LOGINKetenangan rumah tangga Yanto dan Viana mulai terusik dengan kehadiran Runi, adik Yanto yang memutuskan tinggal bersama mereka setelah bercerai dari suaminya. Berbagai masalah dan pertengkaran mulai timbul sejak Runi tinggal bersama mereka, membuat Viana merasa tidak adanya lagi kenyamanan dalam rumah tangganya bersama Yanto. Sedangkan Runi yang memang tidak menyukai Viana selalu berusaha untuk memisahkan Yanto dan Viana. Usaha Runi kian dipermudah dengan kehadiran Feyla, temannya yang diam-diam menyukai Yanto. Dengan berbagai cara, Runi berusaha mendekatkan Yanto dan Feyla. Usaha mereka berhasil. Yanto menikahi Feyla sebagai istri kedua karena dia tidak mau bercerai dengan Viana. Namun, Viana yang tak mau dimadu memutuskan untuk bercerai dan mencari jalan kebahagiaannya sendiri meskipun dia harus menanggung sakit atas keputusannya itu. Di kemudian hari, Viana berhasil bangkit dari keterpurukannya. Sebaliknya orang-orang yang menyakitinya mulai menemui karmanya satu persatu
View More"Dek, jangan tidur dulu. Ada yang pengen mas omongin ," ucap Yanto di malam hari itu kepada Viana, istrinya.
Sontak Yanto tercengang melihat reaksi Feyla. “Loh, kenapa kamu kaget begitu? Memangnya ada yang salah dengan ucapanku?”Feyla menggeleng dengan kuat-kuat. “Aku tidak mau! Masakan aku seorang pemilik perusahaan besar melakukan pekerjaan receh seperti itu. Bisa jatuh harga diriku, Mas!”“Tapi sekarang kamu bukan lagi seorang pemilik perusahaan, Fey. Sadar kamu, jangan kebanyakan berhalusinasi!” ketus Yanto.Feyla terdiam, dalam hatinya membenarkan perkataan Yanto tersebut. Akan tetapi, perempuan itu tetap tidak ingin melakukan saran Yanto. Dia yang selama ini bekerja di balik meja, berteman dengan komputer dan kertas-kertas dokumen menyebabkan Feyla enggan untuk menyentuh bidang pekerjaan yang memang bukan ranahnya.“Mas, bagaimana kalau kita minta tolong sama Yuda, suaminya Runi?” cetus Feyla tiba-tiba.“Yuda?” “Iya, Mas. Yuda itu kan pengusaha terkenal juga, jadi kita minta saja bantuannya untuk mengambil alih kembali perusahaan dan aset-aset milikku. Aku yakin dia punya kenalan p
“Mas, serius kita tinggal di sini?” tanya Feyla sedikit bergidik melihat penampakan bangunan di depan matanya. Yanto, Feyla, dan Randy kini tengah berdiri di depan sebuah rumah tipe minimalis. Setelah terusir dari rumah Feyla sebelumnya, Yanto memutuskan mencari sebuah penginapan untuk mereka tinggali buat sementara waktu karena mereka belum tahu akan pergi kemana. Feyla sempat protes, kenapa Yanto memilih penginapan bukan hotel karena selama ini dia terbiasa menginap di hotel jika ada keadaan yang memaksanya tidak bisa pulang ke rumah seperti urusan kerja di luar kota sehingga perempuan itu merasa tidak nyaman harus menginap di tempat yang memang tidak semewah hotel yang biasa ditempatinya.Yanto menjelaskan alasannya yaitu penghematan biaya. Saat ini keuangan mereka sepenuhnya bergantung pada uang cash dan tabungan yang dimiliki Yanto. Meskipun jumlahnya masih cukup banyak, tetapi mengingat dirinya yang masih belum mempunyai pekerjaan untuk saat ini menyebabkan Yanto mulai melakuka
Kini semua pandangan mata terarah pada Feyla. Jika Yanto dan Randy menunjukkan ekspresi sangat terkejut dan khawatir, lain hal nya dengan Deon dan kedua anak buahnya yang menunjukkan ekspresi biasa saja bahkan Deon sempat-sempatnya menyunggingkan senyum sinis di sudut bibirnya. “Mama!” seru Randy dengan mata terbelalak.“Feyla, jangan konyol! Buang pisau itu, cepat!!” perintah Yanto dengan nada panik. Ya, rupanya Feyla menekankan sebilah pisau pemotong buah ke lehernya yang entah darimana diperolehnya. Ujung pisau yang runcing tampak berkilat tertimpa cahaya lampu yang menyala, menggetarkan hati orang-orang yang melihatnya. “Tidak mau! Selama bedebah itu beserta anjing peliharaannya masih terlihat di depan mataku, aku tidak akan melepaskan pisau ini!” balas Feyla dengan suara nyaring. “Jangan bodoh, Feyla! Kau pikir Deon akan takut pada ancamanmu itu! Aku yakin tidak, Feyla! Sekarang dengarkan kata-kataku, jangan bertindak konyol, buang pisau itu! Lihat Randy, dia ketakutan meliha
“Mas!” sentak Feyla dengan bola mata membeliak.“Apa hak mu untuk memecat semua ART ku?! Mereka tidak ada yang boleh pergi, harus tetap di sini dan bekerja seperti biasa karena aku akan tetap berada di sini! Persetan dengan semua perintah si Deon keparat itu!” geram Feyla.Feyla lalu menatap wajah asisten rumah tangganya satu persatu dengan tatapan nyalang.“Kalian dengar itu? Kalian harus tetap berada di sini karena aku, majikan kalian masih ada di sini!” tegas Feyla.Para ART itu terlihat sibuk berembuk satu sama lain dan sejurus kemudian, Pak Sapto, satpam di rumah itu maju dan berdiri di depan Feyla.“Maaf, Bu Feyla. Setelah kami berembuk, kami putuskan bahwa kami akan mengikuti perintah Pak Yanto. Kami akan pergi dari sini karena melihat situasi saat ini, rasanya tidak mungkin kami terus bertahan di sini. Pak Deon adalah pemilik rumah ini sekarang dan tadi instruksinya sudah jelas, kita semua harus pergi dari sini. Di samping itu, barusan saya dapat kabar dari saudara saya yang a
“APA?! MENIKAH LAGI?!” teriak Yuda dengan mata melotot.“Iya, Yud. Mama sama papa sudah tidak bisa lagi menunggu. Teman-teman mama semuanya sudah pada punya cucu bahkan ada anaknya yang baru satu tahun menikah malah sudah melahirkan. Ini kalian malah belum sama sekali. Jangankan melahirkan, hamil p
Seraut wajah tampan menyapa indra penglihatannya. Rahang yang tegas dan kokoh, hidung yang mancung dan alis mata yang tebal ditambah lagi dengan tubuh yang tegap berbalut jas mahal berwarna hitam dan aroma parfum maskulin yang menguar dari tubuhnya membuat Runi seketika menjadi mabuk kepayang.‘Sia
Bu Ajeng memasuki rumah dengan langkah gontai. Setibanya di dalam rumah, dia melemparkan tas nya begitu saja di atas meja lalu menghempaskan tubuhnya ke sofa. Peristiwa tadi masih membayang di pelupuk matanya membuat rasa geram di hatinya kembali membuncah."Kurang ajar perempuan itu! Aku ditipunya
Meskipun bibirnya menggumamkan beberapa kali kalimat sangkalan, tetapi kenyataan di depan matanya tetap tidak berubah. Sosok wanita berbalut selimut itu masihlah tetap Veby meskipun wajahnya terlihat lebam dan di sudut bibirnya terdapat cairan merah, entah karena apa.Saking syoknya, Bu Ajeng sampa






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.