Beranda / Urban / Menantu Pahlawan Negara / Bab 1831 Sudah Merencanakan Segalanya

Share

Bab 1831 Sudah Merencanakan Segalanya

Penulis: Sarjana
Aturan yang berlaku dalam internal Tentara Bayaran Lane adalah aturan tentara militer asing.

Mereka hanya akan mendengar perintah dari atasan mereka.

Biarpun dia adalah kepala instruktur Tentara Bayaran Lane, orang-orang ini hanya akan melaksanakan perintah dari Chiko, tidak akan mendengarkan sepatah kata pun darinya.

Karena itulah, begitu Tridon melihat Chiko, dia segera mengajukan penawaran yang paling besar, mencoba untuk memikat keponakannya itu dengan keuntungan.

Hanya dengan cara seperti inilah, kemungkinan besar keponakannya itu akan menyelamatkan nyawanya.

Melihat Tridon yang saat ini melihatnya seperti sosok penyelamat, Chiko merasa sedikit kecewa.

Pamannya yang satu ini sudah ketakutan setengah mati.

Bukan lagi sosok kepala instruktur tentara militer asing yang luar biasa seperti dulu.

Namun, tidak peduli Tridon berubah menjadi seperti apa, Chiko juga akan menyelamatkannya.

Alasannya sederhana, Tridon bisa membantunya menguasai Keluarga Dougli dan menyerahkan relasi kemiliter
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Resly
peliiiiiiiiiiiiitt
goodnovel comment avatar
Bambang Haryadi
yuk lanjutkan
goodnovel comment avatar
Adi Defatima
oiiii anjing jangan berbelit Belit
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3398 Coba Saja Kalau Kamu Berani Menyentuhnya

    "Ardika, dasar bajingan! Apa kamu benar-benar mau aku mati?!"Lesti memelototi Ardika dengan tajam. Kalau sorot mata ada bentuknya, sorot matanya sekarang pasti adalah sebuah jarum baja yang dingin."Kyoko, apa kamu tahu apa yang sedang kamu lakukan?"Sambil menunjuk Lesti, Ardika berkata dengan marah, "Ini adalah tetua Keluarga Bangsawan Basagita Suraba, Nenek Lesti yang memiliki kekuasaan besar. Coba saja kalau kamu berani menyentuh satu jarinya.""Aku jamin kalaupun kamu bersembunyi di Negara Jepara, mereka juga akan tetap bisa menemukanmu dan menghabisimu!"Eh? Ada apa dengan bocah ini?' pikir Lesti.Bahkan Lesti sendiri sampai tertegun sejenak. Bukankah biasanya si Ardika ini yang paling bersikap tidak hormat padanya?Kenapa sekarang bocah itu malah mulai menyanjung dirinya?Namun, sepertinya bocah itu memilih waktu yang tidak tepat untuk menjilatnya.Dia bahkan sudah meminta pembunuh Organisasi Fierchi Tigor untuk datang menghabisi bocah itu sekeluarga, bukankah sudah sangat terl

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3397 Mengancam

    "Lepaskan Nenek Lesti!""Lepaskan Nona Citra!""Kalau kamu melepaskan mereka, kamu bisa meninggalkan tempat ini dengan selamat!"Saat ini, beberapa orang anggota Keluarga Bangsawan Basagita Suraba dan para pengawal itu sudah melangkah maju beberapa langkah dan menegur dengan marah untuk memberikan tekanan pada Kyoko.Melihat ekspresi mereka yang sangat gugup, hal ini membuat Kyoko makin yakin penilaiannya tadi tidak salah.Dua orang yang sedang dia sandera sekarang adalah orang-orang yang berkedudukan paling tinggi di tempat ini.Pantas saja tadi bahkan ayah dan ibu mertua Ardika juga sampai berlutut di hadapan wanita tua dan wanita muda ini.Sepertinya dua orang wanita ini adalah orang-orang yang dijilat mati-matian oleh Ardika sekeluarga, orang-orang yang bahkan tidak berani mereka provokasi.Awalnya Kyoko berencana untuk menyandera ayah dan ibu mertua Ardika.Namun sekarang dia sangat bersyukur dia telah menangkap dua orang wanita ini sebagai sandera.Karena dia tahu jelas dengan ke

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3396 Menyandera Nenek Lesti

    "Kamu ...."Ketakutan akan kematian langsung menekan amarah yang bergejolak dalam hati Lesti, membuat ekspresinya langsung berubah menjadi pucat pasi seperti wajah zombi."Nenek Lesti!"Secara naluriah, dua orang yang dibawa oleh Lesti kemari langsung menerjang ke arah Lesti untuk menyelamatkannya. Melihat hal tersebut, Kyoko langsung mengayunkan pedang, menebas mati kedua orang itu. Saat itu juga, darah segar dua orang itu terciprat ke wajah Lesti."Ardika, sini kamu!"Kebencian yang mendalam terdengar jelas dalam ucapan Kyoko. Dia berteriak dengan marah, "Kalau nggak, akan kubunuh wanita tua ini!""Pembunuhan! Ada pembunuhan!""Nenek Lesti sudah disandera oleh pembunuh!""Cepat lapor polisi! Cepat lapor polisi!"Melihat sudah terjadi pembunuhan di sana, situasi di dalam ruangan besar tersebut langsung kacau balau. Orang-orang dari berbagai cabang Keluarga Bangsawan Basagita Suraba terlihat panik, berteriak dengan histeris.Ada yang berlari keluar sambil berteriak histeris, ada pula y

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3395 Kyoko Kembali Muncul

    "Cepat berlutut di hadapan Citra dan minta maaf padanya!""Kalau nggak, mati pun aku nggak akan melepaskanmu!"Ardika membalikkan pergelangan tangannya, tanpa disadari oleh siapa pun sebuah jarum perak sudah muncul di telapak tangannya. Dia menatap Citra dengan tatapan acuh tak acuh dan berkata, "Kalau kamu mampu, tembak saja."Kalau Citra menunjukkan tanda-tanda akan menembak, jarum perak dalam genggamannya itu akan melesat tanpa ragu, mencabut nyawa wanita tersebut saat itu juga.Mendengar ucapan ini, bahkan sorot mata kecewa terlihat di mata Luna.Ardika memang jago berkelahi, tetapi sekarang mereka sekeluarga sedang dibidik dengan senjata api oleh Citra.Dalam situasi seperti ini, apa Ardika tidak bisa menanggung sedikit penghinaan demi mempertimbangkan keselamatan mereka?Saat ini, Luna benar-benar kecewa terhadap Ardika.Melihat Ardika yang masih berani mengancam Citra di saat seperti ini, Lesti juga sampai tertawa saking emosinya. "Citra, beri dia pelajaran!""Ardika, kamu yang

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3394 Dipaksa Berlutut

    Di luar, semuanya adalah anggota kepolisian. Pembunuh Organisasi Fierchi Tigor juga akan datang untuk membunuh Jacky sekeluarga.Tentu saja Lesti tidak perlu sampai mengeluarkan perintah penembakan untuk membunuh orang di hadapan banyak orang begini.Namun, dia tidak keberatan untuk menakut-nakuti satu keluarga ini. Melihat mereka meneteskan air mata dan memohon padanya, membuatnya merasa sangat puas."Brak!"Jacky dan Desi berlutut terlebih dulu.Saking ketakutannya, sekujur tubuh Desi sudah gemetaran. Dia buru-buru berkata, "Nenek Lesti, jangan marah, ya. Kami nggak pernah bermaksud untuk nggak menghormati Nenek!""Semua ini salah Ardika. Ya, benar. Dia sendiri yang cari mati, menantang wibawa Nenek lagi dan lagi.""Dia yang telah mematahkan tongkat Nenek, memukuli Citra, dia juga yang telah menghambat kalian!""Nggak ada hubungannya dengan kami!"Saat berbicara, dia bahkan menoleh, lalu pergi menarik putra dan putrinya. "Luna, Handoko, apa lagi yang kalian tunggu? Cepat berlutut! Ke

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3393 Kamu Juga Tidak Boleh

    "Pada hari penjemputan di bandara, kamu mematahkan tongkatku yang bernilai 6 miliar, lalu memukuli dan melukai Citra, mencelakai tunangannya sekeluarga hingga mereka kehilangan nyawa, bahkan menyuruh Jace untuk menghambat kami.""Sekarang kamu langsung melawanku, begitu?!"Lesti melontarkan kata-kata itu dengan kesal. Dia berkata dengan tajam, "Eh, cabang Keluarga Bangsawan Basagita Suraba Provinsi Denpapan lainnya baik-baik saja, hanya kalian sekeluarga yang selalu berulah.""Sekarang aku baru tahu ternyata kamu si pembuat onar itu! Dasar bajingan!""Jacky, kalian sekeluarga adalah pecundang! Itulah sebabnya seorang menantu benalu yang hanya bisa mengandalkan wanita berani bertindak semena-mena!""Jacky, apa kalian sekeluarga pantas memiliki nama belakang Basagita?"Menghadapi Lesti yang sedang mempertanyakannya, Jacky hanya menutupi kepalanya tanpa berani bersuara.Namun, tentu saja Ardika tidak berpikir banyak. Dia berkata dengan lantang, "Eh, Lesti, kamu tahu jelas kenapa aku memat

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status