共有

Bicara Empat Mata

作者: Kurnia_cy
last update 公開日: 2025-12-02 21:00:54

"Ini...soal Runi, Dek. Tak bisakah kalian berdua itu akur? Terus terang, bila melihat kalian seperti ini, mas jadi serba salah akan membela siapa. Mas sangat menyayangi kalian berdua dan mas tidak ingin melihat kalian berdua selalu ribut bahkan sudah main kekerasan seperti tadi. Jujur saja, mas tidak suka melihat caramu memperlakukan Runi seperti tadi, kamu menampar dan melukai lengannya. Gimana pun juga, Runi itu adalah adik kandung mas. Mau sebesar apapun salahnya, hati kecil mas tetap tida

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Madu Pemberian Ipar    Kepergian Clara

    Singkat cerita, beberapa hari kemudian, keluarga Yuda datang melamar Runi. Yanto yang sebelumnya sudah diberitahukan oleh Runi mengenai hal tersebut tampak ogah-ogahan menerima kedatangan keluarga Yuda. Yanto merasa keberatan dengan hal ini lantaran status Yuda yang merupakan suami orang. Dia berusaha membujuk Runi untuk menolak lamaran tersebut, tetapi jelas saja Runi tidak mau. Sudah susah payah mencapai tahap ini, mana mungkin dia akan melepaskannya begitu saja. Apalagi Feyla juga sangat mendukungnya, membuat Runi semakin mantap untuk melangkah bahkan selama pertemuan itu berlangsung justru Feyla yang terkesan menjadi juru bicaranya dibandingkan dengan Yanto yang notabene adalah saudara kandung Runi, pengganti kedua orang tua mereka yang sudah tiada.Feyla teringat beberapa hari yang lalu saat dia menegur Runi yang tidak kunjung juga mencari pekerjaan seperti janjinya, Runi malah berkata bahwa dia tidak perlu bekerja karena dia akan menikah dengan seorang pria kaya. Awalny

  • Madu Pemberian Ipar    Keputusan Yuda

    Tik...tok...tik... tok...Detak suara jam dinding dengan ritme yang teratur mengalun dengan cukup jelas di tengah keheningan ruangan berukuran 4x4 m tersebut. Meskipun ada dua manusia di dalamnya, tetapi keheningan terasa begitu nyata karena kedua orang tersebut sedang dibelit masalah yang membuat mereka lebih memilih berdiam diri daripada berkomunikasi satu sama lainnya. Mereka adalah Yuda dan Clara, keduanya duduk di tempat yang berbeda dengan raut wajah yang muram. Clara duduk meringkuk di atas ranjang dengan kedua lengan memeluk kaki dan dagu yang ditumpukan pada kedua lututnya sedangkan Yuda duduk di sofabed, terpekur menatap lantai. Sesekali Yuda melirik Clara yang masih diam membisu dengan pandangan menerawang.Bosan dengan keheningan yang menyelimuti mereka, Yuda mencoba memulai pembicaraan.“Clara, bicaralah sesuatu. Jangan hanya diam saja. Aku jadi bingung melihatmu seperti ini.”Clara bergeming, tidak sedikit pun dia menoleh ke arah Yuda, membuat Yuda menjadi gemas. Dia seg

  • Madu Pemberian Ipar    Kenekatan Bu Elvina

    Plak!“Hei, apa-apaan kamu, Clara?! Kenapa kau menamparku? Apa kau sudah gila, hah?!” pekik Runi saat sebuah hadiah tamparan dari Clara singgah di pipinya.“Kau yang gila! Kau wanita yang tidak punya perasaan! Kau setuju menikah dengan mas Yuda padahal kau tahu dia adalah suamiku. Kau adalah temanku, tapi kau menusukku dari belakang! Apa kau tidak punya hati nurani, hah?!” seru Clara dengan dada naik turun karena emosi yang meletup – letup dalam dadanya.Keduanya tampak bersitegang di halaman belakang rumah. Ya, setelah keluar dari kamar Elvina, Clara segera membawa Runi ke halaman belakang untuk melampiaskan amarah dan perasaan kecewanya atas sikap Runi yang mau-mau saja menyetujui permintaan Bu Elvina untuk menjadi istri kedua Yuda.Runi tersenyum kecil, sikapnya terlihat santai seolah-olah tidak terpengaruh akan kemarahan Clara.“Bukan salahku, Clara. Ibu mertuamu yang memaksa aku. Bukankah aku sudah menolaknya tadi,” ucap Runi dengan tenang.“Kau wanita licik. Aku tahu sebenarnya

  • Madu Pemberian Ipar    Permintaan Elvina

    Sontak keduanya saling bertatapan penuh keheranan, tetapi sedetik kemudian seperti dikomando, Yuda dan Clara segera berlari menuju ke kamar Bagas dan Elvina.Setibanya di ambang pintu, Yuda dan Clara terkejut melihat pemandangan yang terhampar di depan mereka.Mereka melihat Bagas terduduk di lantai, sebelah tangannya tampak merangkul tubuh Elvina yang terbaring di pangkuannya dengan mata terpejam sedangkan satu tangan lagi menepuk-nepuk pelan pipi Elvina.“Ma! Ma! Bangun, Ma! Sadar, Ma!” serunya berulang-ulang. Kecemasan tergambar jelas di raut wajah pria paruh baya itu.“Pa, mama kenapa?” tanya Yuda yang langsung menghambur masuk ke dalam kamar, diikuti oleh Clara.Bagas mengangkat wajahnya, menatap putra dan menantunya itu.“Ini, mamamu tiba-tiba pingsan, nggak tahu kenapa. Ayo, bantu papa meletakkan mamamu di atas ranjang!”Ketiganya segera mengangkat tubuh Elvina dan meletakkannya dengan perlahan di atas ranjang.“Bik! Bik Siti!” seru Bagas dengan suara keras.Tidak berapa lama k

  • Madu Pemberian Ipar    Kukuh Pada Pendirian

    “APA?! MENIKAH LAGI?!” teriak Yuda dengan mata melotot.“Iya, Yud. Mama sama papa sudah tidak bisa lagi menunggu. Teman-teman mama semuanya sudah pada punya cucu bahkan ada anaknya yang baru satu tahun menikah malah sudah melahirkan. Ini kalian malah belum sama sekali. Jangankan melahirkan, hamil pun belum,” ucap Elvina sedikit ketus.Yuda menyugar rambutnya ke belakang. Sungguh, dia tidak pernah menduga kedua orang tuanya mempunyai rencana seperti ini. Selama ini dia melihat hubungan istri dengan kedua orang tuanya itu baik-baik saja, tidak pernah terlihat Elvina maupun Bagas menekan Clara untuk segera hamil sehingga Yuda beranggapan bahwa kedua orang tuanya itu fine – fine saja dengan masalah ini.Akan tetapi, pada malam hari ini semuanya terungkap bahwa sebenarnya ayah dan ibunya tidak sepenuhnya bisa menerima kondisi Clara yang masih belum hamil sampai detik ini.“Tapi, Ma... aku sangat mencintai Clara dan tak ada sedikit pun keinginan di hatiku untuk menikah dengan perempuan lain

  • Madu Pemberian Ipar    Mulai Bergerak

    Beberapa hari kemudian di sebuah kafe...“Selamat siang, Tante. Maaf, saya terlambat dan membuat Tante menunggu lama,” ucap Runi sembari memasang wajah penuh penyesalan di hadapan seorang wanita paruh baya. Wanita itu adalah Elvina, mertua Clara.“Tidak apa-apa, Runi. Duduklah. Sebelum kita ngobrol, ada baiknya kita makan dulu. Kamu mau pesan apa?”Runi menatap wanita paruh baya di depannya itu seraya menyunggingkan senyum manisnya.“Terserah Tante saja. Saya tidak cerewet untuk urusan makanan. Semua makanan saya suka,” bual Runi.“Baiklah, kalau gitu tante pesan yang sama dengan punya tante saja, ya.”“Boleh, Tan.”Elvina segera memanggil seorang pelayan dan memesan makanan untuk Runi.Sembari menunggu, mereka berdua mulai mengobrol.“Bagaimana keadaan Tante sekarang? Apakah luka Tante sudah sembuh?”“Sudah Runi dan tante terima kasih banget sama kamu. Karena pertolonganmu, tante bisa selamat dari para perampok itu.”Runi tersenyum kecil sembari menganggukkan kepalanya.“Sama – sama,

  • Madu Pemberian Ipar    Godaan Feyla

    "Ada apa, Fey?" tanya Yanto kala melihat Feyla berjalan menghampirinya."Nggak ada apa-apa, Mas. Aku hanya ingin melihat kondisi Randy," jawab Feyla.Kemudian wanita yang telah mengenakan jubah tidur merah maroon itu mendekati ranjang dimana putranya sedang berbaring lelap."

  • Madu Pemberian Ipar    Lagi-lagi Berbohong 

    Pandangan Yanto menyapu seisi kamar Randy yang kini tampak berbeda dari sebelumnya karena sekarang ada sebuah sofa bed berwarna merah yang terletak di samping ranjang Randy, lengkap dengan satu buah bantal dan satu buah guling. Tak ketinggalan pula sehelai selimut terletak pada ujung sofa. Sofa b

  • Madu Pemberian Ipar    Menginap

    Sontak Yanto mendongakkan kepalanya lalu menggeleng pelan."Tidak usah, Pak. Biar saya saja yang bicara dengan istri saya. Baiklah Pak, saya bersedia menginap di sini untuk menemani Randy.""Syukurlah, terimakasih banyak Yanto. Saya benar-benar berhutang budi padamu.""Tidak

  • Madu Pemberian Ipar    Dilema

    Memikirkan hal itu, Pak Indra menghembuskan napas panjang."Kenapa, Pa?" tanya Feyla yang kebetulan menengok ke arah ayahnya itu."Tidak apa-apa, papa hanya merasa senang karena Randy terlihat sudah lebih baikan daripada tadi," kilah pria paruh baya itu."Benar, Pa dan semua

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status