MasukSetelah terima saham yang dijanjikan Rina, aku segera gunakan dana itu untuk investasi di beberapa Perusahaan. Semuanya adalah proyek yang sudah aku ketahui akan raih kesuksesan di kehidupanku sebelumnya. Gimanapun juga, aku telah lihat masa depan mereka.Sementara itu, Rina perlahan-lahan memperkuat cengkeramannya atas bisnis Keluarga Chandra, biarkan seluruh operasi yang meragukan tetap ada di tangan ayahnya.“Kalau Ayah sampai dipenjara, itu urusannya. Aku nggak akan ikut terseret.”“Semua itu adalah pilihan yang dia buat sendiri. Aku sudah pelajari hukumnya. Konsekuensinya memang berat, tapi nggak akan hancurkan dia.”“Yang aku perlu lakukan hanyalah susun semuanya dengan hati-hati. Mungkin, aku harus pastikan dia bertanggung jawab atas setiap perbuatannya.”Nggak heran jika di dua kehidupan kita bisa kerja sama dengan begitu baik. Rina dan aku memang serupa tipenya.Begitu metode latihan baru Pelatih Samuel mulai tunjukkan hasil yang nyata, Rina bergerak cepat danai penerapannya d
Cara Emily hancurkan hidupku adalah dengan seret kedua orang tua kita ke media sosial dan sebarkan versinya sendiri tentang kisah kita.Di depan kamera, dia tampil dengan mata sembap penuh air mata, mohon agar kakak perempuannya pulang. Dia bahkan bilang kalau dirinya bersedia maafkan aku karena telah "dengan sengaja hancurkan kesempatannya untuk bertanding di Kejuaraan Nasional."Ayah dan Ibu juga mainkan peran mereka dengan sempurna. Mereka tampak seperti orang tua malang yang hatinya hancur karena ulah anak kandung sendiri.Emily bahkan bayar promosi agar videonya jadi trending. Hanya dalam hitungan jam, internet dipenuhi berbagai unggahan tentang diriku.#OliviaSuharti#OliviaSuhartiSiKakakManipulatif#KeadilanUntukEmilySuhartiSeiring kisah itu menyebar, nggak terhitung berapa banyaknya orang yang datang untuk tanya apa yang sebenarnya terjadi.Para "ibu internet" yang selama ini ikuti perjalanan latihanku justru murka.“Olivia nggak mungkin lakukan hal seperti itu.”“Iya. Mana mu
Setelah kompetisi berakhir, Emily akhirnya sadar dari pingsannya. Dan saat itulah dia benar-benar hancur.Selama berjam-jam, dia nangis di depan Ayah dan Ibu. Kedua orang tuaku terus hibur dia. Mereka bilang nggak masalah jika dia ambil cuti satu tahun lagi untuk persiapkan diri.Namun Emily dan aku sama-sama tahu kenyataan yang sesungguhnya. Nggak akan ada kesempatan kedua. Dia telah lewatkan kesempatan bertemu Pelatih Samuel. Dia juga kehilangan kesempatan tampil di Kejuaraan Nasional. Semua jalannya telah tertutup.Nggak lama lagi Sistem Atlet Elite akan tarik kembali seluruh kemampuan yang selama ini diberikan ke dia. Begitu peningkatan itu lenyap, Emily akan kembali jadi gadis biasa. Dia nggak akan pernah lagi jadi atlet berbakat yang selama ini dia banggakan.Aku nggak tahu apa yang Emily katakan ke kedua orang tuaku. Namun nggak tahu gimana, ketiganya tampaknya telah capai suatu kesepakatan. Beberapa hari kemudian, Ayah minta aku pulang ke rumah. Begitu aku tiba, dia langsung bi
Sepanjang hari itu, Emily nggak bisa fokus sama sekali. Matanya terus-menerus melirik ke arah gerbang sekolah, tunggu kemunculan sosok yang asing. Namun hingga matahari mulai tenggelam, pelatih Samuel tetap nggak muncul.Akhirnya, dia nggak sanggup tahan diri lagi. Dia lari menuju ruang guru. Aku nggak tahu apa yang dia tanyakan ke para guru. Yang aku tahu, setelah cukup lama ada di dalam, dia keluar dengan mata yang sudah sembap karena nangis.Begitu lihat aku, dia langsung teriak, “Olivia! Kamu habis ngapain?! Kenapa Pelatih Samuel nggak datang hari ini?!”Aku miringkan kepala dengan wajah bingung.“Kamu ngomong apa? Pelatih yang mana?”Wajah Emily seketika dipenuhi amarah.“Nggak usah pura-pura nggak tahu! Jelas-jelas kamu yang ….”Aku potong ucapannya. Tatapanku berubah jadi dingin.“Aku sudah tinggalkan rumah karena kamu terus-terusan tekan aku. Kamu mau apa lagi?”Baru saja aku selesai bicara, beberapa teman sekelas langsung maju belain aku.Emily dihujani berbagai pertanyaan yan
Belakangan ini, Emily diam-diam mulai berusaha untuk dekati Ethan. Di kehidupan sebelumnya, dia cuma andalkan kecantikannya dan tanpa ragu langsung terjang. Namun kenyataannya dia nggak pernah benar-benar ngerti gimana caranya menangkan hati seorang pria.Kali ini, dia kira bakat luar biasa sebagai atlet akan bukakan pintu yang sama seperti kecantikan luar biasa yang pernah dia miliki. Sayangnya hasilnya nggak seperti yang dia bayangkan.Gimanapun juga, Ethan selalu pandang nilai dan peluang sebagai hal yang paling penting. Baginya, kecantikan maupun bakat cuma sekedar alat. Yang benar-benar tarik perhatiannya adalah apa yang kelak bisa dihasilkan oleh kedua hal itu.Terkadang, aku sungguh merasa Emily adalah orang yang menarik. Baik di kehidupan sebelumnya maupun di kehidupan ini. Dia nggak pernah sekalipun berpikir untuk bangun masa depannya dengan kemampuannya sendiri. Apa pun keuntungan yang diberikan ke dia, entah itu kecantikan ataupun bakat atletik, di matanya semua itu hanyalah
Di kantor sekolah, Rina masih ngobrol dengan kedua orang tuaku.“Olivia lagi masuki masa paling penting di musim terakhirnya sebagai siswa SMA. Apa pun masalah keluarga yang sedang kalian hadapi bisa tunggu sampai proses perekrutan atlet selesai. Saat ini, yang paling dia butuhkan adalah tetap fokus pada latihan dan kompetisinya.”“Aku juga sudah lihat akun media sosialnya. Nggak ada satu pun konten yang nggak pantas di sana. Hampir semuanya berisi catatan latihan, rutinitas kebugaran, dan gaya hidup sehat.”“Sejujurnya, menurutku itu justru berikan pengaruh yang positif. Olivia selalu jadi anak yang disiplin. Bagikan kebiasaan latihannya dan dorong siswa lain untuk hidup lebih aktif adalah sesuatu yang patut dibanggakan.”Sejak dulu, Ibu selalu merasa sungkan terhadap guru. Begitu Rina bicara belain aku, dia langsung mengangguk-angguk setuju.“Tentu saja. Kita cuma mau yang terbaik untuk pendidikannya.”Ayah buru-buru paksakan senyum canggung dan ikut mengangguk. Namun aku silangkan k







