Compartir

Bab 43

Autor: Mega Raras
Sore harinya begitu pulang dari kantor, Valeria langsung menuju ke restoran.

Dia sengaja memilih restoran kuliner khas Kota Belona yang sangat terkenal. Harapannya, selain rasanya enak, suasana khasnya juga bisa memberikan kesan baik untuk Tuan Caleb.

Saat Valeria sampai, Tuan Caleb ternyata sudah tiba lebih dulu. Bedanya, meja yang ditempati pria itu bukan meja yang sempat dia pesan, melainkan sebuah ruangan VIP mewah di lantai satu.

Sebelumnya Valeria sempat menelepon pihak restoran, pelayan m
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Mantan Suami, Terlambat Menyesal!   Bab 50

    Stefani menyerahkan anak anjing itu kepada Jasper. "Anak pintar, main di sana ya!"Jasper menggendong anak anjing itu lalu berlari ke arah yang ditunjuk Stefani dengan gembira.Anak anjing ini benar-benar mirip sekali dengan anjing Valeria yang dulu. Selain warna bulu dan matanya, bahkan tanda lahir di tubuhnya pun persis sama.Isabela sampai ikut berdecak kagum. "Ibu, kok bisa nemu anjing yang mirip sekali seperti ini?"Stefani mendengus dingin. "Asal ada uang, apa sih yang nggak bisa dilakukan? Kamu dan Janson ini yang aneh, keinginan kecil anak sendiri saja nggak bisa kalian turuti."Kalimat itu menyindir kejadian saat Janson meminta anjing Valeria, namun ditolak mentah-mentah.Gara-gara hal itu, Jasper sempat menangis sesenggukan beberapa kali. Tapi karena Janson tidak memberi izin, Isabela juga tidak berani bertindak lancang. Sampai akhirnya Stefani tahu masalah ini. Tak butuh waktu beberapa hari, dia langsung membeli anjing yang sangat mirip."Cuma binatang biasa begitu. Kalau an

  • Mantan Suami, Terlambat Menyesal!   Bab 49

    "Boleh, mau kamu ngecek gimana?""Menurut kamu gimana?""Ih, nakal deh!" Isabela berpura-pura merona dan menepuk pelan dada pria itu dengan manja."Kenapa? Nggak suka ya?""Suka."Janson terkekeh pelan.Mumpung suasana hati pria itu sedang bagus, Isabela dengan cepat berkata, "Tadi sepertinya aku lihat Valeria di tempat gym."Mendengar nama itu, raut wajah Janson seketika berubah dingin. "Dia mau apa ke sana?""Nggak tahu." Isabela pura-pura polos. "Mungkin mau olahraga juga. Tapi, kok dia bisa bayar di tempat mewah seperti itu. Jangan-jangan ...."Isabela sengaja menggantung kalimatnya sambil diam-diam melihat raut wajah Janson. Melihat ekspresi pria itu yang makin kelam, dia tak berani melanjutkan dan langsung mengalihkan arah pembicaraan."Tapi kalau dipikir-pikir, dia melakukan semua ini pasti demi kamu, demi bisa menarik perhatianmu lagi. Janson, seandainya suatu hari nanti dia benaran berhasil diet dan makin kurus, apa sikapmu padanya bakal berubah?""Sudah kuduga, wanita itu ben

  • Mantan Suami, Terlambat Menyesal!   Bab 48

    Kali ini Valeria yang bertindak. Dia menampar wanita itu dengan keras dua kali. Seketika, suasana menjadi hening mencekam. Semua orang menatapnya dengan raut wajah tidak percaya.Wanita yang ditampar tadi memegangi pipinya, matanya seperti mau menyemburkan api. "Berani-beraninya kamu nampar aku?""Memang iya." Valeria menatapnya dingin. "Kenapa? Kamu boleh mukul orang lain, tapi orang lain nggak boleh mukul kamu?"Wanita itu langsung bungkam, wajahnya penuh rasa tidak terima. Kemudian, dia mengentakkan kaki dan menoleh ke arah Isabela untuk minta bantuan. "Kak Isabela, cepat telepon Kak Janson! Suruh dia datang ke sini buat kasih pelajaran ke wanita sialan ini!"Mendengar sebutan itu, Valeria cuma bisa tertawa sinis dalam hati. Kak Janson? Lancar sekali dia memanggil Janson dengan sebutan itu.Padahal surat cerai mereka belum resmi diurus, tapi wanita itu sudah memanggil Janson “Kak”? Kelihatannya dibanding Valeria, Janson lebih tidak sabar untuk bercerai. Tapi baguslah kalau begitu,

  • Mantan Suami, Terlambat Menyesal!   Bab 47

    Staf itu tersenyum lagi. "Sama-sama. Saya ngomong jujur kok."Saat mereka berdua sedang asyik mengobrol, mendadak terdengar suara ramai di depan pintu. Salah satu suaranya terdengar sangat familier di telinga Valeria. Tapi sebelum dia sempat mengingat siapa pemilik suara itu, rombongan itu sudah muncul di depan matanya.Ternyata Isabela, dengan dua orang teman wanitanya yang mengekor di belakang.Isabela mengenakan setelan baju yoga warna putih dan rambutnya disanggul tinggi. Lekuk tubuhnya kelihatan sangat proporsional, memancarkan kesan anggun dan elegan.Saat melihat Valeria, ada kilat kekaguman yang sempat berkelebat di matanya. Tapi raut wajahnya kembali seperti semula dengan cepat, lalu mendengus dingin.Dua wanita di belakang Isabela memakai pakaian yang hampir senada, bedanya penampilan mereka tidak seanggun Isabela. Mereka berdua memandangi Valeria dari atas sampai bawah, dengan tatapan meremehkan. Salah satu dari mereka langsung menyindir, "Baru kali ini aku lihat orang gemuk

  • Mantan Suami, Terlambat Menyesal!   Bab 46

    Sifat Valeria cenderung hati-hati dan tidak begitu suka ikut campur di keramaian. Jadi, aksi Tuan Smith yang mencari keberadaannya secara terang-terangan di internet, membuatnya merasa agak risi.Akhirnya, setelah membalas beberapa pertanyaan penting di kolom komentar, dia langsung log out dari akunnya.…Keesokan harinya sepulang kerja, Valeria datang ke tempat gym yang direkomendasikan Helen sesuai alamat.Tempat gym itu sangat mewah. Selain peralatannya lengkap, suasananya juga sangat bersih dan rapi. Baru saja Valeria melangkah masuk, seorang staf wanita yang masih muda dan cantik langsung menyambutnya dengan ramah.Staf itu tampak masih sangat muda, senyumnya manis sampai lesung pipinya kelihatan. "Halo, ada yang bisa saya bantu?"Datang ke tempat seperti ini, sebenarnya membuat Valeria merasa agak canggung. Beberapa tahun ini, dia tahu badannya makin berisi. Jadi dia sering menyembunyikan diri di dalam pakaian longgar, demi menghindari obrolan soal bentuk tubuh.Tapi saat melangk

  • Mantan Suami, Terlambat Menyesal!   Bab 45

    Travis menatap foto itu sebentar. Setelah sadar Caleb masih memperhatikannya, dia baru mengangkat pandangannya dan mematikan layar ponsel. "Lalu kapan kita berangkat, Pak?" Caleb memberanikan diri bertanya lagi."Besok.""Cepat sekali?" Caleb sangat terkejut. Kedatangan mereka ke Kota Belona baru genap sehari. Berarti perjalanan mereka kali ini hanya menyelesaikan dua hal. Berkunjung ke Rumah Sakit Karshan dan makan malam dengan Valeria."Di kantor masih banyak urusan yang harus diselesaikan," jawab Travis santai.'Ternyata Anda tahu ya,' batin Caleb. Dia mengira bosnya sudah lupa.Akhir tahun memang masa-masa paling sibuk, di mana kantor cabang maupun pusat penuh dengan jadwal rapat dan kunjungan kerja setiap hari. Sejak awal saat bosnya mengajak pergi ke Kota Belona, Caleb sebenarnya merasa jadwal agenda mereka kurang pas.Namun, karena posisinya hanya sebagai bawahan, Caleb hanya bisa ikut pergi. Dia berpikir, karena sudah telanjur di Kota Belona, sekalian saja menemui mitra bisnis

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status