ログインDi saat Lilis sedang berjuang mengandung buah hati mereka, Rendy justru sibuk membagikan kehangatan dengan wanita lain. Tragisnya, wanita itu adalah Wulan—adik kandung Lilis sendiri. Berawal dari kecurigaan yang berujung pada isi pesan teks menjijikkan di ponsel sang adik, Lilis dipaksa menelan kenyataan bahwa suami yang dicintainya dan adik yang disayanginya telah lama bermain gila di belakangnya. Bahkan, mereka sudah merencanakan sebuah perceraian. "Terus, Kakang kapan cerai sama Mbakku?" Pengkhianatan berdarah ini terlanjur dimulai. Lilis tidak akan tinggal diam menangis meratapi nasib. Jika mereka bisa menghancurkan hatinya maka mereka juga harus siap menerima balasan yang setimpal. Namun Lilis tahu, ia belum sekuat itu melawan suaminya yang licik. Ia harus menggandeng orang yang punya kekuatan lebih besar dari Rendy. Di saat yang bersamaan, ada Brandon Sebastian--CEO juga orang dari masa lalu Lilis yang hadir kembali di hidupnya. Apakah Lilis akan memanfaatkan Brandon dalam proses perceraiannya dengan suaminya? 📝 Base on true story yang aku dramatisir
もっと見る"Ketahanan psikologisnya sebagai ibu baru yang baru melahirkan bisa hancur kalau dia terus-menerus ditekan dengan keberadaan anaknya yang dijadikan sandera," lanjut Brandon. "Kita tidak bisa lagi menunggu timeline awal yang sudah kita susun, Yura. Saya harus cari cara untuk mempercepat proses gugatan cerai dan eksekusi pidananya secepatnya." Yura terkejut dengan ucapan abang sepupunya itu. Brandon yang biasanya bijaksana, perfeksionis, hatihhati, dan penuh perhitungan itu, tiba-tiba terlihat panik. "Gimana caranya, Bang? Kan kita butuh waktu buat daftarin berkas ke Pengadilan Agama?" tanya Yura cemas. Brandon menyeringai tipis, sebuah senyuman berbahaya yang biasa ia tunjukkan saat akan menghancurkan lawannya di pengadilan. "Besok pagi, saya sendiri yang akan turun tangan ke perusahaan logistik tempat Rendy bekerja. Saya akan bawa bukti perzinaan dan pengancaman ini langsung ke meja pemilik saham utama," ujar Brandon mantap. "Begitu Rendy dipecat secara tidak hormat besok sian
Suasana rumah pasca-penyitaan ponsel malam itu berubah menjadi pukulan psikologis yang senyap bagi Lilis. Rendy jarang pulang karena sibuk memamerkan mobil barunya bersama Wulan. Sementara saat di rumah, Puji dan Wulan mengambil alih peran sebagai sipir penjara yang kejam. Sampai pada suatu sore, ketika Lilis baru saja selesai memandikan bayinya di kamar. Saat ia keluar untuk mengambil baju ganti Juna di lemari ruang tengah, ia mendapati kamar anak sulungnya itu sudah kosong. Lilis berjalan cepat ke arah dapur, menahan rasa perih di perutnya yang dipaksa bergerak aktif. Di sana, ia melihat Puji sedang memasukkan pakaian Juna ke dalam tas ransel kecil milik anaknya. "Bu... baju Juna mau dibawa ke mana?" tanya Lilis, dadanya tiba-tiba berdesir tidak nyaman. Puji tidak menoleh, ia terus melipat baju kaos Juna dengan cekatan. "Juna mau dibawa Wulan nginep di rumah tantemu di desa sebelah, Lis. Biar gak ganggu kamu ngurus bayi. Kamu kan masih lemas." "Gak usah, Bu! Juna gak pernah
Teriakan Rendy bagaikan petir yang menyambar-nyambar bagi Lilis. Ia benar-benar belum terbiasa dengan temperamen suaminya yang makin kasar dari hari ke hari. Jika ada orang yang melihat, pasti tidak akan menyangka kalau Rendy pernah menjadi suami green forest (sangat baik). Rendy mondar-mandir di dalam kamar dengan napas memburu. Ketakutan bahwa Lilis akan mendapat bantuan dari luar benar-benar menggebu-gebu di dalam kepalanya. Sifat temperamennya keluar seketika. "Mas, apa yang sebenernya terjadi sih?" "Gak usah pura-pura bego deh, Lis." Lilis syok dengan bahasa kasar itu. Batinnya bergejolak, masih berusaha mencari, 'dimana suaminya yang super romantis itu?'. Namun kini, Rendy menatapnya seolah ia adalah musuh yang paling ia benci di dunia ini. "Gue udah curiga dari kemarin. Lo sengaja kan mancing-mancing Wulan di rumah sakit biar temen-temen lo punya alasan buat maki-maki dia?!" tuduh Rendy, telunjuknya menunjuk tepat di depan wajah Lilis dengan HP yang ia rebut itu. "Mu
Kini Lilis kembali menginjakkan kakinya di sana. Rumah yang dibangun dari jerih payahnya melukis hena keliling desa dan juga suaminya--yang menyumbang setengahnya--kini terasa seperti penjara yang pengap. Begitu pintu kamar ditutup, Lilis langsung bergerak dengan sisa-sisa tenaganya. Di bawah lipatan selimut, tangannya bergerak cepat. Ia tlagi hanya mengandalkan alat sadap dari Brandon. Diam-diam, sebelum dipaksa pulang, Lilis sudah memesan dua alat rekam mini tambahan secara online. Satu alat rekam ia selipkan di sela-sela lipatan baju dalam lemari, posisi yang sangat dekat dengan ranjang utama. Sementara satu lagi, berupa kamera makro sekecil kancing baju, ia pasang di sudut ventilasi kamar yang tertutup kain gorden hitam--sudut yang mustahil dilirik oleh Rendy yang memang tidak memperhatikan detail. Klik! Lampu mikro menyala sekali, lalu mati, menandakan alat itu sudah aktif dan terhubung otomatis ke sistem penyimpanan cloud yang jalurnya sudah ia bagi ke komputer Brandon.
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.