidak pantas jika terus membiarkannya berada di Kuil Yulian dan mengurung diri. “ Ucap Ning Xueqin. “Tidak Yang Mulia! Hamba pantas untuk menerima hukuman dan bersedia berdoa lebih lama demi keselamatan seluruh Kekaisaran Ning! “ Balas Selir Su bersujud. “Ayahanda, selama ini Selir Su mengatur Istana Dalam dan membuat seluruh Istana menjadi damai.”Ucap Ning Xueqin. “ Sehingga tidak ada orang licik yang mencoba peruntungan untuk melompat ke posisi yang lebih tinggi. Bagaimana jika Ayahanda memberikan kesempatan bagi Selir Su sekali lagi untuk menduduki posisi Selir Agung? “ Tanya Ning Xueqin memohon atas nama Selir Su. Semua orang tidak menyangka ba
Last Updated: 2026-07-11
Chapter: Chapter 184 - Bagaimana Nasib Selir Su?“Namun Yang Mulia, masalah perbendaharaan kas masih menjadi perhatian utama. Kita tidak dapat melanjutkan perang begitu saja. “ Ucap Meng Long masih tidak menyerah untuk mencoba. “Langit telah memberikan petunjuk, apakah Perdana Menteri Meng mencoba untuk melawan kehendak langit? “ Tanya Ning Xueqin. “Diam! Petunjuk hari ini sangat penting, jelas sekali bahwa leluhur telah meramalkan bahwa kita akan mencapai kemenangan. Belum lagi petunjuk leluhur sudah jelas, petir menyambar ke Kuil Yulian yang paling terpencil, tempat Selir Su berkultivasi di sini. “Ucap Kaisar Ning memotong perdebatan putrinya dan Meng Long. “Ayahanda benar, mungkin ini adalah keberuntungan dari Selir Su. “ Balas Ning Xueqin dengan rendah hati. Tidak lama kemudian, Selir Su melangkah keluar tanpa alasan kaki dan tanpa riasan sedikitpun . Hanya mengenakan gaun putih polos dan tatapan yang lembut, seolah olah dirinya sangat berbeda dengan Selir Su yang arogan sebelumnya. Selir Su menundukkan kepalanya dan membe
Last Updated: 2026-07-11