LOGINElang Mahaputra Adikara POV
Setelah tiga hari bobok manis di rumah sakit, akhirnya aku diperbolehkan untuk pulang. Selama itu juga Caramel tidak pernah pergi dari sisiku. Ia terus menemaniku di sini dan hanya pergi keluar kamar saat akan mencari makan di resto yang ada di rumah sakit ini. Aku beruntung karena istriku menuruti semua permintaanku untuk tidak m
Elang Mahaputra Adikara POVAnniversary pertama pernikahan kami dilakukan dengan cara diluar kelaziman banyak pasangan di luar sana. Seharusnya kami bisa bersantai di resort yang romantis sambil menikmati keindahan alam seperti apa yang pernah Mama Papaku lakukan beberapa tahun lalu di Uni Emirat Arab. Setelahnya kami bisa menikmati hal-hal indah dan menakjubkan yang ada di sana, tapi ternyata istriku tidak berpikir demikian. Kami justru harus cosplay menjadi Sadam dan Sherina saat ini. Pergi berpetualan di dalam hutan. Iya, dia ingin kami hiking, bermain air hingga melihat hewan yang ada di sana. Andai bukan istriku yang mengajak, aku pastikan akan lebih memilih mengurung diriku di ruang kerja dan menyelesaikan deadline pekerjaanku yang sudah cukup banyak.
Caramel Attanaya Raharja POVHari ini adalah hari kedua kami menginap di sebuah resort yang ada di daerah Badau, Belitung. Di resort ini pemandangannya cukup cantik, tempatnya bersih dan menurutku suasananya cukup nyaman karena tidak terlalu ramai. Benar-benar nyaman sekali berada di sini sejak kemarin. Berlibur bersama suami tanpa anak membuatku tidak harus bangun pagi dan mengerjakan tugas pagi hariku di rumah. Tapi itu juga membuatku tidak bisa tidur dengan nyenyak sejak semalam karena Elang terus mengajak untuk bergulat di dalam kamar resort kami ini yang terbuat dari kayu. Mulai dari bangunan dan furniture yang ada di sini semuanya terbuat dari kayu dengan dominasi warna coklat. Karena kami memang mengambil paket honeymoon, mau tidak mau kami harus mengikuti jadwal yang telah dibuat oleh pihak penyelenggara. Meskipun kami hanya berdua ditemani
Elang Mahaputra Adikara POVAku merasa bahagia karena hari ini istriku bisa membalaskan semua kekesalanku pada Wilson yang sudah membuatku merogoh kocek dalam-dalam kemarin saat kami berkumpul bersama. Tidak masalah meskipun hanya membelikan baju yang harganya tidak akan membuat Wilson bokek namun setidaknya seharian Wilson sudah menemani Caramel berbelanja. Sejujurnya aku memberikan ijin pada Caramel untuk pergi bersama Wilson karena menurut Raga sejak semingguan ini Wilson kembali bersedih apalagi setiap ia sendirian di rumah. Karena itu selama Raga bersekolah hari ini, aku meminta Caramel untuk membuatnya memiliki kesibukan lain selain melamunkan cintanya yang sudah di surga itu.Kini setelah rapatku selesai, aku memilih untuk segera pulang ke rumah. Karena cukup lelah akhirnya driver
Caramel Attanaya Raharja POVBerkeliling dari satu toko ke toko lainnya di salah satu mall yang ada di Jakarta ini bersama Wilson membuatku lelah sendiri. Apesnya dari sekian banyak toko yang kami masuki berdua, tidak ada yang cocok untuk aku berikan kepada Elang sebagai hadiah pernikahan. Wilson yang menemaniku bahkan sampai harus rela berbelanja karena aku ini tidak mau membeli barang dari toko yang kami datangi. Untung saja si Wilson sabar mengikutiku berjalan ke mana-mana."Mel... Mel... kalo lo bukan istrinya teman gue sudah habis lo gue ocehin. Bisa-bisanya dari semua toko yang kita masuki, enggak ada satupun yang sesuai sama apa yang lo mau," kata Wilson sambil berjalan di sampingku.Aku yang mendengarnya langsung tertawa. Ya mau b
Elang Mahaputra Adikara POVMalam ini aku baru selesai melakukan rapat bersama para jajaran manager area Jabar di Bandung. Sebenarnya Caramel memintaku untuk menginap saja di hotel dan pulang besok pagi tetapi tetap saja aku memilih pulang bersama Puspa ke Jakarta. Apalagi saat aku tanya ke Puspa apakah ia ingin menginap di Bandung atau tidak yang dirinya jawab dengan tidak. Alasan Puspa ini cukup menjadi alasan yang aku sampaikan kepada Caramel bahwa Puspa tidak mau menginap sehingga kami akan pulang ke Jakarta.Selama perjalanan kami di tol Cipularang, aku dan Puspa lebih banyak mengobrol santai. Karena ia adalah wanita, aku coba bertanya kepadanya mengenai hadiah apa yang tepat untuk aku berikan kepada Caramel sebagai kado ulang tahun pernikahan pertama kami. Aku tahu jika Puspa sudah tahu
Caramel Attanaya Raharja POVTiga bulan sejak liburan kami terakhir di pantai daerah Gunungkidul, sampai saat ini kami belum berlibur kembali. Tentu saja semua itu karena jadwal pekerjaan Elang yang semakin padat ditambah aku juga sibuk mengikuti belly dance bersama Mama mertuaku. Selama ini juga Mokara belum pulang ke rumah. Sungguh luar biasa adik iparku itu menguji batas kesabaran orangtuanya terlebih kedua kakaknya yang kesabarannya setipis tisu dibagi tujuh. Aku yang berkali-kali didesak oleh Elang untuk mencaritahu mengenai Mokara memilih diam karena sejujurnya aku tidak tahu ia di mana yang penting terakhir kali aku bertemu dengannya, ia terlihat cantik, sehat dan sepertinya tidak sedang berada di bawah tekanan. Selama tiga bulan ini Elang dan aku secara rutin sebulan sekali k
Elang Mahaputra Adikara POVAku memandangi nomer telepon Caramel sambil sesekali tersenyum. Aku tersenyum bahagia karena pada akhirnya justru Lean yang bisa menemukan perempuan itu. Seakan Tuhan sedang memberiku kebahagiaan yang bertubi-tubi kali ini karena selain sudah berhasil bertemu dengannya l
Elang Mahaputra Adikara POVSudah tiga hari ini Lean sakit dan puncaknya adalah kemarin malam kala aku membawanya ke UGD salah satu rumah sakit besar swasta yang ada di Jakarta. Panasnya sudah mencapai 40 derajat celcius dan saat aku tahu bahwa amandel Lean membesar, aku semakin merasa bersalah set
Caramel Attanaya Raharja POVBagai kerbau yang dicolok hidungnya, kali ini aku menurut saja saat Elang sudah menuntunku menuju ke arah tas kami berada. Saat sampai di sana ia segera mengambil handuk mikrofiber milik Edel yang berwarna pink dan ia juga mengambil sabun cair beraroma strawberry milik
Caramel Attanaya Raharja POVApa aku tidak salah dengar kali ini? Benarkah apa yang dikatakan Elang barusan kepadaku? Jika benar tentu saja aku sudah terlalu overthinking hingga berpikir yang tidak-tidak tentang Elang. Seharusnya aku bisa lebih sabar menghadapi semua situasi ini apalagi aku sudah b