Share

Bab 31

"Pah, dia anaknya Pak Gunawan?" bisikku di telinga Papa.

Anggukan kepala ayahku itu membuat tenggorokan ini terasa gersang bagaikan di padang pasir. Beberapa kali meneguk ludah, rasanya teramat sakit bak menelan duri.

Tidak mungkin dia yang akan menjadi suamiku. Ini pasti salah. Papa bilang anaknya Pak Gunawan pria setia yang tidak akan pernah menduakan aku seperti Mas Haikal.

Oke, aku percaya jika dia tidak akan menduakan aku dengan wanita lain. Tapi ... jika dengan lawan jenisku, aku tidak yakin.

"Hay, Alina ... duduk di sini, Sayang. Aku sudah memesankan makanan untukmu. Ih ... kamu pasti suka, deh dengan pilihanku."

Kembali aku menelan ludah dengan sakit ketika melihat gaya dan tutur bahasanya dalam berucap.

"Pah, aku mau pulang."

"Diam, Alina. Jangan bikin malu Papa di depan Pak Gunawan."

Aku memejamkan mata, beberapa kali beristighfar dalam hati untuk mengusir segala makhluk halus, termasuk makhluk aneh yang ada di depanku.

Rasanya hidupku tidak akan lebih baik dari sebelumn
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (12)
goodnovel comment avatar
Dafa Arganta
pakai koin terus jadi malas mending di hapus aplikasi tidak seru......
goodnovel comment avatar
Nur Hidayati
hargai hasil karya orang lain dalam menulis cerita, koin merupakan salah satu apresiasi utk authornya.
goodnovel comment avatar
De w
sya sangat antusias dgn bab selanjutnya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status