LOGINKetenangan rumah tangga Yanto dan Viana mulai terusik dengan kehadiran Runi, adik Yanto yang memutuskan tinggal bersama mereka setelah bercerai dari suaminya. Berbagai masalah dan pertengkaran mulai timbul sejak Runi tinggal bersama mereka, membuat Viana merasa tidak adanya lagi kenyamanan dalam rumah tangganya bersama Yanto. Sedangkan Runi yang memang tidak menyukai Viana selalu berusaha untuk memisahkan Yanto dan Viana. Usaha Runi kian dipermudah dengan kehadiran Feyla, temannya yang diam-diam menyukai Yanto. Dengan berbagai cara, Runi berusaha mendekatkan Yanto dan Feyla. Usaha mereka berhasil. Yanto menikahi Feyla sebagai istri kedua karena dia tidak mau bercerai dengan Viana. Namun, Viana yang tak mau dimadu memutuskan untuk bercerai dan mencari jalan kebahagiaannya sendiri meskipun dia harus menanggung sakit atas keputusannya itu. Di kemudian hari, Viana berhasil bangkit dari keterpurukannya. Sebaliknya orang-orang yang menyakitinya mulai menemui karmanya satu persatu
View More"Dek, jangan tidur dulu. Ada yang pengen mas omongin ," ucap Yanto di malam hari itu kepada Viana, istrinya.
"Terserahlah kamu mau ngomong apa, Mas. Pokoknya aku gak mau ikut campur lagi urusan yang satu itu. Aku sudah capek, lelah. Aku hanya ingin baik-baik mengurus rumah tangga kita tanpa harus dicampuradukkan dengan urusan lain yang gak ada faedahnya sama sekali!""Berarti dengan kata lain, kamu senang kalau suatu saat nanti Runi diusir dari sini?!" ucap Yanto dengan gusar.Viana tersenyum tipis. Kini, sudah terlihat jelas bahwa suaminya lebih condong memihak pada Runi."Bicara jujur, iya. Aku sangat senang sekali kalau dia pergi dari sini. Setidaknya dengan demikian, tidak akan memancing warga untuk datang dan membuat keributan di sini seperti tadi. Lagian, dia juga sudah dewasa. Harusnya sadar atas konsekuensi dari semua perbuatannya itu dan mau menanggungnya, bukan malah bersembunyi di bawah ketiak abangnya, mencari pembenaran dan tameng untuk berlindung dari segala sanksi yang harus dihadapinya."Seusai berkata demikian, Viana segera berdiri dan masuk ke
"Hhh...tidak kusangka Mbak Silvia orangnya pendendam gitu. Untuk apa dia posting hal begituan. Bukankah hal itu sama saja dengan membuka aib rumah tangganya sendiri?" ucap Yanto setelah terdiam beberapa saat."Mbak Silvia? Maksud Mas?" Viana mengerutkan keningnya."Ya, itu. Pasti Mbak Silvia yang menyebarkan video itu. Dia ingin mempermalukan Runi dan Aldo. Tanpa disadarinya, hal itu juga akan berimbas pada nama baiknya juga."Viana menggelengkan kepalanya."Nggak, Mas salah. Video itu bukan tentang perselingkuhan Runi dan Aldo," tukasnya.Seketika itu juga, Yanto menegakkan tubuhnya, menatap tajam ke arah istrinya."Bukan tentang Aldo dan Runi? Lantas tentang siapa? Bukankah nyatanya Aldo memang selingkuh dengan Runi?" tanya Yanto penasaran."Itu video yang kemarin, Mas. Video perselingkuhan Runi sebelumnya. Mas kan sudah pernah kuperlihatkan video itu," jelas Viana."Jadi itu bukan video Runi dan Aldo?" tanya Yanto menatap is
Yanto menghela nafas sejenak. Lelah, itulah yang dia rasakan saat ini. Disaat konflik antara istri dan adiknya masih belum menemukan titik penyelesaian, kini datang pula komplain dari para warga yang didominasi oleh kaum ibu-ibu dimana mereka merasa sangat keberatan dengan kehadiran Runi di kompleks tersebut."Pak RT dan Ibu-ibu sekalian. Saya memahami kecemasan para Ibu berkaitan dengan perilaku adik saya yang saya akui memang sangat tidak pantas itu."Runi membelalakkan mata, tak terima akan perkataan Yanto yang terlihat jelas menyalahkannya. Mulutnya bergerak-gerak hendak melayangkan protes, tetapi urung karena Yanto segera melanjutkan kembali ucapannya."Tapi untuk saat ini, apakah adik saya mengulang kembali perbuatannya? Tidak, kan? Karena itu menurut saya tidak perlu lah terlalu membesar-besarkan masalah ini dan keputusan saya sudah jelas, adik saya akan tetap di sini, tinggal bersama saya. Saya jamin, adik saya tidak akan mengulangi lagi perbuatannya itu
Menyadari bahwa dirinya mulai terancam, Runi kini melayangkan tatapan memohon kepada Viana, berharap agar kakak ipar nya itu tirun tangan untuk menyelamatkannya. Akan tetapi, Viana malah membuang pandangan ke arah lain, membuat Runi menjadi geram.'Keterlaluan betul dia. Tidak mau menolongku sama sekali. Awas kau, Viana, bakal ku laporin semua ini kepada Bang Yanto, 'gerutunya dalam hati.Bukan tanpa sebab Viana melakukan hal itu. Itu karena Viana mulai jengah dengan semua drama yang terjadi saat ini. Selain itu, dia juga menyesalkan sikap Runi yang pongah sehingga berimbas pada kejadian seperti sekarang ini. Andaikan Runi bisa menahan diri untuk tidak meladeni ucapan ibu-ibu tersebut, mungkin dia akan mau membantu Runi.Sementara itu, Pak RT mulai terlihat gusar karena warganya bertindak anarkis serta dia merasa tak dihargai sebagai pimpinan di sana.Dengan cepat dia meringsek maju ke depan, menghalangi para ibu yang hendak menyerang Runi."Cukup!












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.