Beranda / Urban / Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua / Bab 487: Brigitha Tau Diri

Share

Bab 487: Brigitha Tau Diri

Penulis: mrd_bb
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-14 09:53:36

Dan pekembangan Mamon Mante itu semua terus diikuti seorang wanita cantik jelita…Brigitha.

Dia hanya bisa pasrah dan hela nafas panjang dan makin tahu diri, kalau Mamon Mante terlalu jauh untuk bisa jadi jodohnya.

Apalagi melihat sang pria yang sudah menjatuhkan hatinya, serta menghasilkan Putri Intan makin dekat dengan si artis terkenal itu, hati Brigitha pun hambar.

"Cocok lahh dia bersama si Chaca Denova, cantik, lembut dan artis terkenal pula, sedangkan aku...?" gumam Brigitha.

Walaupun saat bertemu si ibu dari pemuda itu, dari isyarat bahasa, Rahma berharap Brigitha dan Mamon kelak bisa bersama alias berjodoh.

“Bagi bunda, siapapun kelak yang akan jadi istri Mamon, mau janda ataupun gadis, tak masalah, ataupun mau kaya atau miskin. Asalkan Mamon suka dan cinta dengan wanita itu, why not!” cetus Rahma, ucapan ini bikin Brigitha makin kagum dengan Rahma, yang dianggapnya seorang wanita higthclass tapi berjiwa sederhana.

Rahma tak sungkan ceritakan soal mantan mantunya, Lisa Ah Ye,
mrd_bb

Apakah Brigitha terus bertahan dengan ego-nya dan rela menderita..? Dan apakah Mamon justru jatu cinta pada sepupunya sendiri? Tunggu ya di bab selanjutnya, salam MRD_BB

| 7
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
ani risa
brigitha jaim mulu.. lagian ga kasian dgn putri yg berhak tau ayah dan keluarganya. mamon jg masih gampang emosi, percaga aja omongan brigitha. selidiki kek... pake tes dna yg paling simpel.
goodnovel comment avatar
Indarto
Jangan ngawur thor... astrid sepupu kandung dr ayah nya... cepat satukan mamon dg brigitha... dan lanjut ke musuhnya Aron Talang
goodnovel comment avatar
Markus Daen
pertemukan mamon dengan brikita ya admin
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 487: Brigitha Tau Diri

    Dan pekembangan Mamon Mante itu semua terus diikuti seorang wanita cantik jelita…Brigitha.Dia hanya bisa pasrah dan hela nafas panjang dan makin tahu diri, kalau Mamon Mante terlalu jauh untuk bisa jadi jodohnya.Apalagi melihat sang pria yang sudah menjatuhkan hatinya, serta menghasilkan Putri Intan makin dekat dengan si artis terkenal itu, hati Brigitha pun hambar."Cocok lahh dia bersama si Chaca Denova, cantik, lembut dan artis terkenal pula, sedangkan aku...?" gumam Brigitha. Walaupun saat bertemu si ibu dari pemuda itu, dari isyarat bahasa, Rahma berharap Brigitha dan Mamon kelak bisa bersama alias berjodoh.“Bagi bunda, siapapun kelak yang akan jadi istri Mamon, mau janda ataupun gadis, tak masalah, ataupun mau kaya atau miskin. Asalkan Mamon suka dan cinta dengan wanita itu, why not!” cetus Rahma, ucapan ini bikin Brigitha makin kagum dengan Rahma, yang dianggapnya seorang wanita higthclass tapi berjiwa sederhana.Rahma tak sungkan ceritakan soal mantan mantunya, Lisa Ah Ye,

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 486: Rahma Bertemu Brigitha

    Langkah kaki Brigitha agak ragu keluar dari taksi daring yang dia naikin. Tapi karena ingin jemput Putri Intan, dia beranikan diri melangkah keluar.Melihat luas dan mewahnya rumah ini, hati Brigitha sudah keder sendiri, saat melirik ke samping kiri, Brigitha menghela nafas panjang, puluhan mobil mewah berjejer di sana, kayak show room mobil-mobil premium saja, dan ketika melirik ke sebelah kanan ada taman hutan yang asri dan indah.Inilah rumah orangtua Mamon.Bukannya menuju ke pintu utama, Brigitha malah menuju ke bagian taman yang ada mini golfnya tersebut, Brigitha duduk di sebuah bangku panjang sambil menatap taman hutan kecil ini yang ada air terjun buatannya.“Indah banget, mirip hutan aslinya,” gumam Brigitha yang merasa sangat betah duduk di sini.“Mamaaa…!” Putri Intan berlari mendatangi Brgitha, hampir pangling Brigitha melihat anaknya yang kini berpakaian bagus, sehingga wajah putrinya makin cantik saja.Bukan hanya pakaiannya yang bagus…tapi di telinga Putri Intan ada an

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 485: Galau Malah Larinya ke…?

    “Siapa Bos AT itu Cha?” tanya Mamon sambil konsen ke setiran, malam ini jalanan ramai lancar, karena sudah hampir pukul 23.30 malam.“Yang aku tau Bang, orangnya sudah tua, rambutnya separu ilang di jidat, matanya tajam dan sepintas agak licik. Tak pernah senyum, juga kemana-mana bawa pengawal bersenjata hingga 3 orang. Katanya sih itu orang bos mafia dan punya jaringan kuat di aparat, juga jarang ada di Jakarta, hanya anak buahnya yang banyak!” sahut Chaca panjang lebar.“Kamu punya fotonya nggak?” tanya Mamon penasaran, lalu ingat profil Bos AT ini mirip Arun Talang.“Aduh nggak berani Bang memoto, aku hanya pernah sekali melihatnya di kafe itu,” sahut Chaca lagi.“Hmmm…baiklah, terus ngapain kamu ada di sana Cha, maaf, benarkah kamu…jual diri? Kulihat kamu ini bukan kayak wanita-wanita open BO?” pancing Mamon.“Sebenarnya…aku sering ke sana Bang, tapi bukan untuk jua diri, aku ke sana bareng teman-teman sosialita aku saja, kumpul-kumpul doank, siapa tahu ada sutradara atau produse

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 484: Galau dan Bikin Gara-gara

    Brigitha makin manyun di tinggalkan Mamon seorang diri, tak lama kemudian dia di perbolehkan bertemu Adelia.Tapi teringat kata - kata Mamon sebelumnya, Brigitha lega, artinya keponakannya ini akan segera bebas.Gara-gara pertemuan dengan Mamon tadi, Brigitha tak banyak bicara dengan Adelia, setelah melihat kondisi Adelia baik-baik saja, walaupun kelelahan, Brigitha pun pamit, kembali ke hotelnya, malas dia tanya soal kelakua keponakannya ini.“Ini sudah malam…sebaiknya besok saja aku jemput Putri Intan, kamu aman bersama ayah kandung dan kakek serta nenekmu sendiri Putri,” gumam Brigitha lega dan kini dia bisa bersantai di sebuah hotel yang tak jauh dari Mabes Polri ini.“Ganteng sekali ayah kamu Put, wanita mana yang tak bahagia dekat dengannya, walaupun harus makan hati! Pasti banyak wanita di luaran sana yang mengejar-ngejarnya, apalagi kini dia duda?” gumam Brigitha lagi, sambil hela nafas.Seakan ngeri bersanding dengan Mamon, yang tentu saja strata nya sangat jauh dengannya.Bri

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 483: Akhirnya Bertemu Brigitha

    Mamon menatap ke akraban Putri Intan, baby Raka dan kedua ortunya, ke empatnya ramai sekali bercanda, tak lama datangkan si Princess Cilla.Mamon sampai senyum lebar, ibunya seolah menemukan cucu yang baru lagi, Rahma terlihat sangat sayang dengan Putri Intan, juga Raymond yang tiada henti candain si Putri Intan yang emank pintar sekali itu.Anehnya Putri Intan dan Cilla juga langsung akrab, biarpun beda usia 5 tahun, keduanya cocok berteman.Bahkan setelah baby Raka bobok karena kecapekan bercanda, Cilla tak sungkan ajak Putri Intan ke kamarnya dan mereka main bersama.“Aku harus temui Brigitha, moga saja dia tak marah lagi?” batin Mamon dan kini dia dia ikut perkembangan kasus Adelia dari sahabatnya yang ada di Mabes.“Ya, kamu bantulah, jadikan si Adel korban saja, biar kelak dia bisa bebas,” kata Mamon lagi pada temannya yang berpangkat Brigjen Polisi itu, dan kini dia bersiap ke sana, tujuannya jelas…bukan temui Adelia, tapi Brigitha.Mamon bawa mobil sportnya langsung geber ke Ma

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 482: Baby Raka dan Putri Intan Akrab

    Paginya…Langkah kaki Mamon tertahan di pintu kamar, saat mendengar Putri Intan sedang berbicara dengan seseorang melalui gawai barunya.Niatnya untuk ajak sarapan tertahan, ia pun dengarkan percakapan Putri Intan, yang seakernya sengaja di buka Putri.“Iya Mama, nyaman banget, Om Mamon loh orangnya, Putri tadi malam di ajak Om keliling kota Malang, belanja-belanja, trus ini di beli’in ponsel, makanya bisa nelpon Mama!"Mama akan ke Jakarta, susul kakak kamu si Adel!" terdengar suara dari seberang telpon.“Mama susul ke Jakarta, emank ka Adel kenapa Ma? Jadi…Putri di sini saja sama Om gitu yaa Ma?”"Kaka kamu nakal! Ya udah, kamu aman sama si Om itu, kamu di sana saja dulu yaa, nanti Mama akan jemput sepulang dari Jakarta"“Ya deeeh, dahh mamaaaa!” Putri Intan tutup telpon.“Haloo Om…tadi Putri menelpon Mama, kan Putri hapal nomornya, kata mama, Putri sementara sama Om dulu, katanya mama mau ke Jakarta susul ka Adel yang ke tangkap polisi, nggak tau kenapa ka Adel ketangkep, nakal kale

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status