Short
Tiga Peluru Mengakhiri Cintaku pada Suamiku

Tiga Peluru Mengakhiri Cintaku pada Suamiku

By:  MagnoliaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
20Chapters
5views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Suami Claudia Manthana, Tommy Lucianda, adalah seorang penembak jitu elite militer. Tembakannya tidak pernah meleset saat menjalankan tugas. Namun, dalam misi penyelamatan khusus ini, Tommy justru meninggalkan tiga lubang peluru di tubuh putrinya sebelum berhasil menjatuhkan penjahat pada tembakan keempat. Dia melakukan hal itu semata-mata demi memastikan Giselle Manthana, kakak perempuan Claudia, berhasil dievakuasi dengan selamat. Di dalam ambulans, Claudia mendekap putrinya dengan tangan gemetar. Darah yang mengucur dari tubuh mungil itu seolah tiada henti, melumuri seluruh dunianya dengan warna merah pekat. Meskipun mendapat penanganan medis tepat waktu, lengan kanan dan kaki kiri Sonia harus diamputasi agar nyawanya bisa diselamatkan. Sementara itu, Giselle sama sekali tidak terluka. Semua orang mengira Tommy melepaskan tembakan karena tuntutan pekerjaan. Hanya Claudia yang mengetahui kebenarannya. Pria itu bertindak demi kepentingan pribadinya.

View More

Chapter 1

Bab 1

Claudia pernah mengamuk dan meluapkan amarahnya. Dia bahkan menerobos masuk ke kantor Tommy, merebut pistolnya, menodongkannya ke dada pria itu, dan menuntut penjelasan dengan histeris.

Namun, Tommy hanya menjelaskan dengan tenang, "Lewat teropong bidik, aku lihat penjahat itu menyayat leher Giselle dengan pisau. Aku nggak berani ambil risiko kalau dia tiba-tiba bunuh sandera pada detik berikutnya. Aku sudah perhitungkan tembakan-tembakan itu. Tiga tembakan itu adalah cara terbaik untuk lumpuhkan penjahat tanpa korbankan nyawa Sonia."

Nada suara Tommy tetap tenang dan terkendali. "Melumpuhkan penjahat bersenjata adalah tugasku."

Tangan Claudia yang masih menggenggam pistol gemetar hebat. Air matanya bercucuran. "Tommy, kamu berani bersumpah kamu melakukannya bukan demi Giselle?"

Tommy menunduk dan tetap diam.

Keheningan itu sangat menyayat hati Claudia. Pistol itu jatuh ke lantai, lalu tubuhnya membungkuk lemas dan dia menangis tanpa suara.

Melalui teropong bidik, Tommy hanya melihat Giselle. Bahkan saat nyawa putri kandungnya berada di ujung tanduk, pikirannya hanya terpaku pada cara memastikan keselamatan wanita lain.

Setelah petugas keamanan membawanya pergi secara paksa, Claudia duduk di depan ruang perawatan intensif putrinya, Sonia, selama sehari semalam. Sejak hari itu, dia seperti sudah berubah menjadi orang yang sepenuhnya berbeda.

Claudia tidak lagi menyiapkan makan siang dan mengantarnya ke tempat kerja Tommy, lalu menunggu di balik barikade keamanan sambil berjinjit demi bisa melihat sekilas sosok pria itu dari kejauhan. Dia berhenti memberikan separuh penghasilan bulanannya untuk membantu ibunya, juga tak lagi membantu pekerjaan rumah ibunya seusai bekerja.

Claudia bahkan memulangkan putra Giselle, Niel. Dia tak mau lagi mengantar jemput anak itu ke sekolah atau mengurus kebutuhan sehari-harinya.

Dua minggu setelah kejadian itu, Tommy akhirnya datang ke kamar rawat inap. Giselle dan ibunya juga datang bersama Tommy.

Tommy menatap Sonia yang terbaring di ranjang rumah sakit dengan sorot mata penuh kepedihan. Dia mengulurkan tangan untuk mengelus rambut putrinya, tetapi Claudia menepis tangannya dengan kasar.

"Jangan sentuh dia!" Dada Claudia naik turun dengan cepat. Dia memejamkan matanya rapat-rapat dan berkata, "Keluar."

Kening Tommy berkerut dalam. "Claudia, kamu mau merajuk sampai kapan? Sonia juga putriku. Aku sama sedihnya denganmu!"

Gerakan Claudia yang sedang merapikan selimut Sonia terhenti sejenak. Air matanya mengalir tak terkendali. Dia menoleh dan memaksakan senyum getir. "Kamu juga sedih? Kalau sedih, kenapa kamu nggak pernah datang jenguk Sonia sekalipun? Sebaliknya, kamu malah habiskan seluruh waktumu bersama Giselle yang nggak terluka sedikit pun!"

Suasana hening yang mencekam menyelimuti ruangan itu.

Dengan wajah merah padam karena marah, Anas, ibu mereka, melangkah menghampiri Claudia, lalu melayangkan tamparan keras ke wajahnya dan membentaknya.

"Dasar bajingan! Suami Giselle korbankan nyawanya demi selamatkan Tommy. Kamu tahu betapa sulitnya dia besarkan anaknya sendirian selama ini? Beraninya kamu bicara seperti itu pada kakakmu sendiri!"

Telinga Claudia berdengung akibat tamparan itu. Pipinya juga mulai membengkak. Dia menutupi wajahnya dan ingatannya tanpa sadar kembali ke masa lalu.

Justru karena alasan itu, Tommy selalu menghabiskan waktu liburnya menemani Giselle dan putranya. Setiap kali, dia juga hanya menghadiri acara sekolah Niel.

Anas hanya menyayangi Niel dan tak pernah sekalipun memberikan senyuman ramah kepada Sonia. Saat hari raya, dia juga hanya memberi hadiah atau amplop merah kepada Niel. Bahkan saat liburan keluarga, yang selalu pergi juga hanya mereka berempat.

Mereka menganggap pengorbanan Claudia sebagai hal yang memang sudah seharusnya. Namun, tak pernah sekali pun mereka memperlakukan Claudia atau Sonia sebagai keluarga yang sesungguhnya.

Giselle berdiri di samping dengan air mata berlinang. "Claudia, ini semua salahku. Jangan salahkan Tommy dan Ibu ...."

Wajah Claudia terlihat pucat pasi. Dia berbalik, lalu membungkuk. Sonia terlihat pucat dan masih belum sadarkan diri. Dia membelai wajah Sonia dan mengecup keningnya sambil berkata dalam hati, 'Sonia, Mama akan bawa kamu tinggalkan keluarga yang menjijikkan ini. Mulai sekarang, Mama akan sayangi kamu dengan sepenuh hati.'

Claudia menoleh ke arah Tommy dan berkata dengan suara tenang namun tegas, "Tommy, kita cerai saja."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
20 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status