Mated to the Alpha twins

Mated to the Alpha twins

last updateLast Updated : 2026-09-16
By:  Graceful Updated just now
Language: English
goodnovel18goodnovel
10
1 rating. 1 review
153Chapters
1.4Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Labeled a monster at a very tender age, Avira is blamed for a devastating fire that claims hundreds of lives and is cast into exile, forced to survive alone in a world that frightens her. Years later, within the ruthless Moonfire Pack, history repeats itself. Framed once again, she is sentenced to death by the Devouring Hunt—the most savage death a werewolf can endure. She is meant to die. Instead, Dylan’s intervention drags her from the jaws of death and into the dominion of the powerful TwinMoon Pack. Hope ignites… but it does not last. Beneath the pack’s strength lie secrets soaked in blood, betrayals whispered in the dark, and a fate more merciless than she imagined. Forged in suffering and hardened by survival, Avira refuses to remain prey. With or without the Alpha twins, she will rise, fight back, and seize what was always meant to be hers—the TwinMoon throne. • Dark Fantasy • Power Struggles • Fated Bonds READER DISCRETION ADVISED

View More

Chapter 1

Chapter one

"Mas, Bi Ijah kemana ya? Aku cari-cari nggak ada?" tanyaku ke Mas Angga, suamiku. Badanku terasa lelah, ingin sekali minum teh hangat, biar perut dan badan terasa enakan. Tapi, aku tak melihat sosok Bi Ijah, ART yang sudah lama bekerja denganku.

 

"Sudah dipecat oleh Ibu," jawabnya santai. Aku terkejut.

 

"Apa? Bi Ijah kan aku yang gaji, nggak ada hak Ibu mecat Bi Ijah!" sahutku geram, sangat geram. Lagi-lagi Ibu seenaknya ikut campur rumah tanggaku.

 

"Kata Ibu, sayang duitnya, kamu sebagai istri yang harusnya ngerjain seluruh pekerjaan rumah!" lagi-lagi, Mas Angga menjawab dengan entengnya. Mataku mendelik.

 

"Aku ini capek Mas, kerja pagi pulang sore, lagian untuk bayar Bi Ijah duitku sendiri, bukan duitmu atau duit Ibu!" jawabku kasar. Nafasku memburu. Semenjak Ibu ikut tinggal dirumahku, semuanya berantakan.

 

"Kamu kok malah hitung-hitungan gitu sih? Harusnya kamu bangunnya lebih pagi, menyiapkan makanan dan menyelesaikan seluruh pekerjaan rumah, baru berangkat kerja! Gitu aja kok minta di ajarin!" terasa teriris hatiku mendengar jawabannya. Nafasku memburu tak karuan. Rasanya ingin makan orang.

 

"Aku kerja, semua pekerjaan rumah aku yang ngerjain, terus kamu ngapain, mana tugasmu sebagai suami?" tanpa memikirkan perasaannya aku jawab sesukaku. Karena selama ini dia tak bekerja. Begitu juga dengan ibunya. Hanya numpang enak di rumahku. Iya, ini rumahku, karena Mas Angga hanya bermodalkan cinta menikahiku.

 

"Kok malah ungkit-ungkit tugasku, sih? Kamu kan tahu sendiri, aku juga udah kesan kesini ngelamar kerjaan!"

 

"Iya tapi zonk kan?" Bentakku.

 

"Sebelum nikahkan kamu juga tahu aku belum punya kerjaan," jawabnya. Lagi-lagi aku berdebat dengan Mas Angga gara-gara Ibu.

 

"Ok, karena kamu masih nganggur, kamu yang gantiin tugas, Bi Ijah. Atau Ibumu terserah!" dengusku kesal. Dia mendelik mendengar ucapanku.

 

"Kamu jangan kurang ajar, Dewi!" sahut Ibu ikut bergabung. Ibu mertuaku yang kolotnya minta ampun.

 

"Pekerjaan rumah itu tugas istri bukan suami apalagi mertua!" Bentak Ibu lagi. Di sabar-sabarin semakin merasa bos di rumah ini. Aku menyeringai sinis.

 

"Aku ini capek, pulang kerja malah diajak ribut! Ini rumah saya! Tak suka dengan peraturan saya, silahkan keluar dari rumah saya!" tandasku geram, dengan tanganku menunjuk pintu keluar.

 

"Eh, Dek, kamu kok ngomong gitu sih? Kamu ngusir suamimu? Kamu nggak takut dosa?" jawab Mas Angga, seraya bertanya. Wajah angkuh Ibu sudah terlihat memucat.

 

"Dosa? Kamu ngomong dosa? Kamu mikir nggak, sudah setahun pernikahan kamu belum pernah ngasih aku nafkah?" sanggahku seraya mendekat ke wajah Mas Angga. Nampak matanya bergoyang, bingung menjawab pertanyaan.

 

"Yang pentingkan kamu nggak kelaparan! Cuma gara-gara mecat Bi Ijah aja kok, sampe tengkar hebat kayak gini, sampai mau ngusir suami dan mertua, kualat kamu nanti!" sahut Ibu membantu anaknya. Lagi-lagi aku menyeringai sinis.

 

"Lagian hartamu itu juga ada hak Angga, kalian sudah terikat pernikahan, jadi harta bersama," Ibu menambahkan omongan. Membuat mulutku menganga. 'Dasar benalu! Susah untuk disingkirkan!' Gerutuku dalam hati.

 

"Terserah Ibu mau ngomong apa? Kalau masih mau tinggal disini, gantikan tugas, Bi Ijah! Kalau tidak mau saya akan sewa pengacara untuk urus semuanya!" ucapku geram, beranjak ke tangga menuju lantai dua, ke kamar. Mereka terlihat melongo mendengar ucapanku.

 

"Ibu itu niatnya baik, Dek! Biar kamu tau tugas istri, harusnya kamu berterima kasih dengan Ibu!" ucap Mas Angga, tak aku respon. Tetap berlalu menuju lantai dua. Dasar benalu, apakah aku salah memilih suami? Pikiranku terasa kacau. Semenjak kehadiran Ibu, aku sering bertengkar dengan Mas Angga. Padahal selama ini, aku tak mempermasalahkan dia nganggur. Bahkan tiap  bulan kirim duit ke ibunya, aku juga tak keberatan. Yang terpenting pernikahanku jauh dari kata ribut. Tapi kali ini? Entahlah.

 

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviews

Bella A
Bella A
Really good book Author
2026-02-19 17:12:05
0
0
153 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status