author-banner
Kurnia_cy
Kurnia_cy
Author

Novels by Kurnia_cy

Madu Pemberian Ipar

Madu Pemberian Ipar

Ketenangan rumah tangga Yanto dan Viana mulai terusik dengan kehadiran Runi, adik Yanto yang memutuskan tinggal bersama mereka setelah bercerai dari suaminya. Berbagai masalah dan pertengkaran mulai timbul sejak Runi tinggal bersama mereka, membuat Viana merasa tidak adanya lagi kenyamanan dalam rumah tangganya bersama Yanto. Sedangkan Runi yang memang tidak menyukai Viana selalu berusaha untuk memisahkan Yanto dan Viana. Usaha Runi kian dipermudah dengan kehadiran Feyla, temannya yang diam-diam menyukai Yanto. Dengan berbagai cara, Runi berusaha mendekatkan Yanto dan Feyla. Usaha mereka berhasil. Yanto menikahi Feyla sebagai istri kedua karena dia tidak mau bercerai dengan Viana. Namun, Viana yang tak mau dimadu memutuskan untuk bercerai dan mencari jalan kebahagiaannya sendiri meskipun dia harus menanggung sakit atas keputusannya itu. Di kemudian hari, Viana berhasil bangkit dari keterpurukannya. Sebaliknya orang-orang yang menyakitinya mulai menemui karmanya satu persatu
Read
Chapter: Memutuskan Pergi 
Namun, sejurus kemudian kesadarannya kembali ditarik ke tempatnya semula dan dalam hitungan waktu yang singkat, sebuah keputusan besar telah diambilnya. Keputusan yang diharapkan Viana dapat memberikan warna kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.Dengan gerakan tegas, perempuan berambut sebahu itu segera bangkit dari duduknya dan berniat untuk segera melaksanakan rencananya. Di tengah pergerakannya, tanpa sengaja kakinya menyepak paper bag yang tadi di bawa oleh Yanto.Viana menatap tajam ke arah paper bag itu kemudian mengambil benda itu dengan gerakan kasar. Alih-alih ingin melihat isinya, Viana justru malah membuang paper bag itu ke dalam tong sampah yang terletak di sudut kamar sambil tersenyum puas.Setelah itu dia kembali bergerak melakukan beberapa hal yang merupakan bagian dari rencana yang telah tersusun dalam benaknya.Satu tekad telah dia genggam yaitu bahwa dia harus segera meninggalkan kediaman yang bagaikan neraka ini secepat mungkin.Beberapa jam kemudian, pagi hari
Last Updated: 2026-03-29
Chapter: Gejolak Emosi Viana
"Ah, persetan dengan surat perjanjian itu." Yanto tersenyum menyeringai menatap Viana."Asal kau tahu Viana, surat perjanjian itu sudah aku robek dan bakar.""Apa?! seru Viana tak percaya."Ya, itu benar. Beberapa hari yang lalu, diam-diam aku masuk ke kamarmu, mencari surat itu dan aku berhasil menemukannya. Lalu aku merobek dan membakarnya. Sekarang kau tidak punya pegangan lagi untuk memaksaku menceraikanmu," ujar Yanto sambil tersenyum puas."Tidak mungkin! Kau Pasti bohong, Mas!" Viana menolak untuk percaya."Aku tidak bohong. Kau bisa periksa sendiri laci tempat kau menyimpan surat itu."Viana bergegas menghambur ke laci yang dimaksud, membongkar semua barang yang ada di dalamnya dan pada akhirnya dia jatuh terduduk lemas di lantai saat tidak menemukan surat itu di sana.Yanto yang melihat hal tersebut tersenyum penuh kemenangan. Dengan langkah santai dia mendekati Viana lalu berjongkok di sebelah Viana."Sudahlah, Dek. Hapus saja keinginanmu untuk bercerai dariku. Aku masih san
Last Updated: 2026-03-28
Chapter: Viana Kalap
Oleh karena itu, tanpa menunggu lebih lama lagi, lelaki itu segera menyatukan tubuhnya dengan tubuh sang istri yang masih dalam keadaan pingsan itu.Di tengah malam Viana siuman dari pingsannya. Dia melenguh pelan sambil mengusap kepalanya yang terasa pusing.Perlahan dia membuka matanya, mengerjapkannya sejenak untuk menyesuaikan dengan cahaya lampu yang menerangi kamar itu.Sejenak dia terlihat kebingungan karena merasakan kulit tubuhnya menggigil diterpa udara dingin yang berasal dari pendingin ruangan yang terpasang di dalam kamar tersebut.Viana spontan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya karena tidak kuat menahan dingin. Saat itu barulah dia menyadari bahwa tubuhnya tidak ditempeli oleh satu helai benang pun.Viana menjadi syok. Otaknya berputar cepat, berusaha mengingat rentetan kejadian yang membuatnya jadi begini.Akhirnya, setelah beberapa saat berpikir Viana pun bisa mengingat kembali hal yang sudah terjadi padanya. Dia mengingat bahwa pada malam itu Yanto datang ke kam
Last Updated: 2026-03-27
Chapter: Viana Pingsan
"Aku tidak percaya, Mas. Aku harus lihat sendiri keadaan di dalam. Minggir, Mas! Aku mau masuk!" Feyla berusaha mendorong tubuh Yanto yang menghalangi pintu masuk.Akan tetapi, Yanto bergeming. Sedikit pun dia tidak bergeser dari posisinya. Hal tersebut membuat Feyla semakin terbakar api cemburu."Kenapa kamu tidak mau minggir, Mas. Apa sebenarnya yang kalian lakukan di dalam, hah?!" sentak Feyla dengan mata yang mulai mengembun."Jangan membentakku, Fey. Aku suamimu! Aku ke sini karena ada sedikit keperluan dengan Viana dan kalau pun aku berlama-lama di sini, memangnya ada yang salah. Viana itu istriku, aku berhak atas dirinya, berhak menuntut nafkah batin darinya. Ingat Fey, dulu kamu sendiri yang bersedia untuk menjadi istri kedua. Tentunya kamu sudah tahu konsekuensi menikah dengan pria beristri. Jadi seharusnya kamu tidak perlu lagi mempermasalahkan hal ini," jelas Yanto panjang lebar."Tapi Mas, aku-""Sudahlah, Kak. Apa yang dibilang bang Yanto itu benar. Lebih baik sekarang ki
Last Updated: 2026-03-26
Chapter: Keributan Di Tengah Malam 
"Lepaskan aku, Mas! Lepaskan!""Tidak akan! Kau masih istriku dan kau wajib melayaniku, suamimu! Ayolah, Viana. Jangan jual mahal seperti itu. Aku tahu kau juga menginginkannya bukan? Sudah lama juga kita melakukannya. Aku merindukan tubuhmu, Dek."Seketika itu juga bulu-bulu di tubuh Viana meremang. Dia paham akan maksud perkataan suaminya itu."Tidak, jangan lakukan itu. Ingat Mas, kau sudah menandatangani persyaratan yang aku ajukan dan jika kau melanggarnya, kau harus menceraikan aku. Apa kau memang ingin kita bercerai?" Viana berusaha mengingatkan Yanto akan konsekuensi yang harus dihadapinya jika melanggar perjanjian tersebut.Akan tetapi, Yanto yang sudah dikuasai nafsu tidak memedulikan peringatan Viana itu. Rasa rindu, amarah dan kecewa dengan sikap Viana akhir-akhir ini membuatnya gelap mata. Sambil tersenyum menyeringai, dia mendekatkan wajahnya ke telinga Viana."Persetan dengan semua perjanjian itu! Bagiku yang penting saat ini adalah kau harus melayani hasratku."Setelah
Last Updated: 2026-03-25
Chapter: Emosi Yanto
Malam hari itu di kamar Viana."Mau apa lagi kamu ke sini, Mas? Nanti istri muda mu marah kalau tahu kamu ke sini," ucap Viana dengan nada datar."Jangan begitu, Dek. Bagaimana pun juga kamu masih istri mas dan menjadi tanggung jawab mas untuk memperhatikanmu," ucap Yanto."Sudahlah, jangan bertele-tele. Sekarang katakan saja apa mau Mas dan setelah itu keluarlah dari kamarku!"Yanto menatap Viana dengan kecewa. Hatinya terasa sakit melihat perubahan sikap Viana yang begitu dingin padanya."Mas ke sini mau memberikan oleh-oleh untuk kamu. Terimalah, semoga kamu suka. Maaf, mas terlambat memberikannya karena mas tiba-tiba ada urusan pekerjaan mendadak," sesal Yanto seraya menyodorkan sebuah paper bag berukuran cukup besar.Viana hanya melirik sekilas kemudian kembali memalingkan wajah ke arah semula."Aku gak butuh barang-barang itu, Mas. Lebih baik kamu bawa kembali dan berikan pada adikmu. Aku rasa dia lebih membutuhkan barang-barang itu daripada aku."Penolakan dari Viana itu sontak
Last Updated: 2026-03-24
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status