Home / Urban / Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua / Bab 53: Dipecat dari Pekerjaan

Share

Bab 53: Dipecat dari Pekerjaan

Author: mrd_bb
last update Huling Na-update: 2025-09-12 10:37:43
Besoknya di temani Gracia, Raymond seharian cari rumah atau apartemen yang kira-kira sanggup dia bayarin perbulannya.

Namun yang namanya di Jakarta, tak ada rumah yang murah termasuk apartemen. Raymond tak mau kontak Indri, dia yakin pasti Rahma akan memberitahu kakak iparnya itu.

Raymond ingin lepaskan diri dari keluarga Rahma sementara waktu!

Sudah seharian mereka jalan, Gracia bahkan ketiduran di mobil, tapi belum juga mendapatkan rumah atau apartemen yang murah.

Raymond juga sudah menelpon kantornya, minta izin selama 3 hari, dengan alasan ada masalah keluarga.

Hari kedua kembali bersama adiknya Raymond keliling Jakarta cari rumah dan apartemen. Namun lagi-lagi tanpa hasil, banyak yang menyewakan, tapi harganya selangit, tentu saja Raymond malas, menyewa semahal itu.

Raymond tak sudi kembali ke rumah lama mereka yang sedang di sewakan, karena rumah itu 80 persen uangnya dari Rahma.

Andai itu uangnya ketika dulu membelinya, pasti dia ke sana dan ‘usir’ si penyewanya.

“Pasti uang dar
mrd_bb

BERSAMBUNG

| 70
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (8)
goodnovel comment avatar
Amir PT. PJB Services
Kayak apa tuh bentuk empek2 nya si rahma kok sampai di hargai 5 milyar ...
goodnovel comment avatar
Datu Zahra
pesangon. bonus, gaji tiap bulan masa sampe jual mobil. udah jual mobil kehabisan lagi bukannya buat buka usaha. cerita bagus tapi banyak gak masuk akalnya
goodnovel comment avatar
Nando Firdaus
uda keras aja nih dari bagian 1 sampai kesini
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 481: Makin Akrab dengan Putri Intan

    5X panggilan Mamon belum di jawab Adelia, tapi dia lalu tinggalkan pesan buat si artis itu dan sebutkan Putri Intan ada di rumahnya, sekaligus kirim sherlock-nya dan minta agar segera di jemput.“Mungkin dia lagi sibuk syuting, masa sepupu sendiri ngilang dia nggak panik, aneh saja si Adelia ini” batin Mamon, hibur hatinya.Kini Mamon kembali ke kamar dan menatap wajah jelita si gadis kecil ini. Putri Intan nyenyak sekali bobok chantiiik-nya, sudah satu jam belum juga bangun, saking nyenyaknya.Tiba-tiba ponsel Mamon bunyi, ternyata Adelia yang telpon balik, Mamon pun geser ke balkon dan menerima telpon si artis ini, agar tak ganggu boboknya Putri Intan.“Heii Mamooooonn…duehh tumben nih setelah sekian tahun baru nelpon akiuuuu, mentang-mentang udah duren, makin sombioooong nihhh,” terdengar suara Adelia, bukannya tanyakan soal Putri Intan, Adelia malah nyerocos soal Mamon.“Adelia, kamu udah kelar syutingnya? Nih sepupu kamu Putri Intan, si gadis cilik ada di tempat aku, dia nyasar k

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 480: Putri Intan Sepupunya Adelia

    “Woww…ini rumah milik Om, ini istana apa rumah sih?” ceplos Putri Intan polos dan terkagum-kagum, melihat kemewahan dan besarnya rumah bercat putih ini.“Rumahlah, masa istana…ayo masuk, kamu bisa makan sepuasnya di dalam,” ajak Mamon, sambil tarik tangan Putri Intan yang masih terbengong - bengong dengan kemewahan rumah ini.Tapi soal rumah seketika di lupakan Putri Intan, si gadis cilik ini makan dengan sangat lahap, semua menu dia cicipin, tak ada yang tidak dia rasain.“Den bagus ini anak siapa sih? Cakep benar kayak anak bule ajee?” Mbok Imah bertanya sambil menatap si Putri makan tanpa malu-malu dan kadang berseru wowww kalau lauknya sedap.“Katanya dia sepupunya artis, nggak tau siapa namanya, pas sepupunya lagi syuting dia malah jalan-jalan dan nyasar. Lalu minta duit karena lapar, ya udah aku bawa aja ke sini,” sahut Mamon, yang ikutan menatap kelakuan si Putri Intan ini makan.“Pasti ortunya atau sepupunya panik dia ngilang! Ni anak bukan anak orang biasa agaknya, lihat ajah

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 479: Gadis Cilik yang Cantik

    Sepanjang jalan sejak pisah dengan Listi, Mamon jadi sering senyum, selain ingat Listi, dia juga ingat Wiwi.Kalau Wiwi punya apem mulus tanpa rumput, milik Listi rimbun dan ASI-nya yang bikin Mamon sering senyum sendiri, apalagi kalau lihat ibu-ibu kasih ASI pada bayinya.“Ahh kacau, gara-gara aku duda dan kumat lagi nakalku, ya gini jadinya,” keluh Mamon dan geber motor gedenya menuju ke Jawa Timur.Anehnya…gara-gara kembali kumat dengan dua wanita strata biasa, Mamon jadi nggak begitu selera dengan wanita higtclass, apalagi yang suka oplas-oplas dan maunya perawatan mulu di salon mehong.“Mereka lebih alami dan jujur, nggak malu-malu ungkapkan perasaannya, beda dengan wanita di kota, banyak kamuplase dan banyak tuntutan. Itunya juga wangi alami” gumam Mamon, lalu tertawa sendiri.Mamon akhirnya sampai di Surabaya, kali ini dia tak perlu nginap di hotel-hotel murah, di sini ada rumah mewah dan gede milik keluarganya, tapi Mamon pilih ke Malang, ia bosan di kota pahlwan ini, kemana-ma

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 478: Pengalaman tak Terlupakan dengan Listi

    Tangan Mamon bergerak dan…bless, Listri kaget dan menjerit lirih, tapi setelahnya merem melek saat miliknya terasa sangat penuh plus senat senut yang bikin dirinya merasakan kenikmatan tiada tara.Tarikan Mamon di pingganya, membuat dua kutub min dan plus ini langsung merapat penuh.“Enak gaa…?” bisik Mamon tertawa, sambil remas-remas melon Listi yang penuh ASI.“Bukan enak lagi…komplet, enak, perih dikit, dan aduuhh Bang…pingin keluar nih,” balas Listi dan tubuhnya membungkuk karena di tarik Mamon dan sesaat keduanya saling berbagi air liur di sisi bayi Listi.Listi pun tak ragu mulai gerakan pinggulnya bergoyang pargoy di atas kuda jantan nan tangguh dan perkisong ini.Desahannya di tambah bunyi jalan berlumpur, jadi musiik indah persenggamaan keduanya. Listi ternyata nggak nahan di atas, dia cepat keluar tanpa bisa di tahan lagi, sehingga miliknya yang awalnya sesak, kini sangat lancar, olie pelumas Listi yang tiada henti keluar membuat jalannya semakin mulus. Si baby ini tak terg

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 477: Berawal dari Pijat...Selanjutnya?

    Untuk redakan jakunnya yang naik tak beraturan, Mamon bikin kopi dan sengaja ke bagian belakang penginapan ini, ada balkon kecilnya sehingga dia bisa merokok di sini.Tak mungkin dia merokok di kamar, ada Listi dan bayinya. “Ada-ada saja kelakuan si Listi, bikin aku puyeng saja,” batin Mamon senyum sendiri.“Om Mamon nggak ngantuk?” Listi keluar dan kini dia sudah berganti pakaian, tapi pakaiannya justru dasteran dan duduk di dekat Mamon yang hanya berjarak meja kecil.Nggak makai beha lagi,sehingga ujungnya terlihat menonjol di dasternya tipisnya, juga dalemannya terlihat jelas. Tapi Mamon tetap berlaku sopan tidak mau memandang berlebihan ke tubuh Listi.“Aku biasa tidur di atas pukul 00.00, ini…oh iya hampir pukul 12 malam ya!” sahut Mamon, yang buru-buru matikan rokoknya.“Makasih lo Om, aku tak pernah mimpi akan di bantu segitu banyaknya, sampai gemetaran aku pegang tu duit,” kata Listi lugu sambil tertawa kecil.Mamon ikutan senyum, dalam hati menyebut tolol si Yono, bini begini

  • Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua   Bab 476: Gara-gara Debay

    “Aku tak mau ikutin kemauan kamu mas, aku nggak mau di jual ke lelaki hidung belang, malam ini aku mau ambil anakku dan pergi dari rumah kontrakan kita, kita cerai saja,” balas Listi yang jadi berani karena ada Mamon di dekatnya.“Ihh perempuan sialan, kamu berani ngelunjak yaa,” suami Listi mencoba raih tangan istrinya dengan kasar.“Tahan, sabar bung, begini saja, kamu lepaskan Listi dan sebutkan saja kamu mau minta berapa,” sela Mamon kalem, sebab ia lihat para warga, tetangga Listi dan suaminya ini mulai menonton mereka, sehingga Mamon gerah juga.“Ihh kamu mau beli bini aku, boleh sekali, kamu bayar 50 jutaa sekarang juga, setelahnya silahkan kamu pakai sepuasnya istriku ini,” seru si lelaki muda ini tanpa malu-malu.“Gila kamu mas, kamu mau jual aku?” cetus Listi terkejut dengan ulah gila suaminya.“Ahh cerewet kamu, setelah laki-laki ini bayar aku, terserah kamu mau pergi sama dia, kita cerai malam ini juga tak masalah, bawa tuh sekalian anak kita!” sahut suaminya dengan suara

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status