Beranda / Urban / Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua / Bab 221: Simon si Mantan Selingkuhan Tante Lolina

Share

Bab 221: Simon si Mantan Selingkuhan Tante Lolina

Penulis: mrd_bb
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-07 06:27:49
Gayanya tak ubahnya seorang intel saja, padahal Raymond sipil asli, bukan aparat..!

Tapi dia pernah ikut pelatihan di kamp milik Polri, inilah sebabnya gayanya mengadopsi gaya aparat berbaju coklat tersebut.

Rumah yang di satroni Raymond terlihat sepi.

“Hmm…apakah si Simon sudah kabur dari rumah ini?” batin Raymond menduga-duga, sambil mengintai rumah ini dari jarak 50 meteran dan berlindung di sebatang pohon.

Namun Raymond kini menatap lebih jeli, saat melihat dua orang yang sebelumnya dia ancam di lokasi perumahan milik perusahaannya, terlihat datang naik motor dan singgah di halaman rumah ini dan mengetuk rumah tersebut.

Raymond lalu berindap-indap menuju ke rumah ini dan dia memepetkan ke dinding, tak peduli jaskulnya kotor.

Tak ubahnya gaya intel sejati, Raymond mulai curi dengar apa yang 2 orang tadi dan tuan rumah ini bicarakan.

Gerakannya sangat terlatih, tak sia-sia dia ikut pelatihan selama satu minggu full dahulu, karena komandannya yang berpangkat Brigjend Polisi temannya
mrd_bb

BERSAMBUNG

| 24
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 485: Galau Malah Larinya ke…?

    “Siapa Bos AT itu Cha?” tanya Mamon sambil konsen ke setiran, malam ini jalanan ramai lancar, karena sudah hampir pukul 23.30 malam.“Yang aku tau Bang, orangnya sudah tua, rambutnya separu ilang di jidat, matanya tajam dan sepintas agak licik. Tak pernah senyum, juga kemana-mana bawa pengawal bersenjata hingga 3 orang. Katanya sih itu orang bos mafia dan punya jaringan kuat di aparat, juga jarang ada di Jakarta, hanya anak buahnya yang banyak!” sahut Chaca panjang lebar.“Kamu punya fotonya nggak?” tanya Mamon penasaran, lalu ingat profil Bos AT ini mirip Arun Talang.“Aduh nggak berani Bang memoto, aku hanya pernah sekali melihatnya di kafe itu,” sahut Chaca lagi.“Hmmm…baiklah, terus ngapain kamu ada di sana Cha, maaf, benarkah kamu…jual diri? Kulihat kamu ini bukan kayak wanita-wanita open BO?” pancing Mamon.“Sebenarnya…aku sering ke sana Bang, tapi bukan untuk jua diri, aku ke sana bareng teman-teman sosialita aku saja, kumpul-kumpul doank, siapa tahu ada sutradara atau produse

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 484: Galau dan Bikin Gara-gara

    Brigitha makin manyun di tinggalkan Mamon seorang diri, tak lama kemudian dia di perbolehkan bertemu Adelia.Tapi teringat kata - kata Mamon sebelumnya, Brigitha lega, artinya keponakannya ini akan segera bebas.Gara-gara pertemuan dengan Mamon tadi, Brigitha tak banyak bicara dengan Adelia, setelah melihat kondisi Adelia baik-baik saja, walaupun kelelahan, Brigitha pun pamit, kembali ke hotelnya, malas dia tanya soal kelakua keponakannya ini.“Ini sudah malam…sebaiknya besok saja aku jemput Putri Intan, kamu aman bersama ayah kandung dan kakek serta nenekmu sendiri Putri,” gumam Brigitha lega dan kini dia bisa bersantai di sebuah hotel yang tak jauh dari Mabes Polri ini.“Ganteng sekali ayah kamu Put, wanita mana yang tak bahagia dekat dengannya, walaupun harus makan hati! Pasti banyak wanita di luaran sana yang mengejar-ngejarnya, apalagi kini dia duda?” gumam Brigitha lagi, sambil hela nafas.Seakan ngeri bersanding dengan Mamon, yang tentu saja strata nya sangat jauh dengannya.Bri

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 483: Akhirnya Bertemu Brigitha

    Mamon menatap ke akraban Putri Intan, baby Raka dan kedua ortunya, ke empatnya ramai sekali bercanda, tak lama datangkan si Princess Cilla.Mamon sampai senyum lebar, ibunya seolah menemukan cucu yang baru lagi, Rahma terlihat sangat sayang dengan Putri Intan, juga Raymond yang tiada henti candain si Putri Intan yang emank pintar sekali itu.Anehnya Putri Intan dan Cilla juga langsung akrab, biarpun beda usia 5 tahun, keduanya cocok berteman.Bahkan setelah baby Raka bobok karena kecapekan bercanda, Cilla tak sungkan ajak Putri Intan ke kamarnya dan mereka main bersama.“Aku harus temui Brigitha, moga saja dia tak marah lagi?” batin Mamon dan kini dia dia ikut perkembangan kasus Adelia dari sahabatnya yang ada di Mabes.“Ya, kamu bantulah, jadikan si Adel korban saja, biar kelak dia bisa bebas,” kata Mamon lagi pada temannya yang berpangkat Brigjen Polisi itu, dan kini dia bersiap ke sana, tujuannya jelas…bukan temui Adelia, tapi Brigitha.Mamon bawa mobil sportnya langsung geber ke Ma

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 482: Baby Raka dan Putri Intan Akrab

    Paginya…Langkah kaki Mamon tertahan di pintu kamar, saat mendengar Putri Intan sedang berbicara dengan seseorang melalui gawai barunya.Niatnya untuk ajak sarapan tertahan, ia pun dengarkan percakapan Putri Intan, yang seakernya sengaja di buka Putri.“Iya Mama, nyaman banget, Om Mamon loh orangnya, Putri tadi malam di ajak Om keliling kota Malang, belanja-belanja, trus ini di beli’in ponsel, makanya bisa nelpon Mama!"Mama akan ke Jakarta, susul kakak kamu si Adel!" terdengar suara dari seberang telpon.“Mama susul ke Jakarta, emank ka Adel kenapa Ma? Jadi…Putri di sini saja sama Om gitu yaa Ma?”"Kaka kamu nakal! Ya udah, kamu aman sama si Om itu, kamu di sana saja dulu yaa, nanti Mama akan jemput sepulang dari Jakarta"“Ya deeeh, dahh mamaaaa!” Putri Intan tutup telpon.“Haloo Om…tadi Putri menelpon Mama, kan Putri hapal nomornya, kata mama, Putri sementara sama Om dulu, katanya mama mau ke Jakarta susul ka Adel yang ke tangkap polisi, nggak tau kenapa ka Adel ketangkep, nakal kale

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 481: Makin Akrab dengan Putri Intan

    5X panggilan Mamon belum di jawab Adelia, tapi dia lalu tinggalkan pesan buat si artis itu dan sebutkan Putri Intan ada di rumahnya, sekaligus kirim sherlock-nya dan minta agar segera di jemput.“Mungkin dia lagi sibuk syuting, masa sepupu sendiri ngilang dia nggak panik, aneh saja si Adelia ini” batin Mamon, hibur hatinya.Kini Mamon kembali ke kamar dan menatap wajah jelita si gadis kecil ini. Putri Intan nyenyak sekali bobok chantiiik-nya, sudah satu jam belum juga bangun, saking nyenyaknya.Tiba-tiba ponsel Mamon bunyi, ternyata Adelia yang telpon balik, Mamon pun geser ke balkon dan menerima telpon si artis ini, agar tak ganggu boboknya Putri Intan.“Heii Mamooooonn…duehh tumben nih setelah sekian tahun baru nelpon akiuuuu, mentang-mentang udah duren, makin sombioooong nihhh,” terdengar suara Adelia, bukannya tanyakan soal Putri Intan, Adelia malah nyerocos soal Mamon.“Adelia, kamu udah kelar syutingnya? Nih sepupu kamu Putri Intan, si gadis cilik ada di tempat aku, dia nyasar ka

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 480: Putri Intan Sepupunya Adelia

    “Woww…ini rumah milik Om, ini istana apa rumah sih?” ceplos Putri Intan polos dan terkagum-kagum, melihat kemewahan dan besarnya rumah bercat putih ini.“Rumahlah, masa istana…ayo masuk, kamu bisa makan sepuasnya di dalam,” ajak Mamon, sambil tarik tangan Putri Intan yang masih terbengong - bengong dengan kemewahan rumah ini.Tapi soal rumah seketika di lupakan Putri Intan, si gadis cilik ini makan dengan sangat lahap, semua menu dia cicipin, tak ada yang tidak dia rasain.“Den bagus ini anak siapa sih? Cakep benar kayak anak bule ajee?” Mbok Imah bertanya sambil menatap si Putri makan tanpa malu-malu dan kadang berseru wowww kalau lauknya sedap.“Katanya dia sepupunya artis, nggak tau siapa namanya, pas sepupunya lagi syuting dia malah jalan-jalan dan nyasar. Lalu minta duit karena lapar, ya udah aku bawa aja ke sini,” sahut Mamon, yang ikutan menatap kelakuan si Putri Intan ini makan.“Pasti ortunya atau sepupunya panik dia ngilang! Ni anak bukan anak orang biasa agaknya, lihat ajah

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status