LOGINCaramel Attanaya Raharja POV
Tiga bulan sejak liburan kami terakhir di pantai daerah Gunungkidul, sampai saat ini kami belum berlibur kembali. Tentu saja semua itu karena jadwal pekerjaan Elang yang semakin padat ditambah aku juga sibuk mengikuti belly dance bersama Mama mertuaku. Selama ini juga Mokara belum pulang ke rumah. Sungguh luar biasa adik
Elang Mahaputra Adikara POVAku merasa bahagia karena hari ini istriku bisa membalaskan semua kekesalanku pada Wilson yang sudah membuatku merogoh kocek dalam-dalam kemarin saat kami berkumpul bersama. Tidak masalah meskipun hanya membelikan baju yang harganya tidak akan membuat Wilson bokek namun setidaknya seharian Wilson sudah menemani Caramel berbelanja. Sejujurnya aku memberikan ijin pada Caramel untuk pergi bersama Wilson karena menurut Raga sejak semingguan ini Wilson kembali bersedih apalagi setiap ia sendirian di rumah. Karena itu selama Raga bersekolah hari ini, aku meminta Caramel untuk membuatnya memiliki kesibukan lain selain melamunkan cintanya yang sudah di surga itu.Kini setelah rapatku selesai, aku memilih untuk segera pulang ke rumah. Karena cukup lelah akhirnya driver
Caramel Attanaya Raharja POVBerkeliling dari satu toko ke toko lainnya di salah satu mall yang ada di Jakarta ini bersama Wilson membuatku lelah sendiri. Apesnya dari sekian banyak toko yang kami masuki berdua, tidak ada yang cocok untuk aku berikan kepada Elang sebagai hadiah pernikahan. Wilson yang menemaniku bahkan sampai harus rela berbelanja karena aku ini tidak mau membeli barang dari toko yang kami datangi. Untung saja si Wilson sabar mengikutiku berjalan ke mana-mana."Mel... Mel... kalo lo bukan istrinya teman gue sudah habis lo gue ocehin. Bisa-bisanya dari semua toko yang kita masuki, enggak ada satupun yang sesuai sama apa yang lo mau," kata Wilson sambil berjalan di sampingku.Aku yang mendengarnya langsung tertawa. Ya mau b
Elang Mahaputra Adikara POVMalam ini aku baru selesai melakukan rapat bersama para jajaran manager area Jabar di Bandung. Sebenarnya Caramel memintaku untuk menginap saja di hotel dan pulang besok pagi tetapi tetap saja aku memilih pulang bersama Puspa ke Jakarta. Apalagi saat aku tanya ke Puspa apakah ia ingin menginap di Bandung atau tidak yang dirinya jawab dengan tidak. Alasan Puspa ini cukup menjadi alasan yang aku sampaikan kepada Caramel bahwa Puspa tidak mau menginap sehingga kami akan pulang ke Jakarta.Selama perjalanan kami di tol Cipularang, aku dan Puspa lebih banyak mengobrol santai. Karena ia adalah wanita, aku coba bertanya kepadanya mengenai hadiah apa yang tepat untuk aku berikan kepada Caramel sebagai kado ulang tahun pernikahan pertama kami. Aku tahu jika Puspa sudah tahu
Caramel Attanaya Raharja POVTiga bulan sejak liburan kami terakhir di pantai daerah Gunungkidul, sampai saat ini kami belum berlibur kembali. Tentu saja semua itu karena jadwal pekerjaan Elang yang semakin padat ditambah aku juga sibuk mengikuti belly dance bersama Mama mertuaku. Selama ini juga Mokara belum pulang ke rumah. Sungguh luar biasa adik iparku itu menguji batas kesabaran orangtuanya terlebih kedua kakaknya yang kesabarannya setipis tisu dibagi tujuh. Aku yang berkali-kali didesak oleh Elang untuk mencaritahu mengenai Mokara memilih diam karena sejujurnya aku tidak tahu ia di mana yang penting terakhir kali aku bertemu dengannya, ia terlihat cantik, sehat dan sepertinya tidak sedang berada di bawah tekanan. Selama tiga bulan ini Elang dan aku secara rutin sebulan sekali k
Elang Mahaputra Adikara POVDi dunia ini tidak ada yang gratisan bukan? Karena itu tentu saja setelah aku bekerja, aku bisa mulai meminta hakku. Iya, hakku sebagai suami setelah menunaikan kewajiban membantu istri. Kini saat aku sudah selesai mengeringkan rambut Caramel yang panjang itu, aku mulai dengan memijat bahunya hingga turun ke bagian buah dadanya. Pelan-pelan aku meremasnya dengan kedua tanganku. Entah karena aku sering memberikan pijatan pada kedua gunung kembarnya atau karena ia bertambah berat badan setelah menikah karena kini aku merasakan buah dadanya semakin besar, padat hingga lembah diantara kedua gunung kembarnya sudah tidak terlihat lagi. Sambil terus meremas-remasnya aku mulai menggesekkan junior yang sudah mulai bangun di sekitar bagian belakang kepala Caramel. Aku bisa m
Caramel Attanaya Raharja POVMalam ini kami baru cek-in di tempat penginapan pada pukul delapan malam. Beberapa hal kami lakukan setelah dari pantai seperti mencari makan malam lalu membeli camilan dan susu untuk Lean. Saat memasuki cottage ini pun aku tidak langsung bisa beristirahat. Aku memandikan Lean terlebih dahulu. Baru setelah Lean selesai mandi, aku menyerahkannya kepada Elang untuk membantunya memakai baby lotion di tubuh sekaligus berpakaian. Anak sudah bersama bapaknya, kini adalah saatnya aku menikmati sesi berendam di dalam bathup. Berendam dalam air hangat benar-benar sedikit membantu otot di tubuhku agar lebih rileks. Sambil menikmati hal ini, otakku sibuk memikirkan apa yang sebaiknya aku berikan untuk Elang di ulang tahun pernikahan pertama kami beberapa bulan lagi? Mungkinkah aku bisa hamil? Ji







